Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI PENTABIO DENGAN KECEMASAN IBU TERHADAP EFEK PEMBERIAN IMUNISASI DI POLIKLINIKANAK RSUD KARTINI KARANGANYAR Dewi Luri Wulandari; Anik suwarni; Fajar Alam Putra
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2024): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/8mmc8h43

Abstract

Imunisasi  pentabio  menyebabkan  badan  anak  panas  setelah diberikan, sehingga menyebabkan ibu merasa cemas, tegang, dan khawatir. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi pentabio dengan kecemasan  ibu  terhadap  efek  pemberian  imunisasi  di  Poliklinik  Anak  RSUD Kartini Karanganyar. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu dengan balita yang melakukan imunisasi pentabio  di Poliklnik Anak RSUD Kartini Karanganyar. Sampel sebanyak 32 responden dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 21 responden (65,6%) ibu memiliki pengetahuan cukup tentang imunisasi pentabio dan sebanyak 15 responden (46,9%) memiliki kecemasan sedang ibu tentang efek imunisasi pentabio. Hasil uji rank spearman didapatkan nilai signifikansi  sebesar  0,000 < 0,05  yang berarti ada hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi pentabio dengan kecemasan ibu terhadap efek pemberian imunisasi pentabio dengan dan nilai korelasi hubungan sebesar 0,601 yang berarti hubungan pengetahuan dan kecemasan memiliki korelasi yang kuat. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan serta intervensi untuk mengatasi masalah kecemasan dalam pemberian imunisasi.
PENGARUH TERAPI MUSIK GENDING JAWA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN INTRA OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA Sulastri Wahyuningsih; Anik Suwarni; Atik Aryani
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 01 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/n2nqyk91

Abstract

Background: Benign Prostate Hyperplasia (BPH) is a non-cancerous enlargement of the prostate gland caused by aging and usually occurs in more than 50% of men aged 50 years and over. Medical treatment for BPH patients is Transurethral Resection of the Prostate (TURP) surgery, which can cause anxiety in patients. One way to reduce patient anxiety is Javanese gending music therapy. Objective: To determine the effect of Javanese gending music therapy on the level of anxiety in intra-operative benign prostatic hyperplasia patients. Method: This study used a quantitative approach with the pre-experimental type and with a One Group Pretest-Posttest Design research design. The instrument used the Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS). The sample was patients with benign prostatic hyperplasia surgery at Diponegoro Dua Satu Klaten Hospital with 49 respondents. The sampling technique used purposive sampling. Data analysis used the paired t-test. Results: Most respondents have a level of anxiety before being given music therapy, they have a moderate level of anxiety with 41 respondents (83.7%), while after being given music therapy, most respondents have a mild level of anxiety with 30 respondents (61.2%). Based on the results of the analysis, a p-value of 0.001 <0.05 is obtained. It shows that there is an effect of Javanese gending music therapy on the level of anxiety in intraoperative benign prostatic hyperplasia patients. Conclusion: There is an effect of Javanese gending music therapy on the level of anxiety in intraoperative benign prostatic hyperplasia patients Keywords: Benign Prostatic Hyperplasia, Javanese Gending, Anxiety   ABSTRAK   Latar Belakang : Benigna Prostat Hyperplasia merupakan pembesaran kelenjar prostat non kanker disebabkan oleh penuaan yang biasanya muncul pada lebih dari 50% laki-laki yang berusia 50 tahun ke atas.Penanganan medis pada penderita BPH dilakukan tindakan pembedahan disebut Transurethral Resection of the Prostate (TURP) yang dapat menimbulkan kecemasan pada pasien. Salah satu cara mudah untuk mengurangi kecemasan pada pasien adalah dengan menggunakan terapi musik gending jawa. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi musik gending jawa terhadap tingkat kecemasan pada pasien intra operasi benign prostatic hyperplasia. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre Eksperimental dan dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS). Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi benign prostatic hyperplasia di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 49 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test. Hasil : Sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi musik memiliki tingkat kecemasan sedang sebanyak 41 responden (83,7%), sedangkan setelah diberikan terapi musik sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan ringan sebanyak 30 responden (61,2%). Berdasarkan hasil analisis diperoleh p-value 0.001 < 0.05 yang menunjukkan terdapat pengaruh terapi musik gending jawa terhadap tingkat kecemasan pada pasien intra operasi benign prostatic hyperplasia. Simpulan : Terdapat pengaruh terapi musik gending jawa terhadap tingkat kecemasan pada pasien intra operasi benign prostatic hyperplasia Kata Kunci : Benign Prostatic Hyperplasia, Gending Jawa, Kecemasan  
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTSN 10 BOYOLALI Maila Yesi Kharisma Wati; Atik Ariyani; Anik Suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/jzqg3s69

Abstract

Anemia adalah kondisi di mana konsentrasi hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah berada di bawah tingkat normal. Hb memiliki peran penting dalam mengikat serta mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otot dan otak. Remaja putri adalah kelompok yang rentan terkena anemia. Prevalensi tinggi anemia terjadi akibat kurangnya pengetahuan yang baik tentang anemia. Cara untuk meningkatkan pengetahuan dengan pemberian edukasi tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Tujuan mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri di MTsN 10 Boyolali. Jenis penelitian pra eksperiment dengan desain one group pre test post test. Populasi seluruh siswi MTsN 10 Boyolali yang berjumlah 249 orang, teknik sampling stratified random sampling, jumlah sampel sebanyak 71 orang. Uji bivariat menggunakan Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian sebelum diberikan Pendidikan kesehatan menunjukkan mayoritas remaja putri memiliki pengetahuan dengan kategori cukup yaitu sebanyak 36 remaja putri (50,7%). Sedangkan setelah diberikan Pendidikan kesehatan mayoritas memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 64 remaja putri (90,1%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p value 0,001 < 0,05 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri di MTsN 10 Boyolali. Kesimpulan ada pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri di MTsN 10 Boyolali.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISIS RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN Anik Kadaryati; Anik Suwarni; Indriyati
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/wpx0dg43

Abstract

Latar Belakang gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi medis yang serius, di mana fungsi ginjal mengalami penurunan yang signifikan dan tidak dapat berfungsi normal lagi. Pasien yang menderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa akan mengalami perubahan psikologis dan psikososial dan berdampak pada penurunan kualitas hidupnya. Keluarga sebagai orang terdekat memiliki peranan penting selama proses perawatan guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis di RSU Dipoonegoro Dua Satu Klaten. Metode penelitian ini menggunakan desain diskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 47 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Kendal tau-b. Hasil berdasarkan hasil didapatkan hasil sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 44 responden (93,6%) dan kualitas hidup baik sebanyak 24 responden (51,1%). Sedangkan didapatkan hasil analisis p-value 0.001 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Instalasi Hemodialisis RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Kesimpulan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Instalasi Hemodialisis RSU Diponegoro Dua Satu Klaten
HUBUNGAN  NOCTURIA DENGAN KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELITUS Nuning Wahyu Tri Untari; Anik Suwarni; Ni’mah Mufidah
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/qsvwzd95

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam meningkat. Penderita DM akan mengalami berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari seperti lemas,sering kesemutan, rasa lapar, rasa haus, gangguan berkemih dimalam hari (nocturia). Nocturia adalah penyakit yang sangat umum dan mengganggu gejala saluran kemih. Insiden nocturia meningkat seiring bertambahnya usia. Berkemih dimalam hari akan menyebabkan seseorang terbangun dari tidur normalnya. Frekuensi berkemih yang berlebihan di malam hari akan menggangu siklus tidur normal dan berakibat menurunya kualitas tidur. Tujuan: mengetahui hubungan nocturia dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta. Metode: Rancangan penelitian adalah deskriptif korelatif dengan rancangan  cross sectional design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner nocturia ICIQ-N dan kuesioner kualitas tidur PSQI. Populasi dalam penelitian ini adalah 92 responden yang merupakan rata-rata jumlah pasien DM perbulan di Klinik Bhayangkara Surakarta, dengan jumlah sampel 50 responden. Data penelitian di analisis menggunakan uji statistik non parametrik Kendall Tau Hasil: Derajat nocturia responden berhubungan dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta ditunjukan dengan hasil uji statistik dengan nilai p=0,001 dan r= 0,603. Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara nocturia dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta. Semakin berat nocturia yang dialami, semakin buruk kualitas tidur responden.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISIS DI RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN Fikrina Himatun Ulya; Vitri Dyah Herawati; Atik Ariyani; Anik Suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/0vmxn283

Abstract

Latar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronik merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif dalam mempertahankan kesimbangaan cairan dan elektrolit yang perlu dilakukan hemodialisis. Sehingga pasien menghadapi tantangan fisik, psikologis, dan sosial signifikan, memengaruhi kualitas hidup. Selain itu kemampuan pasien dalam menghadapi tantangan ini adalah efikasi diri, yaitu keyakinan terhadap kemampuan mengelola kondisi dan menjalani perawatan. Tujuan : Mengetahui hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Metode : Penelitian ini menggunakan desain diskriptif kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 88 responden, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan General Self Efficacy Scale (GSES) dan Word Health Organization Quality of Life-Bref (WHOQoL-Bref). Analisa data dilakukan dengan uji Kendal tau b. Hasil : Berdasarkan hasil mayoritas responden memiliki efikasi diri pada pasien gagal ginjal kronis tinggi sebanyak 86,5% dan kualitas hidup baik sebanyak 62,5%. Hasil analisis diperoleh p-value 0,001 < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Serta memiliki nilai r 0,265 yang berarti memiliki keretanan cukup kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten
PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP SKALA NYERI PADAPASIEN POST OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) Arta Akmalia; Anik Suwarni; Rantiningsih Sumarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/3r18x023

Abstract

Latar Belakang: Keluhan utama yang terjadi pasca operasi pada pasien Orif adalah keluhan nyeri.  Salah satu metode non farmakologi yang dapat membantu  mengurangi nyeri adalah dengan guided imagery. Guided imagery merupakan teknik relaksasi untuk mengkhayalkan tempat dan kejadian berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan, sehingga pasien merasakan relaks Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer guided imagery  terhadap skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest with one group yang menggunakan satu kelompok perlakuan. Sampel diambil dengan metode total sampling, dengan jumlah sampel 24 pasien post ORIF yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Instrumen penelitian skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji wilcoxon signed-rank test diperoleh nilai p-value = 0,000. Hasil uji statistik tersebut memiliki arti yakni ada pengaruh terapi komplementer guided imagery  terhadap skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi komplementer guided imagery  terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Diharapkan pasien dan perawat dapat menerapkan guided imagery untuk membantu menurunkan skala nyeri pada pasien post ORIF .
PENGARUH FOOT MASSAGE TERHADAP TINGKAT NYERI KEPALA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN Indri Ernawati; Anik Suwarni; Etty Eriyanti
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/yw9bg337

Abstract

Latar Belakang: Nyeri menjadi masalah yang sering terjadi pada pasien cedera kepala ringan.  Intervensi mandiri keperawatan yaitu distraksi dan relaksasi untuk mengurangi nyeri. Foot massage merupakan sesuatu penekanan dengan gerakan memijat pada area bagian kaki yang membuat terjadinya aliran energi melalui titik kaki yang dilakukan tindakan pemijatan sehingga dapat mengatasi gejala nyeri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  foot massage terhadap tingkat nyeri kepala pasien cedera kepala ringan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.Metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif pre-experimental pretest - posttest design without control group. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 33 pasien cedera kepala ringan yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Instrumen penelitian skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji wilcoxon.Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon signed-rank test diperoleh nilai p-value = 0,000. Hasil uji statistik tersebut memiliki arti yakni pengaruh foot massage terhadap tingkat nyeri kepala pasien cedera kepala ringan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan: Foot massage menurunkan tingkat nyeri kepala pasien cedera kepala ringan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Foot massage dapat digunakan pasien cedera kepala ringan
PENGARUH ALTERNATE NOSTRIL BREATHING EXERCISE (ANBE) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Siti Nurhayati; Anik Suwarni; Vitri Dyah
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/ps54bc56

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah serius di kesehatan masyarakat dunia maupun Indonesia.  Pengobatan hipertensi saat ini terdiri dari terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu metode non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah adalah  adalah Alternate Nostril Breathing Exercise (ANBE). Alternate Nostril Breathing Exercise  (ANBE) adalah latihan pernapasan dengan cara inhalasi dari salah satu nostril dan ekshalasi dilakukan melalui nostril yang berbeda.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  ANBE terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian pre-experimental with control group pretest - posttest design. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 30 pasien hipertensi yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen (15 pasien kelompok intervensi dan 15 pasien kelompok kontrol). Analisis data penelitian menggunakan mann whitney.Hasil: Hasil uji statistik didapatkan tekanan darah sistole p value 0,001 <0,005 dan tekanan darah diastole p value 0,002 <0,005 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata tekanan darah sistole dan diastole pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Terdapat pengaruh ANBE terhadap tekanan darah pasien hipertensi di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Hasil ini diharapkan pasien dan perawat dapat menerapkan ANBE untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi
PENGARUH PURSED LIPS BREATHING TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) sri sulastri; Atik Aryani; Anik Suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/84cz0647

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi paru heterogen yang ditandai dengan gejala pernapasan kronis (dispnea, batuk, produksi sputum, eksaserbasi) akibat kelainan saluran napas (bronkitis, bronkiolitis) atau emfisema yang menyebabkan obstruksi aliran udara yang persisten dan sering. PPOK menyebabkan Kematian sebanyak 3,23 Juta Jiwa. Tahun 2024 pasien dengan kasus PPOK di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen sebanyak 135 pasien. Salah satu penatalaksanaan PPOK yaitu dengan cara latihan dan rehabilitasi paru berupa latihan pursed lip breathing (PLB). PLB adalah latihan pernapasan yang bertujuan untuk mengatur pola napas, membuatnya lebih efisien, dan mengurangi sesak napas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh (PLB) Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien PPOK di  RSUD dr. Soehadi Prijonegoro SragenMetode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Pre Eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling dengan jumlah sampel 35 responden.  Analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Hasil Penelitian sebelum diberikan perlakuanan responden memiliki saturasi oksigen dalam kategori tidak normal, setelah diberikan perlakuan sebanyak 31 (88,57 %) dalam kategori normal, hanya 4 (11,43%) responden dalam kategori tidak normal. Hasil uji bivariat dapatkan nilai p Value  0,001 (< 0,05) maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Saturasi OksigenKesimpulan: Terdapat Pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Co-Authors ., Nurwakit ., Widiyono abdul, ahwan Agustina, Niken Ahmad Syamsul Bahri, Ahmad Syamsul ahwan abdul Ahwan Ahwan Akmalia, Arta Alya Dyah Permatasari Permatasari Andrik Purwasito Anik Kadaryati Arta Akmalia Atik Ariyani Atik Aryani Atik Aryani Dewi Luri Wulandari Dewi, Tri Kesuma Dian Muhammad Rifai Didik Narsanto Dina Mariyana Dina Risnawati Dina Risnawati, Dina Dwi Kurniawati, Dwi Elvira Mustika Watie Eq Ganiswari, Talitha Erna Listyaningsih Erwin Kartinawati Etty Eriyanti Fajar Alam Putra Fajar Alam Putra, Fajar Alam Fakhri Fathony, Adib Febriyanti, Novita Fikrina Himatun Ulya Galih Adi Prasetyo Heni Nur Hayati Herawati, Vitri Dyah Hidayat, Tin Kumalasari Ida Wahyu Yunitaningrum Idris Yani Pamungkas Idris Yani Pamungkas Indri Ernawati Indriyati Indriyati Indriyati . Indriyati Indriyati Indriyati Indriyati Khoirul Anwar, Ahmad Kiki Aristyawati Kusuma Wardani Lia Anggraini Lia Rahayu Lilis Murtutik Lilis Murtutik Lilis Murtutik Linda Annisa Sholehah Lisdiarta, Agustinus Lisdiarta Luh Putu Ratna Sundari Maila Yesi Kharisma Wati Marjiyanto . Marjiyanto ., Marjiyanto Maryam, Rujanah Waluyawati Maryati . Muhammad Rifai, Dian Mustaan Mustaan Mustaan, Mustaan Musta’an Musta’an Musta’an Musta’an Ni’mah Mufidah Nola Juniati Novita Febriyanti Nuning Wahyu Tri Untari nursetyoputri_111002 Nurwakit . Popy Astriani Pradipto, Tegar prahasta, nyimas evandia Putri Suhendar, Rachmalia Ragil Tri Cahyo Saputro Ranti Ningsih Sumarni Rantiningsih Sumarni Ratna Kumalasari Reni Ariastuti Resziana Lucki Nur Dwi Pratiwi ROSO PRAJOKO Rosyadah Hafidz Rujanah Waluyawati Maryam Saputro, Ragil Tri Cahyo SARKOL, REMON Shinta Rositasari Shinta Rositasari Shinta Rositasari Silfanus Eda Sinta Mei Enjelina SINTA Rositasari Siti Nurhayati Sri Ernawati Sri Mularsih Sri Purwanti Sri Sugiyanti Utami Sri Sulastri Sukatman, Lilik Sri Rahayu Sukma Shinta Yunianti Sulastri Wahyuningsih Sulomo Sumarni, Ranti Sumarni, Rantiningsih Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Tiara Azriliani Madaningtyas Titi Nurhayati Tulus Prasojo Utami, Sri Sugiyanti Utami Vitri Dyah Vitri Dyah Herawati Wahyuni . Widiyono Widiyono . Widiyono . Widiyono, Widiyono Winarti Winarti Wiratmi, Wiratmi Wulansari, Agix Yusnanda Arintowati Zetik Undarti Zetik Undarti, Zetik