Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TERAPI GUIDED IMAGERY DALAM PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR Rantiningsih Sumarni; Anik Suwarni; Widiyono Widiyono; Arta Akmalia
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1431

Abstract

Latar Belakang: Nyeri post operasi fraktur merupakan masalah umum yang dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penanganan nyeri tidak hanya dapat dilakukan secara farmakologis, tetapi juga melalui pendekatan nonfarmakologis seperti terapi guided imagery. Terapi ini bertujuan untuk membantu pasien mencapai relaksasi melalui visualisasi mental positif, sehingga dapat menurunkan persepsi terhadap nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pascaoperasi fraktur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen dengan  rancangan one  group pre-post test.  Sampel 30 pasien post operasi fraktur di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro pada bulan Mei sampai Juni 2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditentukan. Instrumen yang digunakan kuesioner skala nyeri untuk mengukur intensitas nyeri, skala nyeri diukur menggunakan skala numerik (VAS) sebelum dan setelah intervensi serta lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilxocon test. Hasil: Hasil analisis data menggunakan wilcoxon test diperoleh nilai p hitung 0,00 < 0,05 terdapat pengaruh terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi fraktur. Saran: Diharapkan intervensi guide imagery ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer dalam manajemen nyeri post operasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Guided imagery,  Skala Nyeri, Post operasi, Fraktur
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Video Terhadap Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Ruang Pandawa RSU Diponegoro Dua Satu Klaten Eni Mulyani; Anik Suwarni; Atik Aryani
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12468

Abstract

Surgery is an invasive procedure that involves opening body tissues. Preoperative anxiety is an unpleasant feeling that can induce fear. One non-pharmacological therapy for reducing preoperative anxiety is the provision of health education. To determine the effect of health education using video media on anxiety levels in preoperative patients in the Pandawa Ward at Diponegoro 21 Klaten General Hospital. This study employed a pre-experimental design, specifically a onegroup pretest-posttest design. The sample consisted of 52 respondents selected via purposive sampling. Data collection utilized an anxiety measurement tool based on the Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The study results showed a pretest median value (min-max) of 17.50 (10–22) and a posttest median value (min-max) of 12.00 (6–18). Bivariate analysis yielded a p-value of 0.001 (p<0.05); thus, it can be concluded that health education using video media affects patients experiencing preoperative anxiety. Health education using video media affects patients experiencing preoperative anxiety.
Pengaruh Media Edukasi Interaktif (Video Animasi) terhadap Kesiapan Self-Care Menarche pada Remaja Putri Ashra Adilla Putri; Atik Aryani; Anik Suwarni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2575

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang menandai awal pubertas pada remaja putri. Kurangnya pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi menarche dapat menimbulkan kecemasan, ketakutan, serta ketidaksiapan dalam melakukan self-care sehingga diperlukan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media edukasi interaktif berupa video animasi terhadap kesiapan self-care menarche pada remaja putri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 66 remaja putri yang belum mengalami menarche dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapan self-care menarche yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebanyak 61 responden (92,4%) berada pada kategori kurang siap, sedangkan setelah intervensi sebanyak 42 responden (63,6%) berada pada kategori siap. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan media edukasi interaktif video animasi terhadap kesiapan self-care menarche. Dengan demikian, video animasi efektif meningkatkan kesiapan self-care menarche pada remaja putri dan berkontribusi sebagai inovasi media promosi kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah maupun pelayanan kesehatan.  
Pengaruh Terapi Slow Stroke Back Massage Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Bangsal Pandawa RSU Diponegoro Dua Satu Klaten Endang Setiowati; Anik Suwarni; Ni’mah Mufidah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12515

Abstract

Background: Hypertension is a serious, incurable health condition. Patients with high blood pressure require lifelong treatment to control their blood pressure and prevent significant increases. One non-pharmacological therapy for lowering blood pressure is a slow, stroke-back massage. Objectives: To determine the effect of slow stroke back massage on blood pressure in hypertensive patients at Diponegoro 21 Klaten General Hospital. Method: This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 60 respondents selected via purposive sampling. Data collection involved blood pressure measurement sheets and a sphygmomanometer. The slow stroke-back massage intervention was administered to respondents once and lasted approximately 10 minutes. Results: The Wilcoxon test for the 60 respondents yielded p = 0.001 (p < 0.05); thus, it can be concluded that slow stroke back massage therapy lowers blood pressure in hypertensive patients. Conclusion: Slow stroke back massage influences blood pressure in hypertensive patients at Diponegoro 21 Klaten General Hospital.
Pengaruh Latihan Isometrik Bahu Dan Infrared Terhadap Pemulihan Kekuatan Otot Pada Pasien Post Orif Ekstermitas Atas Di Poli Orthopedi RSU Diponegoro Dua Satu Klaten Dwi Astuti Nurnaningsih; Anik Suwarni
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12526

Abstract

Upper extremity fractures treated with Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) may cause several postoperative problems, including decreased muscle strength due to pain, immobilization, and limited movement. Isometric exercise and infrared therapy can be used as rehabilitative interventions to support muscle strength recovery. This study aimed to determine the effect of shoulder isometric exercise and infrared therapy on muscle strength recovery in post-ORIF patients with upper extremity fractures. This study employed a quantitative method with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The study was conducted from July to August 2026 at the Orthopedic Clinic of RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. The sample consisted of 33 respondents selected using accidental sampling. Muscle strength was measured before and after the intervention using Manual Muscle Testing (MMT). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test because the data were not normally distributed. Most respondents were aged 18–59 years (81.8%), female (66.7%), had a senior high school education (51.5%), and worked in the private sector (45.5%). Before the intervention, 54.5% had fair muscle strength and 45.5% had poor strength. After the intervention, 78.8% had fair, 12.1% good, and 9.1% poor muscle strength. The Wilcoxon test showed a significant difference in muscle strength before and after the intervention (p = 0.000 < 0.05), with the maximum score increasing from 3 to 4. The study concluded that shoulder isometric exercise and infrared therapy had a significant effect on muscle strength recovery in post-ORIF patients with upper extremity fractures at the Orthopedic Clinic of RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Shoulder isometric exercise and infrared therapy may be used as rehabilitative interventions to support muscle strength recovery in post-ORIF patients with upper extremity fractures.
Co-Authors ., Nurwakit ., Widiyono abdul, ahwan Agustina, Niken Ahmad Syamsul Bahri, Ahmad Syamsul ahwan abdul Ahwan Ahwan Alya Dyah Permatasari Permatasari Andrik Purwasito Anik Kadaryati Ariastuti, Reni Arta Akmalia Arta Akmalia Ashra Adilla Putri Atik Ariyani Atik Aryani Atik Aryani Atik Aryani Defama, Azriela Atikah Desinta Aldefintania Sasti Dewi Luri Wulandari Dewi, Tri Kesuma Dian Muhammad Rifai Didik Narsanto Dina Mariyana Dina Risnawati Dina Risnawati, Dina Dwi Astuti Nurnaningsih Dwi Kurniawati Elvira Mustika Watie Endang Setiowati Eni Mulyani Eq Ganiswari, Talitha Erna Listyaningsih Erwin Kartinawati Etty Eriyanti Fadilah Azzahra Fajar Alam Putra Fajar Alam Putra, Fajar Alam Fajar Anita Sari Fakhri Fathony, Adib Febriyanti, Novita Fikrina Himatun Ulya Galih Adi Prasetyo Heni Nur Hayati Herawati, Vitri Dyah Hidayat, Tin Kumalasari Ida Wahyu Yunitaningrum Idris Yani Pamungkas Idris Yani Pamungkas Indri Ernawati Indriyati Indriyati Indriyati . Indriyati Indriyati Indriyati Indriyati Khoirul Anwar, Ahmad Kiki Aristyawati Kusuma Wardani Lia Anggraini Lia Rahayu Lilik Sri Rahayu Sukatman Lilis Murtutik Lilis Murtutik Lilis Murtutik Linda Annisa Sholehah Linda Annisa Sholehah Lisdiarta, Agustinus Lisdiarta Luh Putu Ratna Sundari Maila Yesi Kharisma Wati Marjiyanto . Marjiyanto ., Marjiyanto Maryam, Rujanah Waluyawati Maryati . Muhammad Rifai, Dian Mustaan Mustaan Mustaan, Mustaan Musta’an Musta’an Musta’an Musta’an Ni’mah Mufidah Nola Juniati Novita Febriyanti Nuning Wahyu Tri Untari nursetyoputri_111002 Nurwakit . Popy Astriani Pradipto, Tegar prahasta, nyimas evandia Puspa Jelita Putri Suhendar, Rachmalia Ragil Tri Cahyo Saputro Ranti Ningsih Sumarni Rantiningsih Sumarni Ratna Kumalasari REMON SARKOL Resziana Lucki Nur Dwi Pratiwi ROSO PRAJOKO Rosyadah Hafidz Rujanah Waluyawati Maryam Saputro, Ragil Tri Cahyo SARKOL, REMON Shinta Rositasari Shinta Rositasari Shinta Rositasari Silfanus Eda Sinta Mei Enjelina SINTA Rositasari Siti Nurhayati Sri Ernawati Sri Mularsih Sri Purwanti Sri Sugiyanti Utami Sri Sulastri Sukma Shinta Yunianti Sulastri Wahyuningsih Sulomo Sumarni, Ranti Sumarni, Rantiningsih Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Tiara Azriliani Madaningtyas Titi Nurhayati Tulus Prasojo Umdhah Mufidhah Wahyu Andini Utami, Sri Sugiyanti Utami Vitri Dyah Vitri Dyah Herawati Wahyuni . Widiyono Widiyono Widiyono . Widiyono . Widiyono, Widiyono Winarti Winarti Wiratmi, Wiratmi Wulansari, Agix Yusnanda Arintowati Zetik Undarti Zetik Undarti, Zetik