Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PELAKSANAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR MENGACU STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DI WILAYAH PESISIR Annisa, Muhsinah
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 1 No 4 (2017): November
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.025 KB) | DOI: 10.23887/jere.v1i4.12097

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan dan menganalisis kesesuaian pengelolaan pendidikan sekolah dasar berdasarkan standar nasional pendidikan di Wilayah Pesisir Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey. yang menjadi subjek penelitian ini adalah 3 Sekolah dasar di wilayah Tarakan bagian pesisir. Hasil yang didapatkan yaitu Aspek pengelolaan pendidikan di sekolah dasar  wilayah pesisir mencakup 49 aspek, diantaranya aspek perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, Pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, sistem informasi manajemen dan penilaian khusus. Persentase kesesuaian pengelolaan sekolah mengacu pada peraturan pemerintah No 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan yaitu untuk daerah pesisir sebesar 92%. Aspek yang belum sesuai yaitu yaitu dalam hal  pemenuhan kualitas layanan dan peserta didik, kepemimpinan sekolah yang masih belum optimal serta pengelolaan sistem informasi manajemen masih belum maksimal, penyediaan sistem informasi dan komunikasi belum maksimal dan memadai.
Green Activist : Komunitas Mahasiswa Cinta Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah di Tarakan Annisa, Muhsinah; Muchlas Abrori, Fadhlan; Kartini, Kartini; Toding Bua, Agustinus
International Journal of Community Service Learning Vol. 3 No. 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.254 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v3i1.17746

Abstract

Kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dimulai dengan pembentukan komunitas Aktivis Hijau. Kegiatan telah dilakukan berdasarkan 3 tahap, yaitu: persiapan, kerja sama dan aplikasi. Evaluasi kegiatan dilakukan 2 kali pada tahap persiapan dan implementasi. Tahap persiapan adalah kegiatan untuk pengenalan pengelolaan limbah 4R (mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang dan mengganti) untuk mempersiapkan siswa tentang pengetahuan dan keterampilan pengelolaan limbah. Tahap kerjasama dilakukan melalui diskusi antara siswa di komunitas Aktivis Hijau dan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tarakan, terutama untuk membahas lokasi dan waktu kegiatan. Tahap aplikasi adalah tahap akhir, di mana siswa menerapkan hasil yang telah diperoleh pada tahap persiapan. Hasil evaluasi pada tahap persiapan dan implementasi diperoleh nilai rata-rata untuk setiap aspek yang baik dan memiliki rata-rata di atas 75
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH DI WILAYAH PEDALAMAN Annisa, Muhsinah; Hamid, Hariyati; -, Kartini
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.851 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v5i2.9054

Abstract

Kecamatan Long Pujungan Kabupaten Malinau  merupakan salah satu daerah di provinsi Kalimatan Utara (Kaltara) yang termasuk wilayah pedalaman. Malinau berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Sabah, Malaysia Timur. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Guru profesional harus memiliki 4 kompetensi, salah satunya yaitu  kompetensi profesional. Berdasarkan wawancara dengan guru-guru di SDN 001 Long Pujungan,  ditemukan permasalah yaitu banyak guru yang mengalami kendalal dalam kenaikan pangkat, salah satunya dikarenakan minimnya publikasi karya ilmiah. Hal ini disebabkan oleh pemahaman guru belum memadai dalam penyusunan karya tulis ilmiah. Pelatihan Pengabdian Masyarakat menggunakan metode yang digunakan adalah ceramah, penugasan dan diskusi serta pendampingan pembuatan karya tulis ilmiah dan perangkat pembelajaran. Langkah-langkah kegiatan yaitu dengan pelatihan berupa teori, penugasan secara mandiri dan diskusi. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Long Pujungan Kabupaten Malinau. Data angket yang diberikan kepada peserta menunjukkan bahwa 100% merupakan hal yang baru, 84 % pelatihan ini sangat membantu dalam pelaksanaan, 88% peserta memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan,12% masih tidak mengerti. 96% peserta menjawab bahwa guru memerlukan referensi dalam pelaksanaan tugas, Dalam ketersediaan referensi, 92% menyatakan bahwa referensi ada di tempat mereka bekerja, tapi belum mencukupi. 100% peserta menyatakan bahwa petihan sangat efektf. dan 100% menyatakan perlu ada pelatihan lanjutan.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Karakter WASAKA Integrasi Model Project Based Learning dan Number Head Together Mulyadi, Fadeli; Annisa, Muhsinah
Journal of Education Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i3.2399

Abstract

Penelitian ini berfokus pada rendahnya keterampilan proses sains serta karakter WASAKA siswa dalam pembelajaran IPA. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, serta menganalisis keterlibatan siswa, perkembangan keterampilan proses sains, karakter WASAKA, dan hasil belajar yang diperoleh dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Lokrawa pada semester genap. Penelitian ini menggunakan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru 94% sangat baik, keaktifan peserta didik klasikal 91% sangat aktif, meningkatnya  persentase Keterampilan Proses Sains siswa 93% sangat terampil dan terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik ranah kognitif 100% tuntas, Peningkatan persentase afektif karakter WASAKA (Disiplin dan Tanggung Jawab) 100% dan psikomotorik 87% sangat terampil. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode gabungan Project-Based Learning (PjBL) dan Numbered Heads Together (NHT) efektif dalam meningkatkan Keterampilan Proses Sains siswa serta karakter WASAKA siswa kelas V dalam pembelajaran IPA.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KARAKTER WASAKA PADA MUATAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PBL, NHT, DAN SNOWBALL THROWING TERINTEGRASI STEAM PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Pratiwi, Annisa; Annisa, Muhsinah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31048

Abstract

The problem in this study is the low critical thinking skills and WASAKA character in the IPAS content of fifth-grade elementary school students. The solution to this problem is to use a combination of the Problem Based Learning, Numbered Heads Together, and Snowball Throwing models integrated with STEAM. The purpose of this study is to analyze students' critical thinking skills and WASAKA character. This study uses Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The research subjects are fifth-grade elementary school students, totaling 21 students. The results of this study indicate that students' critical thinking skills were achieved at a rate of 95% with the criterion of very critical and WASAKA character traits were achieved at a rate of 100% with the criterion of already ingrained.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KARAKTER WASAKA PADA MUATAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PBL, NHT, DAN INDEX CARD MATCH TERINTEGRASI STEAM PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Kamaliah; Annisa, Muhsinah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31049

Abstract

The problem in this study is the low critical thinking skills and WASAKA character in the IPAS content of fourth grade at Elementary School. The solution to this problem is to use a combination of the Problem-Based Learning, Numbered Heads Together, and Snowball Throwing models integrated with STEAM. The objective of this study is to analyze the critical thinking skills and WASAKA character of students. This study uses Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The subjects of this study are 17 students in grade IV at Elementary School. The results of this study indicate that students' critical thinking skills were achieved at a rate of 94% with the criteria of very critical and WASAKA character traits were achieved at a rate of 100% with the criteria of already ingrained.
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM BUDAYA SUNGAI BANJARMASIN Prastitasari, Herti; Sari Putra, Eka Cahya; Jannah, Fathul; Annisa, Muhsinah; a, Asrani; Risa Aliya, Afrida; Noor Habibi, Muhammad Fathan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34156

Abstract

Kota Banjarmasin dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, di mana sungai tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap nilai-nilai sosial yang lahir dari budaya sungai, memahami bagaimana nilai tersebut membentuk perilaku masyarakat, sekaligus mengeksplorasi potensinya dalam pendidikan formal, khususnya pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan Teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap masyarakat yang hidup dan sehari-hari beraktivitas di sekitar sungai. Hasil penelitian menemukan bahwa sungai tidak hanya dipandang sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai ruang pendidikan nilai, tempat generasi muda belajar tanggung jawab, gotong royong, dan kesadaran ekologis. Integrasi budaya sungai ke dalam pembelajaran IPS terbukti mampu memperkaya pengalaman belajar siswa secara kontekstual sekaligus menanamkan karakter ekologis yang relevan dengan agenda global pembangunan berkelanjutan. Artikel ini menawarkan perspektif baru: sungai bukan hanya warisan budaya, melainkan juga sarana pendidikan strategis untuk menumbuhkan generasi yang peduli pada lingkungan dan identitas lokalnya.
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM BUDAYA SUNGAI BANJARMASIN Prastitasari, Herti; Sari Putra, Eka Cahya; Jannah, Fathul; Annisa, Muhsinah; a, Asrani; Risa Aliya, Afrida; Noor Habibi, Muhammad Fathan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34156

Abstract

Kota Banjarmasin dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, di mana sungai tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap nilai-nilai sosial yang lahir dari budaya sungai, memahami bagaimana nilai tersebut membentuk perilaku masyarakat, sekaligus mengeksplorasi potensinya dalam pendidikan formal, khususnya pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan Teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap masyarakat yang hidup dan sehari-hari beraktivitas di sekitar sungai. Hasil penelitian menemukan bahwa sungai tidak hanya dipandang sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai ruang pendidikan nilai, tempat generasi muda belajar tanggung jawab, gotong royong, dan kesadaran ekologis. Integrasi budaya sungai ke dalam pembelajaran IPS terbukti mampu memperkaya pengalaman belajar siswa secara kontekstual sekaligus menanamkan karakter ekologis yang relevan dengan agenda global pembangunan berkelanjutan. Artikel ini menawarkan perspektif baru: sungai bukan hanya warisan budaya, melainkan juga sarana pendidikan strategis untuk menumbuhkan generasi yang peduli pada lingkungan dan identitas lokalnya.
Pelatihan Pengembangan Modul Ajar terintegrasi Karakter pada Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru Sekolah Dasar Annisa, Muhsinah; Faqihatuddiniyah, Faqihatuddiniyah; Salsabila, Syafira; Nur Khalisa, Sri Indriyati; Sarah, Zeni
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.3596

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this training is to improve teacher professionalism through the development of character-integrated teaching modules on the implementation of the Merdeka curriculum. This activity participants were teachers of SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin. This community service activity is in the form of training conducted in the form of classical and group and mentoring which is carried out continuously for 3 months of activity implementation. Community service activities in the form of training in developing character-integrated teaching modules on the implementation of the Merdeka Belajar curriculum for elementary school teachers at SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin were carried out on August 28, 2023. Apart from conducting training, the service team also provided assistance for teachers in developing teaching module designs on the implementation of the Merdeka curriculum. The number of teachers involved in this training activity was 30 people. Overall, this activity went smoothly, this was marked by a very positive response from the participants to the material presented. The participants were actively involved in this training process, by asking questions and interacting with the presenters. This positive response reflects the participants' high level of engagement in learning, which in turn can have a positive impact on their understanding of the material presented. Keywords: teaching module, character, independent curriculum implementation ABSTRAKTujuan pelatihan ini adalah meningkatkan profesionalisme guru melalui pengembangan modul ajar terintegrasi karakter pada Impelemtasi kurikulum Merdeka. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh guru di sekolah perwakilan guru-guru SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin. Peserta pelatihan diharapkan berjumlah 30 orang.  Program kemitraan masyarakat  ini  berupa pelatihan yang dilakukan dalam bentuk klasikal dan kelompok serta pendampingan yang dilakukan secara berkesinambung selama 3 bulan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa Pelatihan Pengembangan Modul Ajar Terintegrasi Karakter Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Guru Sekolah Dasar SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin dilaksanakan tanggal 28 Agustus 2023. Selain melakukan pelatihan, tim pengabdian juga melakukan pendampingan bagi guru dalam mengembangkan perancangan modul ajar pada implementasi kurikulum Merdeka. Jumlah guru yang telibat dalam kegiatan pelatihan ini adalah 30 orang. Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan lancer, hal ni ditandai dengan respon yang sangat positif dari para peserta terhadap materi yang disampaikan. Para peserta secara aktif terlibat dalam proses pelatihan ini, dengan bertanya dan berinteraksi dengan pemateri. Respons positif ini mencerminkan tingkat keterlibatan yang tinggi dari peserta dalam pembelajaran, yang pada gilirannya dapat berdampak positif pada pemahaman mereka tentang materi yang disampaikan.  Kata Kunci: modul ajar, karakter, implementasi kurikulum merdeka
Bimbingan Teknis Perancangan Lembar Kerja Siswa Model Berpikir Kritis Berbasis Kearifan Lokal Untuk Guru-Guru SD Negeri Lakum 1 Kecamatan Gambut Kalimantan Selatan Prastitasari, Herti; Annisa, Muhsinah; Putra, Eka Cahya Sari; Jannah, Fathul; Asrani, Asrani; Aliya, Afrida Risa; Habibie, Muhammad Fathan Noor
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1059

Abstract

Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu perangkat pembelajaran penting yang tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong siswa berpikir kritis. Lembar kerja siswa pada tingkat sekolah dasar perlu berbasis berpikir kritis untuk membantu anak dalam mengembangkan kemampuan kognitif, pemecahan masalah, dan komunikasi sejak dini. Namun, hasil temuan di SDN Sungai Lakum 1 menunjukkan beberapa kendala,seperti guru belum terbiasa menggunakan LKS dalam pembelajaran, keterbatasan kemampuan dalam merancang LKS berbasis berpikir kritis, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui kegiatan bimbingan teknis selama lima kali pertemuan. Kegiatan ini mencakup sosialisasi konsep LKS, konsep dan indikator berpikir kritis, pelatihan penyusunan soal IPAS dan Matematika, serta perancangan LKS model berpikir kritis dan mendesain menggunakan aplikasi Canva. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun LKS yang lebih kontekstual dan menantang siswa berpikir kritis. Antusiasme peserta dan hasil angket kepuasan yang sangat tinggi menjadi bukti konkret bahwa bimbingan teknis ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru merancang LKS berbasis berpikir kritis yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.