p-Index From 2021 - 2026
7.772
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Rugi Daya pada Penyulang dengan Pembangkit Energi Terbarukan akibat Ketidakseimbangan Beban Sultan .; I Made Ari Nrartha; I Made Ginarsa; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.159 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.214

Abstract

Abstract—Penetration of renewable energy generation is getting deeper due to reduced fossil fuel reserves and rising prices. Renewable energy generation enter in a three-phase distribution system which have unbalanced load. Three-phase power flow with unbalanced loads is used to analyze power loss in feeders with renewables generation in the system. A robust three phase power flow method for distribution networks is a backward-forward method. The results of the study on Hilbron feeders and Out 3 Gili feeders supplied from GH Senggigi, PLTS on three gilis, and Segara PLTM, that the load imbalance resulted in a power losses increase exponentially. The power loss percentage due to imbalance is 3.5%, 12.4%, and 26.7% for Hilbron feeders with Segara PLTM and Gili Air PLTS, Out 3 Gili feeders with PLTS on three gilis, and Hilbron feeders with Segara PLTM, respectively. Intisari—Penetrasi pembangkit energi terbarukan semakin dalam karena berkurangnya cadangan bahan bakar fosil dan naiknya harga bahan bakar tersebut. Pembangkitan energi terbarukan masuk dalam sistem distribusi tiga fase yang memiliki beban tidak seimbang.Aliran daya tiga fase dengan beban tidak seimbang digunakan untuk menganalisis kehilangan daya pada penyulang dengan pembangkitan energi terbarukan pada sistem. Metode aliran daya tiga fase yang kuat untuk jaringan distribusi adalah metode backward-forward. Hasil penelitian pada penyulang Hilbron dan penyulang Out 3 Gili yang disuplai dari GH Senggigi, PLTS pada tiga gilis, dan PLTM Segara, bahwa ketidakseimbangan beban mengakibatkan kerugian daya meningkat secara eksponensial. Persentase kehilangan daya karena ketidakseimbangan adalah 3,5%, 12,4%, dan 26,7% untuk penyulang Hilbron dengan PLTM Segara dan PLTS Gili Air, penyulang Out 3 Gili dengan PLTS pada tiga gili, dan penyulang Hilbron dengan PLTM Segara.
ANALISIS SOFT STARTING MENGGUNAKAN ANTI PARALEL SCR UNTUK MOTOR INDUKSI 3 FASA 15 kW Ananda Ghufran; I Made Ari Nrartha; Sabar Nababan
DIELEKTRIKA Vol 7 No 2 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i2.247

Abstract

ABSTRAK Motor induksi banyak digunakan dalam aplikasi di lingkungan rumah tangga sampai di industri-industri besar. Arus starting motor induksi mencapai 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh yang mengakibatkan jatuh tegangan yang akan mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. Arus starting pada motor induksi dapat dikurangi dengan soft starting menggunakan anti parallel SCR. Tegangan masukan motor induksi diatur dengan memberikan sinyal Trigger pada anti parallel SCR dengan sudut penyalaan tertentu yang diatur oleh model Firing Angle. Arus starting RMS maksimal pada metoda DOL sebesar 299.7 A dapat dikurangi hingga 92.53 A dengan soft starting anti parallel SCR 20 tahap pada waktu soft starting 20 detik. Pengukuran %THD menunjukkan semakin besar waktu operasi maka %THD arus akan semakin besar dan %THD tegangan rata-rata akan tetap bernilai di bawah 5% sesuai dengan standar IEEE 519-1992. Kata Kunci: Soft starting, Anti Parallel SCR, %THD, Starting Motor Induksi 3 Fasa.
PENEMPATAN KAPASITOR DAN OPTIMASI KAPASITASNYA MENGGUNAKAN ARTIFICIAL BEE COLONY (ABC) PADA SALURAN DISTRIBUSI PRIMER Wildan Faisal Harharah; I Made Ari Nrartha; Supriyatna .
DIELEKTRIKA Vol 1 No 2 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.129 KB)

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berguna untuk mendistribusikan tenaga listrik dari gardu induk ke konsumen. Dalam proses pengiriman tenaga listrik sampai konsumen terdapat rugi-rugi daya, dan drop tegangan pada saluran. Rugi-rugi daya dan drop tegangan dapat dikurangi salah satunya dengan kapasitor. Metoda faktor sensitifitas rugi-rugi menentukan lokasi kapasitor pada bus-bus yang perlu dipasang kapasitor. Artificial Bee Colony digunakan untuk mendapatkan kapasitas dari kapasitor pada Penyulang Dasan Cermen dan Penyulang Gunung Sari Sistem Kelistrikkan Lombok. Hasil penelitian diperoleh Penyulang Dasan Cermen urutan prioritas lokasi penempatan kapasitor pada bus 60, 57, 52, 64 dan 65. Penyulang Gunung Sari urutan prioritas lokasi penempatan kapasitor dengan urutan bus 17, 20, 14, 21 dan 13. Total kapasitas kapasitor Penyulang Dasan Cermen pada pemasangan kapasitor di dua bus (bus 64 dan bus 65), lebih kecil 0.319 % dari pemasangan kapasitor di satu bus (bus 64). Penyulang Gunung Sari pada pemasangan kapasitor di satu bus (bus 20) lebih kecil 22.62% dari pemasangan kapasitor di dua bus (bus 13 dan bus 20).
PERANCANGAN SOFT STARTING PADA MOTOR INDUKSI TIGA PHASE MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ATMEGA328 Rizki Ardiansyah; I Made Ari Nrartha; I Made Budi Sukmadana
DIELEKTRIKA Vol 2 No 2 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1724.812 KB)

Abstract

Motor induksi adalah mesin listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi tiga phase tipe sangkar bajing banyak digunakan karena konstruksi yang sederhana dan perawatan yang mudah. Kendala operasi motor induksi ini adalah arus pengasutannya mencapai lima sampai tujuh kali arus nominal, sehingga diperlukan suatu metode pengasutan untuk mengatasi hal tersebut. Metode soft starting pada penelitian ini memberikan tegangan input ke motor secara bertahap. Pemberian tegangan input diatur menggunakan triac yang ditrigger dengan mikrokontroler Atmega328. Rangkaian Soft starting digunakan pada saat pengasutan, dan motor terhubung secara langsung ke sumber tenaga ketika running. Penelitian ini menghasilkan modul soft starting untuk kapasitas motor 1 kW. Arus pengasutan dalam kondisi tanpa beban didapatkan 2.19 A, dan kondisi berbeban 5.80 A. Arus pengasutan tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan arus pengasutan secara langsung yaitu 6.59 A dalam kondisi tanpa beban, dan 8.61 A pada kondisi berbeban. Kata Kunci : Motor Induksi Tiga Phase, Soft Starting, Triac, Mikrokontrroller ATMega328 ABSTRACT Induction motors is an electrical machines that convert electrical energy into mechanical energy. Three phase squirrel cage induction motor a widely used because it has a simple construction, and easy maintenance. Operating it’s problem is a starting currents that are five to seven times the nominal current. Therefore, we need a method to overcome this it.Soft starting method in this research is provides an input voltage to the motor gradually. Giving the input voltage is set using a triac triggered by the microcontroller ATmega328. Soft starting circuit is used at starting time, and the motor connected directly to the power source while it’s running.The result of this research is soft starting module for 1kW motor capacity. Starting current in the no-load condition is 2.19 A, and 5.80 A on the load condition. Starting current is still smaller than the direct starting current is 6.59 A in the no-load condition, and 8.61 A on the load condition. Keywords : Three Phase Induction Motor, Soft Starting, Triac, Mikrokontroller ATMega328
Identifikasi dan Pengolahan Kandungan Harmonisa Sinyal Arus pada Beban Listrik Mobile Berbasis Arduino UNO A B Muljono; I.M.A Nrartha; I.M. Ginarsa; I.M.B Suksmadana
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2017.9.2.3

Abstract

Kemajuan dan gaya hidup praktis membawa dampak pemakaian charger untuk beban-beban listrik mobile semakin banyak. Charger adalah beban non-linear yang memberikan dampak distorsi sinyal arus yang cukup tinggi pada sistem tenaga. Kandungan harmonisa sinyal arus pada beban-beban listrik mobile perlu dikaji untuk mendapatkan Total Harmonic Distortion current (THDi) dan Distortion Factor (DF). Penelitian ini adalah mendesain sebuah sistem untuk mengidentifikasi dan mengolah kandungan harmonsa sinyal arus berbasis Arduino UNO pada beban listrik mobile. Sensor arus yang digunakan adalah Current Transfromer (CT) koil. Hasil pembacaan sensor diteruskan ke komputer melalui port serial dan ditampilkan dalam bentuk GUI pada MATLAB. Diperoleh hasil kandungan harmonisa yang tinggi pada frekuensi harmonisa kelipatan ganjil dari frekuensi dasar 50 Hz berturut-turut, yaitu: 87,44%, 72,62%, 53,12%, 38,06%, 28,02%, 22,54%, 18,33%, 14,59%, dengan rerata THDi sebesar 142,69% dan rerata DF sebesar 0,57. 
Pendampingan Siswa SMKN 1 Lingsar Kompetensi Teknik Energi Terbarukan Melalui Pelatihan Pengukuran Kualitas Daya Listrik Agung Budi Muljono; I Made Ari Nrartha; I Made Ginarsa; Sudi Mariyanto Al Sasongko; Sultan Sultan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v2i3.66

Abstract

Kompetensi bidang Teknik Energi Terbarukan yang ada SMKN 1 Lingsar Kabupaten Lombok Barat, menjadi salah satu unggulan untuk sekolah kejuruan di Nusa Tenggara Barat, yang didukung dengan laboratorium yang memadai meliputi PLTMH, PLTS dan PLTBayu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan peningkatan pendampingan siswa melalui pelatihan pengukuran kualitas daya listrik sesuai standar PUIL 2011 dan IEEE Std 519-1992. Metode yang digunakan presentasi, diskusi, pretest, posttest, penggunaan alat ukur kualitas daya meliputi Digital Earth Tester, Megger dan Power Harmonic Analyzer. Kegiatan ini memberikan meningkatkan pengetahuan siswa tentang kualitas daya dengan rerata nilai pretest meningkat 70,5% dari nilai posttest. Hasil kemampuan praktik 17% sangat baik, 52% baik. Tingkat kebermanfaatan kegiatan ini 83% siswa menyatakan sangat puas dan sangat bermanfaat.
PERBAIKAN STABILITAS DINAMIK SISTEM MULTIMESIN MENGGUNAKAN POWER SYSTEM STABILIZER BERBASIS-ANFIS Muljono Muljono; Ginarsa Ginarsa; Nrartha Nrartha
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.941 KB)

Abstract

Sistem tenaga listrik modern dalam operasinya melayani konsumen sangat rentan terhadap perubahan beban. Perubahan beban yang dalam analisis stabilitas dinamik (small signal stability) merupakan salah satu gangguan yang sangat penting, paling sering muncul dan tidak bisa dihindari. Penelitian ini difokuskan untuk membangun model stabilitas sinyal kecil dan perbaikan stabilitas sistem multimesin tersebut menggunakan power system stabilizer (PSS) berbasis-ANFIS. Metode ANFIS digunakan karena ANFIS menggunakan data pelatihan dalam pembentukan fungsi keanggotaannya secara otomatis sehingga proses komputasi lebih sederhana dan lebih cepat dibandingkan dengan fuzzy Mamdani. Efektifitas dan unjuk kerja dari PSS berbasis-ANFIS diuji dengan STL multimesin tiga mesin. Diperoleh bahwa PSS tersebut mampu memperbaiki stabilitas sistem multimesin dengan memperkecil peak overshoot menjadi 3,38105 pu dan memperpendek settling time menjadi 4,01 s. Validitas hasil tersebut dibandingkan hasil yang diperoleh dari PSS konvensional.
PERBANDINGAN UNJUK KERJA BERBAGAI TIPE BUS DISTRIBUTED GENERATION BERDASARKAN LOKASI DAN KAPASITAS OPTIMAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Nrartha, I.A.M Nrartha, I.A.M; Muljono, A.B Muljono, A.B; Sultan Sultan; Ginarsa Ginarsa
SENTIA 2015 Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : SENTIA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.457 KB)

Abstract

Perkembangan pemanfaatan energi alternatif disamping energi konvensional untuk pembangkit energi listrik seperti energi surya, energi panas bumi, energi angin, energi air menyebabkan banyak terbangun pembangkit listrik yang letaknya tersebar (distributed generation/DG). DG pada sistem tenaga listrik dapat dimodelkan ke dalam berbagai tipe bus tergantung dari jenis generator yang digunakan. Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan pembangkit diesel yang menggunakan generator sinkron dapat dimodelkan sebagai bus kontrol tegangan (bus tipe PV), Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) yang menggunakan generator  induksi dapat dimodelkan sebagai bus injeksi daya aktif dan reaktif (bus tipe PQ), sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat dimodelkan sebagai bus injeksi daya aktif (bus tipe P). Penelitian ini memilih lokasi pada bus 33 kV dari sistem IEEE 30 bus untuk penempatan dan penentuan kapasitas optimal DG dengan berbagai tipe bus menggunakan algoritma genetika. Hasil penelitian menunjukkan DG dengan bus tipe P, selain mengurangi rugi daya aktif juga dapat mengurangi rugi daya reaktif pada sistem. Perbaikan profil tegangan dan reduksi rugi daya terbaik diperoleh dari kombinasi bus DG tipe PQ, PQ, PQ, pada bus ke-19, bus ke-30 dan bus ke-18.
PROGRAM ANTISIPASI BENCANA DI DESA PENYANGGA SIRKUIT BALAP MANDALIKA-KUTA LOMBOK TENGAH Made Sutha Yadnya; Sulthon Zamroni; Agung Budi Muljono; I Made Ari Nrartha; Abdulah Zainuddin; Zulfikarullah Zulfikarullah
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i2.536

Abstract

Desa Selong Belanak merupakan bagian dari 9 desa penyangga Sirkuit Mandalika. Kondisi desa yang diketahui sebagai desa yang sering terkena bencana banjir, tanah longsor dan gempa bumi disetiap tahunnya, maka membutuhkan adanya Program Desa Tanggap Bencana (DESTANA). Pelaksanaan program tertuju pada memiliki kemampuan mandiri untuk memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman diwilayahnya dan mampu mengorganisasikan sumber daya masyarakatnya untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi resiko bencana, mencengah dan mengantisipasi terjadinya bencana akibat perbuatan manusia, tanggap bencana terhadap gejala alam, beradaptasi dan menghadapi potensi bencana alam, kalau sesudah bencana agar mampu meminimalis dampak akibat bencana. Cara yang dilakukan dengan dilaksanakan kegiatan berikut : sosialisasi tentang potensi kebencanaan, kegiatan penanaman kembali pohon (reboisasi), bersih pantai dan rumah ibadah, serta pemasangan plang kebencanaan. Usaha Pengadian Kepada Masyarakat perlu adanya pelatihan yang keberlanjutan untuk meningkatkan kemampuan relawan DESTANA untuk meningkatkan skill dan kemampuan tentang DESTANA ketika dalam menghadapi bencana alam. Kesiapsiagaan dari DESTANA menyadarkan harus terus waspada terhadap bencana.
Simulation and Analysis of Distributed Generation Installation on a 20 kV Distribution System Using ETAP 19.0 Arnawan Hasibuan; Firwan Dani; Asran; I Made Ari Nrartha
Bulletin of Computer Science and Electrical Engineering Vol. 3 No. 1 (2022): June 2022 - Bulletin of Computer Science and Electrical Engineering
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/bcsee.v3i1.1151

Abstract

Conventional power plants are generally designed on a large scale, centralized, and built far from the load center so that they require transmission and distribution networks to distribute electric power. The condition of the distribution channel's length, the high load supplied, and the increasing number of requests for electrical energy each year affect the quality of distribution of electrical energy. From the above problems, simulation and analysis of the installation of distributed generation are carried out. In installing Distributed Generation, three scenarios are used based on the most significant voltage drop point. The installation of Distributed Generation scenario 1 has an average voltage value of 95.16% or 19.81 kV and an average voltage drop of 9.82% or 1.965 kV, and power losses of 946.69 Kw, where losses power loss was reduced by 17.8% or 733.7 kW. The installation of Distributed Generation scenario 2 has an average voltage value of 95.84% or 19.17 kV and an average voltage drop of 4.16% or 0.833 kV, and power losses of 1062.4 Kw, where losses power loss was reduced by 15.8% or 618 kW. The installation of Distributed Generation scenario three does not experience a voltage drop, the average voltage value is 102.4% or 20.38 kV, and power losses are 1062.4 KW, where power losses are reduced by 29.7% or 1114, 6 kW.
Co-Authors A B Muljono A. Dharma Abdulah Zainuddin Abta, Armen Agung Budi Muljono Agung Budi Muljono Agung Budi Mulyono Agung Budi Mulyono Akbar, Farhan Al-Ani, Waleed Khalid Ahmed Alaydia, Baiq Vivi Alfandi, Ahmad Nova Alfian, Muhammad Rolan ANA ROHANA Ananda Ghufran Andi Akbar Hidayat Apriani, Yuliani Astuti Ari Afrizal Arnawan Hasibuan Asran Asran Astianto, Muhammad Helmi Bulkis Kanata Deniarahman, Asrul Desi Widianty Desky, Muhammad Aulia Dupli, Dupli Elya, Duwiyandi Putri Fajar Syahbakti Lukman Fajar Syahbakti Lukman Faris, M Salman Firwan Dani Ginarsa Ginarsa Hadi A, Muh. Saihul Hadinata, Angga Pratama Hamzah, Ari Hamzan, Muhammad Abdulloh Hardinata, Dhika Aufa Harfani Puidi Harjian, Muhammad Rivaldi Herman Fithra Hutagalung, Rizki Shobirin I Ketut Wiryajati I M. Ginarsa I Made Budi Sukmadana I Made Budi Suksmadana I Made Budi Suksmadana I Made Dwipayana I Made Gina I Made Ginarsa I Made Ginarsa I.M. Ginarsa I.M.B Suksmadana Ida Ayu Mas C. Dewi Ida Ayu Sri Adnyani Ida Bagus Fery Citarsa Ida Bagus Fery Citarsa Ida Rofaida Indra Sasmita Isa, Muzamir Julia Kamilatin Kartika Kartika Karyawan, I Dewa Made Alit Ketut Perdana Putra, I Lalu Arya Sopansyah M Sayuti M.Kuraish Shihab Made Sutha Yadnya Maharani, Citra Putri Mahendra, Aldi Aryanugraha Manafe, Deary Pretty Genovani Misbahuddin, Misbahuddin Misbahul Jannah Muhammad Daud Muhammad Ulul Azmi Muhammad, Muhammad Mulijono, Agung Budi Muljono Muljono Muljono, A.B Muljono, A.B Muljono, Agung B Nababan, Sabar Nastika, Nastika Natsir, Abdul Navissa, Bella Nugroho, Septian Ilham Nurdin Nurdin Osea Zebua Osea Zebua Putra, I Ketut Perdana Rahman Hidayat Rahmat Andria Raihan Putri Ramadan, Sulfi Wahyudi Riswandi, Muhamad Nudisantana Rizki Ardiansyah Rizky Almunadiansyah Robi Kurniawan Roid, Fahrian Rosdiana Rosdiana S. M. Al Sasongko Safitra, Ade Sapto Nisworo Sapto Nisworo Saputra, Ahmad Sandi Yayan Sasmita, Hendra Sasongko, Sudi M. Al. Sasongko, Sudi Mariyato Al Sasongko, Sudi Maryanto Al Sayuti, M Selamat Meliala Seniari, Ni Made Siregar, Widyana Verawaty Soedjatmiko - Sopian, Muhamad Sardi Sudi Mariyanto Al Sasongko Suharto, Logika Suksmadana, I Made Budi sultan Sultan ' Sultan . Sultan . Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sulthon Zamroni Supriono Supriono Supriyatna . Supriyatna Supriyatna Taneza, Erlan Taufik Taufik Teti Zubaidah Tohri, M. Wadhiesta, I Komang Krisna Dwipayana Wardi, Lutfi Warindi D Widianty , Desi Wikapti, Ida Ayu Nyoman Iswari Wildan Faisal Harharah Wirindi - Yuristia, Rana Zahiri, Muhtadi Zainuddin, Abdullah Zulfikarullah Zulfikarullah