p-Index From 2021 - 2026
7.772
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENENTUAN LOKASI DISTRIBUTED GENERATION (DG) BERDASARKAN FAKTOR SENSITIVITAS RUGI-RUGI DAN KAPASITAS OPTIMAL MENGGUNAKAN METODE ARTIFICIAL BEE COLONY (ABC) Indra Sasmita; Agung Budi Muljono; I Made Ari Nrartha
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.774 KB)

Abstract

Sistem distribusi radial merupakan saluran yang ditarik secara radial dan buspaling ujung pada sistem distribusi radial mempunyai profil tegangan yang rendah dan rugidaya yang besar. Pemasangan DG diharapkan dapat menaikkan level tegangan danmengurangi total kerugian daya pada sistem. DG yang dipasang hanya berdasarkan kapasitasdaya yang dioperasikan sebagai PV bus. DG merupakan pembangkit berkapasitas kecil yangberlokasi pada sistem distribusi tenaga listrik dan biasanya ditempatkan pada bus-busyang terhubung langsung ke beban. DG dapat berupa sumber energi konvensional danenergi terbarukan.Penelitian ini menggunakan metode faktor sensitivitas rugi-rugi untuk menentukanlokasi DG dan kapasitas optimal menggunakan metode Artificial Bee Colony pada sistemdistribusi radial IEEE 33 bus.Hasil simulasi optimisasi penempatan dan kapasitas Pembangkit Tersebar (DG)pada sistem distribusi radialIEEE 33 bus untuk berbagai skenario pembebanan rata-rata danmenghasilkan pengurangan rugi daya sebesar 62.7 %. Pemasangan DG ini juga dapatmenaikkan profil tegangan pada bus-bus beban rata-rata sebesar 3.5 %.Kata Kunci : Pembangkit Tersebar, Rugi Daya, Profil Tegangan, Faktor Sensitivitas Rugi-Rugi,Artificial Bee Colony.ABSTRACTRadial distribution system is a line drawn radial and the end of the bus radial distributionsystem has a voltage profile low and large power loss. Placement of DG is expected to raise thevoltage level and reduce the total power loss in the system. DG is placed only by the capacityof power-operated as PV buses. DG is a small capacity plant located on powerdistribution systems and are usually placed on the buses that are connected directly to theload. DG can be a source of conventional energy and renewable energy.This study uses a loss sensitivity factors to determine location of DG and optimalcapacity using Artificial Bee Colony method on the IEEE 33 buses radial distribution systems.The simulation results of Distributed Generation (DG) placement and capacityoptimization on the IEEE 33 buses radial distribution systems to various loading scenariosproduces an average reduction of 62.7 % power loss. Placement of DG can also raise theprofile of the voltage at the load buses by an average of 3.5%Keywords : Distributed Generation, Power Loss, Voltage Profile, Losses Sensitivity Factor,Artificial Bee Colony.
ANALISIS SOFT STARTING METODA PWM UNTUK MOTOR INDUKSI 3 FASE 37 KW Andi Akbar Hidayat; I Made Ari Nrartha; Sabar Nababan
DIELEKTRIKA Vol 7 No 2 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i2.241

Abstract

Motor induksi banyak digunakan dalam aplikasi di lingkungan rumah tangga sampai di industri-industri besar. Arus starting motor induksi mencapai 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh yang mengakibatkan jatuh tegangan yang akan mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. Arus starting pada motor induksi dapat dikurangi dengan soft starting metoda PWM. Soft starting metoda PWM dilakukan menggunakan komponen elektronika daya yaitu IGBT. Tegangan masukan motor induksi diatur dengan memberikan sinyal PWM pada IGBT dengan waktu dan tahapan duty cycle tertentu dengan frekuensi PWM tertentu yang diatur oleh model PWM. Arus starting RMS maksimal pada metoda DOL sebesar 619.45 A dapat dikurangi hingga 109.6 A dengan soft starting metoda PWM dengan frekuensi PWM 200 Hz pada waktu soft starting 25 detik. Pengukuran %THD menunjukkan semakin besar frekuensi PWM maka %THD arus duty cycle 55% akan semakin kecil dan %THD tegangan duty cycle 55% akan tetap bernilai 90.45%.
SINKRONISASI GENERATOR DENGAN PENGENDALI BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 I Made Ari Nrartha; Sultan .; Agung Budi Muljono; I Made Ginarsa; Warindi Warindi
DIELEKTRIKA Vol 7 No 1 (2020): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v7i1.227

Abstract

Generator yang masuk ke sistem jala-jala listrik harus melalui proses sinkronisasi. Syarat sinkronisasi adalah generator dan jala-jala sistem harus mempunyai urutan fase yang, maginitud tegangan setiap fase, dan frekuensi yang sama. Diperlukan pengaturan otomatis prime mover dan sistem eksitasi generator untuk memenuhi syarat sinkronisasi. Pengaturan ini mengusulkan pengaturan otomatis prime mover dan sistem eksitasi menggunakan penyearah terkendali dari sumber tegangan AC konstan ke teganagn DC variabel. Pengaturan berbasis Arduino Mega untuk mengolah hasil pengukuran sensor tegangan dan sensor frekuensi dari generator dan jala-jala listrik. Selisih hasil pengukuran sensor-sensor tersebut sebagai dasar pengaturan prime mover dan sistem eksitasi. Arduino mega mengirim sudut penyalaan untuk pengaturan prime mover dan sistem eksitasi ke arduino pro mini pada modul penyearah terkontrol untuk prime mover dan sistem eksitasi. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan kecepatan prime mover menghasilkan perubahan frekuensi generator dengan kenaikan 1 rpm menghasilkan kenaikan 0,0352 Hz. Pengaturan tegangan eksitasi menghasilkan perubahan tegangan Vrms generator dengan kenaikan 1 volt tegangan eksitasi menghasilkan kenikan tegangan generator sebesar 4.0427 volt. Kondisi sinkron yang ditunjukkan oleh sinkronoskop, selisih tegangan dan frekuensi generator dengan jala-jala listrik tiga fase yang ditampilkan LCD modul sinkronisasi adalah sebesar 0,13% untuk selisih tegangan dan sebesar 0,12% untuk selisih frekuensi.
ANALISIS ARUS STARTING DAN TORSI PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA TERHADAP PEMASANGAN KAPASITOR SECARA REAL TIME BERBASIS ATMEGA 2560 M.Kuraish Shihab; I Made Ari Nrartha; I Made Budi Suksmadana
DIELEKTRIKA Vol 5 No 2 (2018): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v5i2 Agustus.167

Abstract

Motor induksi adalah mesin listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi tiga phase tipe sangkar bajing banyak digunakan karena konstruksi yang sederhana dan perawatan yang mudah. Kendala operasi motor induksi ini adalah arus pengasutannya mencapai lima sampai tujuh kali arus nominal dan memiliki faktor daya yang sangat rendah terutama pada saat tanpa beban, faktor daya pada induksi induksi tiga phase adalah lagging, sehingga diperlukan adanya perbaikan faktor daya. Perbaikan faktor daya adalah proses menambahkan kapasitor secara parallel untuk mensuplay daya reaktif sehingga faktor daya mendekati satu. Mikrokontroler Atmega 2560 merupakan pengendali mikro single-board yang bersifat open-source yang digunakan sebagai antarmuka (interface) pengukuran kemudian ditampilkan di Matlab. Arus starting tanpa beban dan berbeban hampir sama yaitu sebesar 8.94788 A dan dengan kapasitor mengalami penurunan, penurunan tertinggi yaitu dengan penambahan kapasitor 19 µF sebesar 0.9296 A dan terendah dengan kapasitor 6 µF sebesar 0.2331 A. Torsi starting dan torsi jalan saat tanpa beban dan berbeban dengan penambahan kapasitor tidak mengalami perubahan.
PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI DAN MONITORING UNTUK GENERATOR SINKRON TIGA FASE BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 I Made Ari Nrartha; Ida Bagus Fery Citarsa
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.722 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.203

Abstract

Three-phase synchronous generator is the main part in the power system, so needs protection and monitoring systems to ensure the safe operation. Three-phase synchronous generator faults such as overvoltage, low voltage, unbalanced voltage, excitation loss, unbalanced current, over current, single line to ground fault, double line to ground fault, three-phase fault, over heat and over speed protected by removing the generator from the system through a power breaker. After power breaker open, the prime mover and the excitation current supply are turned off, respectively. The protection and monitoring system are designed using sensors such as ACS712-20A-T current sensor, ZMPT101B voltage sensor, LM35 temperature sensor and tacho generator speed sensor. Arduino Mega 2560 is used as an ADC for sensor reading, calibrate the sensors, and sending sensors information to LCD and a Personal Computer (PC) by serial communication. Interface on PC uses Graphical User Interface on Matlab 2013a. The results show, measurement error of current sensors are 1.7%, 1.3%, 1.7%, and 1.7% for currents of phase a, b, c, and excitation, respectively. Measurement error of voltage sensors are 1.31%, 1.29%, and 1.05% for voltages of phase a, b, dan phase c, respectively. Measurement error of LM35 temperature sensor is 0.464%. Measurement error of tacho generator is 0.378%. Monitoring by Matlab GUI's shows operation condition and status of three phase synchronous generator on normal or fault condition. Relay take average time as long as 0.697 seconds to isolate generator from system if faults occur.
Rancang Bangun Interface untuk Visualisasi Kecepatan dan Suhu Motor DC Shunt Berbeban Sebagai Modul Praktikum di Laboratorium Sistem Tenaga I Made Ari Nrartha; Sultan .; Agung Budi Muljono; I Made Budi Suksmadana
DIELEKTRIKA Vol 1 No 2 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.382 KB)

Abstract

DC shunt motor banyak digunakan dalam industri karena kemudahan dalam operasi, regulasi kecepatan dan kerugian daya yang relatif lebih rendah dibanding motor AC. DC shunt motor juga digunakan sebagai salah satu modul praktikum di laboratorium sistem tenaga. Pengukuran kecepatan DC motor shunt pada modul menggunakan alat ukur analog/digital. Alat ukur tersebut hanya dapat memberikan informasi kondisi steady state hasil pengukuran. Rele termal dari motor digunakan sebagai perlindungan tanpa diketahui suhu dari motor. Visualisasi pengukuran dibutuhkan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, seperti kondisi transien. Visualisasi dapat diperoleh melalui komputer grafis sehingga diperlukan interface untuk menyampaikan informasi hasil pengukuran tersebut ke komputer. Informasi kecepatan dengan tachogenerator dan suhu dengan sensor suhu dapat diteruskan oleh interface (ADC) ke komputer melalui port serial. Validasi hasil interface dengan pengukuran alat ukur analog/ digital diperoleh tingkat kesalahan rata-rata 3,65 % untuk kecepatan dan 8,0 % untuk suhu. Penambahan beban pada motor mengakibatkan penurunan kecepatan. Suhu cenderung meningkat sejalan dengan lama operasi dari motor. Waktu transien kecepatan minimum ketika motor dimatikan pada saat beban berat dan maksimum ketika tiba-tiba ada tambahan beban yang kecil.
PELATIHAN DAN PENGUJIAN KUALITAS TAHANAN ISOLASI KABEL DAN PENTANAHAN ARDE INSTALASI LISTRIK I Made Ari Nrartha Ari Nrartha; Agung Budi Muljono
Jurnal Abdi Insani Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan teknis instalasi listrik yang bersetifikat.Program pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap, tahap pertama meliputi pengukurankemampuan dasar peserta mengenai listrik dan instalasi listrik melalui pretest, dilanjutkandengan pemberian materi-materi dasar dan lanjut meliputi sistem tenaga listrik, manfaatdan bahaya listrik, standar dan sertifikasi tenaga listrik, instalasi listrik menurut PUIL 2011,penggunaan alat ukur, perhitungan kebutuhan instalasi untuk gedung, instalasi listrik tigafase dan kesehatan dan keselamatan kerja listri k. Di bagian akhir tahap pertamadilaksanakan postest untuk mengukur penyerapan peserta pada materi yang diberikan.Tahap kedua peserta mendapatkan praktek instalasi pada modul instalasi beserta carapengukuran arus dan tegangan menggunakan multitester, pengukuran kela yakan isolasikabel dengan meger dan pemasangan arde beserta kelayakan tahanannya denganearthtester. Pelaksanaan tahap ketiga, peserta yang diberikan kesempatan untuk prakteklangsung pemasangan instalasi listrik dengan bahan dan peralatan yang sudah dipersiapkanoleh tim pengabdian. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh nilai rerata pretest 25,5 menjadi56,1 pada rerata postest atau terjadi peningkatan pemahaman dasar dan lanjut pesertasebesar 52%. Hasil pengujian tahanan pentanahan pada instalasi listrik di Musholla Al-Kausardengan earth tester diperoleh rerata hasil 38 Ω dilokasi pemasangan arde. Hasil pengujiantahanan isolasi kabel dari instalasi yang dipasang untuk menghindari arus bocor pada instlasilistrik sudah sesuai dengan standar PUIL 2011 yaitu lebih besar dari 50 MΩ.
PELATIHAN INSTALASI LISTRIK DAN UPAYA-UPAYA HEMAT ENERGI LISTRIK DI DUSUN BUANI, DESA BENTEK, KECAMATAN GANGGA, LOMBOK UTARA I Made Ari Nrartha; Sultan Sultan; S. M. Al Sasongko; A. B. Muljono; I M. Ginarsa
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i1.214

Abstract

Dusun Buani adalah salah satu dusun di Desa Bentek, Gangga, Lombok Utara, merupakan desa binaan Universitas Mataram. Penduduk Dusun Buani sebanyak 483 jiwa sebagian besar berprofesi sebagai petani, buruh tani, peternak, pengrajin dan sektor informal lainnya. Bencana gempa bumi yang terjadi pulau Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018 mengakibatkan terpuruknya kondisi masyarakat seperti hampir semua rumah hancur, saluran listrik terputus, dan akses listrik yang terbatas, termasuk juga di Desa Buani. Sebagai institusi pendidikan dengan kewajiban tri dharma perguruan tinggi kami memberikan pelatihan teknis instalasi listrik menurut SNI:0225/Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011 dan upaya hemat dalam pemakaian energi pada desa binaan yang lebih intensif dan terarah. Dan juga dalam upaya pemulihan pasca bencana yang telah terjadi. Salah satu kegiatan rehabilitasi yang diusulkan yaitu melaksanakan suatu kegiatan penyuluhan teknis instalasi dan upaya-upaya hemat energi bagi masyarakat desa Buani, sebagai upaya untuk memfungsikan kembali kegiatan dan/atau lembaga sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di daerah bencana. Hasil dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah peningkatan ketrampilan di bidang instalasi listrik dan budaya hemat energi listrik. Peningkatan kepercayaan diri masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan sendiri sebagai upaya pemulihan pasca bencana dan keahlian teknis yang sangat berguna untuk bersaing di dunia kerja khususnya bidang instalasi listrik.
PROGRAM PIPANISASI AIR TAWAR UNTUK PENDUDUK DAERAH PESISIR PANTAI DI DESA BATU NAMPAR Made Sutha Yadnya; Sultan Sultan; I Made Ginarsa; I Made Ari Nrartha; Desi Widianty
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i2.335

Abstract

Pengelolaan air untuk rumah tangga khusus kebutuhan mandi, cuci, dan kakus , pada daerah yang krisis air sangat sulit karena sarana dan prasara belum ada. Salah satu program pipanisasi dilaksanakan untuk menyalurkan air bersih di Desa Batu Nampar, pelaksanaan ini bersamaan dengan KKN Tematik Universitas Mataram tahun 2019. Pipanisasi dilaksanaakan untuk penyaluran air dari tendon penanpungan ke tempat mck tersebut. Jarak untuk mengambil air (tempat pengambilan air bersama tidak lebih dari 10 meter jarak antara tiap rumah penduduk. Hasil masyarakat mendapat kemudahan dalam pengambilan air.
SYMPHATHETIC TRIP PADA PENYULANG 20 KV DI GARDU INDUK AMPENAN PT. PLN (PERSERO) APDP MATARAM I Made Dwipayana; Supriyatna Supriyatna; I Made Ari Nrartha; Ida Rofaida
Jurnal Bakti Nusa Vol. 1 No. 2. Oktober 2020: JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v1i2. Oktober 2020.13

Abstract

BAHASA Sistem proteksi atau pengaman ini diperlukan untuk memisahkan bagian yang mengalami gangguan dengan tidak mengalami gangguan sehingga sistem yang normal dapat menjalankan operasinya. Gangguan bisa saja terjadi meskipun sudah dilengkapi dengan alat proteksi. Salah satu gangguan yang terjadi adalah symphathetic trip. Symphathetic trip yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik menyebabkan penyulang sehat ikut terganggu karena merasakan gangguan pada penyulang terkena gangguan.Untuk meminimalkan terjadinya gangguan symphathetic trip tidak terulang lagi, maka diperlukan pengujian selektivitas. Langkah-langkah yang dilakukan untuk pengujian selektivitas yaitu melakukan perhitungan arus kapasitif tiap penyulang, perhitungan arus hubung singkat satu fasa ke tanah, perhitungan arus hubung singkat satu fasa ke tanah dijumlahkan arus kapasitif, perhitungan waktu kerja relay dan melakukan pengujian selektivitas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa selektivitasnya terpenuhi dengan perhitungan waktu kerja relay untuk Interkonektor 1 dan Interkonektor 2 yaitu = 80 A, tms = 0,04 dengan waktu kerja relay di penyulang terganggu0,296 detik dan waktu kerja relay gangguan di penyulang lain -0,12 detik, Kopel C yaitu = 80 A, tms = 0,05 dengan waktu kerja relay di penyulang terganggu0,298 detik dan waktu kerja relay gangguan di penyulang lain -0,26 detik serta 3 Gili yaitu = 68 A, tms = 0,05 dengan waktu kerja relay di penyulang terganggu0,297 detik dan waktu kerja relay gangguan di penyulang lain -0,27 detik. ENGLISH Protection or security system is necessary to separate the problematic parts with undisturbed normal so that the system can run its operations. Disruption could happen though is equipped with protective devices. One disturbance is symphathetic trip. Symphathetic trip happens to the electricity distribution system led to a healthy feeder disrupted because of interference with the feeder taste disorder. To minimize the disruption symphathetic trip does not happen again, it is necessary to test the selectivity. Steps undertaken to test the selectivity ie calculating each feeder capacitive current, short circuit current calculation of the phase to ground, a short circuit current calculation phase to ground capacitive currents are summed, the calculation of working time relay and testing selectivity. The results obtained showed that the selectivity is accomplished by calculating working time relay for InterkonektorInterkonektor 1 and 2 are I_set = 80 A, tms = 0.04 by the time the relay in feeder disturbed 0.296 seconds and the relay disruptions in other feeders -0.12 second, Kopel C is I_set = 80 A, tms = 0.05 by the time the relay in feeder disturbed 0.298 seconds and the relay disruptions in other feeder 0,26 seconds and 3 Gili namely I_set = 68 A, tms = 0, 05 by the time the relay in feeder disturbed 0.297 seconds and the relay disruptions in other feeders -0.27 seconds.
Co-Authors A B Muljono A. Dharma Abdulah Zainuddin Abta, Armen Agung Budi Muljono Agung Budi Muljono Agung Budi Mulyono Agung Budi Mulyono Akbar, Farhan Al-Ani, Waleed Khalid Ahmed Alaydia, Baiq Vivi Alfandi, Ahmad Nova Alfian, Muhammad Rolan ANA ROHANA Ananda Ghufran Andi Akbar Hidayat Apriani, Yuliani Astuti Ari Afrizal Arnawan Hasibuan Asran Asran Astianto, Muhammad Helmi Bulkis Kanata Deniarahman, Asrul Desi Widianty Desky, Muhammad Aulia Dupli, Dupli Elya, Duwiyandi Putri Fajar Syahbakti Lukman Fajar Syahbakti Lukman Faris, M Salman Firwan Dani Ginarsa Ginarsa Hadi A, Muh. Saihul Hadinata, Angga Pratama Hamzah, Ari Hamzan, Muhammad Abdulloh Hardinata, Dhika Aufa Harfani Puidi Harjian, Muhammad Rivaldi Herman Fithra Hutagalung, Rizki Shobirin I Ketut Wiryajati I M. Ginarsa I Made Budi Sukmadana I Made Budi Suksmadana I Made Budi Suksmadana I Made Dwipayana I Made Gina I Made Ginarsa I Made Ginarsa I.M. Ginarsa I.M.B Suksmadana Ida Ayu Mas C. Dewi Ida Ayu Sri Adnyani Ida Bagus Fery Citarsa Ida Bagus Fery Citarsa Ida Rofaida Indra Sasmita Isa, Muzamir Julia Kamilatin Kartika Kartika Karyawan, I Dewa Made Alit Ketut Perdana Putra, I Lalu Arya Sopansyah M Sayuti M.Kuraish Shihab Made Sutha Yadnya Maharani, Citra Putri Mahendra, Aldi Aryanugraha Manafe, Deary Pretty Genovani Misbahuddin, Misbahuddin Misbahul Jannah Muhammad Daud Muhammad Ulul Azmi Muhammad, Muhammad Mulijono, Agung Budi Muljono Muljono Muljono, A.B Muljono, A.B Muljono, Agung B Nababan, Sabar Nastika, Nastika Natsir, Abdul Navissa, Bella Nugroho, Septian Ilham Nurdin Nurdin Osea Zebua Osea Zebua Putra, I Ketut Perdana Rahman Hidayat Rahmat Andria Raihan Putri Ramadan, Sulfi Wahyudi Riswandi, Muhamad Nudisantana Rizki Ardiansyah Rizky Almunadiansyah Robi Kurniawan Roid, Fahrian Rosdiana Rosdiana S. M. Al Sasongko Safitra, Ade Sapto Nisworo Sapto Nisworo Saputra, Ahmad Sandi Yayan Sasmita, Hendra Sasongko, Sudi M. Al. Sasongko, Sudi Mariyato Al Sasongko, Sudi Maryanto Al Sayuti, M Selamat Meliala Seniari, Ni Made Siregar, Widyana Verawaty Soedjatmiko - Sopian, Muhamad Sardi Sudi Mariyanto Al Sasongko Suharto, Logika Suksmadana, I Made Budi sultan Sultan ' Sultan . Sultan . Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sultan Sulthon Zamroni Supriono Supriono Supriyatna . Supriyatna Supriyatna Taneza, Erlan Taufik Taufik Teti Zubaidah Tohri, M. Wadhiesta, I Komang Krisna Dwipayana Wardi, Lutfi Warindi D Widianty , Desi Wikapti, Ida Ayu Nyoman Iswari Wildan Faisal Harharah Wirindi - Yuristia, Rana Zahiri, Muhtadi Zainuddin, Abdullah Zulfikarullah Zulfikarullah