Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA  MASYARAKAT KELURAHAN PANYURAN, KEC. PALANG, KABUPATEN TUBAN Wahyu Tri Ningsih; Tanty Wulan Dari; Moch Bahrudin; Teresia Retna Puspitadewi; Binti Yunariyah; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Roudlotul Jannah; Su'udi; Yasin Wahyuriyanto; Titik Sumiatin; Siti Maimuna
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i2.6569

Abstract

Hypertension and diabetes are of concern because of their high prevalence and their role as major risk factors for heart and blood vessel disease. The aim of this community service is to increase public knowledge and awareness of the importance of prevention and early detection of Non-Communicable Diseases.Methods used in this community service are through counseling and interactive discussions. The target is the community of Panyuran Village, Palang District, Tuban Regency. The media used is leaflets. The results of this community service are increased public knowledge and awareness of Non-Communicable Diseases, especially diabetes mellitus and hypertension, as well as prevention and early detection. Counseling activities can be carried out continuously in collaboration with local health centers and health cadres. Monitoring of activities that have been carried out needs to be carried out periodically by conducting examinations of people at risk of experiencing Non-Communicable Diseases by local health cadres.
TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III MULTIGRAVIDA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA SUMURGUNG KECAMATAN TUBAN Apriliana, Wulan; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i2.3446

Abstract

Ibu hamil rentan merasakan kawatir tentang hal yang dapat terjadi pada dirinya dan anaknya yang beresiko mengganggu kesehatan mental ibu, salah satunya gangguan kecemasan. Di masa pandemi virus corona ibu hamil akan cemas apalagi pada ibu hamil trimester III yang akan melahirkan. Data survey awal didapatkan 90% ibu hamil multigravida merasakan cemasa  dan  10% ibu hamil multigravida tidak merasa cemas dari jumlah total 10 ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III multigravida pada masa pandemi covid-19 di Desa Sumurgung. Desain penelitian deskriptif dan pendekatan yang dipakai yaitu “cross-sectional”, populasinya yaitu ibu hamil trimester III multigravida yang tinggal  di Desa Sumurgung kecamatan Tuban sebanyak 113 ibu, besar sampel 88 ibu hamil, teknik yang dipakai yaitu  simple random sampling. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner. Hasil dari penelitian didapatkan hampir seluruhnya tingkat kecemasan ibu hamil trimester III multigravida di Desa Sumurgung mengalami kecemasan berat sejumlah 72 orang ( 82%). Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III multigravida di masa pandemi virus corona dengan karakteristik ibu diantaranya tingkat pengetahuan,  tingkat pendidikan ,serta dukungan dari keluarga terutama suami di Desa Sumurgung masih dalam kategori cemas berat. Maka dari itu perlu melakukan pengoptimalan dalam peningkatan pengetahuan dan pemberian dukungan secara terus menerus agar dapat menurunkan tingginya tingkat kecemasan ibu hamil trimester III multigravida.Kata kunci :          Tingkat Kecemasan, Ibu Hamil Trimester III multigravida, Pandemi Covid-19
Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus (DM) Pada Remaja Di SMP Negeri 3 Tuban Larissa Eka Afianti; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1986

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) berdasarkan American Diabetes Association (ADA) merupakan gangguan pada metabolik yang dicirikan dengan terjadinya kenaikan kadar glukosa darah karena adanya gangguan dalam respon tubuh terhadap insulin Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan bahwa kejadian Diabetes Melitus (DM) di kalangan anak-anak Indonesia berusia 18 tahun ke bawah mengalami peningkatan dramatis, meningkat hingga 70 kali lipat antara tahun 2010 dan 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor risiko kejadian Diabetes Mellitus (DM) pada remaja di SMP Negeri 3 Tuban. Desain penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa/siswi kelas VIII di SMP Negeri 3 Tuban sebanyak 254 siswa. Sampel diambil secara simple random sampling sebanyak 155 responden. Variabel dalam penelitian ini yaitu faktor risiko kejadian Diabetes Mellitus (DM) pada remaja. Cara pengambilan data dengan kuisioner kemudian dilakukan pengolahan data dan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruhnya (77%) remaja memiliki faktor keturunan tidak berisiko, hampir seluruhnya (76%) remaja memilki faktor Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak berisiko, hampir seluruhnya (90%) remaja memiliki faktor pola makan berisiko, dan hampir seluruhnya (96%) remaja memiliki faktor aktivitas fisik tidak berisiko. Upaya untuk mengurangi kejadian diabetes melitus yang dapat dilakukan petugas kesehatan dengan memberikan pendidikan kesehatan rutin setiap satu bulan sekali pada remaja yang masih bersekolah mengenai pentingnya menjaga pola makan untuk mencegah kejadian Diabetes Mellitus (DM) di masa mendatang.
Community-Based Intervention through Posyandu Cadre Training and Assistance for Mothers Under Five to Reduce Stunting in Genaharjo Village, Tuban Puspitadewi, Teresia Retna; Juliana Christyaningsih; Nurul Hindaryani; Yasin Wahyurianto
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 4 (2025): December
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v4i4.119

Abstract

Nutrition problems are still a major public health challenge, especially stunting which has a long-term impact on child growth and development. Based on the 2022 report of the TubanRegency Health Office, the prevalence of stunting in the work area of the Kawa Health Center reached 24.43%. Genaharjo Village is the focus of attention because the number of stunted toddlers has increased from 40 children (2023) to 45 children (14%) in 2024, while 66.7% of pregnant women are at high risk of experiencing Chronic Energy Deficiency (CED). This condition shows the need for intervention to support the achievement of the national target of reducing stunting by 14%. This Community Service aims to evaluate pre-post changes in the knowledge of cadres and mothers of toddlers, anthropometric skills of cadres and the processing of toddler menus by mothers after a two-session intervention in Genaharjo". The activity was carried out in August-September 2025 with evaluation through pre-test and post-test for knowledge, observation of cadre skills, assessment of mothers' ability in food processing, and urine examination of toddlers using the pyridinium crosslink rapid test. The results showed an increase in cadre knowledge from an average of 9.25 to 11.25 and mothers of toddlers from 9.6 to 11.1. Cadres are able to perform anthropometric measurements correctly, while mothers of toddlers are skilled in planning menus and processing 20 nutritious recipes based on local ingredients. Of the 20 urine samples of stunted toddlers, two showed positive results. This intervention is effective in increasing community capacity, but a comprehensive approach is needed including nutrition education, health monitoring, and sanitation improvement for the sustainability of stunting prevention.
Dukungan Keluarga Dalam Mendukung Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Davis Khoirul Akmal; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2076

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menunjukkan peningkatan kasus setiap tahunnya. masih adanya pasien Tuberkulosis paru yang putus pengobatan (Drop out). Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis paru sangat bergantung pada kepatuhan pasien, salah satunya dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan akepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya seluruh keluarga penderita Tuberkulosis paru yang masih menjalani program pengobatan di Puskesmas Tuban sebanyak 64 orang, dan semuanya digunakan sebagai sampel dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian adalah dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup Analisa data menguak analisis deskriptif, yang menggunakan tabel, distribusi frekuensi dan prosentase. Hasil menunjukan hampir setengahnya (28.1%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berusia dewasa akhir, dan lansia akhir, Sebagian besar (71,9%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berpendidikan SMA, hampir seluruhnya (76.6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru bekerja, setengahnya (50.0%) dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru adalah baik, sebagian besar (55,6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru pada masa dewasa akhir memiliki dukungan keluarga yang baik, seluruhnya (100%) keluarga yang berpendidikan SD memiliki dukungan yang baik, dan sebagian besar (53,3%) keluarga yang bekerja memiliki dukungan yang baik. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan bagi pasien Tuberkulosis paru. Oleh karena itu, intervensi kesehatan masyarakat harus melibatkan keluarga sebagai mitra strategis. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi hubungan antara jenis dukungan dan tingkat pemulihan pasien secara longitudinal.
Co-Authors Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Amirotun Mustainah Anita Joeliantina Anita Lontaan Apriliana, Wulan Ardena Regita Pramesti Arifah Nursanti Astuti Setiyani Ayu Firnanda, Devi Azaro, Devia Fatimatus Bambang Hadi Sugito Bintang Aurellion Dianny Binti Yunariyah, Binti Cahyani, Mirna Tri Christi Sanjaya, Ade Darjati Davis Khoirul Akmal Dedi Kurniawan Demes Nurmayanti Eko Saputro, Ervanda Endarini, Lully Hani Evi Yunita N Hadi Suryono Happy April Yanita Hermin Istirahayu Hindaryani, Nurul Indah Lestari, Indah Ira Puspita Sari Irianti, Dhevina Yogi Ara Isa Zaqi, Faiz Isfentiani, Dina Jerry Rian Ardiansyah Juliana Christyaningsih Juliarti Indah Putri Kartika Rahayuningsih, Christ Khambali, Khambali KHOIRUNNISA Khusnul Maisaroh Kiaonarni OW Larissa Eka Afianti Lembunai Tat Alberta, Lembunai Tat Lintang Padharani Atmajaningtyas Lutfatul Khoiriyah Mamluatun Ni’mah Moch. Bahrudin Muflihatul Maisah Muhammad Kamalul Kahfi Mutiarawati, Diah Titik N. S. Widodo Nabila Nur Cahyani Nendyo Yogiisworo, Ilham Neng Esti Wibowo noer saudah Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Cahyani, Nabila Nur Hatijah Nurjanah, Noviatul Padoli Pengge, Nuning Marina Puspita Aliffia Rosanti, Yulia Roudlotul Jannah Sasongkowati, Retno Sekar Difa Ahwal Respati Setyaningsih . Shafira Salsa Adinda Shovia Mei Sanggar Wati Siagian, Hotmaida Siti Alfiah Siti Maimuna SRI UTAMI SU'UDI Suliati Sumasto, Hery Su’udi Tanty Wulan Dari Titik Sumiatin Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih TN Wahyurianto, Yasin Yasin Wahyuriyanto Yusianti Silviani Zahra Aulia Sari