Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI STRUKTUR LAPISAN TERMOKLIN DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Renny Eko Yuliarinda; Muslim Muslim; Warsito Atmodjo
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.923 KB)

Abstract

Selat Makassar merupakan salah satu daerah perairan di Indonesia yang mempunyai lapisan termoklin sekaligus sebagai jalur lintasan Arlindo yang mendapatkan pengaruh musiman akibat pergerakan angin muson yang akan berpengaruh pada struktur lapisan termoklin. Hasil pengolahan data menggunakan software Ocean Data View 4.3.2 menunjukkan bahwa struktur lapisan termoklin di perairan Selat Makassar memiliki sebaran batas atas dengan kisaran kedalaman antara 44,7 – 61,7 m dengan temperatur batas atas 28,34 – 27,61 oC, rata-rata kedalaman sebaran batas atas atas adalah  53,58 m dengan temperatur 28,01 oC. Sebaran batas bawah lapisan termoklin berada pada kisaran kedalaman antara 135,6 – 254,9 m dengan temperatur batas bawah 19,35 – 13,24 oC, rata-rata kedalaman sebaran batas bawah adalah 164,63 dengan temperatur sebesar 17,56 oC. Ketebalan lapisan termoklin berkisar antara 82,2 – 200,11 m dengan ketebalan rata-rata setebal 111,04 m.  Gradien temperatur  lapisan termoklin berkisar antara 0,073 – 0,123 oC/m dengan rata-rata sebesar 0,1oC/m.
SEBARAN NITRAT DAN FOSFAT SECARA HORIZONTAL DI PERAIRAN PANTAI KECAMATAN TUGU, SEMARANG TAHUN 2012 DAN 2013 Pahlawarni Girsang; Muslim Muslim; Alfi Satriadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2097.364 KB)

Abstract

ABSTRAKKondisi perairan di perairan Tugu Semarang menunjukkan bahwa tipe pasang surut yang terjadi adalah campuran condong ke harian tunggal. Konsentrasi nitrat dan fosfat ketika surut berkisar 0,288 - 0,342 mg/L dan 0,127-0,200 mg/L, dan ketika pasang 0,283 - 0,337 mg/L dan 0,150-0,175 mg/L. Persebaran nitrat dan fosfat yang terjadi saat surut lebih tinggi konsentrasinya dibanding pada saat pasang. Arus tidak terlalu mempengaruhi pola sebaran nitrat dan fosfat, tetapi penurunan konsentrasi nitrat dan fosfat terjadi akibat adanya pengenceran. 
PEMODELAN DISTRIBUSI RADIONUKLIDA 137Cs DI MUARA SUNGAI CISADANE PERAIRAN TELUK JAKARTA BERDASARKAN DATA RADIOLOGI DAN OSEANOGRAFI Agustini Sinaga; Muslim Muslim; Heny Suseno
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.327 KB)

Abstract

Radionuklida merupakan unsur cemaran yang sangat penting untuk diketahui persebarannya. Radionuklida137Cs bersifat konservatif sehingga penyebarannya dalam laut sangat dipengaruhi oleh proses pencampuran dan difusi. Tujuan dari penelitian ini memodelkan distribusi radionuklida137Cs di Perairan Teluk Jakarta seandainya di Muara Sungai Cisadane terdapat limbah 137Cs dengan pendekatan model hidrodinamika menggunakan Software Surface Water Modelling System (SMS). Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu tahap survey lapangan dan tahap pemodelan hidrodinamika menggunakan Software Surface Water Modeling System (SMS) modul Resources Management Associates-2 (RMA2) untuk memodelkan arah dan kecepatan arus laut serta dilanjutkan modul Resources Management Associates-4 (RMA4) untuk memodelkan distribusi 137Cs. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penetapan lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi hidrodinamika perairan Teluk Jakarta menunjukkan bahwa kecepatan arus maksimum yaitu 0,036 m/s pada saat pasang. Distribusi Radionuklida 137Cs di perairan Teluk Jakarta selama 15 hari menunjukkan, bahwa 137Cs telah menyebar lebih dominan ke arah timur, namun nilai aktivitasnya masih lebih banyak terdapat didaerah awal mulanya lepasan. Hal ini menunjukan ternyata waktu simulasi selama 15 hari nilai aktivitas 137Cs belum mampu tersebar seluruhnya ke perairan laut, karena lemahnya arus.
AKTIVITAS RADIONUKLIDA ANTROPOGENIK 137CS DI PERAIRAN SEMARANG BERDASARKAN SIRKULASI ARUS GLOBAL Maria Kurniawati; Muslim Muslim; Heny Suseno
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.341 KB)

Abstract

AbstrakBanyak macam sumber radionuklida yang masuk ke laut dan saat ini antropogenik radionuklida menjadi perhatian yang serius di dunia ini. Kecelakaan Chernobyl dan Fukushima yang terjadi belum lama merupakan contoh penyumbang radionuklida antropogenik, di samping dari sumber lain seperti uji coba nuklir di atmosfer yang banyak dilakukan setelah Perang Dunia II.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kondisi radionuklida 137Cs di perairan Semarang, Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 2 Juli 2012 kemudian ditreatment di Laboratorium Kimia Jurusan Kelautan Undip dan dilanjutkan di Badan Tenaga Nuklir, Jakarta yang dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2012. Metode penelitian ini bersifat deskriptif, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling purposive. Analisis aktivitas 137Cs menggunakan metode dari IAEA-MEL (International Atomic Energy Agency’s Marine Environmental Laboratories). Hasil penelitian menunjukan bahwa radionuklida 137Cs di Perairan Semarang dalam kisaran yang sangat kecil bila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya di beberapa tempat lain. Nilai konsentrasi  pada sedimen berkisar 0,65 Bq/kg hingga 1,11 Bq/kg, pada air laut 0,02 mBq/L hingga 0,09 mBq/L, pada biota sebesar 0,01 Bq/kg pada Euthynus alleteratus sedang pada Anadara granosa sebesar 0,02 Bq/kg.  Karena di Semarang tidak ada sumber aktivitas radionuklida yang menghasilkan 137Cs, maka diduga aktivitas yang ada berasal global fallout  yaitu buangan Fukushima yang baru terjadi satu tahun yang lalu dan dibawa oleh arus global yaitu ARLINDO yang kemudian diteruskan oleh arus monsoon.
SEBARAN KANDUNGAN TOTAL FOSFAT DAN KARBON ORGANIK DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANJIR KANAL TIMUR, SEMARANG Jayanti Wahyuning Diyat; Sri Yulina Wulandari; Muslim Muslim
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) merupakan salah satu jalur bagi masukan limbah domestik dan industri yang berpengaruh terhadap kondisi kualitas perairan pesisir Semarang Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dari konsentrasi total fosfat dalam air dan total karbon organik dalam air dan sedimen dengan menggunakan metode kuantitatif melalui teknik analisa deskriptif. Hasil analisis menemukan bahwa sebaran konsentrasi total fosfat berfluktuatif, dengan konsentrasi berkisar 0,08 mg/l – 0,805 mg/l. Rata-rata konsentrasi fosfat anorganik dan fosfat organik berkisar 0,188 mg/l dan 0,142 mg/l. Sebaran karbon organik total dalam air semakin meningkat ke arah laut dan menurun di daerah sekitar muara. Adapun untuk konsentrasi tertinggi karbon organik dalam sedimen berada pada bagian muara sungai. Kisaran konsentrasi karbon organic total dalam air yakni 69,52 mg/l – 218,04 mg/l, sedangkan konsentrasi total karbon organik dalam sedimen berkisar 10% – 35%.
ANALISIS KANDUNGAN KARBON ORGANIK TOTAL (KOT) DALAM SEDIMEN DI PERAIRAN SLUKE KABUPATEN REMBANG Nova Putri Dewanti; Muslim Muslim; Wahyu Retno Prihatiningsih
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.426 KB)

Abstract

Perairan Sluke terletak di bagian timurKabupaten Rembang yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Sedimen dasar laut selalu menjadi tempat pengendapan utama dari berbagai proses yang terjadi di laut. Bahan organik dapat menjadi parameter penilaian tingkat kesuburan suatu perairan.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi dan distribusiKarbon Organik Total (KOT) dalam sedimen.Pengambilan data dilakukan pada tanggal 8 Maret 2015 dengan menggunakan metode purposive sampling.Data tersebut diperolehdari 9 stasiun penelitian yang mewakili wilayah perairan tersebut.Data primer berupa sampel sedimen dasar, sedangkan data sekunder meliputi pergerakan arus Perairan Sluke. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisa tekstur sedimen menggunakan metode dry sieving (pengayakan) dan wet sieving (pemipetan), sedangkan metode pengukuranKarbon Organik Total (KOT) dalam sedimen menggunakan metode loss of weight on ignition (LOI %). Metode pengukuran arus menggunakan metode euler.Hasil penelitian ini adalah konsentrasiKarbon Organik Total (KOT) dalam sedimen di Perairan Sluke berkisar antara 3,401% - 13,739%.Distribusi Karbon Organik Total (KOT) dalam sedimen dipengaruhi oleh jenis butir sedimen, dimana jenis butir sedimen yang halus seperti lanau dan lempung memiliki kandungan Karbon Organik Total (KOT) lebih tinggi dibandingkan dengan jenis butir sedimen yang kasar seperti pasir.Pergerakan massa air tidak mempengaruhi distribusi Karbon Organik Total dalam sedimen secara signifikan. 
STUDI KANDUNGAN SENG DI AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MOROSARI, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Iqbal Aditya Putra; Muslim Muslim; Sri Yulina Wulandari
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.896 KB)

Abstract

Perairan Morosari merupakan muara dari Sungai Sayung yang merupakan lintasan pembuangan limbah dari kawasan industri sepanjang Jl. Raya Semarang-Demak. Wilayah Perairan Morosari terletak dekat dengan pemukiman penduduk membuat wilayah perairan ini ramai akan aktivitas nelayan. Seng merupakan salah satu mikronutrien yang terdapat di laut yang memiliki peran penting bagi kehidupan ekosistem perairan laut. Metode yang digunakan adalah dengan metode deskriptif yang bertujuan membuat gambaran faktual, tentang obyek yang dikaji. Nilai konsentrasi seng terlarut berkisar 0,004 - 0,011 ppm saat surut dan saat pasang konsentrasi seng terlarut berkisar 0.003 - 0.008 ppm. Kandungan seng terlarut dengan konsentrasi tinggi terjadi pada stasiun 1, dan 2 baik dalam kondisi pasang maupun surut. Tingginya konsentrasi seng terlarut pada stasiun 7 saat surut dikarenakan daerah tersebut menjadi daerah pencarian kerang yang dilakukan dengan cara mengeruk sedimen sehingga terjadi resuspensi sedimen pada daerah tersebut. Nilai konsentrasi seng di sedimen berkisar 156,5-175,3 ppm. Kandungan seng di sedimen  tertinggi terdapat di daerah estuari (stasiun 1 dan 2). Konsentrasi seng di Perairan Morosari baik yang terlarut maupun di sedimen masih berada di bawah baku mutu yang ada.
SEBARAN SILIKAT SECARA HORIZONTAL OLEH ARUS DAN PASANG SURUT DI SEKITAR PERAIRAN PELABUHAN TANJUNG MAS SEMARANG Nurul Fatimah Yunita; Muslim Muslim; Lilik Maslukhah
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengamati sebaran konsentrasi silikat secara horizontal terhadap pengaruh arus dan pasang surut sebagai faktor hidrooseanografi yang sangat berpengaruh terhadap proses oseanografi yang terjadi di perairan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus 2011 di Perairan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Hasil pengamatan arus yang diperoleh dari  BMKG Semarang berkisar antara 5-25 cm/detik dengan dominan arah arus bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Tipe pasang surut yang dianalisis dengan metode admiralti diperoleh tipe pasang surut harian tunggal. Konsentrasi silikat yang diperoleh pada kondisi pasang berkisar antara 0,16 mg/L-0,515 mg/L dengan rata-rata 1,675 mg/L dan pada saat surut 0,26 mg/L-0,84 mg/L dengan rata-rata 2,81 mg/L. Perbedaan konsentrasi silikat pada kedua kondisi tersebut menunjukan adanya pengaruh pasang surut terhadap konsentrasi silikat. Sebaran silikat secara horizontal di lapisan permukaan memperlihatkan bahwa konsentrasi silikat yang lebih tinggi di peroleh pada daerah yang dekat dengan muara sungai sedangkan nilai konsentrasi silikat yang rendah diperoleh pada daerah yang jauh dari muara sungai. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh daratan lebih dominan terhadap konsentrasi silikat yang ada di dekat pantai.
Kebangkitan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam Non Formal: Majelis Ta’lim Muslim Muslim
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 3 (2020): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v4i3.12884

Abstract

Kebangkitan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam Non Formal: Majelis Ta’lim Muslim Muslim
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 3 (2020): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v4i3.12884

Abstract

Co-Authors Abdul Razak Nasution Abriadi Abriadi Aditya Gilang Saraswata Agustini Sinaga Ajizul Hunafah Umri AKBAR MAULANA Alfi Satriadi Alma Pratiwi Alwan Hadiyanto Amalia Rezki Septiani Amin Amanda Gustari Ankladito Hazmanda Syaher AR, Hasmawaty Ardi Ardi Asraf Kurnia Baehaqi Budimansyah Budimansyah Bukhari M Chairun Annisa Aryanti Darwis Lannai Diah Mukminatul Hasyimi Dian Nurdiansyah Dimas Pratomo Fauziah Rafsani Fitriawati Fitriawati Hana Farah Frida Firismanda Heny Suseno Heri Effendi I Putu Axl Akbar Kurniawan Ikhsan Budi Wahyono Imroatul Muthoharoh Iqbal Aditya Putra Ismia Unasian Sari Jayanti Wahyuning Diyat Juhanis Juhanis Junidar Junidar Kikye Martiwi Sukiakhy Lilik Maslukhah M. Andri Bagustara Barus Maria Kurniawati Marissa Dwikartika Mia Juni Pratiwi Mobit Mobit Mohamad Arif Rahmansyah Mohamad Fadel Syahputra Muhamad Fajri Muhammad Adil Muhammad Dhafir Muhammad Fadhil Muhammad Faisal AR Pelu Muhammad Hattab Muhammad Ramadhan Muhammad Ridhwansyah Pasolo Muhammad Su’un Mukhriza Pratama Munawar Rahmat Murdahayu Makmur Nova Putri Dewanti Novianti Monyca Nur Fitriah Nur Qomari Nurmalia Hidayah Nurul Fatimah Yunita Nuur Wahidah Oktha Fanny Olih Solihin Pahlawarni Girsang Parlindungan Sinaga Petrus Subardjo Pinta Budi Pradana Hutama Pristika Handayani Ratih Siti Aminah Renny Eko Yuliarinda Retno Argian Pangesti Putri Saifuddin Amin Shafa Kamiliya Sigit Kurniawan Siregar, Mariana R.A Siti Aisyah Siti Nur Aisha Sri Azizah Nazhifah Sri Hartuti Sri Iswati Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Syafaruddin Syafaruddin Syamsuri Rahim Udin Supriadi Usman Usman Wahyu Retno Prihatiningsih Warsito Atmodjo Yaya Sonjaya Yaya Sonjaya Zulfahrizal Zulfahrizal