Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Cedera Bahu pada Atlet Panahan Saleda, Hesty Natalia; Hasmyati; Arimbi
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9438

Abstract

Latar belakang : Olahraga panahan adalah suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah ke permukaan target ( target muka ) setepat mungkin. Olahraga panahan merupakan cabang olahraga yang sangat memerlukan kekuatan, koordinasi, daya tahan, kelenturan, panjang tarikan, dan keseimbangan untuk membentuk teknik memanah. Dalam jangka waktu olahraga, seorang atlet sangat dipengaruhi oleh kondisi dan latihan fisik. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian cross-sectional untuk menyebabkan cedera bahu yang terjadi pada atlet panahan. Variabel pada penelitian ini yaitu cedera bahu. Dengan sampel 67 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner indeks nyeri dan disabilitas bahu (SPADI). Hasil : penelitian ini menunjukkan bahwa atlet yang mengalami nyeri bahu didominasi oleh nyeri bahu dan disabilitas berat sebesar 39,7%, nyeri bahu dan disabilitas parah sebesar 20,6% dan sisanya nyeri bahu dan disabilitas ringan yang dapat mengganggu aktivitas fungsionalnya. Kesimpulan : Cedera yang terjadi pada atlet panahan dipengaruhi oleh aktivitas yang berulang dalam durasi yang lama tanpa jeda dan pemanasan yang dilakukan oleh para atlet sehingga pencegahan cedera dalam olahraga panahan merupakan kunci dalam penatalaksanaan cedera untuk memastikan peforma tetap optimal dan tubuh terhindar dari masalah fisik jangka panjang.
Perbandingan Tingkat Risiko Jatuh pada Lansia yang Aktif Senam dan Tidak Aktif Senam Amalia Mulya, Masvira; Arimbi; Mujari Wahid, Wahyana
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9501

Abstract

Latar belakang: Populasi lansia di Indonesia terus meningkat, dan seiring bertambahnya usia, mereka sering mengalami penurunan keseimbangan yang meningkatkan risiko jatuh. Meskipun senam terbukti efektif untuk meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh, penelitian ini dilakukan karena rendahnya partisipasi lansia dalam kegiatan senam untuk membandingkan tingkat risiko jatuh antara lansia yang aktif dan tidak aktif senam. Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, mengumpulkan data melalui kuisioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan Time Up and Go Test (TUGT). Sampel dalam penelitian ini yaitu 40 responden (Purposive Sampling) dari 51 populasi lansia di Klinik Madising Telkomas. Hasil: Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara skor TUGT pada kedua kelompok (p > 0,05), dengan faktor-faktor seperti indeks massa tubuh dan frekuensi senam yang rendah berkontribusi pada hasil tersebut. Kesimpulan: Meskipun senam dapat meningkatkan keseimbangan, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam risiko jatuh antara lansia yang aktif dan tidak aktif senam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program senam yang efektif untuk lansia.
Gambaran Pola Jalan pada Anak Down Syndrome Al Fariq, Farhaq; Rusli; Arimbi
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9502

Abstract

Latar belakang: Perkembangan motorik merupakan kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh melalui koordinasi sistem saraf pusat, otot, dan urat saraf. Aktivitas ini melibatkan motorik kasar seperti berjalan, yang memerlukan koordinasi neuromuskular dan fungsi psikis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran pola jalan pada anak Down syndrome di SLB Negeri 1 Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan observasional. Sampel berjumlah 12 anak Down syndrome yang dipilih dari 38 populasi di SLB Negeri 1 Makassar menggunakan teknik purposive sampling. Variabel tunggal adalah pola jalan, dengan instrumen gait analysis untuk menilai fase gait dan timed up and go test untuk keseimbangan. Hasil: Fase gait kategori “ada” ditemukan sebesar 62,89%, “lemah” 20,62%, dan “hilang” 16,49%. Fase mid-swing dan loading Gresponse paling stabil, sedangkan terminal stance dan mid-stance paling terganggu. Simpulan: Diperlukan intervensi fisioterapi untuk menguatkan fase stance agar meningkatkan stabilitas dan efisiensi berjalan pada anak Down syndrome.
Speed play training toward changes hematocrit value and cardiorespiration basket athlete: Bahasa Indonesia Arimbi; Usman, Arifuddin; Sukamto, Anto; Irvan
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 7 No 4 (2021): Special Issue 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.33 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v7i4.16955

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of regular exercise with the speed play method in increasing cardiorespiratory capacity and blood hematocrit levels in Pinisi basketball athletes. The research method used was the one-group pre-post test design experiment. The instruments used in this study were the Multistage Test (MFT) for cardiorespiratory and hct meter to measure blood hematocrit levels. This study found that the percentage of blood hematocrit after the intervention of the speed play training method for the Pinisi basketball athletes was 44.94% higher than the average hematocrit level before being given the speed play training method for the Pinisi basketball athletes, which was 41.64%. There was a change with an average value of 3.3% per 100 mg of blood, meanwhile the average cardiorespiratory capacity after the implementation of the speed play training program in Pinisi basketball athletes was 43.49 ml/kg/minute, which means an increase from the average capacity cardiorespiratory training before being given speed play training in phinisi basketball athletes of 40.95 ml/kg/minute experienced an average change of 2.54 ml/kg/minute.
Peran Senam Aerobik terhadap Tumbuh Kembang Remaja Usia 18–20 Tahun: Kajian Fisik, dan Psikologis Arfanda, Poppy Elisano; Aprilo, Ians; Mappaompo, M. Adam; Arimbi; Nurulita, Retno Farhana
SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation Vol. 9 No. 6 (2025): September
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani dan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam aerobik terhadap tumbuh kembang remaja usia 18–20 tahun, khususnya pada aspek kebugaran jasmani dan tingkat stres. Remaja pada fase ini berada pada masa transisi penting menuju dewasa awal, di mana mereka menghadapi tantangan biologis, psikologis, dan sosial yang kompleks. Aktivitas fisik, khususnya senam aerobik, diyakini dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keseimbangan perkembangan tersebut. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan model one group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah 36 mahasiswa perempuan berusia 18–20 tahun dari FIKK UNM, yang mengikuti program senam aerobik selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu dan durasi 50 menit setiap sesi. Intensitas latihan ditetapkan pada 50–75% HRmax. Instrumen pengukuran meliputi beep test untuk estimasi VO₂max dan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk tingkat stres. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada VO₂max (t = 5,963; p < 0,001) dan penurunan signifikan pada skor PSS (t = –4,062; p < 0,001). Dengan demikian, senam aerobik terbukti tidak hanya memperbaiki aspek fisiologis berupa kebugaran jasmani, tetapi juga memberikan manfaat psikologis berupa penurunan tingkat stres. Temuan ini memperkuat bukti empiris bahwa senam aerobik layak dijadikan program intervensi kesehatan preventif dan promotif bagi remaja.
Inovasi Ramah Lingkungan: Pembuatan Pestisida Alami dari Bahan Daun Sirsak dan Daun Pepaya di Desa Patangkai Kecamatan Lappariaja Azwin, Muhammad; Darminto, Andi Ogo; Ardiansya; Arimbi; Muh. Ashabul Khaffi; Arga Mirandi S; Fadilla Ramadany; Elga Jamayanti; Ade Wahyu Ramadhan
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1711

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang bermanfaat secara langsung. Salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah pembuatan pestisida alami berbahan dasar daun sirsak (Annona muricata) dan daun pepaya (Carica papaya). Program ini bertujuan memberikan alternatif ramah lingkungan bagi petani dalam mengendalikan hama tanpa bergantung pada pestisida kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif kepada masyarakat desa melalui demonstrasi pembuatan pestisida alami, mulai dari pengolahan bahan hingga cara aplikasi pada tanaman. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari petani local dan masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 91% peserta mampu memahami dan mempraktikkan proses pembuatan pestisida nabati secara mandiri. Selain itu, penerapan pestisida ini terbukti menurunkan srangan hama tanaman rata-rata sebesar 65% dibandingkan sebelum penggunaan pestisida nabati. Program ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian organik serta mendorong kemandirian petani dalam mengelola sumber daya lokal. Dengan demikian, inovasi pestisida alami dari daun sirsak dan daun pepaya dapat menjadi solusi praktis, ekonomis, dan berkelanjutan dalam mendukung pertanian ramah lingkungan di pedesaan.
The Impact of Frequency and Duration of Aerobic Dance on Cardiorespiratory Fitness in Adolescent Girls Poppy Elisano Arfanda; Ians Aprilo; M. Adam Mappaompo; Arimbi; Benny Badaru
Journal Physical Health Recreation (JPHR) Vol 6 No 1 (2025): Journal Physical Health Recreation (JPHR)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jphr.v6i1.5201

Abstract

This study investigated the effect of aerobic dance frequency and duration on cardiorespiratory fitness in adolescent girls in Makassar. Using a quasi-experimental pre-test and post-test control design, 40 girls aged 17–22 were divided into experimental and control groups (n=20 each). The experimental group performed aerobic dance three times per week for 45–60 minutes over eight weeks, while the control group continued routine activities. Cardiorespiratory fitness was measured using the 12-minute Cooper Test. Data analysis included normality, homogeneity, paired t-tests, and independent t-tests. Results indicated a significant VO₂max improvement in the experimental group (Δ mean = +4.70; p < 0.001) compared to no significant change in the control group (Δ mean = -0.35; p > 0.05). The post-test difference between groups was also significant (t = -3.756; p < 0.001). Regular aerobic dance effectively enhances cardiorespiratory fitness in adolescent girls.
Evaluasi Keterampilan Teknik Dasar Passing Bola Basket pada Siswa Ekstrakurikuler SMA Negeri 4 Makassar Nurliani; Arimbi
Journal Physical Health Recreation (JPHR) Vol 6 No 1 (2025): Journal Physical Health Recreation (JPHR)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jphr.v6i1.5259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan teknik dasar passing bola basket (chest pass, bounce pass, overhead pass) pada siswa ekstrakurikuler SMA Negeri 4 Makassar. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pengukuran keterampilan motorik melalui tes lapangan standar. Sampel terdiri dari 40 siswa ekstrakurikuler bola basket (usia 16-18 tahun) yang aktif berlatih minimal 4 bulan. Instrumen meliputi tes chest pass (akurasi 5 meter), bounce pass (pantulan kontrol 4 meter), dan overhead pass (jarak 7 meter) dengan reliabilitas Cronbach's α=0,89. Data dikumpulkan dalam 3 sesi tes dengan interval 5 hari untuk mengukur konsistensi, dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji reliabilitas ICC, dan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan keterampilan chest pass sangat baik (mean=84,2%; SD=7,8), bounce pass baik (mean=78,5%; SD=9,2), overhead pass cukup-baik (mean=72,1%; SD=10,4), dengan rata-rata keseluruhan 78,3% kategori baik. Faktor pengaruh utama adalah frekuensi latihan (r=0,67), koordinasi mata-tangan (r=0,71), dan pengalaman kompetisi (r=0,59). Siswa laki-laki unggul signifikan pada semua teknik (p<0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa keterampilan passing siswa ekstrakurikuler SMA N 4 Makassar berada pada level baik, namun overhead pass memerlukan latihan intensif untuk mencapai standar kompetitif. Temuan ini menjadi baseline untuk pengembangan program latihan spesifik passing di tingkat SMA Sulawesi Selatan.
Analisis Fleksibilitas Sendi Bahu Pasca Cedera Pada Pemain Tenis Lapangan Faizah Navalia Suaib; Arimbi; Ruslan
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/z8b37m98

Abstract

Latar belakang: fleksibilitas sendi bahu sangat penting dalam menunjang performa pemain tenis lapangan, khususnya pasca cedera. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas sendi bahu pasca cedera pada pemain tenis di Bulog Kota Makassar. Metode: metode penelitian menggunakan analisis deskriptif non-eksperimental dengan sampel 9 responden. Data dikumpulkan melalui Static Flexibility Test, Apley Scratch Test, dan pengukuran Rentang Gerak (ROM) dengan goniometer. Hasil: hasil menunjukkan terdapat ketidakseimbangan ROM dengan limitasi pada fleksi, abduksi, adduksi, serta kelonggaran pada ekstensi dan rotasi. Static Flexibility Test menunjukkan sebagian besar atlet dalam kategori cukup hingga buruk. Apley Scratch Test mayoritas tanpa kesulitan, namun ada yang mengalami keterbatasan gerak. Kesimpulan: fleksibilitas sendi bahu pemain tenis pasca cedera tidak optimal yang meningkatkan risiko cedera ulang.