Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peran Senam Aerobik terhadap Tumbuh Kembang Remaja Usia 18–20 Tahun: Kajian Fisik, dan Psikologis Arfanda, Poppy Elisano; Aprilo, Ians; Mappaompo, M. Adam; Arimbi; Nurulita, Retno Farhana
SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation Vol. 9 No. 6 (2025): September
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani dan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam aerobik terhadap tumbuh kembang remaja usia 18–20 tahun, khususnya pada aspek kebugaran jasmani dan tingkat stres. Remaja pada fase ini berada pada masa transisi penting menuju dewasa awal, di mana mereka menghadapi tantangan biologis, psikologis, dan sosial yang kompleks. Aktivitas fisik, khususnya senam aerobik, diyakini dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keseimbangan perkembangan tersebut. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan model one group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah 36 mahasiswa perempuan berusia 18–20 tahun dari FIKK UNM, yang mengikuti program senam aerobik selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu dan durasi 50 menit setiap sesi. Intensitas latihan ditetapkan pada 50–75% HRmax. Instrumen pengukuran meliputi beep test untuk estimasi VO₂max dan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk tingkat stres. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada VO₂max (t = 5,963; p < 0,001) dan penurunan signifikan pada skor PSS (t = –4,062; p < 0,001). Dengan demikian, senam aerobik terbukti tidak hanya memperbaiki aspek fisiologis berupa kebugaran jasmani, tetapi juga memberikan manfaat psikologis berupa penurunan tingkat stres. Temuan ini memperkuat bukti empiris bahwa senam aerobik layak dijadikan program intervensi kesehatan preventif dan promotif bagi remaja.
Inovasi Ramah Lingkungan: Pembuatan Pestisida Alami dari Bahan Daun Sirsak dan Daun Pepaya di Desa Patangkai Kecamatan Lappariaja Azwin, Muhammad; Darminto, Andi Ogo; Ardiansya; Arimbi; Muh. Ashabul Khaffi; Arga Mirandi S; Fadilla Ramadany; Elga Jamayanti; Ade Wahyu Ramadhan
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1711

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang bermanfaat secara langsung. Salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah pembuatan pestisida alami berbahan dasar daun sirsak (Annona muricata) dan daun pepaya (Carica papaya). Program ini bertujuan memberikan alternatif ramah lingkungan bagi petani dalam mengendalikan hama tanpa bergantung pada pestisida kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif kepada masyarakat desa melalui demonstrasi pembuatan pestisida alami, mulai dari pengolahan bahan hingga cara aplikasi pada tanaman. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari petani local dan masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 91% peserta mampu memahami dan mempraktikkan proses pembuatan pestisida nabati secara mandiri. Selain itu, penerapan pestisida ini terbukti menurunkan srangan hama tanaman rata-rata sebesar 65% dibandingkan sebelum penggunaan pestisida nabati. Program ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian organik serta mendorong kemandirian petani dalam mengelola sumber daya lokal. Dengan demikian, inovasi pestisida alami dari daun sirsak dan daun pepaya dapat menjadi solusi praktis, ekonomis, dan berkelanjutan dalam mendukung pertanian ramah lingkungan di pedesaan.
The Impact of Frequency and Duration of Aerobic Dance on Cardiorespiratory Fitness in Adolescent Girls Poppy Elisano Arfanda; Ians Aprilo; M. Adam Mappaompo; Arimbi; Benny Badaru
Journal Physical Health Recreation (JPHR) Vol 6 No 1 (2025): Journal Physical Health Recreation (JPHR)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jphr.v6i1.5201

Abstract

This study investigated the effect of aerobic dance frequency and duration on cardiorespiratory fitness in adolescent girls in Makassar. Using a quasi-experimental pre-test and post-test control design, 40 girls aged 17–22 were divided into experimental and control groups (n=20 each). The experimental group performed aerobic dance three times per week for 45–60 minutes over eight weeks, while the control group continued routine activities. Cardiorespiratory fitness was measured using the 12-minute Cooper Test. Data analysis included normality, homogeneity, paired t-tests, and independent t-tests. Results indicated a significant VO₂max improvement in the experimental group (Δ mean = +4.70; p < 0.001) compared to no significant change in the control group (Δ mean = -0.35; p > 0.05). The post-test difference between groups was also significant (t = -3.756; p < 0.001). Regular aerobic dance effectively enhances cardiorespiratory fitness in adolescent girls.
Evaluasi Keterampilan Teknik Dasar Passing Bola Basket pada Siswa Ekstrakurikuler SMA Negeri 4 Makassar Nurliani; Arimbi
Journal Physical Health Recreation (JPHR) Vol 6 No 1 (2025): Journal Physical Health Recreation (JPHR)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jphr.v6i1.5259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan teknik dasar passing bola basket (chest pass, bounce pass, overhead pass) pada siswa ekstrakurikuler SMA Negeri 4 Makassar. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pengukuran keterampilan motorik melalui tes lapangan standar. Sampel terdiri dari 40 siswa ekstrakurikuler bola basket (usia 16-18 tahun) yang aktif berlatih minimal 4 bulan. Instrumen meliputi tes chest pass (akurasi 5 meter), bounce pass (pantulan kontrol 4 meter), dan overhead pass (jarak 7 meter) dengan reliabilitas Cronbach's α=0,89. Data dikumpulkan dalam 3 sesi tes dengan interval 5 hari untuk mengukur konsistensi, dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji reliabilitas ICC, dan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan keterampilan chest pass sangat baik (mean=84,2%; SD=7,8), bounce pass baik (mean=78,5%; SD=9,2), overhead pass cukup-baik (mean=72,1%; SD=10,4), dengan rata-rata keseluruhan 78,3% kategori baik. Faktor pengaruh utama adalah frekuensi latihan (r=0,67), koordinasi mata-tangan (r=0,71), dan pengalaman kompetisi (r=0,59). Siswa laki-laki unggul signifikan pada semua teknik (p<0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa keterampilan passing siswa ekstrakurikuler SMA N 4 Makassar berada pada level baik, namun overhead pass memerlukan latihan intensif untuk mencapai standar kompetitif. Temuan ini menjadi baseline untuk pengembangan program latihan spesifik passing di tingkat SMA Sulawesi Selatan.
Analisis Fleksibilitas Sendi Bahu Pasca Cedera Pada Pemain Tenis Lapangan Faizah Navalia Suaib; Arimbi; Ruslan
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/z8b37m98

Abstract

Latar belakang: fleksibilitas sendi bahu sangat penting dalam menunjang performa pemain tenis lapangan, khususnya pasca cedera. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas sendi bahu pasca cedera pada pemain tenis di Bulog Kota Makassar. Metode: metode penelitian menggunakan analisis deskriptif non-eksperimental dengan sampel 9 responden. Data dikumpulkan melalui Static Flexibility Test, Apley Scratch Test, dan pengukuran Rentang Gerak (ROM) dengan goniometer. Hasil: hasil menunjukkan terdapat ketidakseimbangan ROM dengan limitasi pada fleksi, abduksi, adduksi, serta kelonggaran pada ekstensi dan rotasi. Static Flexibility Test menunjukkan sebagian besar atlet dalam kategori cukup hingga buruk. Apley Scratch Test mayoritas tanpa kesulitan, namun ada yang mengalami keterbatasan gerak. Kesimpulan: fleksibilitas sendi bahu pemain tenis pasca cedera tidak optimal yang meningkatkan risiko cedera ulang.
Analisis Hubungan Golongan Darah dan Kategori Usia Terhadap Kecepatan Lari Sprint Jarak Pendek Arimbi; Usman, Arifuddin; Arfanda, Poppy Elisano; Sanrebayu; Wahid, Wahyana Mujari
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.5572

Abstract

Running speed is influenced by various physiological and biological factors, but empirical evidence regarding the role of simple genetic indicators such as blood type and age in young adults still shows mixed results. This study aims to analyze the relationship between blood type and age on running speed as an important component of physical performance. This study used a quantitative design with an observational analytical approach. The study subjects consisted of 129 respondents aged 20–32 years who were selected based on certain inclusion criteria. Blood type was determined through serological testing, while running speed was measured using a 60-meter dash test with a digital timer. Data analysis was performed using One-Way ANOVA and Kruskal–Wallis tests to examine differences in running speed based on blood type and age. The results showed that blood type had no significant relationship with running speed (p > 0.05), although there was variation in the mean between groups. Age also showed no significant relationship with running speed (p > 0.05), but there was a tendency for decreased performance in respondents aged over 30 years. These findings indicate that blood type and age in the young adult range are not dominant factors in determining running speed, so other factors such as training, physical condition, and lifestyle need to receive more attention in developing physical performance
Analisis Efek Ergogenik Kafein Terhadap Performa Atlet Arimbi; Arfanda, Poppy Elisano; Surur, Andi Ainun Zulkiah; Arsal, Ulfah Widyastuti; Anggraeni, Andi Sri Dewi
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.5580

Abstract

Caffeine is an ergogenic substance often used in sports to improve physical performance, particularly in cardiorespiratory endurance. This study aims to analyze the ergogenic effects of caffeine on athlete performance as measured by VO₂max capacity. The study used an observational design with a prospective study approach on 25 athletes. Data collection techniques were carried out through direct measurements of the research subjects. Data on athlete characteristics were collected by recording basic identity and initial physical condition, while VO₂max data were obtained through fitness tests using standard measurement procedures before and after caffeine administration. The intervention in the form of caffeine administration was carried out before physical activity according to a predetermined dose, then the athletes underwent VO₂max measurements after treatment. Data analysis used the Shapiro-Wilk normality test and paired t-test. The results showed that the average VO₂max increased from 41.02 ± 5.89 ml/kg/min to 44.85 ± 5.96 ml/kg/min with a significance value of p < 0.001. These findings demonstrate a significant effect of caffeine administration on improving athletes' cardiorespiratory endurance. Physiologically, caffeine works through adenosine receptor antagonism, increased fatty acid mobilization, and central nervous system stimulation, which contribute to delayed fatigue. Recent literature also supports that moderate caffeine consumption (3–6 mg/kgBW) effectively improves endurance performance. The conclusion of this study confirms that caffeine has a significant ergogenic effect in improving athlete performance, particularly on cardiorespiratory endurance components