Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PELATIHAN PENEREPAN TEKNOLOGI DAN INOVASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN OMSET INDUSTRI PARIWISTA Nasri, Juminah; Sanaba, Hardiman Faramit; Sabaria, Sabaria; Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Rahayu, Muji; Putri, Lutfia Hermawati; Gozali, M. Didit; Marchivanalia, Pinkan Olivia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.21661

Abstract

Abstrak:Secara geografis Kampung Malasom Distrik Aimas memiliki potensi strategis karena terletak di pusat kota dan pemerintahan Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya. Berangkat dari Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Sorong Tahun 2023 ditemukan data bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat masih rendah. Temuan ini didukung dengan data BPS Kabupaten Sorong yang menunjukkan bahwa angka kemiskinan sejak tahun 2020 - 2022 terus meningkat. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini yakni: (1) Meningkatkan omset mitra sasaran, (2) Meningkatkan pengetahuan dan skill SDM mitra sasaran, (3) penerapan teknologi pada aspek produksi dan pemasaran. Metode pengabdian masyarakat mencakup pra kegiatan (observasi dan wawancara), pelaksanaan kegiatan (FGD, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan), serta evaluasi kegiatan melalui lembar analisis level keberdayaan mitra sasaran serta wawancara partisipatif pasca pelaksanaan program. Hasil pengabdian kolaborasi sosial UNS dan UNIMUDA Sorong yang membawa semangat tourismpreneur berhasil membawa mitra sasaran Rumah Etnik Papua dan Pemuda Karang Taruna Malasom naik level dari aspek omset meningkat hingga 525%, kualitas pengetahuan dan skill SDM terpenuhi 100%, serta aspek aksesibilitas digital (penerapan teknologi) terpenuhi 100%.Abstract: Geographically, Malasom Village, Aimas District has strategic potential because it is located in the city center and government of Sorong Regency, Southwest Papua Province. Based on the 2023 Sorong Regency Regional Development Plan (RPD), data was found that the level of community welfare is still low. This finding is supported by Sorong Regency BPS data which shows that the poverty rate from 2020 - 2022 continues to increase. Therefore, the objectives of this service are: (1) Increasing the turnover of target partners, (2) Increasing the knowledge and skills of target HR partners, (3) applying technology to production and marketing aspects. Community service methods include pre-activity (observation and interviews), implementation of activities (FGD, socialization, training and mentoring), as well as activity evaluation through target partner empowerment level analysis sheets and participatory interviews after program implementation. Results of UNS and UNIMUDA Sorong social collaboration service which carries the Tourismpreneur spirit, succeeded in bringing the target partners Rumah Etnik Papua and Karang Taruna Malasom Youth to a level up in terms of turnover increasing to 525%, the quality of HR knowledge and skills being met 100%, and the aspect of digital accessibility (application of technology) being fulfilled 100%.
Improving the Quality and Quantity of Empon-Empon Based Instant Herbal Drink Products in Home Industry (IRT) Production in Kebakalan Village Karanggayam District, Kebumen Regency Rokhmaniyah, Rokhmaniyah; Fauza, Gusti; Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82476

Abstract

Masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkannya empon-empon seperti: jahe, kunyit, temulawak, dan sereh.sebagai obat alami dan dalam jamu tradisional. Di Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, terdapat potensi besar untuk mengolah empon-empon menjadi minuman herbal instan karena produksi empon-empon yang melimpah. Pemerintah Desa Kebakalan berusaha meningkatkan industri jamu lokal agar dapat bersaing di pasar nasional. Namun, masih ada kendala dalam produksi minuman herbal instan karena kadar air yang tinggi. Masih tingginya kadar air pada produk IRT Kebakalan Herbal menyebabkan umur simpan produk pendek dan kesulitan dalam persaingan di pasar. Pengabdian tahun 2023 berfokus pada evaluasi proses produksi dan identifikasi masalah dalam pembuatan minuman herbal instan. Perbaikan dilakukan, termasuk merancang alat produksi ekstraksi yang lebih efisien dan memilih bahan kemasan yang sesuai. Pengabdian melibatkan IRT Kebakalan Herbal dalam menyepakati program perbaikan. Simpulan hasil pengabdian menunukkan bahwa teknologi pengeringan serbuk herbal instan berbahan dasar empon-empon berhasil menjadikan kemasan produk herbal empon-empon lebih baik, tidak lembab dan bisa bertahan lama.
Pemberdayaan Peternak KTT Jaya dan KTT MBS di Desa Purworejo Melalui Pelatihan Pembuatan Complete Feed Pengabdian Program Desa Binaan Riyanto, Joko; Sari, Ayu Intan; Putri, Aidila Kanaya; Kusbianto, Abelita; Rahma, Aisah Nurul Aulia; Ardelie, Sesilia Novita; Zuhdi, Muhammad Fahturrohman; Astirin, Okid Parama; Hadi, Syamsul; Prasetyo, Ari; Abdurrahman, Zakaria Husein
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 9, No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v9i1.94526

Abstract

Empowerment of Jaya Farmer Group and MBS Farmers in Purworejo Sragen Through Complete Feed Preparation Training for the Village Development Program. The Village Empowerment Program implemented in Purworejo Village, Gemolong District, Sragen Regency, was motivated by the community's interest in raising dairy goats. The dairy goats that are quite developed include PE, Jawa Randu, and Sapera dairy goats. This Village Development Program is funded by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. The development of dairy goats starts from the smallest unit, namely farmers, by forming a Livestock Farmers Group association. The Village Empowerment Program invites two Livestock Farmers Groups in Purworejo Village to become partners. The Livestock Farmers Groups targeted in the village empowerment activities are the Jaya Livestock Farmers Group and the Muda Bakti Sejahtera Livestock Farmers Group. The problems that arise in livestock farmers are related to milk production that is not yet optimal. Low milk production can be caused by the provision of feed that is not Accordance with the nutritional needs of livestock. The nutritional needs of livestock in each physiological phase are different. The solution provided through this Village Empowerment Program is the manufacture of complete feed for dairy goats. Complete feed is a fairly simple technology in livestock feed management. The ration for making complete feed is adjusted by looking at the availability of feed ingredients around Purworejo Village, namely cassava, bran, corn cobs, CGF, copra cake, and minerals. The Village Empowerment Program begins with socialization followed by workshops and mentoring. The conclusion after a series of programs have been completed is that farmers can understand the use and process of making complete feed technology which is assessed through the tests provided and their activeness during the mentoring session.
Optimalisasi Peran Masyarakat Dalam Mekanisme Pencegahan Infeksi Covid-19 Dalam Program KKN Melalui Program Pendidikan Dan Kesehatan Di Kawasan Kabupaten Kulonprogo Dan Bantul Astirin, Okid Parama; Ramadhan, Diastama Anggita; Utomowati, Rahning
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 1 (2021): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i1.46200

Abstract

Selama pandemi Covid-19 di mana setiap orang disarankan untuk melakukan physical distancing, program KKN di Universitas Sebelas Maret (UNS) ditetapkan oleh Rektor untuk tetap berlangsung dengan sejumlah penyesuaian. Pelaksanaan KKN dilakukan di lokasi tempat tinggal masing-masing dengan dibimbing oleh 1 DPL (dosen Pembimbing Lapangan) dengan penugasan  20 orang mahasiswa. Pelaksanaan KKN era Covid 19 dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang dilakukan oleh mahasiswa ada 2 macam yaitu metode secara daring, metode luring (namun tetap melakukan protokol kesehatan) dan metode penyampaian pesan melalui berbagai media tidak secara online (memasang poster, menyebarkan leaflet, memasang banner, memberikan penjelasan kepada masyarakat door to door). Secara umum, meskipun pelaksanaan dilakukan lebih banyak diselenggarakan daring, namun makna pembentukan karakter empati kepada masyarakat yang terdampak Covid 19 maupun lapisan masyarakat yang potensial menerima resiko tertular, dan memiliki peran startegis untuk membentuk karakter mahasiswa. Kegiatan ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat melalui berbagai bentuk bantuan oleh mahasiswa peserta KKN
Penerapan Teknologi Proses Produksi Untuk Meningkatkan Kapasitas Dan Kualitas Kecap Manis UKM Bumi Makmur Sejahtera Fauza, Gusti; Sukanto, Heru; Sugiarto, Catur; Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Nurcahyo, Wisnu; Prasetyo, Ari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i2.46368

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tidak hanya kapasitas namun juga kualitas produk kecap manis kecap manis Bumi Makmur Sejahtera (BMS) khas Wonogori yang terdapat di Desa Bulusari, Kecamatan Bulusulur, Wonogiri Jawa Tengah. Dari observasi lapangan ditemukan beberapa permasalahan, yaitu waktu siklus produksi per batch produk yang masih tinggi dan proses produksi yang tidak efisien. Hal ini berdampak terhadao terbatasnya kapasitas produksi UKM. Beberapa proses yang memakan waktu lama adalah proses pemasakan (9 jam) dan pengemasan (12 jam). Permasalahan berikutnya terkait mutu dan keamanan pangan dimana wajan pemasakan yang bersentuhan langsung dengan produk terbuat dari semen (bahan yang bisa mengelupas). Kondisi ini tidak sesuai dengan konsep cara produksi pangan yang baik (CPPB) untuk industri rumah tangga. Oleh sebab pada kegiatan pengabdian ini akan diaplikasikan teknologi proses produksi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas namun juga kualitas dan keamanan produk. Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah: a) inisiasi dan sosialisasi program, b) pelaksanaan program, c) monitoring dan evaluasi program. Aplikasi teknologi yang diusulkan adalah sebuah  Introduksi lini produksi dengan system pengadukan otomatis dan pengemasan yag lebih efisien. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk kecap. Kemudian penggunaan bahan untuk alat yang terbuat dari stainless steel, merupakan salah satu solusi untuk menurunkan cemaran fisik. Dengan lini produksi baru ini, waktu produksi lebih pendek sehingga kapasitas meningkat signifikan. Disamping itu kualitas akan lebih baik karena dengan pengadukan otomatis adonan akan lebih homogen, serta keamanan pangan juga akan meningkat karena peralatan terbuat dari bahan yang aman untuk pengolahan produk pangan.
Aplikasi Teknologi Proses Pembuatan Cincau Hitam Instan Sebagai Usaha Peningkatan Kesejahteraan Petani Janggelan di Desa Temboro, Kecamatan Karang Tengah, Wonogiri Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Nurcahyo, Wisnu; Fauza, Gusti; Abid, Haniful
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 1 (2021): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i1.46374

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan Petani Janggelan di Desa Temboro, melalui aplikasi teknologi proses pembuatan cincau hitam instan. Cincau hitam merupakan produk pangan yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahan baku utama pembuatan cincau hitam adalah tanaman janggelan. Tanaman janggelan ini banyak terdapat di Kabupaten Wonogiri dengan luas tanam sebesar 1.348 Ha dan produksi kering 5.523 ton,  per tahun dimana rata-rata produksi per hektar adalah 4.097 kg. Selama ini pemanfaatan tanaman janggelan hanya dikeringkan dan dikemas dengan pengepresan kemudian didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini tentunya menghilangkan potensi tambahan insentif yang bisa didapatkan oleh petani dan penduduk lokal karena produk yang dikomersialisasikan adalah bahan mentah bukan produk olahan. Padahal tanaman janggelan ini sangat potensial untuk diproses menjadi cincau hitam instan dalam bentuk powder yang tentunya mempunyai nilai jual yang lebih baik. Oleh sebab itu diperlukan aplikasi teknologi proses untuk mengolah tanaman janggelan ini. Metode yang digunakan untuk pengaplikasian teknologi proses ini adalah 1) perencanaan dan sosialisasi program melalui diskusi dan dialog dua arah,  2) pelaksanaan program dan pelatihan penggunaan alat dan 3) monitoring, evaluasi dan refleksi pelaksanaan program. Adapun program yang disepakati dengan mitra untuk dilaksanakan adalah, rancangan dan pembuatan alat produksi, instalasi dan pelatihan pembuatan produk dan pendampingan strategi pemasaran produk. Program ini diikuti oleh kelompok tani yang tergabung dalam UKM Bumi Makmur dengan kapasitas maksimum produksi 5 kilogram bahan  baku daun janggelan kering, yang kurang lebih setara dengan produk akhir 250 sachet cincau hitam instan (30 gram), yang harga jual di pasarnya adalah Rp4000-Rp5000 rupiah per sachetnya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat skema hibah program teknologi yang didesiminasikan ke masyarakat (PTDM) ini dihasilkan produk cincau hitam instan dengan brand janggelan powder asal Desa Temboro, Wonogiri.
Aplikasi Lampu Solar Cell Untuk Penerangan Sebagai Inisiasi Pemberdayaan Masyarakat Di Kebakalan Karanggayam Kebumen Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Prasetyo, Ari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.56639

Abstract

Desa Kebakalan adalah salah satu daerah di Kabupaten Kebumen secara geografis terletak di daerah perbukitan. Desa ini memerlukan perhatian khusus dalam peningkatan sarana dan prasarana, terutama adalah untuk penerangan jalan umum (PJU) dan ruang publik, dikarenakan minimnya penerangan jalan umum karena masih ada sebagian wilayah yang belum dilalui oleh jaringan listrik. Ketidaktersediaan jaringan listrik ini memberikan ekses negatif dimana menurut sumber data dari TKP2KDes tahun 2020 jumlah keluarga yang tergolong miskin mencapai 526 atau sekitar 45 % yang tersebar di 3 Rukun Warga (RW). Harapan lainnya lampu PJU juga akan memberikan kenyamanan dan keselamatan warga, menghidupkan kegiatan ekonomi dan menghindari timbulnya kriminalitas jalanan sesudah hari gelap. Program pengabdian masyarakat melalui Program Teknologi yang Didesimasikan ke Masyarakat (PTDM) dilakukan untuk menjadi inisiasi program pemberdayaan masyarakat selanjutnya dilakukan melalui proses survey kebutuhan masyarakat, survey lapangan dan pasar, diskusi dengan mitra, pelaksanaan, evaluasi serta diskusi keberlanjutan program. Dari hasil kegiatan pengabdian telah berhasil diperoleh model lampu penerangan jalan umum yang sesuai dengan kebutuhan warga, sudah diperoleh desain tiang lampu yang sesuai dengan identitas desa, sudah terpasang sebanyak 20 titik lampu yang tersebar di semua RW yang membutuhkan dan sudah diperoleh data untuk pengajuan dan program pengabdian selanjutnya. Kepala Desa Kebakalan telah berkomitmen dan akan terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Kata kunci: lampu; sel surya; jalan umum; kebakalan; ekonomi
Pendampingan dan peningkatan kompetensi praktek biologi mikroskopis bagi siswa SMP Djama’atul Ichwan, Surakarta Herawati, Elisa; Listyawati, Shanti; Widiyani, Tetri; Budiharjo, Agung; Astirin, Okid Parama
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.87836

Abstract

Biologi mikroskopis mempelajari organisme pada level seluler dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengetahuan IPA modern. Di SMP Djama’atul Ichwan Surakarta, keterbatasan fasilitas membuat pembelajaran konsep-konsep biologi mikroskopis sulit dibarengi dengan pengalaman praktek di laboratorium sekolah. Mitra mengharapkan ada pendampingan untuk meningkatkan kompetensi praktek pada mata pelajaran biologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi praktek dan wawasan umum siswa mengenai biologi mikroskopis yang tercakup dalam materi IPA di SMP. Kompetensi praktek biologi mikroskopis yang belum maksimal pada mitra berakar dari tidak adanya laboratorium IPA, media praktikum, dan mikroskop. Tim PKM UNS menghadirkan solusi berupa program pendampingan kepada siswa selama satu semester yaitu, 1) pengenalan mikroskop dan aplikasinya; 2) praktek membuat preparat mikroskopis sederhana sesuai materi SMP; 3) pengadaan mikroskop cahaya; modul praktikum; foldscope untuk mitra; 4) komunikasi selama semester berjalan dan umpan balik mengenai aktivitas praktikum dengan mikroskop di SMP. Keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari indikator skor pre-/post-test, aktivitas praktikum, dan pengadaan mikroskop untuk SMP. Siswa menjadi paham prinsip kerja dan aplikasi mikroskop untuk visualisasi struktur seluler dan jaringan, hal ini tampak dari peningkatan skor post-test (>25% kenaikan skor) pada 72% siswa. Pada sesi praktikum, siswa mampu membuat dua preparat berbeda untuk diamati dengan mikroskop dan diidentifikasi bagian-bagiannya. Selanjutnya, siswa dapat melakukan praktek mandiri di SMP menggunakan mikroskop dari investasi kegiatan pengabdian ini Kata kunci: kompetensi praktik, biologi mikroskopis
Co-Authors Abdurrahman, Zakaria Husein Abid, Haniful Agung Budiharjo Andi Purnomo, Nugroho Andriyanto, Solikin Anif Nur Artanti, Anif Nur Ardelie, Sesilia Novita Ari Prasetyo Ayu Intan Sari Bambang Sigit Amanto Bambang Sigit Amanto, Bambang Sigit Candra Purnawan Diastama Anggita Ramadhan Elrade Rofaani Endang Siti Rahayu Esti Suryani Fea Prihapsara, Fea Ferdinandus, Aprildy Randy Andrew Gozali, M. Didit Gusti Fauza, Gusti Haryatmi, Dwi Hendri Hermawan Adinugraha Herawati, Elisa Heru Sukanto I Ketut Suada Joko Riyanto Kurniati, Ade Kusbianto, Abelita Marchivanalia, Pinkan Olivia Mawahyudi Muji Rahayu Nada, Hana Naqiyya Nansi, Maria Regina Nasri, Juminah Nindy Sepang Nunuk Suryani Nusarini, Dewi Prabang Setyono Priska Shirty Thelma Mawuntu Purba, Priskila Natasya Rambe Putri, Aidila Kanaya Putri, Lutfia Hermawati Rahma, Aisah Nurul Aulia Rahmatul Kholiq, Muhammad Hatta Rahning Utomowati Rhina Uchyani Fajarningsih Rokhmaniyah Rokhmaniyah, Rokhmaniyah RUBEN DHARMAWAN Sabaria, Sabaria Sanaba, Hardiman Faramit Septiyanto, Muhamad Dwi Setiawan, Donny Jati Setya Nugraha Setya Nugraha Shanti Listyawati SHANTI LISTYAWATI SITI MARYANI Sri Budiastuti Sri Mulyani Sugiarto, Catur Sunarto Sunarto Suparni Setyowati Rahayu Supriyadi Hari Respati suratman Suryanto Suryanto Suryanto Suryanto Suwanto Raharjo Syamsul Hadi Syamsul Ph.D M.A. Hadi TETRI WIDIYANI TETRI WIDIYANI Tyastuti, Erma Musbita Tyastuti, Erma Musbita Utomowati, Rahning winarni - Wisnu Nurcahyo Yeni Andriani, Yeni Zuhdi, Muhammad Fahturrohman