Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Aplikasi Teknologi Tepat Guna Pendingin Kecap Untuk Meningkatkan Produktivitas Ukm Bumi Makmur Sejahtera Wonogiri Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Andriyanto, Solikin; Prasetyo, Ari; Septiyanto, Muhamad Dwi
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 1 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i1.1958

Abstract

Usaha kecil menengah Bumi Makmur Sejahtera (UKM-BMS) yang memproduksi kecap manis khas Wonogiri ini masih tergolong jarang, padahal potensi pasar cukup besar di Jawa Tengah. Program di UKM-BMS pada tahun 2020 berhasil meningkatkan kapasitas produksi dengan pengadaan tungku pemasak, mesin pengaduk, mesin pengemas (filling machine) dan raw material handling dan membuat proses produksi bisa lebih higienis. Tetapi konsistensi kualitas produk belum memuaskan karena proses penyaringan masih secara manual menggunakan kain dan memerlukan waktu lama serta kapasitas produksi belum maksimal karena belum ada proses pendinginan produk kecap hasil olahan dari tungku perebusan yang cepat sehingga tidak mengalami penguapan saat di dalam kemasan yang berakibat mudah timbulnya jamur karena adanya kandungan air di dalam kemasan. Proses pendinginan saat ini masih membutuhkan waktu 12 jam di dalam sebuah tabung terbuka, sehingga kecap hasil olahan rawan terkontaminasi dengan kotoran luar dan tidak bisa segera dipasarkan. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh pengabdi adalah berupa desain dan perancangan prototipe alat pendingin dan alat pengayak/penyaring produk olahan kecap dari tungku pemasak. Pendampingan dimulai dari instalasi alat, praktik langsung di lapangan serta pelatihan untuk perawatan alat. Untuk meningkatkan keamanan pangan dan keselamatan pekerja akan diselenggarakan pelatihan dan praktik tentang materi terkait. Produk yang akan dihasilkan dan diberikan ke mitra adalah alat pendingin dan alat penyaring. Juga akan dihasilkan publikasi dalam jurnal pengabdian masyarakat, berita media masa, dan draf paten pendingin dan penyaring kecap. Target akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah terinstalnya peralatan pendingin dan penyaring hasil olahan kecap di mitra sehingga kapasitas dan higienis produk kecap meningkat.
Kecukupan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Nusarini, Dewi; Astirin, Okid Parama; Budiastuti, Sri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.625 KB)

Abstract

Alih fungsi lahan dari kawasan bervegatasi menjadi kawasan terbangun mengganggu keseimbangan ekologi kota, misalnya terhadap kebutuhan oksigen dan kondisi iklim kota. Ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota memiliki peranan yang sangat penting sebagai penyedia oksigen dan penyerap emisi untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau publik sebesar 20% sesuai amanat undang-undang belum terpenuhi, sampai saat ini persentase penyediaan ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya baru sebesar 1,37%, sehingga membutuhkan penambahan luas ruang terbuka hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas ruang terbuka hijau publik berdasarkan kebutuhan oksigen di Kecamatan Cihideung. Perhitungan kebutuhan luas ruang terbuka hijau publik dalam penelitian ini menggunakan metode Gerakis. Oksigen yang dibutuhkan oleh penduduk dan kendaraan bermotor di Kecamatan Cihideung adalah 186.674,26 Kg/hari sehingga diperlukan ruang terbuka hijau publik seluas 368,74 Ha. Penambahan luasan ruang terbuka hijau dapat dilakukan dengan meningatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha, serta melakukan optimalisasi ruang terbuka hijau di kawasan jalur hijau, median jalan dan sempadan sungai atau penambahan kerapatan pohon dan stratifikasi tanaman.
Persepsi Terhadap Sistem Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Pabrik Gula Purwodadi Magetan Ditinjau dari Pendidikan dan Strata Pekerjaan Setiawan, Donny Jati; Setyono, Prabang; Astirin, Okid Parama
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.017 KB)

Abstract

Pabrik Gula Purwodadi Magetan adalah salah satu pabrik gula yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Produksi gula bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nasional terhadap gula. Namun, di dalam proses produksi gula terdapat berbagai permasalahan, salah satunya adalah kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) pabrik gula. Persepsi terhadap sistem kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) dipengaruhi oleh komitmen perusahaan, individu, dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini mengetahui persepsi terhadap sistem kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan(K3L) di Pabrik Gula Purwodadi Magetan ditinjau dari pendidikan dan strata pekerjaan serta memberikan rekomendasi strategi untuk meningkatkan persepsi terhadap sistem kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L). Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif, pengambilan data dari kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang dipilih secara stratified. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap sistem kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) ditinjau dari pendidikan sebesar 45% setuju dan strata pekerjaan sebesar 39% setuju. Sedangkan strategi yang direkomendasikan untuk meningkatkan persepsi terhadap sistem kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) adalah dengan sosialisasi dan pendidikan SK3L terhadap pegawai. Kesimpulan penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat persepsi terhadap sistem kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) di Pabrik Gula Purwodadi Magetan, sehingga memerlukan sosialisasi dan pendidikan mengenai SK3L kepada pegawai Pabrik Gula Purwodadi Magetan.
Sekolah Adiwiyata untuk Menumbuhkan Perilaku Green Consumption pada warga sekolah SMP Negeri 1 Wajak Nada, Hana Naqiyya; Fajarningsih, Rhina Uchyani; Astirin, Okid Parama
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.916 KB)

Abstract

Manusia cenderung lalai bahwa mereka berkontribusi sebagai penghasil limbah dari apa yang dikonsumsi sehari-hari. Konsumen yang tahu dan peduli terhadap konsekuensi pada lingkungan akan memilih bahan ramah lingkungan serta lebih bijak dalam berperilaku konsumsi. Pendidikan merupakan faktor yang sangat signifikan dalam mempengaruhi perilaku konsumsi berwawasan lingkungan atau yang disebut “Green Consumption”. Sekolah Adiwiyata menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) yang mencakup pembelajaran terkait konservasi air, konservasi energi, kebersihan dan pengelolaan sampah. Sekolah Adiwiyata diharapkan menjadi stimulus yang tepat dalam menumbuhkan perilaku “Green Consumption” pada warga sekolah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektifitas Sekolah Adiwiyata terhadap perilaku “Green Consumption” warga sekolah SMP Negeri 1 Wajak sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri. Selain itu, mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan sekolah untuk menumbuhkan perilaku “Green Consumption”. Pengambilan datapenelitian menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 10% dari keseluruhan siswa, guru serta tenaga pendidik sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan efektifitas dilihat dari Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas sekolah adiwiyata dalam menumbuhkan perilaku “Green Consumption” berada dalam kriteria cukup efektif dengan tingkat capaian 77,82%. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran dan pembiasaan kegiatan di sekolah berpengaruh terhadap perilaku konsumsi warga sekolah sehari-hari. Warga sekolah terbiasa dengan kantin sehat sehingga lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan makanan saat di rumah atau di luar sekolah. Warga sekolah sadar akan pentingnya menghemat energi seperti listrik dan air serta paham dengan dampak pada lingkungan. Pengelolaan sampah organik dengan biopori dan pengomposan sedangkan sampah anorganik relatif sedikit karena sekolah bebas sampah plastik. Pembagian Pokja melibatkan siswa menjadi aktif dan disiplin dalam pelestarian lingkungan sekolah. Pembiasaan di sekolah diharapkan terbawa sampai lingkungan rumah dengan sosialisasi rutin pada wali murid setiap rapat. Temuan ini kemudian diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah non adiwiyata dan instansi terkait guna optimalisasi program Adiwiyata.
Stakeholder Relationship Model in Waste Bank Management in Madiun City Widiyanti, Fetria; Astirin, Okid Parama; Gravitiani, Evi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 6 (2024): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i6.7499

Abstract

In ‘Neraca Pengelolaan Sampah Kota Madiun‘ data for 2023, waste production was 44,750.39 tons/year, while the amount of waste reused and recycled was 4,600.28 tons/year and processed waste that went to landfill was 31,444.75 tons/year. Waste banks began to be formed in Madiun City from 2010 to 2023. There are 168 waste banks that have been formed and only 49.4% are still actively operating. The phenomenon found in the field is that involvement between stakeholders in the Waste Bank program in Madiun City is still not optimal, and this finding is the basis for this research, namely analyzing the relationship model of stakeholder roles in managing the Waste Bank in Madiun City. Madiun City. This research uses a mixed method paradigm to obtain a holistic picture of the characteristics and relationships of stakeholders in the Waste Bank program in Madiun City. All data in this study were analyzed using MACTOR software. The results of this research conclude that the stakeholders who have the greatest influence are DLH and public figure (Lurah) who are the main actors in waste bank management, because they are involved in planning, implementation and policy so that there is still a need to improve their relationships and roles in supporting the success of the waste bank program. Madiun City. Very strong convergence between actors shows that between the Matahari Sampah Bank and community leaders, Sedoro Asri Waste Bank, Sehati Waste Bank, Pesanggrahan Waste Bank and Risky Lancar Manis VI Waste Bank. Very weak convergence is shown between the Madiun City Environmental Service and NGOs, Pertamina, Academics, the PKK Mobilization Team and the Griya Kencana Waste Bank.
EKOGENOTOKSISITAS LIMBAH CAIR BATIK DAN EFEK ANTIMUTAGENIK Lemna minor TERHADAP ERITROSIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Tyastuti, Erma Musbita; Astirin, Okid Parama; Sunarto, Sunarto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i2.2490

Abstract

Limbah cair batik di Solo sebagian besar dibuang langsung ke perairan tanpa diolah terlebih dahulu dan menyebabkan pencemaran air. Kandungan logam berat di dalam limbah cair batik dapat memicu efek genotoksik seperti pembentukan mikronukleus. Lemna minor berpotensi sebagai antimutagen dan mencegah pembentukan mikronukleus karena mengandung senyawa aktif seperti karoten dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekogenotoksisitas limbah cair batik dan efek antimutagenik Lemna minor terhadap eritrosit ikan nila. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi UMS dengan pemaparan limbah cair batik 0ppm/L, 2500 ppm/L, 5000 ppm/L dan 7500 ppm/L terhadap 2 kelompok ikan nila dengan diet pelet dan Lemna minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan limbah cair batik memicu pembentukan mikronukleus dengan frekwensi tertinggi pada konsentrasi paparan 7500 ppm/L. Lemna minor juga terbukti memiliki potensi antimutagenik karena mampu menekan frekwensi mikronukleus lebih rendah dibandingkan diet pelet.
DISTRIBUTION AND HIGH ABUNDANCE OF MEDICINAL PLANTS POTENTIALLY USEFUL IN CANCER TREATMENT FOUND ON THE LAWU MOUNTAIN, INDONESIA Astirin, Okid Parama; Andi Purnomo, Nugroho; Suratman
Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 12 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Forestry Research
Publisher : Association of Indonesian Forestry and Environment Researchers and Technicians

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59465/ijfr.2025.12.2.189-207

Abstract

Traditional medicines derived from natural resource plants have gained attention since modern medications are expensive for certain diseases, including cancer. The Lawu Mountain ecosystem has shown that the environment supports plant distribution, including species with anticancer properties. This study aimed to determine the distribution and abundance of medicinal plants that could serve as cancer preventives, particularly along the Cemoro Sewu hiking trail. The purposive sample method was employed to make the observations, wherein plots measuring 5 m x 5 m for shrubs and 1 m x 1 m for herbs were created. Plots were made by systematic distribution on both sides of the hiking trail, with four plots at each station. This study had six stations at 2,000 m, 2,200 m, 2,400 m, 2,600 m, 2,800 m, and 3,000 m asl. The distribution of plant species was evaluated using the Morishita index distribution, whereas the abundance of species is observed to get the average value in plant individuals per unit area. Depending on the environmental conditions where the growth occurs, the nine species were found along the hiking track with an abundance ranging from 180 to 4,580 individuals per hectare for the shrub category and 5,000 to 50,830 individuals per hectare for the herbaceous category. The distribution patterns of the species were found to be regular and clumped, respectively.
The Potential of Mesenchymal Stem Cells in Wound Healing using Nanofiber Scaffold: A Mini Review Rambe Purba, Priskila Natasya; Rofaani, Elrade; Astirin, Okid Parama
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, the use of mesenchymal stem cells (MSCs) in cell therapy is growing as a means to repair damaged cells. MSCs are multipotent stem cells that can differentiate into a variety of specialized cell types in various tissues. Adipose tissue, bone marrow, umbilical cord, and placenta are possible sources of MSCs. MSCs produce various bioactive molecules, called secretome that have effects on skin cells by mediating growth factors and cytokines. MSCs can actively contribute to wound healing through several phases, including promoting fibroblast migration, neovascularization, secreting anti-inflammatory cytokines, and re-epithelialization. To improve therapeutic effectiveness, appropriate biomaterials on nanofiber scaffolds were created to mimic the natural extracellular matrix and attract fibroblasts into the skin layer. The purpose of this review is to evaluate the research on the utilization of MSCs with various nanofiber scaffolds in the wound healing process in vitro. The result of this review is that there are several natural and synthetic polymers used as scaffold materials that are biocompatible, thus increasing the healing potential of wound tissue. MSCs when co-cultured in nanofiber scaffolds activate several mechanism pathways, such as expressing genes or growth factors related to wound healing. It is concluded that the utilization of biopolymers in MSC-seeded scaffold designs can contribute to the enhancement of wound healing and tissue regeneration.