Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Improving the Quality and Quantity of Empon-Empon Based Instant Herbal Drink Products in Home Industry (IRT) Production in Kebakalan Village Karanggayam District, Kebumen Regency Rokhmaniyah, Rokhmaniyah; Fauza, Gusti; Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82476

Abstract

Masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkannya empon-empon seperti: jahe, kunyit, temulawak, dan sereh.sebagai obat alami dan dalam jamu tradisional. Di Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, terdapat potensi besar untuk mengolah empon-empon menjadi minuman herbal instan karena produksi empon-empon yang melimpah. Pemerintah Desa Kebakalan berusaha meningkatkan industri jamu lokal agar dapat bersaing di pasar nasional. Namun, masih ada kendala dalam produksi minuman herbal instan karena kadar air yang tinggi. Masih tingginya kadar air pada produk IRT Kebakalan Herbal menyebabkan umur simpan produk pendek dan kesulitan dalam persaingan di pasar. Pengabdian tahun 2023 berfokus pada evaluasi proses produksi dan identifikasi masalah dalam pembuatan minuman herbal instan. Perbaikan dilakukan, termasuk merancang alat produksi ekstraksi yang lebih efisien dan memilih bahan kemasan yang sesuai. Pengabdian melibatkan IRT Kebakalan Herbal dalam menyepakati program perbaikan. Simpulan hasil pengabdian menunukkan bahwa teknologi pengeringan serbuk herbal instan berbahan dasar empon-empon berhasil menjadikan kemasan produk herbal empon-empon lebih baik, tidak lembab dan bisa bertahan lama.
Optimalisasi Peran Masyarakat Dalam Mekanisme Pencegahan Infeksi Covid-19 Dalam Program KKN Melalui Program Pendidikan Dan Kesehatan Di Kawasan Kabupaten Kulonprogo Dan Bantul Astirin, Okid Parama; Ramadhan, Diastama Anggita; Utomowati, Rahning
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 1 (2021): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i1.46200

Abstract

Selama pandemi Covid-19 di mana setiap orang disarankan untuk melakukan physical distancing, program KKN di Universitas Sebelas Maret (UNS) ditetapkan oleh Rektor untuk tetap berlangsung dengan sejumlah penyesuaian. Pelaksanaan KKN dilakukan di lokasi tempat tinggal masing-masing dengan dibimbing oleh 1 DPL (dosen Pembimbing Lapangan) dengan penugasan  20 orang mahasiswa. Pelaksanaan KKN era Covid 19 dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang dilakukan oleh mahasiswa ada 2 macam yaitu metode secara daring, metode luring (namun tetap melakukan protokol kesehatan) dan metode penyampaian pesan melalui berbagai media tidak secara online (memasang poster, menyebarkan leaflet, memasang banner, memberikan penjelasan kepada masyarakat door to door). Secara umum, meskipun pelaksanaan dilakukan lebih banyak diselenggarakan daring, namun makna pembentukan karakter empati kepada masyarakat yang terdampak Covid 19 maupun lapisan masyarakat yang potensial menerima resiko tertular, dan memiliki peran startegis untuk membentuk karakter mahasiswa. Kegiatan ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat melalui berbagai bentuk bantuan oleh mahasiswa peserta KKN
Penerapan Teknologi Proses Produksi Untuk Meningkatkan Kapasitas Dan Kualitas Kecap Manis UKM Bumi Makmur Sejahtera Fauza, Gusti; Sukanto, Heru; Sugiarto, Catur; Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Nurcahyo, Wisnu; Prasetyo, Ari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 2 (2021): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i2.46368

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tidak hanya kapasitas namun juga kualitas produk kecap manis kecap manis Bumi Makmur Sejahtera (BMS) khas Wonogori yang terdapat di Desa Bulusari, Kecamatan Bulusulur, Wonogiri Jawa Tengah. Dari observasi lapangan ditemukan beberapa permasalahan, yaitu waktu siklus produksi per batch produk yang masih tinggi dan proses produksi yang tidak efisien. Hal ini berdampak terhadao terbatasnya kapasitas produksi UKM. Beberapa proses yang memakan waktu lama adalah proses pemasakan (9 jam) dan pengemasan (12 jam). Permasalahan berikutnya terkait mutu dan keamanan pangan dimana wajan pemasakan yang bersentuhan langsung dengan produk terbuat dari semen (bahan yang bisa mengelupas). Kondisi ini tidak sesuai dengan konsep cara produksi pangan yang baik (CPPB) untuk industri rumah tangga. Oleh sebab pada kegiatan pengabdian ini akan diaplikasikan teknologi proses produksi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas namun juga kualitas dan keamanan produk. Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah: a) inisiasi dan sosialisasi program, b) pelaksanaan program, c) monitoring dan evaluasi program. Aplikasi teknologi yang diusulkan adalah sebuah  Introduksi lini produksi dengan system pengadukan otomatis dan pengemasan yag lebih efisien. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk kecap. Kemudian penggunaan bahan untuk alat yang terbuat dari stainless steel, merupakan salah satu solusi untuk menurunkan cemaran fisik. Dengan lini produksi baru ini, waktu produksi lebih pendek sehingga kapasitas meningkat signifikan. Disamping itu kualitas akan lebih baik karena dengan pengadukan otomatis adonan akan lebih homogen, serta keamanan pangan juga akan meningkat karena peralatan terbuat dari bahan yang aman untuk pengolahan produk pangan.
Aplikasi Teknologi Proses Pembuatan Cincau Hitam Instan Sebagai Usaha Peningkatan Kesejahteraan Petani Janggelan di Desa Temboro, Kecamatan Karang Tengah, Wonogiri Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Nurcahyo, Wisnu; Fauza, Gusti; Abid, Haniful
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 1 (2021): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i1.46374

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan Petani Janggelan di Desa Temboro, melalui aplikasi teknologi proses pembuatan cincau hitam instan. Cincau hitam merupakan produk pangan yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahan baku utama pembuatan cincau hitam adalah tanaman janggelan. Tanaman janggelan ini banyak terdapat di Kabupaten Wonogiri dengan luas tanam sebesar 1.348 Ha dan produksi kering 5.523 ton,  per tahun dimana rata-rata produksi per hektar adalah 4.097 kg. Selama ini pemanfaatan tanaman janggelan hanya dikeringkan dan dikemas dengan pengepresan kemudian didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini tentunya menghilangkan potensi tambahan insentif yang bisa didapatkan oleh petani dan penduduk lokal karena produk yang dikomersialisasikan adalah bahan mentah bukan produk olahan. Padahal tanaman janggelan ini sangat potensial untuk diproses menjadi cincau hitam instan dalam bentuk powder yang tentunya mempunyai nilai jual yang lebih baik. Oleh sebab itu diperlukan aplikasi teknologi proses untuk mengolah tanaman janggelan ini. Metode yang digunakan untuk pengaplikasian teknologi proses ini adalah 1) perencanaan dan sosialisasi program melalui diskusi dan dialog dua arah,  2) pelaksanaan program dan pelatihan penggunaan alat dan 3) monitoring, evaluasi dan refleksi pelaksanaan program. Adapun program yang disepakati dengan mitra untuk dilaksanakan adalah, rancangan dan pembuatan alat produksi, instalasi dan pelatihan pembuatan produk dan pendampingan strategi pemasaran produk. Program ini diikuti oleh kelompok tani yang tergabung dalam UKM Bumi Makmur dengan kapasitas maksimum produksi 5 kilogram bahan  baku daun janggelan kering, yang kurang lebih setara dengan produk akhir 250 sachet cincau hitam instan (30 gram), yang harga jual di pasarnya adalah Rp4000-Rp5000 rupiah per sachetnya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat skema hibah program teknologi yang didesiminasikan ke masyarakat (PTDM) ini dihasilkan produk cincau hitam instan dengan brand janggelan powder asal Desa Temboro, Wonogiri.
Aplikasi Lampu Solar Cell Untuk Penerangan Sebagai Inisiasi Pemberdayaan Masyarakat Di Kebakalan Karanggayam Kebumen Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Prasetyo, Ari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.56639

Abstract

Desa Kebakalan adalah salah satu daerah di Kabupaten Kebumen secara geografis terletak di daerah perbukitan. Desa ini memerlukan perhatian khusus dalam peningkatan sarana dan prasarana, terutama adalah untuk penerangan jalan umum (PJU) dan ruang publik, dikarenakan minimnya penerangan jalan umum karena masih ada sebagian wilayah yang belum dilalui oleh jaringan listrik. Ketidaktersediaan jaringan listrik ini memberikan ekses negatif dimana menurut sumber data dari TKP2KDes tahun 2020 jumlah keluarga yang tergolong miskin mencapai 526 atau sekitar 45 % yang tersebar di 3 Rukun Warga (RW). Harapan lainnya lampu PJU juga akan memberikan kenyamanan dan keselamatan warga, menghidupkan kegiatan ekonomi dan menghindari timbulnya kriminalitas jalanan sesudah hari gelap. Program pengabdian masyarakat melalui Program Teknologi yang Didesimasikan ke Masyarakat (PTDM) dilakukan untuk menjadi inisiasi program pemberdayaan masyarakat selanjutnya dilakukan melalui proses survey kebutuhan masyarakat, survey lapangan dan pasar, diskusi dengan mitra, pelaksanaan, evaluasi serta diskusi keberlanjutan program. Dari hasil kegiatan pengabdian telah berhasil diperoleh model lampu penerangan jalan umum yang sesuai dengan kebutuhan warga, sudah diperoleh desain tiang lampu yang sesuai dengan identitas desa, sudah terpasang sebanyak 20 titik lampu yang tersebar di semua RW yang membutuhkan dan sudah diperoleh data untuk pengajuan dan program pengabdian selanjutnya. Kepala Desa Kebakalan telah berkomitmen dan akan terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Kata kunci: lampu; sel surya; jalan umum; kebakalan; ekonomi