Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN MANAJEMEN USAHA BANK SAMPAH SAPU JAGAD KABUPATEN MAGETAN Syamsul Hadi; Okid Parama Astirin; Suryanto Suryanto; Bambang Sigit Amanto; Setya Nugraha
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1728

Abstract

Any waste whether it is organic or inorganic waste causes a serious issue that is faced by the Magetan regent. The lack of waste management systems such as uncontrolled garbage accumulation, burning and dumping into rivers and vacant land could lead to pollution. The Solution to solve this issue is the waste bank called Sapu Jagad in Magetan regent which was established in 2015. Sapu Jagad waste bank is also educating and training the people to recycle the waste into a product with an economic value. The product from the waste bank is sold by an online market. However, the production time is sometimes too long since the raw material is not always adequately available. This situation is caused by irregular collection from the community. The result of this activity is the registering process by the waste bank, waste bank fund, and operational bookkeeping using a simple application. Record sales of waste products into crafts and better chairs and tables. The process of storing plastic packaging for drinking water and plastic packaging waste can already be cut into small pieces using a plastic cutting machine which is also invested in a waste bank. Plastic waste storage becomes very space efficient.
REVITALISASI USAHA KELOMPOK NELAYAN HARAPAN KELURAHAN BAHOI PULAU TAGULANDANG Sepang, Nindy Gaby; Mawuntu, Priska Shirty Thelma; Ferdinandus, Aprildy Randy Andrew; Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Riyanto, Joko
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erupsi gunung ruang pada awal tahun 2024 memaksa 1304 warga Kelurahan Bahoi mengungsi karena terdampak paling parah akibat dekatnya jarak yaitu 4.4 Km. Bencana melumpuhkan perekonomian karena rumah dan tempat usaha rusak. Kelompok Nelayan Harapan yang yang menghasilkan tangkapan ikan julung turun pesat 60.000/orang/hari atau 240.000/orang/minggu dan alat pengasapan rusak total. Sentuhan Iptek kepada Kelompok Nelayan Harapan adalah pukat penangkap ikan julung, modernisasi ruang pengeringan ikan, alat penepung ikan dan alat pengemasan dengan desain eksklusif dilengkapi dengan inovasi pemasaran secara online. Pemberian pukat penangkap ikan meningkatkan jumlah tangkapan ikan 300% dari 500 ekor/minggu menjadi 1.500 ekor/minggu. Ruang Pengeringan yang awalnya kapasitas pengeringan meningkat menjadi 1,500 ekor ikan julung untuk 1x pengeringan. Mesin penepung ikan menghasilkan 10 Kg/hari x Rp. 300.000 atau Rp. 9.000.000/bulan. Marketplace yang disediakan berupa media sosial Instagram untuk peningkatan jumlah produksi sebesar 50% sudah tersedia dengan jualan hasil ikan julung kering (ikan roa) dengan pengemasan yang inovatif. Setelah pelatihan, penerapan dan pendampingan dilaksanakan kelompok diharapkan dapat melanjutkan penerapan teknologi dan ilmu yang diberikan tim pelaksana untuk kemajuan Mitra Sasaran.
Rangkaian Kegiatan Implementasi Biochar Sebagai Media Tanam Budidaya Pisang Di Gentungan, Mojogedang, Karanganyar Rahayu, Muji; Septiyanto, Muhamad Dwi; Astirin, Okid Parama; Hadi, Syamsul; Prasetyo, Ari; Fauza, Gusti; Mawahyudi
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 1 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i1.1921

Abstract

Lahan pekarangan disekitar rumah memiliki potensi besar dalam membantu mencukupi beberapa kebutuhan pemiliknya seperti kebutuhan pangan dan penambah penghasilan. Contohnya adalah pemanfaatan sebagai lahan tanam sayuran atau buah-buahan. Potensi lahan pekarangan ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh Kelompok Tani Mulyo 1 Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Padahal banyak lahan yang dimilikinya memiliki potensi yang besar untuk budidaya buah-buahan seperti tanaman pisang untuk menambah penghasilan petani. Namun kendala yang dihadapi adalah kondisi tanah yang kurang subur untuk budidaya tanaman. Oleh karena itu TIM Pengabdian Universitas Sebelas Maret melalui hibah Dana PDTI 2024 yang menggandeng Mitra Tani Mulyo 1 dan Pemerintah Desa Gentungan melakukan upaya peningkatan kesuburan lahan dengan aplikasi biochar. Biochar merupakan arang hitam dari hasil pemanasan dan pembakaran dibawah kondisi tanpa oksigen. Berdasarkan beberapa literatur, penggunaan biochar dapat memperbaiki kesuburan fisik tanah, antara lain struktur tanah, dan kualitas tanah dalam jangka panjang serta mengurangi efek dari kontaminasi akibat penggunaan bahan kimia tertentu. Serangkaian upaya implementasi biochar dalam budidaya tanaman pisang dimulai dari kegiatan pembuatan alat produksi biochar, pelatihan produksi biochar, pelatihan budidaya pisang berbasis biochar dan praktik langsung pada lahan pekarangan Tani Mulyo 1. Kegiatan ini menerapkan alat produksi biochar agar mitra penerima manfaat memiliki kompetensi dalam produksi biochar secara mandiri dari sekam padi serta dalam jangka panjang dapat menambah penghasilan petani melalui budidaya tanaman pisang di lahan pekarangan. Secara umum program yang dijalan sukses terlaksana atas kerjasama TIM Pengusul dengan mitra serta dukungan pengalaman dan kompetensi pengusul dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda dan linear.
Aplikasi Teknologi Tepat Guna Pendingin Kecap Untuk Meningkatkan Produktivitas Ukm Bumi Makmur Sejahtera Wonogiri Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Andriyanto, Solikin; Prasetyo, Ari; Septiyanto, Muhamad Dwi
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 1 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i1.1958

Abstract

Usaha kecil menengah Bumi Makmur Sejahtera (UKM-BMS) yang memproduksi kecap manis khas Wonogiri ini masih tergolong jarang, padahal potensi pasar cukup besar di Jawa Tengah. Program di UKM-BMS pada tahun 2020 berhasil meningkatkan kapasitas produksi dengan pengadaan tungku pemasak, mesin pengaduk, mesin pengemas (filling machine) dan raw material handling dan membuat proses produksi bisa lebih higienis. Tetapi konsistensi kualitas produk belum memuaskan karena proses penyaringan masih secara manual menggunakan kain dan memerlukan waktu lama serta kapasitas produksi belum maksimal karena belum ada proses pendinginan produk kecap hasil olahan dari tungku perebusan yang cepat sehingga tidak mengalami penguapan saat di dalam kemasan yang berakibat mudah timbulnya jamur karena adanya kandungan air di dalam kemasan. Proses pendinginan saat ini masih membutuhkan waktu 12 jam di dalam sebuah tabung terbuka, sehingga kecap hasil olahan rawan terkontaminasi dengan kotoran luar dan tidak bisa segera dipasarkan. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh pengabdi adalah berupa desain dan perancangan prototipe alat pendingin dan alat pengayak/penyaring produk olahan kecap dari tungku pemasak. Pendampingan dimulai dari instalasi alat, praktik langsung di lapangan serta pelatihan untuk perawatan alat. Untuk meningkatkan keamanan pangan dan keselamatan pekerja akan diselenggarakan pelatihan dan praktik tentang materi terkait. Produk yang akan dihasilkan dan diberikan ke mitra adalah alat pendingin dan alat penyaring. Juga akan dihasilkan publikasi dalam jurnal pengabdian masyarakat, berita media masa, dan draf paten pendingin dan penyaring kecap. Target akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah terinstalnya peralatan pendingin dan penyaring hasil olahan kecap di mitra sehingga kapasitas dan higienis produk kecap meningkat.
Analisis Dampak Aspek Sosial, Ekonomi Dan Lingkungan Dari Pengelolaan Bank Sampah Di Kota Madiun Widiyanti, Fetria; Astirin, Okid Parama; Gravitiani, Evi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.567-577

Abstract

Persoalan pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah daerah, namun dibutuhkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan bank sampah di Kota Madiun. Setiap pihak diketahui belum menjalankan perannya secara maksimal, yang berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan program Bank Sampah di Kota Madiun. Berdasarkan fenomena tersebut maka penelitian ini bertujuan menganalisis dampak serta pendorong dari faktor Sosial, Ekonomi dan Lingkungan dari program Bank Sampah Kota Madiun agar dapat diketahui strategi keberlanjutan dalam pengalolaannya. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan DPSIR. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa program Bank Sampah Kota Madiun masih kurang mendapat partisipasi secara menyeluruh dari tiap warga karena memiliki kendala waktu dan sosial. Masyarakat kurang memiliki motivasi dan pengatahuan pada aspek kewirausahaan, kebersihan/keindahan serta kesehatan dari meningkatnya pertumbuhan sampah. Pemerintah Kota Madiun berupaya memberikan dorongan kepada masyarakat terkait kepeduliannya untuk menjaga lingkungan secara meluas melalui program Bank Sampah Kota Madiun. Upaya yang dijalankan melalui perlombaan serta penghargaan tata ruang wilayah pada tingkat RT dan Kelurahan pada aspek kewirausahaan, kebersihan/keindahan serta kesehatan. Namun Program Bank Sampah masih memiliki kendala pada level nasabah yang kurang termotivasi untuk konsisten serta kendala pada level BSU terkait harga jual yang mengikuti harga beli dari tengkulak sehingga sering ditemukan penumpukan barang yang melebihi daya tampungnya sehingga terdapat resiko kerugian baik dari waktu dan keuangan karena selisih dari harga beli dan harga jual yang tidak dapat menutupi biaya operasionalnya. Pemerintah Kota Madiun perlu mengupayakan mengatasi masalah ini dengan mengkoordinasikan atau meregulasi sistem penjualan sampah anorganik khususnya yang bersumber dari program Bank Sampah Kota Madiun.
Pelatihan Digital Marketing pada UMKM Widodo Aksesoris Desa Modalan Kecamatan Banguntapan Bantul Raharjo, Suwanto; Nansi, Maria Regina; Rahayu, Suparni Setyowati; Astirin, Okid Parama
Journal of Dedicators Community Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v9i1.7475

Abstract

The rapid development of digitalization has become an encouragement for MSMEs to further develop their business performance in the era of the 4.0 revolution. This Community Service focuses on the use of digital marketing in an effort to stimulate economic activities in Widodo Accessories Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Through this Community Service activity, it is hoped that partners will know the application of digital marketing and how digital marketing can affect the performance of Widodo Accessories MSMEs so that they can provide benefits both theoretically and practically. Online marketing has an impact on the company's performance and efficiency which is getting better, as evidenced by the 12% increase in sales along with the improvement in financial ratios. The positive impact after the digital marketing was implemented was the increase in sales and profits which also had a positive effect on the welfare of MSMEs. From this Community Service activity, it can be concluded that digital marketing slowly but surely plays an important role in improving the performance of MSMEs so that Widodo Accessories MSMEs must make digital marketing a tool to increase sales and profits
Meningkatan Sarana Usaha Pengelolaan Sampah Plastik- Bank Sampah Sapujagad Kabupaten Magetan astirin, okid parama; Hadi, Syamsul; Suryanto, Suryanto; Amanto, Bambang Sigit; Nugraha, Setya
Journal of Dedicators Community Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v8i1.5512

Abstract

Waste both organic waste and inorganic waste is one of the threats and serious problems being faced in urban areas in Magetan. Milang Asri landfill (TPA) Magetan has experienced overload capacity conditions. The active role of the community in the form of Waste Bank and KSM (Community Self Help Group) in managing 3 R waste (Temporary waste disposal site) is needed to reduce the volume of waste piled up in Milangasri landfill. One alternative to solving the waste problem is to join the program of the Magetan "Sapu Jagad" Waste Bank, which was established in 2015. According to the Regulation of the Minister of Environment of the Republic of Indonesia Number 13 of 2012, a waste bank is a place for sorting and collecting waste that can be recycled and or reused to have economic value. The waste collected has been realized by the Sapu Jagad waste bank manager into various products of economic value: including bags, wallets, tables and chairs, crafts etc. Sapu Jagad Waste Bank also organizes education and training to convert waste into various products of economic value. Another activity is to campaign about the importance of the 3R principle (reuse, reduce, and recycle) both to the general public and to schools. Sapu Jagad Waste Bank plays an active role in waste processing, especially non-organic waste. The processed waste products from the Sapu Jagad waste bank have begun to be marketed online. The output of the activities that have been produced is that the waste bank has carried out the process of recording waste managed by the waste bank, waste bank funds and operational bookkeeping has been carried out using a simple program on the computer provided by the implementing team. The recording of sales of waste products into handicrafts and chairs and tables has improved. Production Process Aspects: The process of storing plastic water packaging and plastic packaging waste has been pressed using a plastic press machine that was also invested in the waste bank. The storage of plastic waste has become very space-efficient. Business Management Aspects: All aspects of business management, waste bank financial records, waste craft business records, canteen business, and waste bank training are still done manually. The expected output of the activity is a wider raw material storage and marketing process supported by adequate raw materials will be achieved. Mandatory output in the form of publication of the Journal of Community Service, mass media news published in online dailies and videos of activities uploaded on Youtube
Transformasi Penjualan Digital Produk Jamu dan Obat Tradisional pada UKM Jamu di Kabupaten Sukoharjo Artanti, Anif Nur; Prihapsara, Fea; Suryani, Esti; Rahmatul Kholiq, Muhammad Hatta; Astirin, Okid Parama; Rahayu, Endang Siti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.9033

Abstract

Dampak pandemi COVID-19 telah menurunkan pendapatan beberapa industri jamu di Kabupaten Sukoharjo. Industri jamu terkendala dalam proses produksi dan penjualan produknya. Cara pemasaran berubah, terutama saat diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM Darurat). Salah satu cara alternatif untuk meningkatkan kapasitas penjualan adalah melalui pemasaran digital online yang berfokus pada pemasaran digital melalui website yang digunakan sebagai e-commerce, media sosial, mesin pencari, dan membentuk tim reseller untuk menjual produknya. Di masa pandemi, industri jamu harus cepat beradaptasi seiring dengan PPKM Darurat, karena hal ini akan mengubah tren perilaku konsumen dalam membeli produk jamu. Salah satu industri jamu yang menjadi mitra proyek ini adalah Usaha Kecil Menengah (UKM) Ching Lung. Melalui transformasi digital ini dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh UKM Ching Lung saat ini. Selain itu, dengan meningkatkan kreativitas model penjualan produk, UKM dapat bertahan dengan melakukan diversifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan di masa pandemi COVID-19. Bekerjasama dengan UKM Jamu Ching Lung, dibuatlah website online yang dirancang dengan konsep toko online untuk meningkatkan penjualan jamu dan obat tradisional di Kabupaten Sukoharjo. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu UKM untuk memasarkan produknya agar dapat dikenal oleh masyarakat luas.
Produktivitas dan pemasaran Kopi LMDH Wana Asri, Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen Astirin, Okid Parama; Suryanto, Suryanto; Utomowati, Rahning; Nugraha, Setya; Hadi, Syamsul
Journal of Dedicators Community Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v9i2.7213

Abstract

Budidaya kopi di Desa Kebakalan dimulai pada tahun 2019 oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Wana Asri, Susun Polaman, Desa Kebakalan atas bantuan bibit dan lahan dari Perhutani. Budidaya dan pengolahan kopi tersebut masih belum maksimal misalnya dari aspek pemasaran yang masih dijual kepada tengkulak serta aspek produksi yang belum terstandarisasi dan menggunakan peralatan tradisional. Hal tersebut berdampak pada aspek penghasilkan petani LMDH Wana Asri yang tidak maksimal. Pada saat ini, kondisi pohon yang sudah panen sekitar 60% tanaman, sehingga petani masih melakukan pembelian kopi dari luar wilayahnya untuk memaksimalkan produksi. Biji kopi matang dipanen, disangrai dan digiling sehingga menjadi bubuk kopi yang siap konsumsi. Kualitas kopi yang rendah menurunkan penawaran harga beli kopi dari tengkulak. Tahun 2023, harga kopi gabah dijual dengan harga minimum Rp 20.000,- s/d Rp25.000,-. Akses ke pasar yang lebih luas menjadi kebutuhan untuk meningkatkan pendapatan petani. Teknologi tepat guna diberikan ke mitra adalah Penyangrai kopi dan Huller kopi. Dengan mesin pengupas kopi maka proses untuk mendapatkan kopi beras (green bean) menjadi lebih baik. Target kegiatan pengabdian ini diharapkan akan diperoleh luaran berupa teknologi tepat guna alat pendukung produksi kopi dan peningkatan penjualan secara online.
Rangkaian Kegiatan Implementasi Biochar Sebagai Media Tanam Budidaya Pisang Di Gentungan, Mojogedang, Karanganyar Rahayu, Muji; Septiyanto, Muhamad Dwi; Astirin, Okid Parama; Hadi, Syamsul; Prasetyo, Ari; Fauza, Gusti; Mawahyudi
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 1 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i1.1921

Abstract

Lahan pekarangan disekitar rumah memiliki potensi besar dalam membantu mencukupi beberapa kebutuhan pemiliknya seperti kebutuhan pangan dan penambah penghasilan. Contohnya adalah pemanfaatan sebagai lahan tanam sayuran atau buah-buahan. Potensi lahan pekarangan ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh Kelompok Tani Mulyo 1 Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Padahal banyak lahan yang dimilikinya memiliki potensi yang besar untuk budidaya buah-buahan seperti tanaman pisang untuk menambah penghasilan petani. Namun kendala yang dihadapi adalah kondisi tanah yang kurang subur untuk budidaya tanaman. Oleh karena itu TIM Pengabdian Universitas Sebelas Maret melalui hibah Dana PDTI 2024 yang menggandeng Mitra Tani Mulyo 1 dan Pemerintah Desa Gentungan melakukan upaya peningkatan kesuburan lahan dengan aplikasi biochar. Biochar merupakan arang hitam dari hasil pemanasan dan pembakaran dibawah kondisi tanpa oksigen. Berdasarkan beberapa literatur, penggunaan biochar dapat memperbaiki kesuburan fisik tanah, antara lain struktur tanah, dan kualitas tanah dalam jangka panjang serta mengurangi efek dari kontaminasi akibat penggunaan bahan kimia tertentu. Serangkaian upaya implementasi biochar dalam budidaya tanaman pisang dimulai dari kegiatan pembuatan alat produksi biochar, pelatihan produksi biochar, pelatihan budidaya pisang berbasis biochar dan praktik langsung pada lahan pekarangan Tani Mulyo 1. Kegiatan ini menerapkan alat produksi biochar agar mitra penerima manfaat memiliki kompetensi dalam produksi biochar secara mandiri dari sekam padi serta dalam jangka panjang dapat menambah penghasilan petani melalui budidaya tanaman pisang di lahan pekarangan. Secara umum program yang dijalan sukses terlaksana atas kerjasama TIM Pengusul dengan mitra serta dukungan pengalaman dan kompetensi pengusul dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda dan linear.