Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Tren Populasi Sapi dan Kerbau di Kabupaten Tanah Laut Purnama, Itang; Irma, Irma; Rohayati, Tati; Raisa, Daeva Mubarika
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.1021

Abstract

Populasi ternak ruminansia, khususnya sapi dan kerbau, memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan daging serta menjaga ketahanan pangan daerah. Perubahan dinamika populasi kedua komoditas ini di Kabupaten Tanah Laut perlu dianalisis secara komprehensif guna memberikan gambaran tren jangka Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren populasi sapi dan kerbau di Kabupaten Tanah Laut dengan menggunakan metode Compound Annual Growth Rate (CAGR). Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series periode 2020–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut, serta proyeksi populasi hingga tahun 2029. Variabel penelitian meliputi gross populasi dan net populasi sapi serta kerbau, yang dianalisis untuk mengetahui pola pertumbuhan jangka panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi sapi mengalami penurunan dengan nilai CAGR sebesar -2,36% per tahun, sedangkan populasi kerbau menunjukkan penurunan yang lebih tajam dengan nilai CAGR sebesar -21,26% per tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan populasi sapi masih memiliki peluang untuk dipertahankan melalui pengelolaan yang tepat, sedangkan populasi kerbau berada pada kondisi kritis dan memerlukan intervensi segera. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi pengelolaan spesifik, antara lain pengendalian pemotongan, peningkatan produktivitas reproduksi, perbaikan manajemen pakan, serta program konservasi plasma nutfah khusus untuk kerbau. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan peternakan berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.
The Effect Prediction of Planting Area Expansion Policy on Rice Production Sulaiman, Andi Amran; Setiyanto, Adi; Basit, Abdul; Sinuraya, Julia Forcina; Hermawan, Hari; Nida, Fajri Shoutun; Astari, Annisa Fauzia; Mardianto, Sudi; Bahrun, Abd Haris; Arsyad, Muhammad; Raisa, Daeva Mubarika
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v48i1.5029

Abstract

Ministry of Agriculture has established the Planting Area Expansion (called PAT) Program to increase rice production by expanding the harvest area. The study used a time-series analysis approach with the structured vector autoregressive (SVAR) method with monthly data for the period January 1993-March 2025. The results of the analysis show that rice production in 2025 is estimated to reach 58.43 million tons of milled dry grain, an increase of 5.29 million tons (9.95%) compared to production in 2024, as a contribution of the program to expand the planting area and land optimalization (known as OPLAH), irrigation development, pump and pipeline installation, new rice field cultivation of 1.62 million tons or 30.56 percent, worth IDR 12.58 trillion. Three main recommendations are as follows: (1) the performance of water pump and OPLAH assistance in 2024 should be ensured to proceed in 2025, and OPLAH as well as new rice field development in 2025 should be ensured to be fully realized, with some of the new rice fields already able to be planted with rice; (2) controlling the rate of rice field conversion to maintain the availability of rice cultivation land; and (3) optimizing farmer assistance by field agricultural extension workers.
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Nasution, Ade Rezkika; Masani, Sab’ul; Raisa, Daeva Mubarika; Shahab, Mohammad Alwi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1492

Abstract

Salah satu tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan penduduk adalah meningkatnya konsumsi dikarenakan tingginya pertumbuhan penduduk. Menurunnya luas lahan pertanian akibat alih fungsi lahan juga menjadi tantangan dalam tercapainya ketahanan pangan, khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat yang harus mengorbankan beberapa lahan pertaniannya untuk dijadikan hunian penduduk yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan sawah dan dampaknya terhadap ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa time series tahun 2014-2024. Metode penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis produksi padi yang hilang akibat alih fungsi lahan hingga ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, selanjutnya untuk menganalisis dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangannya digunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014 sampai dengan 2024, seluas 55,5 ribu ha lahan sawah di Provinsi Nusa Tenggara Barat beralih fungsi dan menyebabkan hilangnya produksi padi sebanyak 2,78 juta ton dengan rata-rata sebanyak 397,7 ribu ton setiap tahunnya. Selanjutnya untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangan penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai ketahanan pangan penduduk saat terjadi maupun tidak terjadi alih fungsi lahan.
Forecasting Red Cayenne Chili Prices to Maintain Inflation Stability in West Nusa Tenggara Masani, Sab'ul; Raisa, Daeva Mubarika; Suryaningrum, Dyah Ayu; Nasution, Ade Rezkika; Swarli, Yousf Bellin
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): VOLUME 05, NOMOR 02, DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i2.1027

Abstract

Inflation is a key challenge in economic management because it directly influences purchasing power, living costs, and price stability. In West Nusa Tenggara Province, red cayenne pepper is a volatile food commodity and a major contributor to regional inflation due to sharp price fluctuations and high consumption. This study aims to develop a price forecasting model for red cayenne pepper using the Triple Exponential Smoothing (Holt–Winters) method, which accounts for level, trend, and seasonal components to reflect dynamic price movements. The study uses monthly red cayenne pepper price data from January 2022 to June 2025 sourced from the National Food Agency. Descriptive analysis is applied to identify price characteristics and movement patterns, while inferential analysis is used to estimate the forecasting model. The smoothing parameters α, β, and γ are optimized using EViews and Microsoft Excel to determine the best model specification. The results show that the optimal parameters are α = 0.1, β = 0.3, and γ = 0.3. The model successfully captures seasonal price behavior and achieves a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 37.54% and a Root Mean Squared Error (RMSE) of 25,557.5, indicating acceptable forecasting performance for a volatile commodity. Forecasts for July 2025 to June 2026 indicate substantial price variability, with the lowest projected price occurring in October 2025 at IDR 58,862.32 per kilogram and the highest in March 2026 at IDR 145,004.93 per kilogram. Seasonal patterns reveal price declines during peak harvest periods and sharp increases during supply shortages.