Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Historia Pedagogia

Penanaman Nilai-Nilai Ketokohan Soekarno dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Kesatrian 1 Semarang Nikmah, Isma Nurfaizatin; Atmaja, Hamdan Tri
Historia Pedagogia Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v12i1.57227

Abstract

Penanaman nilai merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran sejarah. Melalui penanaman nilai, kita dapat membentuk kepribadian bangsa yang unggul dan berkarakter. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menggali peran guru dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Soekarno, mengingat memori siswa tentang kepemimpinan Soekarno, dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di SMA Kesatrian 1 Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Soekarno dapat dilihat dari segi pengetahuan yang disampaikan melalui ceramah dan penayangan video, nilai-nilai yang ditanamkan pada siswa, media yang digunakan, serta metode dan evaluasi pembelajaran. Salah satu memori siswa yang paling diingat tentang Soekarno adalah perannya sebagai proklamator. Namun, pada era liberal, siswa sulit mengingat kepemimpinan Soekarno, namun mereka mengingat tentang demokrasi terpimpin di mana Soekarno memiliki kekuasaan penuh. Nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari termasuk kepemimpinan yang tegas dan bijaksana, semangat nasionalisme yang ditunjukkan melalui partisipasi dalam upacara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sikap sosial yang tinggi seperti toleransi, menghargai pendapat orang lain, dan tidak egois. Saran bagi para guru adalah memberikan pengetahuan kepada siswa yang tidak hanya terfokus pada satu topik, melakukan evaluasi terhadap materi yang diajarkan, menyediakan fasilitas ruang sejarah di sekolah, dan mendorong siswa untuk meningkatkan literasi membaca materi sejarah. Kata kunci: penanaman nilai, ketokohan Soekarno, pembelajaran sejarah The cultivation of values is an important aspect of history education. By instilling values, it can contribute to shaping the nation's character and fostering superior individuality. The purpose of this writing is to explore the role of teachers in instilling the values of Soekarno's leadership, students' memory of Soekarno's leadership, and the implementation of these values in daily life at SMA Kesatrian 1 Semarang. The method used in this study is the qualitative descriptive method. The research findings indicate that the role of teachers in instilling the values of Soekarno's leadership can be seen through aspects such as knowledge conveyed through lectures and video presentations, the values instilled in students, the media used, and the teaching methods and evaluation. The most remembered memory of students about Soekarno is his role as the proclaimer of independence. However, in the liberal era, students cannot recall Soekarno's leadership, but they do remember the guided democracy period when Soekarno had full authority. The values that can be implemented in daily life include firm and wise leadership, nationalism manifested through participating in ceremonies, singing the Indonesian national anthem, and having a high sense of social spirit displayed through tolerance, respect for opinions, and lack of selfishness. Suggestions for teachers include providing students with knowledge that goes beyond a single topic, evaluating the taught material, schools providing historical spaces, and students enhancing their literacy in reading historical materials. Keywords: values cultivation, Soekarno’s leadership, history learning
Penanaman Nilai-Nilai Sejarah Lokal Kabupaten Kudus Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA NU Al Ma’ruf Kudus Rofiqoh, Anna; Atmaja, Hamdan Tri
Historia Pedagogia Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v12i2.56863

Abstract

Pemaparan sejarah lokal dapat menjembatani peserta didik dalam memahami peristiwa sejarah di masyarakat sekitar dan menunjang minat peserta didik terhadap pembelajaran sejarah. Tujuan dari penulisan ini adalah mendeskripsikan cara guru menanamkan nilai- nilai kesejarahan Kabupaten Kudus kepada siswa, mendeskripsikan memori siswa terhadap kesejarahan Kabupaten Kudus, dan menganalisis sejauh mana kesadaran sejarah siswa terhadap peninggalan-peninggalan sejarah Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian ini di SMA NU Al Ma’ruf Kudus. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa dalam menanamkan nilai-nilai sejarah lokal kabupaten Kudus, strategi awal yang dipakai guru adalah menarik minat siswa terlebih dahulu dan memberikan pengetahuan-pengetahuan meliputi tokoh penyebar agama Islam di Kudus, dakwah dan ajarannya, serta peninggalan kesejarahan di Kudus. Ingatan siswa terhadap kesejarahan lokal kabupaten Kudus identik dengan kesejarahan Islam. Siswa yang merupakan anak pondok pesantren lebih paham akan nilai toleransi dengan memahami makna larangan penyembelihan sapi sebagai ajaran yang berkembang di Kudus saat masuknya Islam, dan siswa lainnya cukup mengetahui tokoh penyebar agama Islam di Kudus dan cara dakwah setiap tokoh tersebut. Kata Kunci: Nilai Sejarah Lokal, Memori Siswa, Kesadaran Sejarah Exposure to local history can help students bridge their understanding of historical events in the surrounding community and foster their interest in learning history. The purpose of this paper is to describe how teachers instill historical values in Kudus Regency among students, delineate students' memories of the history of Kudus Regency, and analyze the extent of students' historical awareness regarding the historical heritage of Kudus Regency. This study employs a descriptive qualitative approach, with the research conducted at SMA NU Al Ma'ruf Kudus. The findings of this paper suggest that, in instilling local historical values in Kudus district, the initial strategy employed by teachers is to capture students' interest first and then provide knowledge, including information about key figures who spread Islam in Kudus, da'wah, teachings, and historical heritage in Kudus. Students' memory of the local history of Kudus district is closely associated with Islamic history. Children from Islamic boarding schools, in particular, have a better understanding of the value of tolerance, as they grasp the meaning behind the prohibition of slaughtering cows—a teaching that originated in Kudus when Islam entered the region. Other students are familiar with the figures who spread Islam in Kudus and the methods employed by each of these figures in their preaching. Keywords: Local history value, student memory, historical awareness
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Majid Achmad Rifai RC, Achmad Adhila Ayu Puruhita, Adhila Ayu Afiqoh, Novianan Afiqoh, Novianan Agitha Gaun Cakrapramesta Nasarani, Agitha Gaun Agus Yuwono Al Husna, Ika Maulida Al Husna, Ika Maulida Andani, Ferria Andani, Ferria Andy Suryadi Arafah, Siti Aricindy, Argitha Arsal, Thriwati Arsal, Triwathy Assidiq, Nissa Fazalina ba'in, ba'in Babul Bahrudin Bain Bain Cahyo Budi Utomo Candrawati, Melinda Candrawati, Melinda Dewi Liesnoor Setyowati Eko Handoyo Eko Sugiarto Endah Sri Hartatik Eva Banowati Faidin, Nahrul Fakhmi, Shinta Farha, Fina Nayla Farhatin, Duroh Frahasini, Frahasini Galih Cahya Pratama Gunawan Gunawan Hardiyanto, Fendy Dwi Ibnu Sodiq Ilham Aminuddin, Ilham Ilyasin, Ilyasin Indracahya, Roby Indracahya, Roby Irma Sofiasyari Itsna Oktaviyanti Jamhari Jamhari Joko Prasetyo Joko Sutarto Juhadi Juhadi Juhadi Khaerunnisa, Febrianan Khaerunnisa, Febrianan Khoirudin, Iman Khubaib, Abdurahman Khubaib, Abdurahman Krisnaningrum, Iva Kusumaningtyas, Nisa Lutfiana, Hilma Maman Rachman Manurung, Nadya Tridrisna Martini Martini Masrukhi Masrukhi Merdiana, Arie Dwita Mewangi, Adila Bunga Moh. Solehatul Mustofa Muhammad Khafid Nikmah, Isma Nurfaizatin Noviani Achmad Putri Nugroho Trisnu Brata Oktari, Senny Widia Oktav N, Saka Mahardika Pratiwi, Lanjar Priyanto, Agustinus Sugeng Puji Hardati PUJI LESTARI Purwadi Suhandini Puteri, Gitsha Savera Putri Agus Wijayati Putritama, Adella Dianprila Putro, Yahya Ariyanto Putro, Yahya Ariyanto Radityo, Sri Radityo, Sri Raharja, Hawwin Fitra Rambe, Niken Fifriani Raras Gistha Rosardi Rini, Bekti Sulistya Riskiyanto, Riskiyanto Rofiqoh, Anna Romadona, Wina S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Safitri, Sindi Samsudi . Sanjoto, Tjaturrahono Budi Septiani, Endah Setiawan, Aditya Fajar Shokheh, Muhammad Siti Nurjanah Sri Sumartiningsih Subagyo Subagyo Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Suharso, R. Suharso, R. Sunarjan, YYFR Sunarjan, YYFR Susianti, Oni Marliana Suwito Eko Pramono Suyahmo Suyahmo Syaiful Amin Thriwaty Arsal Tri Marhaeni Pudji Astuti Tsabit Azinar Ahmad Ufi Saraswati, Ufi Ummah, Ima Saadatul Wasino Wasino Zulianto, Anjik Zulianto, Anjik