Claim Missing Document
Check
Articles

STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI PERAIRAN KABUPATEN LOMBOK UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Muhammad Junaidi; Nurliah Nurliah; Fariq Azhar
Jurnal Biologi Tropis Vol. 18 No. 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.106 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.800

Abstract

ABSTRAKMengingat peranan zooplankton dalam ekosistem perairan sangat penting, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis struktur komunitas zooplankton yang meliputi jenis, kelimpahan, dan indek ekologi, dan  kaitan  distribusi zooplankton dan kualitas perairan di Perairan Kabupaten Lombok Utara. Pengumpulan data dirancang dengan sistem informasi geografis (SIG) pada 23 stasiun pengamatan yang ditentukan dengan teknik acak sederhana.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan kelimpahan zooplankton yang ditemukan di Perairan Kabupaten Lombok Utara cukup bervariasi dengan jumlah genus  sebanyak 9 yang terbagi  dari  5 kelas.  Berdasarkan perhitungan indeks ekologi menunjukkan bahwa struktur  komunitas zooplankton dalam kategori perairan yang kurang stabil. Kelimpahan dan indeks ekologi zooplankton  dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (fisik-kimia) perairan antara lain  kecerahan, pH dan oksigen terlarut. Kata kunci : zooplankton,  struktur komunitas, kualitas perairan, kelimpahanABSTRACTConsidering that the role of zooplankton in aquatic ecosystems is very  important, research is carried out with the aim of analyzing zooplankton community structure which includes the type, abundance, and ecological index, and the relation of zooplankton distribution and water quality in North Lombok Regency Waters. Data collection was designed with a geographical information system (GIS) on 23 observation stations that were determined by simple random techniques. he results of this study indicate that the type and abundance of zooplankton found in the waters of North Lombok Regency are quite varied with the number of genus as many as 9 which are divided into 5 classes. Based on the calculation of the ecological index shows that the zooplankton community structure is in the category of less stable waters. The abundance and ecological index of zooplankton is influenced by the environmental (physical-chemical) conditions of the waters including brightness, pH and dissolved oxygen. Keywords: zooplankton, community structure, water quality, abundance 
PELATIHAN PENANGANAN STREPTOCOCCUSIS PADA IKAN NILA (OREOCHROMUS NILOTICUS) MENGGUNAKAN PAKAN FERMENTASI DI DESA GONTORAN LINGSAR Fariq Azhar; Dyke Gita Wirasisya
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i2.240

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ikan ini memiliki tingkat ekonomis yang cukup tinggi dan disukai konsumen. Selain itu, ikan ini mudah untuk dipelihara dan pertumbuhannya relatif lebih cepat. Upaya untuk meningkatkan produksi budidaya ikan ini masih terkendala dengan adanya serangan penyakit Streptococcosis terutama oleh bakteri Streptococcus agalactiae yang merupakan penyakit pada ikan nila yang biasa dihadapi oleh pembudidaya dan dapat menyebabkan kematian yang massal pada ikan budidaya. Untuk mengatasi penyakit bakterial biasanya digunakan antibiotik, namun pemberian antibiotik secara terus menerus dapat mengakibatkan terjadinya resistensi bakteri terhadap jenis antibiotik tersebut. Selain itu, efek samping pemberian antibiotik dapat meninggalkan residu yang nantinya akan membahayakan manusia dan lingkungan. Alternative yang dapat digunakan untuk mengatasi resistensi antibiotik adalah dengan memanfaatkan bahan alami dengan menggunakan pakan fermentasi. Penggunaan pakan fermentasi pada ikan diharapkan membantu meningkatkan sistem imun dari ikan tersebut. Penggunaan pakan fermentasi jauh lebih ramah lingkungan, lebih ekonomis, dan tidak terpapar residu yang berbahaya. Manfaat penyuluhan ini diharapkan akan mampu mendorong masyarakat untuk dapat menangani dan mencegah penyebaran penyakit pada ikan nila dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pembuatan pakan fermentasi ikan yang dapat meningkatkan sistem imun ikan, sebagai alternative pengganti antibiotik Sehingga dapat membantu pembudidaya untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan keuntungan dalam produksinya.
Penyuluhan Budidaya Udang Vanamei dalam Kolam Terpal di Desa Kuranji, Lombok Barat Dewi Nur'aini Setyowati; Salnida Yuniarti Lumbessy; Dewi Putri Lestari; Fariq Azhar; Alis Mukhlis
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.623 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2217

Abstract

Udang vanamei adalah satu satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis, bahkan hingga skala ekspor. Desa Kuranji merupakan desa yang berbatasan dengan pantai. Posisi tersebut memberi peluang untuk dilakukan budidaya udang vanamei karena memudahkan dalam pengambilan air laut sebagai media pemeliharaan udang vanameiBudidaya dengan menggunakan kolam terpal memiliki beberapa keunungan antara lain irit biaya. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan budidaya udang vanamei di kolam terpal pada masayarakat Desa Kuranji perlu untuk dilakukan. Metode penyuluhan meliputi sosialisasi dan perijinan kegiatan, pelaksanaan penyuluhan dan pemantauan. Hasil pengabdian menunjukkan antusias masyarakat untuk mengimpelemantasikan budidaya udang vanamei di kolam terpal.
Response of Neem Leaves Azadirchta indica Extract Immune System of (Oreochromis niloticus) Lutfi Hamzan Wari; Ayu Adhita Damayanti; Fariq Azhar
Journal of Aquaculture Science Vol 5 No 1 (2020): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.307 KB) | DOI: 10.31093/joas.v5i1.83

Abstract

Tilapia (Oreochromis niloticus) is a species of freshwater fish that is widely cultivated in areas that have a large quantity of fresh water. In the cultivation of tilapia fish are often infected by fish diseases which not infrequently thwart the growth and survival of fish resulting in death of fish that are cultivated (crop failure). This study aims to analyze the response of giving neem leaf extract (Azadiracta indicida) to the immune system and growth of tilapia. The fish were given neem leaf extract which was added to the feed for 45 days in 54cm x 37cm x 29cm containers each with 10 heads / container with a volume of 20 liters. The study was conducted in 5 treatments, control + (commercial feed and infected by Aeromonas hydrophila 106 cfu / ml as much as 0.1 ml / head), control - (commercial feed of bacterial infection), P1 (feed mixed with 0.5% extra neem leaves and infected with bacteria ), P2 (1% extracted and infected), P3 (2% extracted and infected). The results showed that administration of neem leaf extract at a dose of 1% was able to maintain SR by 100%, increasing the number of erythrocyte tilapia by 15.0 í— 105 cells / ml and leukocytes by 15.0 í— 104 cells / ml and hemoglobin by 6.0 % of the total blood cells contained in P4 that play a role in the immune system of tilapia. Based on the results of this study, neem leaf extract can be used in tilapia aquaculture as an immunostimulant because it can improve survival, red blood cells, white blood cells and hemoglobin.Keyword : Extract neem leaves, Aeromonas hydrophila, Tilapia, Feed.
Pengaruh Penambahan Serbuk Daun Pepaya pada Pakan untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ikan Lele Muhammad Bangun Mubaraq; Muhammad Marzuki; Fariq Azhar
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 2 (2021): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i2.141

Abstract

Daun pepaya merupakan bahan alami yang sering dimanfaatkan dibidang perikanan air tawar khususnya sebagai pakan tambahan, karena memiliki kandungan enzim yang dibutuhkan oleh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serbuk daun pepaya pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Pakan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pakan komersil dengan kandungan protein 30% yang ditambahkan serbuk daun pepaya. Serbuk daun pepaya didapatkan dari daun pepaya yang dikeringkan terlebih dahulu sampai benar-benar kering. Setelah kering daun pepaya dihaluskan dengan menggunakan blender. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan 1 (P1) sebagai kontrol (tanpa pemberian serbuk daun pepaya), P2 (pakan dengan serbuk daun pepaya 2 %), P3 (Pakan dengan serbuk daun pepaya 3,5 %), P4 (pakan dengan serbuk daun pepaya 4,2 %). Parameter pertumbuhan merupakan parameter utama yang diamati pada penelitian ini. Analisis data menggunakan ANOVA untuk meliihat perbedaan pengaruh dari masing masing perlakuan dengan selang kepercayaan 95% (p>0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan serbuk daun pepaya memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan panjang dan berat (p>0.05), dimana perlakuan terbaik terdapat pada P3 dengan pertumbuahan panjang sebesar 2,69 g dan 3,51 cm, berat dan panjang spesifik 3,89 g dan 5,89 cm, serta FCR 0,517.Kata kunci: pertumbuhan, serbuk, daun papaya
The Effect of Adding Thyroxine Hormone (T4) to Commercial Feed on The Growth Profile of Pompano (Trachinotus blochii, Lacapede) Indarwati, Indarwati; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Azhar, Fariq
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 7 No. 2 (2024): VOLUME 7, NOMOR 2, JUNE 2024
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/torani.v7i2.28385

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of adding commercial feed with various concentrations of the hormone thyroxine (T4) on the growth profile of star pomfret (T. Blochii, Lacapede).  This research was conducted for 50 days at BPBL Sekotong.  The method used is an experimental method with a completely randomized design (CRD) which includes 4 treatment levels and 3 replications.  consisting of: P1: control (without thyroxine hormone), P2: thyroxine hormone 1 mg/kg feed, P3: thyroxine hormone 1.5 mg/kg feed, P4: thyroxine hormone 2 mg/kg feed.  Parameters measured were absolute weight, absolute length, specific growth rate (SGR), feed efficiency (EP), feed conversion ratio (FCR), survival (SR) and water quality.  Data were analyzed using variance (ANNOVA) and continued with Duncan's test.  The addition of the concentration of thyroxone hormone (T4) in commercial feed can affect the growth of star pomfret but does not affect the value of feed utilization efficiency (EPP), feed conversion (FCR) and survival (SR).  The addition of the concentration of thyroxine hormone (T4) 2 mg/kg in commercial feed is the best treatment in star pomfret culture, because it can provide an absolute weight of 7.69 g, an absolute length of 3.50 cm, and a specific growth rate of 2.28%/day.
JURNAL PERIKANAN Fariq Azhar
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JURNAL PERIKANAN
Cover Jurnal Perikanan Vol 13 no 3 Fariq Azhar
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVER EDITORIAL BOARD DAFTAR ISI
PELATIHAN BUDIDAYA NILA KOLAM TERPAL DI DESA GRIMAK, LOMBOK BARAT UNTUK MENCEGAH STUNTING Muahiddah, Nuri; Azhar, Fariq; Affandi, Rangga Idris; Diniariwisan, Damai; Diamahesa, Wastu Ayu
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah stunting masih menjadi tantangan serius di Desa Grimak Indah, Lombok Barat, dengan prevalensi yang cukup tinggi di kalangan anak-anak. Upaya pencegahan stunting melalui peningkatan asupan gizi sangat diperlukan, salah satunya melalui pemanfaatan sumber protein yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan budidaya ikan nila dengan menggunakan kolam terpal sebagai solusi praktis dan ekonomis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan asupan protein di desa tersebut. Kegiatan pelatihan meliputi berbagai aspek teknis budidaya ikan nila, seperti persiapan dan pembuatan kolam terpal, pemilihan bibit unggul, teknik pemberian pakan, serta pengelolaan kualitas air dan kesehatan ikan. Selain itu, program ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani dalam pencegahan stunting, serta bagaimana memanfaatkan hasil budidaya secara optimal. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Grimak Indah dalam budidaya ikan nila, sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga dan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut. Keberhasilan program ini diukur melalui peningkatan jumlah kolam terpal yang dibangun dan produksi ikan nila yang stabil, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan gizi yang seimbang.
Growth of Sea Grapes (Caulerpa lentillifera) in Laboratory-Scale Cultivation With Urea As A Single Nitrogen Nutrient Eviana, Maulani; Mukhlis, Alis; Azhar, Fariq
Journal of Fish Health Vol. 4 No. 4 (2024): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v4i4.5956

Abstract

Sea grape (Caulerpa lentillifera) is a strategic green macroalgae with significant potential in aquaculture and functional food industries. However, its cultivation remains constrained by limited production techniques. This study investigated the influence of nitrogen concentration on C. lentillifera growth in a laboratory-scale cultivation system. A completely randomized experimental design was implemented with four treatments: a control group (0 ppm) and nitrogen supplementation levels of 5, 10, and 15 ppm, each replicated thrice over 21 days. Results demonstrated a significant positive correlation between nitrogen concentration and growth parameters. The 15 ppm nitrogen treatment exhibited the highest absolute growth (3.37 g), relative growth rate (13.50%), and specific growth rate (1.82% per day). Interestingly, no statistically significant difference was observed between 10 and 15 ppm treatments, suggesting a potential nitrogen uptake saturation point. Water quality parameters remained stable throughout the experiment, with temperature ranging from 28-30°C, salinity at 33-34 ppt, dissolved oxygen between 5.9-6.7 ppm, and pH maintained at 7.5-7.8. The study provides crucial insights into nitrogen's role in C. lentillifera cultivation, offering a scientific foundation for developing more efficient and sustainable macroalgae production strategies in aquaculture and functional food industries.