Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INSTALASI AKUAPONIK MENGGUNAKAN MODEL NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE) DI DESA GONTORAN KECAMATAN LINGSAR, LOMBOK BARAT Setyowati, Dewi Nur'aeni; Azhar, Fariq; Mukhlis, Alis; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Setyowati, Dewi Nur’aeni; Lestari, Dewi Putri
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i1.44

Abstract

Desa Gontoran Kecamatan Lingsar merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lombok Barat yang termasuk daerah dengan mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah petani dan pembudidaya. Selain faktor ketersediaan air yang melimpah, lahan pertanian dan pekarangan rumah warga juga cukup luas sehingga banyak dimanfaatkan untuk pembuatan kolam dalam usaha budidaya ikan, salah satunya adalah kegiatan budidaya perikanan yang dilakukan oleh kelompok usaha Milenial Jaya. Namun harga pasaran ikan masih diangka rata-rata sedangkan biaya produksi cukup besar sehingga kegiatan budidaya masih belum bisa mensejahterakan kehidupan masyarakat sekitar. Dengan demikian perlu adanya alternatif cara untuk mengembangkan usaha masyarakat mitra melalui pengembangan usaha berkebun dengan teknologi instalasi akuaponik model NFT (Nutrient Film Technique) di pekarangan rumah. Penyuluhan yang dilakukan di Desa Gontoran Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat ini dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dengan menyampaikan informasi kepada pembudidaya terkait instalasi akuaponik. Hasil dari kegiatan ini cukup baik yaitu dengan meningkatnya pendapatan para pembudidaya, terbukanya wawasan serta keterampilan para pembudidaya terkait kegiatan budidaya berkelanjutan dan manajemen usaha yang tepat. Kata Kunci: budidaya, akuaponik, Nutrient Film Technique
PENYULUHAN PENGGUNAAN DAUN KETAPANG (Terminalia cattapa) UNTUK PENANGGULANGAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA IKAN KERAPU DI DESA BATU NAMPAR, KECAMATAN JEROWARU, LOMBOK TIMUR Setyowati, Dewi Nur'aeni; Setyowati, Dewi Nur’aeni; Diniarti, Nanda; Lestari, Dewi Putri; Rahman, Ibadur; Azhar, Fariq
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i2.131

Abstract

Pohon ketapang (Terminalia cattapa) merupakan pohon yang mudah ditemui di Indonesia. Pohon tersebut biasa digunakan sebagai tanaman pelindung. Selain sebagai pelindung, daun ketapang dapat digunakan untuk untuk menanggulangi penyakit pada ikan. Penduduk Desa Batunamapar, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur telah aktif melakukan budidaya kerapu di Keramba Jaring Apung. Permasalahan dalam budidaya kerapu adalah serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian ikan dan menurunkan produksi ikan budidaya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan pengetahuan tentang penggunaan daun ketapang untuk menanggulangi penyakit pada ikan kerapu serta menerapkan teknologi yang tepat guna dan efisien dalam penaggulangan penyakit ikan kerapu di Desa Batunampar, Lombok Timur. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2016 di Aula Kantor Desa Batu Nampar Selatan, Lombok Timur. Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh 23 peserta yang terdiri dari pembudidaya kerapu dan aparat desa. Peserta terlihat antusias dalam mendengarkan dan berdiskusi dalam pengabdian. Rekomendasi untuk kegiatan ke depan adalah perlu dilakukan optimasi perendaman dengan ekstrak ketapang dalam waktu hanya beberapa jam
DEMPLOT BUDIDAYA LOBSTER (PANULIRUS HOMARUS) SITEM KERAMBA JARING APUNG DENGAN PAKAN SUPLEMENTASI SPIRULINA PLATENSIS DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Junaidi, Muhammad; Setyono, Bagus Dwi Hari; Azhar, Fariq
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i2.134

Abstract

Demplot budidaya dengan pakan suplementasi sprirulina plaensis dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster yang dipeliharan keramba jaring apung. Metode pelaksanaan pengabdian ni adalah metode transfer teknologi, dengan langkah-langkah yang telah disepakati bersama antara lain sosialisasi kegiatan, demonstrasi plot (demplot) budidaya lobster dalam keramba jaring apung dan pendampingan. Hasil kegiatan ini memberikan nilai posisif bagi masyarakat sasaran dan dapat meningkatkan performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster dengan pertumbuhan berat berkisar antara 387,06 – 424,21 %, laju pertumbuhan spesifik erkisar antara 3,12 – 3,36 %/hari dan kelangsungan hidup berkisar antara 93,33 – 100,00 %. Diharapkan dengan selesainya kegiatan pelaksanaan pengabdian ini keberlanjutan program terus dilakukan bahkan diperluas, sehingga tujuan dan manfaat program dapat tercapai dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan pendapatan masyarakat
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MESIN PAKAN IKAN OTOMATIS (FISH AUTO FEEDER) DENGAN SISTEM TIMER LISTRIK Setyowati, Dewi Nur'aeni; Azhar, Fariq; Mukhlis, Alis; Setyowati, Dewi Nur’aeni; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Lestari, Dewi Putri
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.444

Abstract

Permaslahan yang ditemui pada mitra usaha Milenial Jaya pada kegiatan penyuluhan ini adalah dalam pemberian pakan, para pembudidaya masih menebar pakan secara manual dan tidak tidak berpatokan pada waktu makan dan laju pengosongan lambung ikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkenalkan mesin pakan ikan otomatis yang dapat membantu memudahkan para pembudidaya dalam memberikan pakan pada ikan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dengan menyampaikan informasi kepada pembudidaya terkait teknologi mesin pakan ikan otomatis (Fish Auto Feeder) dengan sistem timer listrik dan demonstrasi pengoprasian teknologi mesin pakan ikan otomatis. Hasil dari kegiatan pengabdian ini cukup baik yakni masyarakat cukup antusias dan tertarik dengan kegiatan penyuluhan yang dilakukan, hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan bertanya terkait mesin pakan yang didemonstrasikan. Dari kegiatan penyuluhan dapat membantu pembudidaya dalam memanajemen pemberian pakan secara efektif menggunakan teknologi modern yang dapat memperbaiki dan meningkatkan mutu kualitas produk budidaya mitra usaha Milenial Jaya di Desa Gontoran Kecamatan Lingsar.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG VANAMEI DI DESA KURANJI DALANG, LOMBOK BARAT Setyowati, Dewi Nur’aeni; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Lestari, Dewi Putri; Azhar, Fariq; Wilisetyadi, Lalu Wahyu
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v2i1.634

Abstract

Udang vanamei merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Desa Kuranji Dalang merupakan salah satu desa yang berada di tepi Pantai Kuranji dengan penghasilan masyarakat didapatkan antara lain dari pertanian dan penangkapan ikan. Saat gelombang tinggi, maka aktivitas penangkapan ikan menjadi terhenti. Hal tersebut dapat berimbas pada berkurangnya pendapatan masyarakat. Penerapan kegiatan buddiaya udang vanamei di Desa Kuranji Dalang perlu dilakukan. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk mengimplementasikan teknologi Budidaya udang vanamei di masyarakat Desa Kuranji Dalang, Lombok Barat. Manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat menerapkan budidaya udang vanamei dan ke depan dapat menjadi salah satu pendapatan masyarakat Desa Kuranji Dalang. Metode pengabdian adalah dengan memberikan pelatihan dengan demplot budidaya udang vanamei di Desa Kurani Dalang serta pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan msayarakat terkait budidaya udang vanamei meningkat serta dapat menerapkan budidaya udang vanamei dengan didampingi oleh tim pengabdian. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah implementasi teknologi budidaya udang vanamei dapat diterapkan dengan baik di masyarakat Desa Kuranji Dalang.
Effectiveness of Bdellovibrio Against the Immune System of White Shrimp (Litopenaues vannamei) Infeksion with Vibrio harveyi Bacteria I Wayan Rainbow; Azhar, Fariq; Scabra, Andre Rachmat
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 5 No 1 (2025): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v5i1.6081

Abstract

White shrimp (Litopenaeus vannamei) is an aquatic biota that is included in the leading commodity of aquaculture. The Vibrio harveyi bacteria can cause up to 80% death in white shrimp. The predatory Bdellovibrio is highly regarded as an alternative source of antibiotics and has been reported to have the potential to control shrimp pathogens such as Vibrio chalerae and Vibrio parahaemolyticus. The aim of this study was to analyze the effect of giving Bdellovibrio on the immune system of vaname shrimp infected with Vibrio harveyi bacteria. This research is experimental using a completely randomized design (CRD), which consists of 5 treatments and 3 replications. This study was experimental using a completely randomized design (CRD), which consisted of 5 treatments and 3 replications. Treatments in the study included P1 (+)(Not given Bdellovibrio and tested with Vibrio harveyi), P2 (-) (Not given Bdellovibrio and tested with NaCL), P3 (Given 30 ppm Bdellovibrio and tested with Vibrio harveyi), P4 (Given Bdellovibrio 50 ppm and tested with Vibrio harveyi), and P5 (Given Bdellovibrio 70 ppm and tested with Vibrio harveyi). In this study, the best treatment value was obtained, namely P5 treatment, the THC value was 16.94 x 106 cells/ml, the DHC value in hyaline cells was 59.33%, the granular cells were 24%, the semi-granular cells were 16.67%, the AF value 64.82%, TBC value 5.98 x 108 CFU/ml, TVC value 1.43 x 107 CFU/ml, FCR value 1.23, specific length growth rate 19.4%/day, specific weight growth rate 9 .96%/day, the absolute length value is 8.73 cm, the absolute weight is 61 grams and the SR value is 77.78%. From this research, it was concluded that administration of Bdellovibrio in the rearing media at different doses was able to improve the immune system and survival of White shrimp tested with Vibrio harveyi bacteria
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KAWISTA (Limonia acidissima) TERHADAP SISTEM IMUN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIINJEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Febriana, Nurlita; Azhar, Fariq; Abidin, Zaenal; Setyowati, Dewi Nur’aeni
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 4 No 4 (2024): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v4i4.6139

Abstract

ABSTRACT Tilapia (Oreochromis niloticus) is a freshwater commodity that has high prospects in the fisheries sector. A. hydrophila bacteria is a pathogenic bacteria that can cause death, often found in freshwater fish. The kawista plant contains alkaloids, tannins, flavonoids, steroids and polyphenols. The objective of the study was to determine the effectiveness of kawista leaf extract Limonia acidissima) against the immune system of tilapia (Oreochromis niloticus) injected with A. hydrophila bacteria. This study was experimental using a completely randomized design (RAL) method consisting of 5 treatments with 3 replications namely K- (Not given kawista leaf extract and injected with 0.9% NaCl), K+ (Not given kawista leaf extract and injected with A. Hydrophila bacteria ), P1 (Addition of kawista leaf extract to feed with a dose of 0.5% and injection of A. hydrophila bacteria, P2 (Addition of kawista leaf extract to feed with a dose of 1% and injection of A. Hydrophila bacteria), P3 (Addition of kawista leaf extract to feed with dose of 2% and injection of A. Hydrophila bacteria).The results showed that giving kawista leaf extract with different doses affected the immune system in tilapia and fish survival.In this study the best treatment was obtained in treatment 2 with a total erythrocyte value of 1.92 x106 cell/mm3, total leukocytes 2.58x104 cell/mm3, differential leukocytes are divided into 4 parts, namely lymphocytes 66.7%, monocytes 5.33%, neutrophils 21.7%, and platelets 6.33%, hemoglobin 6.6%, hematocrit 17.33%, phagocytosis activity 69.93%, and a Total Bacteria Count (TBC) of OD620 3.53 and a survival rate of 68%. The conclusion was obtained that the use of kawista leaf extract at a dose of 1% in feed could improve the immune system of tilapia injected with A. hydrophila bacteria.
Efektivitas Ekstrak Daun Komak (Lablab purpureus) Terhadap Sistem Imun Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Diinjeksi Bakteri Aeromonas hydrophila Rabi’atussamiah; Azhar, Fariq; Abidin, Zaenal; setyowati, Dewi Nur’aeni
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 4 No 4 (2024): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v4i4.6140

Abstract

This study aims to determine the effect of comma leaf extract on the immune system of tilapia injected with A. hydrophila bacteria. This research was conducted for 60 days at the Fish Production and Reproduction Laboratory and Aquaculture Fish Health Laboratory, Aquaculture Study Program, Department of Fisheries and Marine Sciences, Faculty of Agriculture, University of Mataram. The method used was a completely randomized design (CRD) experiment with five treatments and three replications, namely where K- was not given comma leaf extract and was injected with 0.9% NaCl, K+ was not given comma leaf extract and was injected with A. Hydrophila bacteria, P1 (0.5%) extract comma leaf and injected with A. hydrophila bacteria, P2 (1%) of komak leaf extract and injected with A. hydophila bacteria, P3 (2%) of komak leaf extract and injected with A. hydrophila bacteria. The observed parameters were total erythrocytes, total leukocytes, hemoglobin, hematocrit, differential leukocytes, phagocytosis activity, total bacteria and survival (SR). The results showed that the average value of total erythrocytes was 1.22-1.82 x106 cells/mm3, total leukocytes were 2.08-2.8 x104 cells/mm3, hemoglobin was 3.4-5.5%, hematocrit was 14.1-17.3%, differential leukocytes consisted of 4 types of cells, namely lymphocytes. , monocytes, neutrophils and platelets. Lymphocytes 60.7-72.3%, monocytes 4.3-7.3%, neutrophils 17-24.3%, and platelets 6.3-7.7%, phagocytosis activity 44.8-66.3%, total bacteria (TB) OD620 3.39-3.84, survival (SR) 46.7-66.7 %. The addition of 2% of comma leaf extract to the feed can improve the immune system of tilapia injected with A. hydrophila bacteria
Growth of Sea Grapes (Caulerpa lentillifera) in Laboratory-Scale Cultivation With Urea As A Single Nitrogen Nutrient Eviana, Maulani; Mukhlis, Alis; Azhar, Fariq
Journal of Fish Health Vol. 4 No. 4 (2024): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v4i4.5956

Abstract

Sea grape (Caulerpa lentillifera) is a strategic green macroalgae with significant potential in aquaculture and functional food industries. However, its cultivation remains constrained by limited production techniques. This study investigated the influence of nitrogen concentration on C. lentillifera growth in a laboratory-scale cultivation system. A completely randomized experimental design was implemented with four treatments: a control group (0 ppm) and nitrogen supplementation levels of 5, 10, and 15 ppm, each replicated thrice over 21 days. Results demonstrated a significant positive correlation between nitrogen concentration and growth parameters. The 15 ppm nitrogen treatment exhibited the highest absolute growth (3.37 g), relative growth rate (13.50%), and specific growth rate (1.82% per day). Interestingly, no statistically significant difference was observed between 10 and 15 ppm treatments, suggesting a potential nitrogen uptake saturation point. Water quality parameters remained stable throughout the experiment, with temperature ranging from 28-30°C, salinity at 33-34 ppt, dissolved oxygen between 5.9-6.7 ppm, and pH maintained at 7.5-7.8. The study provides crucial insights into nitrogen's role in C. lentillifera cultivation, offering a scientific foundation for developing more efficient and sustainable macroalgae production strategies in aquaculture and functional food industries.
Efficiency of Using Kappa-Carrageenan as an Immunostimulant Agent in the Non-Specific Immune System of Vannamei (Litopenaeus vannamei) Infected with AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease) Azhar, Fariq; Scabra, Andre Rachmat; Muahiddah, Nuri; Affandi, Rangga Idris
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i1.6358

Abstract

Vibrio parahaemolyticus is one of the bacteria that can attack whiteleg shrimp and cause Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) or Early Mortality Syndrome (EMS) in shrimp. One alternative that can be used is the use of seaweed-based immunostimulants, namely k-carrageenan. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of k-carrageenan mixed in feed with different doses on increasing the immune system of whiteleg shrimp infected with AHPND. This study was conducted for 60 days with an experimental method in the form of a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications, namely, P1 (Positive Control): Commercial Feed + Vibrio parahaemolyticus Infection; P2 (Negative Control): Commercial Feed + 0.9% NaCl Infection; P3: Commercial Feed + Kappa-carrageenan 8 g / kg + Vibrio parahaemolyticus Infection; P4: Commercial Feed + Kappa-carrageenan 10 g/kg + Vibrio parahaemolyticus Infection; P5: Commercial Feed + Kappa-carrageenan 12 g/kg + Vibrio parahaemolyticus Infection. The results of this study indicate that the addition of 12 g/kg of k-carrageenan to the feed affects the survival rate and immune system of whiteleg shrimp infected with Vibrio parahaemolyticus.