p-Index From 2021 - 2026
10.008
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pedagogi : Jurnal Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Basicedu AT-TA`DIB International Journal of Community Service Learning Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) PrimaryEdu - Journal of Primary Education Jurnal PGSD Holistika : Jurnal Ilmiah PGSD Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Educatio FKIP UNMA Attadib: Journal of Elementary Education MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah utile: Jurnal Kependidikan Jurnal Perseda : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Pedagogika : Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Jurnal Pendidikan PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education IJORER : International Journal of Recent Educational Research Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Jurnal Pengabdian Masyarakat PGSD Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar (JPPSD) Jurnal Cakrawala Pendas Pedagogik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Basicedu Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan reward and consequence dalam meningkatkan kedisiplinan siswa pada kegiatan pembelajaran IPAS di SD Nenen Wilasari; Arsyi Rizqia Amalia; Dyah Lyesmaya
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.22562

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya aktifitas pembelajaran di kelas yang terlihat belum tertib dan kondusif dan berimplikasi terhadap rendahnya tingkat disiplin siswa, yang mengakibatkan pada hasil belajar IPAS siswa juga rendah, kemudian kurangnya partisipasi siswa terhadap proses belajar sehingga kelas menjadi pasif, keadaan tersebut menyebabkan pembelajaran di kelas kurang efektif dan efisien. Penelitian tindakan kelas, salah satu metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data pun dilakukan pada sata proses pembelajaran di kelas. Siswa kelas 4 SDN 2 Bojongkalong yang berjumlah 25 siswa yang menjadi subjek pada penelitian ini. penelitian terdiri dari dua siklus masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan metode reward and consequence dapat meningkatkan kedisiplinan siswa serta hasil belajar IPAS siswa kelas 4 SD Negeri 2 Bojongkalong. Hasil penelitian ini yaitu adanya peningkatan terhadap persentase ketuntasan belajar siswa setelah adanya perbaikan. Pada kegiatan pra siklus terdapat 8 siswa yang tuntas dan 17 siswa tidak tuntas. Kemudian pada siklus 1 terdapat 16 siswa tuntas dan 9 siswa tidak tuntas. Sedangkan kriteria ketuntasan siklus 2 berjumlah 23 siswa. Dalam penelitian ini, ketuntasan pembelajaran mencapai 92% adalah hasil yang diinginkan. Pada prasiklus persentase ketuntasan belajar hanya 32%, target yang ditetapkan sebesar 80%. Pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 64%. Pada siklus II menjadi 92%. Selain itu pada aspek kedisiplinan data menunjukan rata-rata nilai pada pra siklus adalah 55 dan masuk pada kategori kurang baik, sedangkan pada siklus 1 mendapat nilai rata-rata 61, karena dirasa kurang maka diadakan Kembali pada siklus 2, dan data menunjukan peningkatan yang signifikan yakni mendapat rata-rata 87, dan masuk pada kategori sangat baik dengan jumlah nilai pada masing-masing tahapan penelitian sebagai berikut, pada prasiklus 1373, dan pada siklus 1 menjadi 1513 kemudian siklus 2 menjadi 2189, Dengan demikian, penerapan penggunaan penggunaan metode reward and consequence guna meningkatkatkan karakter kedisiplinan pada pembelajaran IPAS siswa di SDN 2 Bojongkalong terbukti berhasil
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Discovery Learning pada Siswa Sekolah Dasar Lismayanti; Rizqia Amalia, Arsyi; Lyesmaya, Dyah
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2023): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v9i2.2179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Model Pembelajaran Discovery Learning serta peningkatan hasil belajar Matematika pada siswa sekolah dasar.Model pembelajaran ini didasarkan pada prinsip bahwa siswa dapat belajar secara aktif melalui eksplorasi dan penemuan sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (penelitian Tindakan kelas) yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di kelas yang dilakukan oleh guru di dalam kelas nya sendiri. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Nyalindung kecamatan Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi. Partisipan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas 1V yang terdiri dari 7 siswa laki- laki dan 3 siswa perempuan. Pelaksanaan siklus I dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2023 dengan materi Keliling dan Luas Bangun Datar. Proses pembelajaran siklus I menunjukkan peserta didik yang tuntas 64 % dengan rata-rata nilai 72. Peningkatan ini masih belum mencapai ketuntasan sehingga dilakukan siklus II. Pelaksanaan siklus II pada tanggal 12 Juni dengan rata-rata nilai 85 mencapai ketuntasan 100 %. Data hasil belajar diperoleh melalui tes evaluasi sebelum dan setelah tindakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Discovery Learning menunjukan peningkatan yang lebih baik dalam pemahaman konsep matematika tentang Materi Pelajaran Keliling dan Luas Bangun Datar di Kelas IV SD Negeri Nyalindung Tahun ajaran 2022/2023
Wayang Sukuraga: Media Pengembangan Karakter Menuju Profil Pelajar Pancasila Sari, Zahra Apriantika Ardi; Nurasiah, Iis; Lyesmaya, Dyah; Nasihin, Nasihin; Hasanudin, Hasanudin
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2698

Abstract

Kurikulum paradigma baru merupakan kurikulum yang digunakan pada saat ini dengan luaran jangka panjang yaitu profil pelajar pancasila. Dalam kurikulum tersebut pendidikan karakter merupakan hal yang perlu dimunculkan dalam pembelajaran. Berdasarkan observasi awal didapatkan permasalahan mengenai karakter siswa terutama karakter peduli lingkungan. Salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan karakter yakni dengan menerapkan media berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa di kelas III menggunakan media digital berbasis kearifan lokal yakni wayang sukuraga.  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan melalui II siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pembelajaran. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 8 peserta didik yakni 4 peserta didik laki-laki dan 4 peserta didik wanita. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menyatakan terjadi kenaikan pada siklus I dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 63,28 menuju siklus II sebesar 86,33. Signifikansi peningkatan karakter peduli lingkungan siswa dari siklus I ke siklus II adalah 23,08 dapat diklasifikasikan kedalam kategori sangat baik. Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media digital wayang sukuraga dapat meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa.
Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) untuk Meningkatkan Sikap Tanggung Jawab Siswa Wibowo, Nasya Zuhdiya; Lyesmaya, Dyah; Nurasiah, Iis
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) untuk meningkatkan sikap tanggung jawab siswa,  jenis penelitian ini yaitu Action Research dengan  desain model Kemmis dan Mc.Taggart  yang dilakukan  sebanyak 2 siklus terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir partisipan dalam penelitian ini siswa kelas 4 di SDN Curug Luhur kabupaten Sukabumi tahun ajaran 2021-2022, dengan sampel 14 orang.  Instrument penelitian  yang digunakan wawancara, lembar observasi, angket, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian pada sikap tanggung jawab siswa memperoleh ketuntasan angket  dengan hasil 79% kategori kuat pada prasiklus. pada siklus 1 meningkat memperoleh hasil 80 % kategori sangat kuat. pada siklus II menunjukan sikap tanggung  siswa  meningkat dengan hasil 86 % keterangan  sangat kuat. hasil observasi guru saat mengajar yang dilakukan sebanyal 4 kali dengan hasil rata – rata  siklus I, 71 kategori baik  dan siklus II, 83 kategori baik sekali. hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I  dengan hasil 59 kategori kurang , dilanjutkan  siklus 1 pertemuan II meningkat 65 kategori cukup, pada siklus 2 hasil meningkat 84 kategori baik sekali, dilanjutkan pada siklus 2 pertemuan 1 meningkat 88  kategori sangat baik.  bedasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa sikap tanggung jawab dapat meningkat menggunakan model pembelajaran VCT.  
Pengembangan Media Wayang Sukuraga terhadap Penguasaan Kosakata dalam Pembelajaran Bahasa Sunda di Sekolah Dasar Meiliani H, Ananda Putri; Lyesmaya, Dyah; Nurmeta, Irna Khaleda
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4739

Abstract

Bahasa lokal perlu dilestarikan dan dipergunakan sebagai salah satu bentuk cinta terhadap daerah. Karena itu pembelajaran bahasa sunda sebagai bahasa daerah Jawa Barat harus dipelajari. Penelitian ini bertujuan  mengetahui kelayakan media Wayang Sukuraga (WS) terhadap penguasaan kosakata dalam pembelajaran bahasa sunda. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Desain penelitian pengembangan yang digunakan penelitian ini  menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu validator ahli materi dan ahli media untuk menilai media yang dikembangkan, validator pengguna (praktisi/guru) dan audience adalah 22 siswa kelas III di salah satu Sekolah Dasar di kota Sukabumi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, angket, dan lembar kerja siswa. Teknik pengumpulan data menggunkaan angket validasi yang terdiri dari angket validasi ahli media, ahli materi, praktisi dan angket respon siswa. Kualitas kelayakan pengembangan media WS berdasarkan penilaian para validator serta praktisi dapat dilihat beberapa aspek dan menghasilkan rata-rata 4,3 sedangkan dari respon siswa dikategorikan “cukup efektif” dan penguasaan kosakata dibuktikan dari gain score yang menunjukan peningkatan 71,3. Pengembangan media WS siswa tersebut dapat meningkatkan kosakata siswa yang pada awal mula nya siswa hanya mengetahui beberapa kata saja dari setiap panca indra setelah menggunakan media tersebut siswa mengetahui kurang lebih nya lima kosakata untuk setiap panca indra.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita dalam Pembelajaran Matematika dengan Metode Problem Solving di Sekolah Dasar Romadoni, Jaeni Ulfah; Amalia, Arsyi Rizqia; Lyesmaya, Dyah
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5729

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keahlian peserta didik dalam menangai soal cerita dalam konteks matematika di SD Negeri Selajambe 2 Kec.Cisaat-Sukabumi, dengan menerapkan metode Problem Solving dalam Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Adapun hasil dari tindakan ini mengindikasikan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran pemecahan masalah mampu meningkatkan keahliann siswa. Pada tahap Prasiklus, rata-rata nilai siswa dalam mengatasi soal bentuk cerita adalah 64,7. Setelah menggunakan pendekatan pembelajaran pemecahan masalah pada siklus I, terjadi peningkatan nilai menjadi 67,9. Disamping itu, partisipasi siswa dalam menangani soal cerita juga mengalami kenaikan dari 10,5% pada tahap Prasiklus menjadi 52,6% pada siklus I. Berdasarkan tindakan yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran pemecahan masalah secara signifikan meningkatkan keterampilan siswa dalam mengatasi soal bentuk cerita pada mata pelajaran matematika di SD Negeri Selajambe 2. Adapun tujuan dari tindakan yang dilakukan oleh peneliti ini ialah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengatasi soal dalam bentuk cerita pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan metode pembelajaran Problem Solving berhasil tercapai. 
Pengembangan Media Audio Visual Ice Breaking (Nyanyian) Wayang Sukuraga Berbasis Nilai Integritas Oktaviani, Penti; Lyesmaya, Dyah; Sutisnawati, Astri
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v8i2.19214

Abstract

Conditions and atmosphere in the classroom that often seem bored and saturated are a challenge for teachers to break the atmosphere so that learning can take place effectively. Ice breaking is a transition of the situation from boring to excited which can be done by means of games in any form, one of which is singing through audio visuals. This ice breaker model is a method used to break the atmosphere that is not conducive. Ice breaking is also not solely to break the learning atmosphere, but can be done as a delivery of useful meaning or material. One of them is wayang sukuraga which has a variety of good meanings that students need to know to grow their character.  The purpose of this study is to determine and develop audio visual media ice breaking (singing) based on integrity values using the ADDIE Research and Development (R&D) method using data collection in the form of interviews, documentation, and questionnaires. The results of the development of audio-visual media ice breaking (singing) sukuraga puppets based on integrity values are feasible to use in learning with a percentage value from media expert validators of 75.5% with the category "Feasible" and puppet validators of 70% with the category "Feasible".   Keywords: Development; Audio Visual Media; Ice breaking; Wayang Sukuraga; Integrity Values
PENERAPAN MEDIA ULAR TANGGA WAYANG SUKURAGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SEKOLAH DASAR Anjali, Salma Isni; Maula, Luthfi Hamdani; Nurmeta, Irna Khaleda; Lyesmaya, Dyah
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v8i2.19236

Abstract

The problem in this study is the lack of use of learning media to support learning, especially social studies subjects with the stigma of social studies subjects simply memorizing it so that what happens is only getting bored learn. This research is a PTK with 4 meetings, where the purpose of this research is to find out the activities of educators, students' critical thinking skills, and learning outcomes through the medium of wayang sukuraga snakes and ladders. The results of this study indicate that before the action was taken, only 60% of students completed their learning outcomes with an average score of 60. After the action was taken in cycle I there was an increase in student learning outcomes to 69% with an average score of 69 and in cycle II there was again increasing the proportion of student learning outcomes to 79& with an average value of 80. So it can be concluded that the application of the Wayang Sukuraga snake and ladder media can help students achieve optimal learning outcomes in social studies subjects and interesting wayang Sukuraga illustrations. Keywords: Learning Outcomes IPS, Snakes and Ladders, Wayang Sukuraga
The E-A-S-I (Exposure-Analogy Visual-Social Action-Impact Writing) Learning Model: Improving Reflective Writing Skills and Developing Values in Elementary School through Wayang Sukuraga Lyesmaya, Dyah; Musthafa, Bachrudin; Sunendar, Dadang; Rahman; fahrurrozzi, Fahrurrozzi
PrimaryEdu : Journal of Primary Education Vol. 7 No. 2 (2023): Volume 7, Number 2, September 2023
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/pej.v7i2.4124

Abstract

This research aims to develop a literacy learning model based on the visual analogy of Wayang Sukuraga as a construction of values in reflective writing for elementary school students. EASI integrates the visual analogy media of Wayang Sukuraga with reflective writing learning to enhance understanding and value development in writing. The inadequate literacy programs in elementary schools, especially in students' writing abilities integrated with local wisdom values, became the background of this research. As a solution, the author developed a literacy learning model based on the visual analogy of Wayang Sukuraga and conducted a limited test and effectiveness of this model in seven elementary schools in Sukabumi City. This research used a research and development method involving the stages of development, validation, and implementation of the learning model. The research subjects were elementary school students in seven schools in Sukabumi City, in the area where Wayang Sukuraga originated. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and written tests. The results of the research showed that this model is effective in improving reflective writing skills and constructing values in students, especially in religious values, honesty, courage, independence, cooperation, and hard work. The visual analogy of Wayang Sukuraga proved to be an effective means of facilitating literacy learning for students, so the development of a literacy learning model based on the visual analogy of Wayang Sukuraga can be an effective alternative for improving reflective writing skills and value construction in elementary school students in Sukabumi City. Furthermore, this model is also effective in facilitating a more active, creative, and enjoyable learning process for students.
Visualization of Krebet Wood Mask in Visual Arts Learning For PGSD Students: A Study of Creativity Habitus Probosiwi, Probosiwi; Setyaningrum, Fery; Lyesmaya, Dyah; Mirnawati, Lilik Binti; Muryasari, Desiana; Effendi, Dian
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 32 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v32i22023p119-129

Abstract

This article is research results about making Krebet “batik” masks in groups carried out by PGSD students. Research’s aims to describe the application of Pierre Bourdieu's concept of habitus and Wallas' creative process. Research methodology is qualitative and case study approach. Data collection techniques are observation and document review. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The subjects researched were PGSD FKIP UAD students, while the objects were Krebet wooden batik masks. Results show that: (1) students applying habitus concept in the practice of making “batik” wooden masks (knowledge, understanding, perceptions, values, and actions) that are internalized as part of society in Yogyakarta; (2) students were integrated habitus concept in the stages of the creative process: (a) the preparation stage which is carried out by forming groups and discussing the theme of “batik” motifs; (b) incubation stage, search for inspiration forms explored of motifs following “batik” objects; (c) illumination stage on the surface of the mask with "canthing" and liquid wax according to the design; d) verification stage by testing new visualization ideas in making designs on paper and transferring them to the wood directly based on the basic elements of fine art.
Co-Authors Ade Saripah Alwiyan Wijaya Ananda Putri Meiliani H Ananta, Aidah Ananta, Aidah Andi Nurochmah Andi Nurrochmah Angraeni, Novi Anisa Anisa Anjali, Salma Isni Annisa Nurmaulia Apriliani, Hanny Nur Arif Yudiyanto Ariyani Pranata Arsyi Rizqia Amalia Ashlan, Dian Ashlan, Dian Astri Sutisnawati Aulia Farhana Avionita, Neng Vini Bachrudin Musthafa Bangbang Ilhami Bangbang Ilhami Barkah Barkah, Barkah Belvana, Salvia Budiawan Dadang Sunendar Dede Aliah Deden Sumiarsa Desiana Muryasari Din Azwar Uswatun Dinda Resty Indrawan Dinda Resty Indrawan Dista Aprilia Effendi, Dian Eliyanti Entri lia Fahri Tio Ramadhan fahrurrozzi, Fahrurrozzi Fanny Sumirat Fattahillah, Nuris Fauziah, Siti Sarah Fina Alfiana Garnalis, Winda Gina Purwati Gisha Restu Rillah Gun Gun Gumilar Gunawan Agustian Halimah Halimah Halimah Hanny Nur Apriliani Hasanudin Hasanudin Hasanudin Hasanudin Herman Herdiana Herman Herdiana Hidayat, Ujang Syarip Holil, Holil Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iis Nurasiah Iis Nurasi’ah Ika Mei Oktaviani Indri Triyani Putri Indriani, Nopa Intan Agustian Ira Komala Ira komala Irna Khaleda Irna Khaleda Nurmeta Julia Puspita Dewi Lilis Lisnawati Lismayanti Luthfi Hamdani Maula Mardian, Sri Mastoah Mastoah Mastoah Maulana, Luthfi Hamdani Meiliani H, Ananda Putri Meylani, Nia Mirnawati, Lilik Binti Muhamad Rizky Muthia Hamduuna Mutia Salsabila Wenno Nadia Pofylia Dianti Nani Nuraini Nasihin Nasihin Nasihin, Nasihin Nasya Zuhdiya Wibowo Nawaliyatul Hilwa Nawaliyatul Hilwa Nazmi, Lailatun Nenen Wilasari Neng Melawati Nisbergianti Zamili Nopa Indriani Novi Angraeni Novia Wulandari, Novia Nurasiah Nurasiah Nurhasanah Nurmaulia, Annisa Nurmeta, Irna Khaleda Nurul Amalia Oktaviani, Penti Probosiwi, Probosiwi Rachmatika, Siti Diyah Rahma Rahayu Rahman Rahmat, Lea Diana Rani Febyani Febyani Ratu Atriliani Puspa Redi Prihadi Setiawan Redita Wiguna Ridwanuloh, Ridwanuloh Rillah, Gisha Restu Riska Herlinawati Rizal - Suganda Rohmat Widiyanto Romadoni, Jaeni Ulfah Ruslan, Mamat Santi Hindriyanti Hindri Sari, Zahra Apriantika Ardi Selawati Selawati Setyaningrum, Fery Silva Lisnawaty Hidayat Siti Nur Zafirah Siti Nuraini Siti Nurhalisa Siti Nurzafirah Siti Sarah Fauziah Suci Amelia Putri Sumiarsa, Dedea Sumiarsa, Deden Sumiarsa, Deden Suryani, Heni Susilawati Agustiani Syifa Ratu Annisa Thakur, Ibtasam Titi Rahmawati Tresna Adi Putra Utomo Utomo Waryd Sydik Waryd Sydik Wibowo, Nasya Zuhdiya Wiena Andina Prafitasari Yeni Puspa Dewi Yoesrina Novia Vini Syafitri Yoesrina Novia Vini Syafitri Yola Sofi Pandeas Yuniawati, Nia Zaenudin Aang Zahra Apriantika Ardi Sari