Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Zuriat

Ketahanan 20 Genotip Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Terhadap Antraknos (Colletotrichum spp.) Pada Pertanaman Tumpangsari dengan Singkong Intan Pratiwi Y.B.S.; Winny Dewi W.; Meddy Rachmadi; Neni Rostini; R. Setiamihardja
Zuriat Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i2.6749

Abstract

Pengujian ketahanan 20 genotip cabai merah terhadap penyakit Antraknos pada pertanaman tumpang sari dengan singkong telah dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan Februari 2005 sampai Mei 2005. Penelitian bertujuan untuk memperoleh genotip cabai merah yang memiliki ketahanan terhadap Antraknos dan penampilan hasil tinggi pada lingkungan pertanaman tumpangsari cabai merah singkong yang diperlakukan dengan defoliasi dan tanpa defoliasi. Percobaan disusun berdasarkan rancangan petak terbagi dengan 20 genotip cabai merah ditempatkan dalam anak petak dan pertanaman tumpangsari dengan defoliasi dan tanpa defoliasi singkong ditempatkan dalam petak utama. Percobaan laboratorium disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan 20 genotip cabai merah sebagai perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan genotip RMCK II, RM08 X KRTRM, MuKRT, KRTSHATOL, MuRS 07, KRT II, RM08 IIA, Laris, Lado, CRMGT, KRTRM, UPG IIB, Prabu, Kresna, dan Gada lebih tahan terhadap Antraknos baik pada pertanaman tumpangsari dengan defoliasi dan tanpa defoliasi singkong, serta defoliasi singkong memberikan perubahan yang nyata terhadap ketahanan Antraknos, penampilan komponen hasil, serta karakter hasil 20 genotip cabai merah dibandingkan dengan pertanaman tunggalnya. Berdasarkan uji-LSInya genotip UPG IIB menunjukkan penampilan komponen hasil, serta karakter hasil yang baik pada pertanaman tumpangsari dengan defoliasi dan tanpa defoliasi singkong. Berdasarkan analisis perubahan penampilannya genotip KRT II memiliki toleransi yang baik pada lingkungan pertanaman tumpangsari dengan defoliasi singkong untuk karakter jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Tidak terdapat genotip yang memiliki nilai Kesetaraan Lahan lebih besar dibandingkan genotip Taro dan Tit Super, dan genotip Gada memiliki nilai Rasio Kompetisi lebih besar dibandingkan Tit Super.
Principal Component Analysis (PCA) Karakter-karakter Umbi Wortel (Daucus carota L.) Varietas Lokal Asal Sibayak Al Findy Yuhibba Fitriah; Meddy Rachmadi; Nono Carsono
Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v29i2.19803

Abstract

Wortel merupakan salah satu tanaman sayuran yang populer dengan berbagai manfaat. Permintaan wortel dengan kualitas yang baik semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Varietas lokal Sibayak memiliki banyak keunggulan dengan beberapa karakter yang tidak diterima pasar modern.Upaya peningkatan kualitas wortel telah dilakukan dengan metode seleksi. Pada proses seleksi, banyak karakter yang harus diamati untuk efektifitas seleksi. Principal Component Analysis (PCA) dapat mengurangi sejumlah karakter. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi karakter penting yang dapat dijadikan sebagai karakter penciri wortel asal Sibayak berdasarka Principal Component Analysis (PCA). PCA memperoleh empat variabel baru berupa PC yang menggambarkan variasi populasi wortel lokal Sibayak. Keempat PC tersebut terdiri dari karakter panjang umbi, bobot umbi, tipe umbi, diameter umbi bawah dan warna umbi. Variabel baru yang terbentuk mampu menjelaskan 72,376% variasi total pada populasi wortel lokal Sibayak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efektifitas seleksi dapat dicapai dengan menseleksi karakter panjang umbi, bobot umbi, tipe umbi, diameter umbi bawah dan warna umbi.
Evaluasi Ukuran dan Bentuk Biji Genotip-genotip Mutan Kedelai Generasi M4 Elfan Waisimon; Noladhi Wicaksana; Anas Anas; Meddy Rachmadi
Zuriat Vol 30, No 1 (2019): Latest Issue (April 2019)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.077 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v30i1.22935

Abstract

Soybean was one of the most important crop plants in Indonesia, but the need has not been fulfilled yet because its productivity was low. This study aims to obtain genotypes of M4 soybean mutant generation based on phenotypic characters of seed size and seed shape. The experiment was carried out in the experimental methods without spatial design, used 19 soybean mutant genotypes on M4 generation and Arjasari variety as a control. Eight characters of seed size (seed length, seed thickness, seed width, seed dimension, and 100 seed weight) and seed shape (seed length–thickness ratio, seed length-width ratio, and seed thickness–width ratio) have observed. Data analyzed with F-test, z-test, cluster analysis, and correlation analysis. The results showed that the seed size and seed shape characters had narrow intrapopulation variations. Eight genotypes of soybean mutants, namely MRAR 14-11-17-5, MRAR 15-17-31-11, MRAR 26-6-21-8, MRAR 29-12-26-11, MRAR 29-15-33 -7, MRAR 29-15-36-4, MRAR 29-15-36-8, and MRAR 29-15-30-10, have more significant seed size characters compared to Arjasari varieties. The MRAR genotypes 15-17-31-11 and MRAR 29-12-27-8 have a more rounded seed shape than the Arjasari variety. The seed size and seed shape characters correlated very strongly with each other. Seed size characters do not associate with seed shape characters.
Variasi Genetik dan Heritabilitas Komponen Hasil dan Hasil Galur Harapan Kedelai Meddy Rachmadi; Nani Hermiati; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamiharja
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6602

Abstract

Penelitian ini merupakan pengujian terhadap genotipe-genotipe galur harapan kedelai pada lingkungan tumbuh Cigadung-Kuningan dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai variasi genetik dan heritabilitas beberapa sifat komponen hasil dan hasil galur-galur harapan kedelai. Penelitian dilakukan pada musim tanam 1986 dari bulan Juli hingga Oktober, di Kebun Percobaan Cigadung-Kuningan Balai Penelitian Tanaman Pangan, dalam Rancangan Acak Kelompok yang diulang empat kali. Tujuh sifat komponen hasil dan satu sifat hasil dievaluasi. Perhitungan dilanjutkan untuk menilai besarnya variasi genetik, variasi fenotipik dan heritabilitas dalam arti luas. Variasi genetik yang diamati memperlihatkan kisaran yang cukup luas, yaitu untuk jumlah polong per buku subur, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per tanaman dan hasil biji per plot.  Nilai duga heritabilitas (dalam arti luas) untuk semua sifat yang diamati, pada umumnya bernilai tinggi, kecuali untuk sifat hasil biji per plot.
Pewarisan Karakter Ketahanan Terhadap Antraknos (Colletotrichum gloeosporoides) Pada Hasil Persilangan Tanaman Cabai Ungu x Cabai Merah Genotip RS07 Dewi Yustisiani; Winny Dewi W.; Meddy Rachmadi; Dedi Ruswandi; Neni Rostini; R. Setiamihardja
Zuriat Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i2.6746

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pewarisan ketahanan terhadap penyakit antraknos pada cabai merah. Percobaan lapangan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari, Sumedang dan percobaan laboratorium dilakukan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor sejak bulan Januari sampai bulan April 2004. Bahan penelitian di lapangan terdiri atas populasi P1 (cabai ungu), P2 (cabai merah RS07), F1 (cabai ungu × cabai merah RS07), BC11, BC12, dan F2. Hasil percobaan lapangan, menunjukkan bahwa pewarisan karakter ketahanan cabai hasil persilangan cabai ungu × cabai merah RS07 terhadap antraknos dikendalikan oleh gen sederhana dengan rasio 13:3 (epistasis, dominan, dan resesif). Nilai duga heritabilitas dalam arti sempit tergolong sedang dan dalam arti luas tergolong tinggi, dengan nilai harapan kemajuan genetik yang tergolong cukup tinggi. Hasil percobaan laboratorium, menunjukkan bahwa pewarisan karakter ketahanan tanaman cabai hasil persilangan cabai ungu × cabai merah RS07 terhadap antraknos dikendalikan oleh gen sederhana dengan rasio 13:3 (epistasis, dominan, dan resesif). Nilai duga heritabilitas dalam arti sempit maupun arti luas, dengan nilai harapan kemajuan genetik yang tergolong tinggi.
Seleksi Jagung Hibrida Pada Sistim Tumpang Sari dengan Kedelai Berdasarkan Karakter Morfo-agronomi dengan GYT Analysis Moh Ali Abdullah; Meddy Rachmadi; Yuyun Yuwariah; Ade Ismail; Noladhi Wicaksana; Dedi Ruswandi
Zuriat Vol 34, No 1 (2023): Mei, 2023
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v34i1.46669

Abstract

Kebutuhan jagung nasional cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring semakin menurunnya luas lahan pertanian. Tumpang sari dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi jagung dalam efisiensi penggunaan lahan pertanian yang semakin berkurang. Varietas toleran tumpang sari dapat dihasilkan melalui penggunaan plasma nutfah yang memiliki variabilitas dan heritabilitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi mengenai parameter genetik serta hibrida jagung toleran terhadap penanaman tumpang sari dan berdaya hasil tinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi (Split Plot Design). Petak utama yaitu pola tanam yang terdiri dari tiga taraf yakni jagung tunggal, tumpang sari dengan kedelai dan tumpang sari dengan ubi jalar, sedangkan anak petak yaitu genotipe terdiri dari 20 genotipe Jagung Hibrida Padjadjaran dan 4 varietas cek. Analisis data penelitian menggunakan analisis Genotype by Yield*Trait (GYT) Biplot. Hasil penelitian berdasarkan GYT biplot menunjukkan genotipe dengan nilai terbaik pada tumpang sari jagung+kedelai adalah H13, H10, C2, H1 dan H8.
Pendugaan Parameter Genetik Karakter Komponen Hasil dan Hasil Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) di Jatinangor Qosim, Warid Ali; Ningtias, Utarie Ayu; Zubair, Anas; Damayanti, Farida; Wicaksono, Fiky Yulianto; Rachmadi, Meddy; Amien, Suseno
Zuriat Vol 34, No 2 (2023): September, 2023
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v34i2.49820

Abstract

Hanjeli merupakan tanaman serealia yang potensial dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif. Keberhasilan proses seleksi diperlukan untuk memperoleh varietas hanjeli berdaya hasil tinggi. Evaluasi karakter komponen hasil dan hasil pada tanaman hanjeli dapat diketahui melalui pendugaan parameter genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai variabilitas genetik, heritabilitas, serta korelasi antar karakter komponen hasil dan hasil. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, pada bulan Maret sampai bulan Agustus tahun 2022. Perlakuan terdiri dari 21 genotipe hanjeli dan tiga genotipe cek yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai variabilitas genetik sempit pada karakter yang diamati kecuali jumlah biji pertanaman dan umur panen. Nilai heritabilitas menunjukkan kategori sedang dan rendah. Nilai heritabilitas sedang terdapat pada karakter tinggi tanaman, berat 100 biji, jumlah biji pertanaman, umur berbunga dan umur panen. Karakter bobot biji pertanaman berkorelasi positif nyata dengan jumlah biji pertanaman dan hasil panen perhektar. Karakter tinggi tanaman berkorelasi positif nyata dengan jumlah srisip, jumlah ruas, diameter batang dan umur berbunga. Karakter diameter batang berkorelasi positif nyata dengan jumlah daun. Korelasi negatif terdapat pada karakter jumlah biji per tanaman dengan bobot 100 biji. Karakter jumlah biji pertanaman dapat digunakan sebagai kriteria seleksi karena memiliki variabilitas genetik yang luas serta berkorelasi nyata positif dengan hasil panen.
Induksi Perakaran dan Aklimatisasi pada Mutan Manggis (Garcinia mangostana L.) Qosim, Warid Ali; Zubair, Anas; Rachmadi, Meddy; Amien, Suseno
Zuriat Vol 35, No 2 (2024): September, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i2.58452

Abstract

Tujuan penelitian induksi perakaran dan aklimatisasi planlet manggis yang dapat digunakan dalam pengembangkan (pemuliaan tanaman) tanaman manggis in vitro dan perbanyakan tanaman. Penelitian dirancang dalam dua eksperimen, yaitu: (1) induksi perakaran dengan berbagai konsentrasi IBA, (2) komposisi media tanam untuk aklimatisasi mutan manggis. Percobaan 1. Planlet mutan manggis berasal dari perlakuan etil metan sulfonat (EMS) tersebut ditransfer ke medium perakaran, yaitu medium WPM yang berisi 3 % sukrosa dan 8 % agar.  Perlakuan perakaran adalah konsentrasi IBA yaitu: 0 mg/l (MS0/kontrol); 1.0 mg/l; 2.5 mg/l; 5.0 mg/l; 7.5 mg/l; 10 mg/l IBA. Percobaan ditata dalam RAL (rancangan acak lengkap)  terdiri dari  enam perlakuan IBA,  masing-masing perlakuan diulang 15 kali (botol), setiap botol kultur terdiri dari satu planlet mutan.  Kultur dipelihara pada ruang kultur dengan penyinaran 16 jam terang pada suhu 22 oC. Subkultur dilakukan setiap empat minggu. Pengamatan dilakukan terhadap kultur yang memunculkan akar, jumlah akar, dan panjang akar. Percobaan 2; media aklimatisasi planlet mutan manggis dilakukan dengan menggunakan media arang sekam, pakis dan kascing.  Media tanam aklimatisasi ditempatkan pada gelas plastik. Setiap perlakuan media aklimatisasi terdiri dari sepuluh tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi IBA dapat berpengaruh terhadap induksi perakaran pada mutan manggis. Konsentrasi IBA optimum untuk induksi perakaran pada planlet mutan manggis adalah 7.5 mg/l berdasarkan karakter persentase planlet membentuk akar, jumlah akar dan panjang akar. Media tanam untuk aklimatisasi planlet mutan manggis dapat berpengaruh terhadap pertambahan tinggi tanaman dan panjang akar. Media yang cocok untuk aklimatisasi planlet mutan manggis adalah medium kascing.
Co-Authors Abid Ubaidillah Acep Atma Wijaya, Acep Atma Achmad Baihaki Ade Ismail Ade Ismail Adi R. H. Oksifa Agung Karuniawan Ahmad Dadang Al Findy Yuhibba Fitriah ALFRED P. MANAMBANGTUA Anas Anas Anas Anas Anas Anas, Anas Anas Zubair, Anas Andrew Yoel Andrew Yoel Anne Nuraeni Anne Nuraeni ANNE NURAINI Anni Yuniarti Budi Santosa Cucu Suherman DADANG, AHMAD Dedi Djuliansah, Dedi Dedi Ruswandi Denny Sobardini Sobarna Dewi Yustisiani Dika Supyandi DONATA S. PANDIN Eddy Renaldy Eldikara, Ranggi Elfan Waisimon Eliana Wulandari Emma Trinurani Sofyan Erni Suminar Fadhilah, Rifat Farida Damayanti Fiky Yulianto Wicaksono Hana D Rahayu Ibnu Haikal Ihsanudin Nuri Indrawibawa, Diky Intan Pratiwi Y.B.S. Jajang Sauman i Hamdan Joko Pinilih Joko Prasetiyono M. Khais Prayoga MANAMBANGTUA, ALFRED P. Mansyur Mansyur Moh Ali Abdullah Mubarok, Zakka Tafwidh Muhamad Kadapi Muhamad kadapi, Muhamad Muhammad Kadapi Murdaningsih H. K., Murdaningsih H. Murdaningsih HK Nani Hermiati Neni Rostini Nenny Nurlaeny Ningtias, Utarie Ayu Noladhi Wicaksana Nono Carsono Nono Carsono Nono Carsono Odim, Cecep PANDIN, DONATA S. PRASETIYONO, JOKO Priando, Wan Priyanto, Slamet Bambang Pujawati Suryatmana R. Setiamihardja Ranggi Eldikara Rara Rahmantika Risanti Reginawanti Hindersah Rian Kurnia Ridwan Setiamiharja Rija Sudirja Rodiah, S Romi Zamhir Islami Rosiman Rosiman S Rodiah Saiful Afif Almatholib Santika Sari Santosa, Budi Sari, Santika Sayid Nurahman, Ivan Setiawan . SETIAWAN, IWAN Sidik, Ramdani Sitanawati, Yuli Siti Rodiah Slamet Bambang Priyanto Sobir Sobir Sosiawan Nusifera Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi SUMADI SUMADI Suseno Amien Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Tridakusumah, Achmad Choibar Trisna Insan Noor Veithzal Rivai Zainal Wan Priando Wan Priando Tampoma Wan Priando Tampoma Wan Priando Tampoma, Wan Priando WARID ALI QOSIM Wibawa, Diky Indra Winny Dewi W. Yayat Sukayat Yosini Deliana Yosini Deliana Yosini Deliana Yuliati Mahfud Yuyun Yuwariah Zulfatunnisa Zulfatunnisa