Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Metode Storytelling pada Materi Pengalaman Pribadi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas III SD Samsul Arifin; Merryn Istiqommah Putri Hidayat; Reta Novita Sari; Agustina Devita; Nur Wiji Sholikin
IEC: Journal of Educational Innovation Vol 2 No 4 (2026): Agustus
Publisher : PT Cendekia Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the storytelling method on students' Indonesian language learning outcomes in the topic of personal experiences among third-grade elementary school students. The topic of personal experiences is an essential component of Indonesian language learning because it helps students develop language skills, express ideas, and improve their speaking and writing abilities. However, based on classroom observations, many students still experienced difficulties in understanding and recounting their personal experiences in a coherent and engaging manner. Therefore, an instructional method that actively engages students in the learning process is needed. The storytelling method was selected because it enables students to understand the learning material through meaningful, engaging, and contextualized stories. This study employed a quantitative approach using a pre-test and post-test research design. The participants consisted of 26 third-grade elementary school students. The research instruments included pre-test and post-test questions. The data were analyzed using IBM SPSS Statistics through normality testing and the Mann–Whitney test. The results indicated that the students' mean score increased from 48.65 on the pre-test to 56.35 on the post-test. However, the Mann–Whitney test revealed a significance value of 0.110 (p > 0.05), indicating that the improvement was not statistically significant. Nevertheless, the storytelling method demonstrated a positive tendency to improve students' learning outcomes in the topic of personal experiences.  
Kajian Etnomatematika Konsep Sudut Pada Jurus Gerak Wajib A Tapak Suci Riqqi Qulubi; Ririn Wahyu Ningsih; Nur Wiji Sholikin
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67864/jimulti.v2i4.214

Abstract

Matematika sering dipandang sebagai ilmu yang abstrak sehingga kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Padahal, berbagai aktivitas budaya, termasuk pencak silat, mengandung konsep matematika yang dapat dikaji melalui pendekatan etnomatematika. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum teridentifikasinya secara komprehensif konsep sudut yang terdapat pada Jurus Gerak Wajib A Tapak Suci di Unit Kegiatan Mahasiswa Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis konsep sudut yang terkandung dalam setiap rangkaian gerakan Jurus Gerak Wajib A. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelatih utama serta dua pesilat yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jurus Gerak Wajib A memuat konsep geometri berupa sudut siku-siku (90°), sudut lurus (180°), dan sudut tumpul (100°–150°) yang diterapkan pada gerakan tangan dan kaki untuk menghasilkan keseimbangan, akurasi serangan, serta efektivitas pertahanan. Temuan ini menunjukkan bahwa gerakan Tapak Suci merupakan representasi matematika yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika kontekstual berbasis budaya lokal.
Enomatematika Dalam Permainan Bola Bekel Nurul Hidayati; Marifatul Jannah; Ayu Wulandari; Nur Wiji Sholikin
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67864/jimulti.v2i4.215

Abstract

Permainan tradisional bola bekel merupakan salah satu warisan budaya yang mengandung berbagai aktivitas yang dapat dikaji dari perspektif etnomatematika. Namun, konsep-konsep matematika yang terdapat dalam permainan tersebut masih belum banyak didokumentasikan dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terkandung dalam permainan bola bekel serta mengkaji potensinya sebagai media pembelajaran berbasis etnomatematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi yang dilakukan di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Subjek penelitian terdiri atas dua orang tokoh masyarakat yang memahami dan pernah memainkan permainan bola bekel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan bola bekel mengandung konsep operasi hitung penjumlahan, penguraian bilangan (number partition), pola dan urutan bilangan, pengelompokan objek, serta konsep geometri pada bangun ruang bola. Selain itu, permainan ini juga melibatkan kemampuan memperkirakan waktu dan koordinasi spasial. Temuan tersebut menunjukkan bahwa permainan bola bekel berpotensi menjadi media pembelajaran matematika yang kontekstual sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika.  
Etnomatika pada Permainan Tradisional Engklek: Eksplorasi Konsep Geometri, Bilangan, dan Peluang M. Yahya; Nursyela Nisa; Nur Wiji Sholikin
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67864/jimulti.v2i4.217

Abstract

Permainan tradisional engklek gunung di Desa Resongo, Kabupaten Probolinggo, memiliki potensi matematis yang besar, namun kajian etnomatematika yang mengungkap konsep geometri, bilangan, dan peluang di dalamnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah dan praktik permainan engklek gunung, mengidentifikasi konsep matematika yang terkandung di dalamnya, serta merumuskan rekomendasi pemanfaatannya sebagai media pembelajaran matematika berbasis etnomatematika. Penelitian menggunakan pendekatan etnomatematika dengan jenis eksploratif budaya-matematis, dianalisis melalui kerangka enam aktivitas matematis Bishop (menghitung, mengukur, menentukan lokasi, merancang, bermain, dan menjelaskan). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap dua informan berusia sekitar 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapangan permainan yang terdiri atas sembilan petak berbentuk persegi panjang dan setengah lingkaran memuat konsep geometri berupa bangun datar, simetri, dan hubungan spasial; penomoran petak secara berurutan mencerminkan konsep bilangan cacah dan ordinal; sedangkan aktivitas melempar gacuk merepresentasikan konsep peluang sederhana. Ketiga konsep tersebut terintegrasi dalam keenam aktivitas matematis Bishop. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan engklek gunung tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga berpotensi menjadi sumber belajar matematika yang kontekstual, bermakna, serta mendukung pelestarian budaya lokal.
Etnomatematika Pada Permainan Dakon Di Probolinggo Faridatul Romadhona; Badrut Tamam; Zainal Abidin; Nur Wiji Sholikin
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67864/jimulti.v2i4.218

Abstract

Penelitian ini membahas tentang etnomatematika dalam permainan Dakon (congklak) yang dapat membuka wawasan baru tentang bagaimana elemen budaya lokal dapat diinterpretasikan dan dipahami melalui perspektif matematika. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi etnomatematika pada permainan Dakon untuk mendokumentasikan dan mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam aturan, struktur papan, serta strategi permainannya. Kami menggunakan pendekatan kualitatif etnografi dengan melakukan observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi literatur, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa permainan Dakon mencerminkan kearifan lokal sekaligus menyajikan pola matematika yang relevan untuk pembelajaran, seperti konsep bilangan bulat, operasi aritmetika, pola bilangan, simetri, barisan aritmetika, sistem modulo, serta strategi berbasis peluang sederhana. Temuan ini mendukung pelestarian budaya serta memberikan alternatif media pembelajaran matematika berbasis budaya lokal. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengintegrasian budaya dan menjadikan matematika lebih menarik serta kontekstual.
Improving students’ critical thinking skills through the problem based learning (pbl) model in islamic religious education at smpit permata Sinta Ma’sumah; Nur Wiji Sholikin
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 Desember (2025): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v7i2.1068

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) learning model in improving critical thinking skills in Islamic Religious Education (PAI) subjects at SMPIT Permata in Probolinggo City. The method applied is quantitative, namely designed using a quasi-experimental design. The subjects consisted of 33 seventh-grade students divided into an experimental class (21 students) and a control class (12 students). The instruments were tests (pretest and posttest), interview guidelines, and documentation of learning outcomes. The results of the analysis showed a significant increase in the average posttest score of the experimental class was 90.05 (very high category) which increased to 28.43 points (46.1%) compared to the pretest. The control class showed an average increase of 19.5 points (31.7%) with a posttest score of 81.08 (high category). Qualitative data supported the findings through increased active participation, analytical skills, and contextual relevance during learning. The application of the PBL model has been proven effective in developing critical thinking skills in Islamic Religious Education learning at the junior high school level.
PENERAPAN AI PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MTS INTISYARUL ULUM PROBOLINGGO Sakdia, Danissatun; Nur Wiji Sholikin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.55553

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Artificial Intelligence (AI) integration through ChatGPT in enhancing students’ critical thinking skills in the Islamic Education subject of Akidah Akhlak at the junior secondary level. Employing a quantitative approach with a pretest–posttest experimental design, complemented by qualitative analysis of students’ written responses, the research utilized critical thinking tests and response analysis sheets as instruments. The findings reveal a significant improvement in students’ critical thinking abilities, indicated by an increase in mean scores from 62.1 in the pretest to 84.6 in the posttest. The Mann–Whitney U test yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), confirming the effectiveness of the AI-based intervention. Qualitative results further show substantial development across all indicators of critical thinking, including identifying relevant information, integrating religious evidence, analyzing social situations, constructing moral arguments, and engaging in reflective thinking. The study concludes that ChatGPT serves as an innovative and pedagogically effective learning tool in Akidah Akhlak, capable of enhancing cognitive engagement and fostering higher-order thinking skills. These findings contribute to the advancement of technology-assisted Islamic education and provide direction for future research on AI integration in religious learning contexts.
Co-Authors Abdul Malik Gusairi Abdussakir Abdussakir Aditiya, Muhammad Samsul Affan Gaffar Afrilina Raudhotul Jannah Aghna Ikhtiara Hendra Rachman Aghna Ikhtiara Hendra Rachman Agustina Devita Aini, Izzah Nurul Amalia Khoirun Nisa Ana Nur Rohima Anandita Salsabila Apriosa, Kurnia Dwi Auliaul Habibah Rosyidi Auliaul Habibah Rosyidi Auliya Febriana AYU WULANDARI Badrut Tamam Bebun Sayati Benny Prasetiya Choirun Nisa’ Danissatun Sakdia Deviana Ramadhani Elly Susanti Elly Susanti Fahrenza Dyan Nabilah Farida, Yeni Faridatul Romadhona Fifi Finufal Ahmad Faurudi Finuval Ahmad Faurudi Halili, Heri Rifhan Hanifa Hanifa Hanifa Husnia, Husnia Husnul Hidayatun Nisa Husnul Hotimah Husnul Hotimah, Husnul Imam Sujarwo Imam Tirmidzi Indah Puspa Sari Indrian, Novita Deni Insani, Nurul Fajar Istanade Habibi Nasrullah Kamilatus Sakinah Karina Andarista Kurnia Dwi Apriosa Lailatul Ramadani Lailatul Ramadani Lailatun Nufus Lailatun Nufus Linda Permata Sari M. Gunawan Supiarmo M. Yahya Marhayati Marifatul Jannah Maulida Zulfa Faradilla Ma’rifatul Jannah Merryn Istiqommah Putri Hidayat Moh. Dany Marta Muh Royyan Ramadani muhammad alfi syahrin Muhammad Farhan Muhammad Samsul Aditiya Muhammad Samsul Aditiya Nisa, Husnul Hidayatun Nisa, Nursyela Novita Deni Indrian Nur Alfia Laily Qomariah Nur Fadhilah Nur Fadhilah Nur silawati Nurjannah, Hotim Nursyela Nisa Nurul Fajar Insani Nurul Hidayati Pratiwi Dwi Warih Sitaresmi Putri, Washila Nur Azizah Qomariah, Nur Alfia Laily Qulubi, Riqqi Rahayu Nugraheni Rahayu Nugraheni Ramadan Kristian Novianto Ramadan Kristian Novianto Reta Novita Sari Riqqi Qulubi Riqqi Quluby Ririn Wahyu Ningsih Rizal Kurniawan Rizal Kurniawan Rizka Maulidatun Nadifah Rizka Maulidatun Nadifah Rizki Yulia Nanda Romadhona, Faridatul Sabrinatur Rasyidah Sakdia, Danissatun Samsul Arifin Sholehudin, Arif Sinta Ma’sumah Sinta Ma’sumah Siti Aisyah Siti Badriyahtul Sri Harmonika Sullamuz Zainul Muttakin Turmudi, Turmudi Ubaidillah Aisy Kodir Ubaidillah Aisy Kodir Umar Hamdan Umar Hamdan Wahyuni, Fitria Washila Nur Azizah Putri Yeni Farida Zainal Abidin Zainal Abidin