Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Kebiasaan Merokok dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Post COVID-19 di Malang Raya Devi Anggriani; Ali Multazam; Nungki Marlian Yuliadarwati
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.151

Abstract

Merokok merupakan suatu kebutuhan esensial bagi seorang yang cenderung merokok. Seorang remaja yang mengonsumsi rokok satu bungkus tiap harinya dapat berisiko menyebabkan gangguan kecemasan dan saat dewasa mereka 15 kali lebih mungkin mengalami gangguan panik (panic disorder) dibandingkan denganyang bukan perokok. Kecemasan merupakan suatu keadaan yang mana orang tersebut mengalami rasa tidak aman dan tidak mampu mengatasi tuntunan lingkungan. Kondisi fisik orang yang mengalami gangguan kecemasan dapat diamati ketika orang tersebut merasakan adanya perubahan pada pernafasannya dan peningkatan denyut nadinya. Keprihatinan mengenai seseorang yang mengalami trauma pada kasus post COVID-19. Penelitian ini analitik-observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu pasien pasca COVID-19 yang berdomisil di Malang Raya. Terdapat 60 responden dalam penelitian ini. Instrumen pengambilan data menggunkan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) mengukur tingkat kecemasan dan Glover-Nilsson Smoking Behavior Quistionnaire (GN-SBQ) mengukur tingkatan merokok. Berdasarkan uji statistik Pearson, tingkat kecemasan dan kebiasaan merokok diperoleh nilai P = 0,005, r = 0,359 dengan hasil rendah, sehingga adanya hubungan antara tingkat kecemasan dan kebiasaan merokok.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE DI POSYANDU BANJARTENGAH KOTA MALANG Nuranita, Nuranita; Multazam, Ali; Rahmawati, Nurul Aini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14873

Abstract

Fase menopause adalah masa transisi ditandai dengan penurunan produksi estrogen yang dapat berdampak buruk pada kesehatan kardiovaskular termasuk tekanan darah. Lansia rentan terhadap gangguan kesehatan yang berdampak dari beberapa aspek seperti pilihan gaya hidup, hormon dan aktivitas fisik. Penurunan tingkat aktifitas fisik yang dapat berdampak negatif pada tekanan darah, kesejahteraan fisik dan mental wanita. Tujuan penelitian untuk memahami bagaimana tekanan darah dan aktifitas fisik berhubungan. Pada penelitian ini, analisis regresi digunakan dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini difokuskan pada wanita menopause yang berdomisili di Posyandu Dusun Banjartengah Kabupaten Malang. Untuk penyelidikan ini, ukuran sampel sebanyak 32 peserta dibuat dengan menggunakan metode purposive sampling. Tensimeter digunakan untuk mengukur tekanan darah, dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) digunakan untuk mengukur aktivitas fisik. Data diperoleh melalui penggunaan analisis statistik Chi-Square. Pada wanita menopause terdapat korelasi antara tekanan darah dengan aktivitas fisik yang ditunjukkan dengan uji korelasi data analisis Chi-Square yang memiliki nilai p-value 0,045 kurang dari 0,05. Pada wanita yang mengalami menopause, terdapat hubungan antara tekanan darah dan aktivitas fisik.
Hubungan Potensi Nyeri Nosiseptif dan Neuropati Dengan Usia Kehamilan Pada Ibu Hamil Puspitasari, Widya; Multazam, Ali; Marufa, Siti Ainun
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15462

Abstract

Perubahan fisiologis selama kehamilan dapat menyebabkan keluhan neurologi, seperti nyeri. Nyeri seringkali menjadi keluhan selama kehamilan. Nyeri nosiseptif dapat muncul karena stimulasi yang kuat dan singkat namun tidak menimbulkan kerusakan jaringan. Nyeri neuropati perifer adalah kondisi medis yang disebabkan kerusakan pada sistem saraf. Kerusakan ini mengakibatkan gangguan dalam transmisi sinyal antara sistem saraf pusat dan saraf tepi. Kompresi saraf merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan neuropati perifer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi nyeri nosiseptif dan nyeri neuropati perifer pada ibu hamil berdasarkan usia kehamilannya. Penelitian ini termasuk penelitian berbasis kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sebanyak 22 ibu hamil dari trimester I, II, dan III yang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Kuesioner Douleur Neuropathique en 4 Questions (DN4) digunakan untuk menilai resiko nyeri neuropati, diikuti dengan analisa data secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji dengan uji korelasi pearson’s, terdapat korelasi yang signifikan antara kejadian nyeri dan usia kehamilan (p= 0,000; r= 0,768). Temuan ini menunjukkan bahwa adanya potensi nyeri nosiseptif dan nyeri neuropati perifer pada ibu hamil berdasarkan usia kehamilan.
Relationship between anxiety levels and dyspnea among post-COVID-19 patients Multazam, Ali; Pratiwi, Diah Nur; Rahmawati, Nurul Aini
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.89

Abstract

Background: Post-corona-virus disease 2019 (Post-COVID-19) syndrome also known as severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a condition where symptoms arise in COVID-19 patients who have been declared cured according to negative swab results. The level of anxiety can cause it because when anxiety occurs, there is a "fight or flight" response to protect oneself. The sympathetic nervous system works and releases the adrenaline hormone, causing dyspnea. Research objective knowing the relationship between anxiety levels and dyspnea in post-COVID-19 patients in Malang Raya. Methods: This study used a cross-sectional design. The population of this study consisted of post-COVID-19 patients who live in Malang Raya, with a sample of 56 respondents. This study collected data of the Hamilton rating scale for anxiety (HRS-A) questionnaire to measure the level of anxiety and the Borg Scale to measure the level of dyspnea. Results: Based on Spearman's statistical test, the level of anxiety and dyspnea obtained a value of p= 0.00, r= 0.503 with quite strong results, so there is a relationship between the level of anxiety and dyspnea. Conclusion: There was a strong relationship between the level of anxiety and dyspnea in post-COVID-19 patients.
The relationship between fatigue level and dyspnea in post-COVID-19 patients Multazam, Ali; Herlianti; Rahmawati, Nurul Aini
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.91

Abstract

Background: Post-coronavirus disease 2019 (Post-covid-19) is a term used to describe people with COVID-19 symptoms that persist after two weeks from the onset of symptoms. Some of the most common post covid-19 symptoms are fatigue and dyspnea. Fatigue is a feeling of physical or mental debilitation resulting from a person's immune and psychological changes. Breathing becomes faster and shorter when insufficient oxygen reaches the lungs, a condition known as dyspnea. Methods: This study used the cross-sectional design. The population of this study consisted of post-COVID-19 patients who live in Malang Raya, with a sample size of 56 respondents. Data collection using the Fatigue Severity Scale questionnaire to measure fatigue levels and the Borg Scale to measure dyspnea levels. Results: The results of Spearman's test obtained a value of r= 0.498, with a moderate correlation, indicating there was a relationship between the level of fatigue and dyspnea. Conclusion: There was a relationship between fatigue level and dyspnea in post-COVID-19 patients.
The effect of yoga and zumba exercises in increasing VO2 max Yasinta Aldinata Arsy; Ali Multazam; Marufa, Siti Ainun
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.123

Abstract

Background: Someone with a healthy and fit body is likely to be able to do a high level of physical activity. Physical exercise can improve physical fitness and has an important element, cardiorespiratory endurance. One way to measure cardiorespiratory endurance is by measuring the maximum volume of oxygen consumption, called VO2 max. Methods: This type of research uses a quasi-experimental type, namely two pre-and post-test design research groups. The type of quasi-experimental research design uses two groups of subjects, namely group A, who are given yoga exercises, and group B, who are given zumba exercises, with a total of 30 respondents. The cardiorespiratory endurance was measured with the beep test. Results: Based on the paired sample t-test, the San Zumba yoga group had a result of p<0.05. Whereas in the independent sample T-Test test, the results of p<0.05, it can be concluded that there is a significant difference in the increase in the yoga and zumba groups. Conclusion: There are differences in the effect of giving yoga and zumba exercises on increasing VO2 max values.
PENYULUHAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL DI POSYANDU KEMUNING 512 KESATRIAN KOTA MALANG M. Ardiansyah; Ali Multazam; Tri Dewi Fransiska
Jurnal Pemantik Vol. 2 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Rafandha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56587/pemantik.v2i2.86

Abstract

Pregnancy is a very valuable event in a woman's life. During pregnancy, women will experience many changes in their posture, physiological and anatomical changes that occur during pregnancy can cause a decrease in functional activity. Often women will feel pain in the back which is caused by an increase in abdominal volume. This counseling aims to increase knowledge of pregnant women and how to reduce back pain during pregnancy. This outreach activity was carried out on 16 – 31 October 2023. Located at Posyandu Kemuning 512, Kesatrian Village, Malang City. Participants in this activity were pregnant women in the second and third trimesters with a total of 10 participants. The outreach media uses leaflets. Data collection was carried out using pre-test and post-test questionnaires. The results show that there is an increase in knowledge and it can be concluded that the majority of pregnant women have a better understanding of the back pain they often experience.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KELUHAN BELL’S PALSY DI RS MUHAMMADIYAH LAMONGAN Putu Meiyana Trisaputra; Nurul Fitriati; Ali Multazam
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i5.2969

Abstract

Bell’s Palsy adalah sebuah kelainan dan gangguan neurogi pada nervus cranialis VII (saraf facialis) didaerah tulang temporal yang menyebabkan kelemahan atau paralisis otot wajah disekitar foramen stylomastoideus. Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam peningkatan kemampuan fungsional dan kekuatan otot-otot wajah pada kondisi Bell’s Palsy Sinistra dengan menggunakan modalitas Infra Red, Elektrikal Stimulation, Massage dan Mirror Exercise. Setelah dilakukan terapi sebanyak 5 kali tindakan dan edukasi di dapat hasil peningkatan aktifitas fungsional dan kekuatan otot menggunakan metode pengukuran menggunakan skala ugo Fisch mendapatkan hasil (T1) 38 dan setelah menjalani 5 kali terapi didapatkan hasil 86 yang menunjukkan adanya peningkatan pasien. Sedangkan kekuatan otot wajah diukur menggunakan MMT T1 : (mengerutkan dahi = 1, mengangkat alis = 1, menutup mata = 3, kembang kempis hidung = 1, mengembungkan pipi = 1, tersenyum = 1, meniup/mencucu = 2) menjadi T5 : (mengerutkan dahi = 5, mengangkat alis = 5, menutup mata = 5, kembang kempis hidung = 5, mengembungkan pipi = 5, tersenyum = 5, meniup/mencucu = 5
Relationship Between Sitting Duration And Complaints Of Low Back Pain In Online Ojek Drivers In Bangkalan Annida Diana Islami; Ali Multazam; Safun Rahmanto
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal eduHealt, Edition April - June , 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain (LBP) or commonly called low back pain is a complaint of pain that can be felt in the spine of the spinal region (lower back). The duration of sitting is the period of time used to perform the activity of resting the body by resting on the buttocks while working. The purpose of this study was to determine the relationship between sitting duration and complaints of low back pain in online motorcycle taxi drivers in Bangkalan. Methods: This study used quantitative research with a cross-sectional approach. Sampling in this study was based on purposive sampling technique with a total sample of 74 respondents. Data taken using the Roland-Morris Disability Questionnaire (RMDQ). Results: in this study using the spearman rank test and obtained a significance value of 0.000 (<0.005). Conclusion: there is a relationship between sitting duration and complaints of low back pain in online motorcycle taxi drivers in Bangkalan.
PENGARUH TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) DAN MASSAGE UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN BELL’S PALSY DEXTRA DI RSUD DOLOPO MADIUN : STUDI KASUS Peluw, Kurnia Izza Habiba; Kristianingtyas, Kristianingtyas; Multazam, Ali
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bells palsy, juga dikenal sebagai kelumpuhan wajah akut merupakan neuropati saraf perifer yang yang menyebankan paralisis otot wajah atau kelumpuhan total yang khas pada satu sisi wajah yang terjadi secara tiba-tiba dan penyebab yang pasti belum diketahui. Terapi nonfarmakologis seperti fisioterapi berpengaruh dengan pemberian modalitas seperti TENS dengan faradic current dan massage untuk meningkatkan kekuatan otot wajah pada pasien. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dengan pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Mirror facial exercise dan massage untuk meningkatkan kekuatan otot wajah pada pasien bell’s palsy. Hasil : Terdapat peningkatan kekuatan otot wajah dengan pemberian arus faradik dan Massage pada pasien bell’s palsy. Kesimpulan : Adanya pengaruh pada pemberian TENS dengan arus faradik dan massage dapat meningkatkan kekuatan otot wajah pada penderita bell’s palsy
Co-Authors Abdul, Fahrum Nissa Agnes Darin Alimah Yusandy Ahmad Abdullah Aini Rahmawati, Nurul Amiko Chandra Anggriani, Devi Anita Faradilla Rahim Annida Diana Islami Apliana Rambu Dulu Mosa Aryani Trisna Wardani Astuti, Sarita Sri Athifah Haya Aqila Atika Yulianti Aulia Nahdah Salsabila Azumah Azumah Bambang Satrio Utomo Baruna, Arys Hasta BAYU PRASTOWO Butsainah, Dzakira Damayanti, Karina Devi Anggriani Diah Nur Pratiwi Dimas Sondang Irawan Dwi, Feviola Egalia Novika Hidayat EKA KURNIA SARI Fachry Raul Aimar Zinedine El Addin Faradhiza Aini Putri Nasir Nasir Fentikasari Setyaningrahayu Fitriyah, Qonitatul Fransiska, Tri Dewi Gamar Gamar Ghina Mufidah Yuna Putri Hafizah Sururul Nur Rakhmawati Haya Aqila, Athifah Herlianti Herlianti Hidayati, Indah Ningtiyas Hope Septi Nur Rohmah I Komang Wira Kusuma Indah Ningtiyas Hidayat Indah Ningtiyas Hidayati Kadek Pradnya Prameitha Pratiwi Nartha Kambe, Medlin Kurniawati Kamilla, Natasya Dinna Karina Damayanti Khairo, Nadiatul Kirana, Dinda Dewi Krisna Adji Eko Santoso Kristianingtyas, Kristianingtyas Kurnia Putri Utami Kurniawati Putri Al Saudi Latifah Zulfa Rahmawati Lina Mitsalina Erawati M. Ardiansyah Mahfud Hidayat Mahfud Hidayat Mahfud Hidayat Marufa, Siti Ainun Masyani, Masyani Muhammad Hafiz Muhammad Hafiz Mulatsih Nita Utami Mutiara Titani Nikmatur Rosidah Novitasari, Intan Hardiana Nungki Marlian Yuliadarwati Nur Atiqatul Himmah Nur Hikmah Nuranita, Nuranita Nurmidha Yanti Amanda Nurul Aini Rahmawati Nurul Fitriati Peluw, Kurnia Izza Habiba Prameswari, Ni Nyoman Diah Prasetyo, Rahmad Oky Lukman Pratiwi, Diah Nur Pribayu Eka Aditya Puriani, Agnees Dwi Putra, Bagus Rahmansyah Fajeri Dwi Putri Al Saudi, Kurniawati Putri Hadi Novitaningrum Putri, Dinda Permata Putu Maryansyah Indra Fahlefi Putu Meiyana Trisaputra Qonitatul Fitriyah Rahmad Oky Lukman Prasetyo Rama Anggara Zikrullah Reza Pahlevi Riri Putri Ramadani Rizky Dini Utami Safun Rahmanto Sahasika, Mahiya Lintang Sarah Nur Azizah Sari, Ni Putu Desy Purnama Slamet . Sophia Hanny Amandhea Sukirman L, Riza Daeng Sulistia, Nur Syifa TANAZZA, Syi'ar Aprilla Tri Dewi Fransiska Wahyudi SW, M. Ricky Wardhani, Ajeng Dyah Ayu Pramudya Widya Puspitasari Widya Puspitasari Woli, Yuniatri Yasinta Aldinata Arsy Zailia, Syamsa Liatis Zidni Imanurrohmah Lubis Zidni Sadati Maulana A Ziyadatul Khair