Articles
ANALISA FAKTOR RESIKO POSTUR KERJA TERHADAP KELUHAN NECK PAIN PADA DOKTER GIGI DI RSU PERMATA HATI, SEMARAPURA
Kadek Pradnya Prameitha Pratiwi Nartha;
Ali Multazam
Advances In Social Humanities Research Vol. 1 No. 1 (2023): ADVANCES in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46799/adv.v1i1.6
Permasalah ergonomi di tempat kerja merupakan faktor risiko yang memberikan kontribusi terhadap masalah K3 yang menimbulkan penyakit akibat kerja seperti nyeri leher (neck pain). Faktor yang mempengaruhi timbulnya neck pain adalah faktor individu dan faktor resiko yakni postur, durasi kerja, dan masa kerja. Dokter gigi merupakan profesi yang rentan terhadap keluhan nyeri leher akibat postur kerja duduk statis dengan posisi leher menunduk dan tubuh membungkuk dengan durasi yang lama. Penelitian dilakukan dan dianalisis secara deskriptif. Analisa faktor resiko postur kerja yang dilakukan pada dokter gigi di poli gigi RSU Permata Hati, Semarapura didapatkan sampel berjumlah 6 orang berjenis kelamin perempuan. Dalam menangani pasien, dokter gigi bekerja 4 jam perharinya dan sudah bekerja selama 2 – 6 tahun. Analisa dimulai pada tanggal 15 Maret 2022. Tahapan awal yakni persetujuan dan pendataan seperti identitas diri, durasi, dan masa kerja. Berdasarkan hasil NBM diperoleh skor tertinggi 66 termasuk kategori resiko “sedang”, hasil pengukuran postur dengan RULA didapatkan nilai tertinggi 7 “tinggi” artinya diperlukan tindakan perbaikan postur kerja sekarang juga, serta pengukuran fungsional leher menggunakan NDI didapatkan hasil tertinggi 22 berarti gangguan tingkat moderate. Hasil observasi penyebab keluhan neck pain pada dokter gigi diakibatkan oleh postur tubuh yang tidak baik saat bekerja dengan durasi yang dilakukan dalam kurun waktu menahun.
ANALISIS FAKTOR RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) DENGAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DAN REBA PADA PETUGAS CLEANING SERVICE DI RSU PERMATA HATI SEMARAPURA
Aryani Trisna Wardani;
Ali Multazam
Advances In Social Humanities Research Vol. 1 No. 1 (2023): ADVANCES in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46799/adv.v1i1.7
Penerapan posisi kerja yang tidak tepat dalam jangka waktu yang lama dan berulang-ulang dapat mengakibatkan pekerja mengalami beberapa gangguan pada musculoskeletal, neuromuscular dan masalah lainnya sehingga akan mengganggu kinerja pekerja. Posisi kerja yang tidak ideal dan statis serta dilakukan berulang-ulang seperti berdiri, membungkuk dan duduk yang dilakukan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya kontraksi otot yang kuat secara terus-menerus sehingga aliran darah ke otot menjadi tidak lancar dan berkurangnya pasokan oksigen yang menyebabkan penimbunan asam laktat didalam tubuh dan menimbulkan adanya rasa nyeri pada otot dan terjadinya gangguan pada musculoskeletal. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assesment (REBA) pada pegawai cleaning service di RSU Permata Hati Semarapura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Subjek penelitian yang digunakan yaitu sebayak 8 responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian yaitu Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assesment (REBA). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, masa kerja dan posisi kerja sehingga dapat terjadi keluhan musculoskeletal disoders (MSDs) yang dialami oleh petugas clening service di RSU Permata Hati Semarapura
KEGIATAN PENYULUHAN FISIOTERAPI TENTANG LOW BACK PAIN PADA KOMUNITAS PASIEN LANSIA DI RUMAH SAKIT PERKEBUNAN JEMBER KLINIK
Zidni Sadati Maulana A;
Ali Multazam
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 7 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8765/krepa.v2i7.3046
Penyuluhan diadakan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pasien tentang penyakit low back pain atau nyeri punggung bawah yang sering terjadi. Penyuluhan yang dilakukan dilakukan untuk supaya para pasien lebih mengenal terutama tentang penyebab dan cara melakukan latihan mendiri. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan pada para pasien dengan menggunakan leaflet sebagai media untuk mempermudah memberikan informasi. Penyuluhan berjalan dengan baik dengan dihadiri 25 orang peserta dengan beberapa sesi tanya jawab. Kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya menghindari penyebab terjadinya nyeri punggung bawah serta bagaimana melakukan latihan mandiri untuk mengurangi keluhan.
Hubungan Antara Kebiasaan Merokok dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Post COVID-19 di Malang Raya
Devi Anggriani;
Ali Multazam;
Nungki Marlian Yuliadarwati
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/jsi.v6i02.151
Merokok merupakan suatu kebutuhan esensial bagi seorang yang cenderung merokok. Seorang remaja yang mengonsumsi rokok satu bungkus tiap harinya dapat berisiko menyebabkan gangguan kecemasan dan saat dewasa mereka 15 kali lebih mungkin mengalami gangguan panik (panic disorder) dibandingkan denganyang bukan perokok. Kecemasan merupakan suatu keadaan yang mana orang tersebut mengalami rasa tidak aman dan tidak mampu mengatasi tuntunan lingkungan. Kondisi fisik orang yang mengalami gangguan kecemasan dapat diamati ketika orang tersebut merasakan adanya perubahan pada pernafasannya dan peningkatan denyut nadinya. Keprihatinan mengenai seseorang yang mengalami trauma pada kasus post COVID-19. Penelitian ini analitik-observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu pasien pasca COVID-19 yang berdomisil di Malang Raya. Terdapat 60 responden dalam penelitian ini. Instrumen pengambilan data menggunkan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) mengukur tingkat kecemasan dan Glover-Nilsson Smoking Behavior Quistionnaire (GN-SBQ) mengukur tingkatan merokok. Berdasarkan uji statistik Pearson, tingkat kecemasan dan kebiasaan merokok diperoleh nilai P = 0,005, r = 0,359 dengan hasil rendah, sehingga adanya hubungan antara tingkat kecemasan dan kebiasaan merokok.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE DI POSYANDU BANJARTENGAH KOTA MALANG
Nuranita, Nuranita;
Multazam, Ali;
Rahmawati, Nurul Aini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14873
Fase menopause adalah masa transisi ditandai dengan penurunan produksi estrogen yang dapat berdampak buruk pada kesehatan kardiovaskular termasuk tekanan darah. Lansia rentan terhadap gangguan kesehatan yang berdampak dari beberapa aspek seperti pilihan gaya hidup, hormon dan aktivitas fisik. Penurunan tingkat aktifitas fisik yang dapat berdampak negatif pada tekanan darah, kesejahteraan fisik dan mental wanita. Tujuan penelitian untuk memahami bagaimana tekanan darah dan aktifitas fisik berhubungan. Pada penelitian ini, analisis regresi digunakan dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini difokuskan pada wanita menopause yang berdomisili di Posyandu Dusun Banjartengah Kabupaten Malang. Untuk penyelidikan ini, ukuran sampel sebanyak 32 peserta dibuat dengan menggunakan metode purposive sampling. Tensimeter digunakan untuk mengukur tekanan darah, dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) digunakan untuk mengukur aktivitas fisik. Data diperoleh melalui penggunaan analisis statistik Chi-Square. Pada wanita menopause terdapat korelasi antara tekanan darah dengan aktivitas fisik yang ditunjukkan dengan uji korelasi data analisis Chi-Square yang memiliki nilai p-value 0,045 kurang dari 0,05. Pada wanita yang mengalami menopause, terdapat hubungan antara tekanan darah dan aktivitas fisik.
Hubungan Potensi Nyeri Nosiseptif dan Neuropati Dengan Usia Kehamilan Pada Ibu Hamil
Puspitasari, Widya;
Multazam, Ali;
Marufa, Siti Ainun
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15462
Perubahan fisiologis selama kehamilan dapat menyebabkan keluhan neurologi, seperti nyeri. Nyeri seringkali menjadi keluhan selama kehamilan. Nyeri nosiseptif dapat muncul karena stimulasi yang kuat dan singkat namun tidak menimbulkan kerusakan jaringan. Nyeri neuropati perifer adalah kondisi medis yang disebabkan kerusakan pada sistem saraf. Kerusakan ini mengakibatkan gangguan dalam transmisi sinyal antara sistem saraf pusat dan saraf tepi. Kompresi saraf merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan neuropati perifer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi nyeri nosiseptif dan nyeri neuropati perifer pada ibu hamil berdasarkan usia kehamilannya. Penelitian ini termasuk penelitian berbasis kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sebanyak 22 ibu hamil dari trimester I, II, dan III yang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Kuesioner Douleur Neuropathique en 4 Questions (DN4) digunakan untuk menilai resiko nyeri neuropati, diikuti dengan analisa data secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji dengan uji korelasi pearson’s, terdapat korelasi yang signifikan antara kejadian nyeri dan usia kehamilan (p= 0,000; r= 0,768). Temuan ini menunjukkan bahwa adanya potensi nyeri nosiseptif dan nyeri neuropati perifer pada ibu hamil berdasarkan usia kehamilan.
Relationship between anxiety levels and dyspnea among post-COVID-19 patients
Multazam, Ali;
Pratiwi, Diah Nur;
Rahmawati, Nurul Aini
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/ptji.v4i2.89
Background: Post-corona-virus disease 2019 (Post-COVID-19) syndrome also known as severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a condition where symptoms arise in COVID-19 patients who have been declared cured according to negative swab results. The level of anxiety can cause it because when anxiety occurs, there is a "fight or flight" response to protect oneself. The sympathetic nervous system works and releases the adrenaline hormone, causing dyspnea. Research objective knowing the relationship between anxiety levels and dyspnea in post-COVID-19 patients in Malang Raya. Methods: This study used a cross-sectional design. The population of this study consisted of post-COVID-19 patients who live in Malang Raya, with a sample of 56 respondents. This study collected data of the Hamilton rating scale for anxiety (HRS-A) questionnaire to measure the level of anxiety and the Borg Scale to measure the level of dyspnea. Results: Based on Spearman's statistical test, the level of anxiety and dyspnea obtained a value of p= 0.00, r= 0.503 with quite strong results, so there is a relationship between the level of anxiety and dyspnea. Conclusion: There was a strong relationship between the level of anxiety and dyspnea in post-COVID-19 patients.
The relationship between fatigue level and dyspnea in post-COVID-19 patients
Multazam, Ali;
Herlianti;
Rahmawati, Nurul Aini
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/ptji.v4i2.91
Background: Post-coronavirus disease 2019 (Post-covid-19) is a term used to describe people with COVID-19 symptoms that persist after two weeks from the onset of symptoms. Some of the most common post covid-19 symptoms are fatigue and dyspnea. Fatigue is a feeling of physical or mental debilitation resulting from a person's immune and psychological changes. Breathing becomes faster and shorter when insufficient oxygen reaches the lungs, a condition known as dyspnea. Methods: This study used the cross-sectional design. The population of this study consisted of post-COVID-19 patients who live in Malang Raya, with a sample size of 56 respondents. Data collection using the Fatigue Severity Scale questionnaire to measure fatigue levels and the Borg Scale to measure dyspnea levels. Results: The results of Spearman's test obtained a value of r= 0.498, with a moderate correlation, indicating there was a relationship between the level of fatigue and dyspnea. Conclusion: There was a relationship between fatigue level and dyspnea in post-COVID-19 patients.
The effect of yoga and zumba exercises in increasing VO2 max
Yasinta Aldinata Arsy;
Ali Multazam;
Marufa, Siti Ainun
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/ptji.v4i2.123
Background: Someone with a healthy and fit body is likely to be able to do a high level of physical activity. Physical exercise can improve physical fitness and has an important element, cardiorespiratory endurance. One way to measure cardiorespiratory endurance is by measuring the maximum volume of oxygen consumption, called VO2 max. Methods: This type of research uses a quasi-experimental type, namely two pre-and post-test design research groups. The type of quasi-experimental research design uses two groups of subjects, namely group A, who are given yoga exercises, and group B, who are given zumba exercises, with a total of 30 respondents. The cardiorespiratory endurance was measured with the beep test. Results: Based on the paired sample t-test, the San Zumba yoga group had a result of p<0.05. Whereas in the independent sample T-Test test, the results of p<0.05, it can be concluded that there is a significant difference in the increase in the yoga and zumba groups. Conclusion: There are differences in the effect of giving yoga and zumba exercises on increasing VO2 max values.
PENYULUHAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL DI POSYANDU KEMUNING 512 KESATRIAN KOTA MALANG
M. Ardiansyah;
Ali Multazam;
Tri Dewi Fransiska
Jurnal Pemantik Vol. 2 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Rafandha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56587/pemantik.v2i2.86
Pregnancy is a very valuable event in a woman's life. During pregnancy, women will experience many changes in their posture, physiological and anatomical changes that occur during pregnancy can cause a decrease in functional activity. Often women will feel pain in the back which is caused by an increase in abdominal volume. This counseling aims to increase knowledge of pregnant women and how to reduce back pain during pregnancy. This outreach activity was carried out on 16 – 31 October 2023. Located at Posyandu Kemuning 512, Kesatrian Village, Malang City. Participants in this activity were pregnant women in the second and third trimesters with a total of 10 participants. The outreach media uses leaflets. Data collection was carried out using pre-test and post-test questionnaires. The results show that there is an increase in knowledge and it can be concluded that the majority of pregnant women have a better understanding of the back pain they often experience.