p-Index From 2021 - 2026
8.594
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Litera KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Arbitrer Ranah: Jurnal Kajian Bahasa PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmiah KORPUS Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya International Journal of Language Teaching and Education LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Basataka (JBT) Jurnal Sastra Indonesia Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Lingua Susastra Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra STLISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JGK (Jurnal Guru Kita) Socius: Social Sciences Research Journal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia PESHUM Sawerigading Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Sosok Guru Ideal dalam Puisi-Puisi Karya M. Faizi: Studi Linguistik Sosiokognitif Baehaqie, Imam; Sumartini, Sumartini; Utomo, Asep Purwo Yudi; Nugroho, Muhammad Irsyad Hamid; Rahmat, Arzha Ali
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1629

Abstract

The purpose of this study is to describe the figure of the ideal teacher represented in the poetry collection Jalan Empat by M. Faizi. The data collection method in this study is the listening method, namely listening to the use of language contained in the poem. The data analysis method applied in this study is the referential matching method. In this case, the determinant is the reality indicated by the language contained in the poem by utilizing Van Dijk's critical discourse analysis model. Through poetry, the poet, in this case M. Faizi, voices all things, including quality education. Quality education should be supported by the excellence of all its components, including the figure of the teacher. In the poetry collection Jalan Empat, there are poems that represent the subject of teachers. The poems in question are the poems Kularutkan Anxiety Kularutkan Harapan, Wafat Kiai, and Ode Guru. From the analysis of these poems, it can be seen that the characteristics of an ideal teacher, according to M. Faizi, include being able to recognize and guide students' emotions, maintaining children's happiness, working out of a calling and sincerity, and being able to develop students' cognitive, psychomotor, and affective intelligence. AbstrakTujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan sosok guru ideal yang direpresentasikan dalam kumpulan puisi Jalan Keempat karya M. Faizi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak, yakni menyimak penggunaan bahasa yang terdapat dalam puisi. Adapun metode analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini ialah metode padan referensial. Dalam hal ini, penentunya ialah kenyataan yang ditunjuk bahasa yang terdapat dalam puisi dengan memanfaatkan analisis wacana kritis model Van Dijk. Lewat puisi penyair dalam hal ini M. Faizi menyuarakan banyak  hal, termasuk di antaranya pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang bermutu hendaknya didukung oleh adanya keunggulan semua komponennya, tak terkecuali sosok guru. Dalam kumpulan puisi Jalan Keempat dapat ditemukan adanya puisi-puisi yang merepresentasi perihal guru. Puisi-puisi yang dimaksudkan adalah puisi Kularutkan Cemas Kularutkan Harap, Wafat Kiai, dan Ode Guru. Dari analisis terhadap sejumlah puisi tersebut dapat diketahui bahwa karakter sosok guru ideal dalam pandangan M. Faizi antara lain ialah mampu mengenali emosi murid dan membimbingnya, menjaga keceriaan anak, bekerja karena panggilan jiwa dan ketulusan, serta mampu mengembangkan kecerdasan kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa.
SINTAKSIS FRASA PADA SEJUMLAH KALIMAT DALAM WACANA DONGENG ASAL-USUL IKAN PATIN YANG DICERITAKAN ULANG OLEH ANDI MULYA Rahmita; Imam Baehaqie
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi frasa dalam sejumlah kalimat pada wacana dongeng Asal-Usul Ikan Patin yang diceritakan ulang oleh Andi Mulya. Fokus kajian diarahkan pada analisis sintaksis frasa untuk mengungkap struktur internal, kategori, dan peran frasa dalam membangun keutuhan makna kalimat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan yang bertujuan untuk mengkaji pentingnya sintaksis dalam pembentukan kalimat, baik secara lisan maupun tertulis. Data penelitian berupa kalimat-kalimat dalam teks dongeng dianalisis melalui langkah identifikasi, klasifikasi, serta interpretasi berdasarkan teori sintaksis frasa. Hasil penelitian menunjukkan keberagaman jenis frasa, meliputi frasa nominal, verbal, adjektival, adverbial, dan preposisional yang masing-masing memiliki karakteristik struktural dan fungsi sintaktis berbeda.
TPACK on differentiated instruction: Students' critical listening literacy skills Naryatmojo, Deby Luriawati; Baehaqie, Imam; Hasyim, Mohamad Yusuf Ahmad; Cahyo, Ahmad Nur; Azam, Muhammad
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) has been widely advocated in technology-enhanced learning; however, empirical evidence linking TPACK-based differentiated instruction to the development of critical listening literacy in higher education remains limited. This study addresses this gap by examining the pedagogical impact of a TPACK-integrated differentiated instructional model on undergraduate students' literal and critical listening competencies. A quasi-experimental non-equivalent control group design was employed involving 72 students from two Indonesian public universities. The experimental group (n = 37) received TPACK-based differentiated instruction, while the control group (n = 35) underwent conventional teaching. Data were analyzed using parametric statistical procedures, including paired- and independent-sample t-tests and normalized gain (N-gain) analysis. Results demonstrate statistically significant improvements in both groups; however, the experimental group achieved substantially greater learning gains (M_pre = 73; M_post = 87) compared to the control group (M_pre = 69; M_post = 80), with a high N-gain score (0.53) versus a moderate gain (0.35). The findings suggest that systematic integration of technological, pedagogical, and content knowledge within differentiated frameworks enhances higher-order listening literacy by promoting cognitive engagement and evaluative processing. This study contributes empirical support to the TPACK framework by extending its application to critical literacy development and offers pedagogical implications for technology-mediated language instruction in higher education contexts.
Kosakata Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Malaysia dalam “Series Melur untuk Firdaus Season 2” Episode Perdana di Aplikasi Disney Hotstar: Studi Linguistik Kontrastif Auliana Dwi Rahmah; Imam Baehaqie
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12515

Abstract

Language plays a fundamental role in human interaction as a medium for conveying ideas and information, and its comparative study is addressed within contrastive linguistics. This study investigates the similarities and differences in vocabulary between Indonesian and Malaysian Malay as represented in the series Melur untuk Firdaus Season 2 Episode One, addressing how lexical variations reflect linguistic and cultural distinctions. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected using listening and note-taking techniques, including the derivative free listening technique with involved speaking. Data analysis was conducted using the matching and distributional methods, while findings were presented informally. The results reveal 25 instances of Indonesian vocabulary (BBMS) and 6 instances of Malaysian Malay vocabulary (BBMB), highlighting both shared lexical roots and distinctive variations influenced by sociocultural contexts. The study argues that despite structural and historical proximity, the two languages exhibit meaningful lexical divergences that shape comprehension and communication. These findings contribute to the enrichment of contrastive linguistic studies and provide insights into cross-linguistic understanding in media contexts.
Alih Kode dan Campur Kode Interaksi Sosial Antar Warga Desa Gesik Kabupaten Cirebon: Kajian Sosiolinguistik Sindy Putri Utami; Imam Baehaqie
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i2.5373

Abstract

Masyarakat yang mampu menggunakan lebih dari satu bahasa disebut masyarakat dwibahasawan. Dalam situasi kedwibahasaan, penggunaan bahasa tidak selalu berlangsung secara tetap, tetapi sering mengalami peralihan dan pencampuran bahasa saat proses interaksi berlangsung. Fenomena tersebut mengakibatkan munculnya alih kode dan campur kode dalam percakapan sehari-hari. Kondisi ini umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup dalam lingkungan multilingual dengan latar belakang sosial dan budaya yang beragam, seperti masyarakat Desa Gesik Blok Kembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan secara mendalam fenomena kebahasaan yang berkaitan dengan berbagai bentuk alih kode dan campur kode, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode dan campur kode dalam interaksi masyarakat. Desa Gesik Blok Kembang.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap, perekaman, dan pencatatan terhadap tuturan masyarakat dalam situasi komunikasi alami. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskripsi, identifikasi, dan klasifikasi untuk menentukan jenis alih kode dan campur kode yang muncul serta faktor yang melatar belakanginya.Hasil penelitian menunjukkan adanya alih kode internal antar bahasa dan alih kode internal antar ragam bahasa. Selain itu, ditemukan pula campur kode yang berupa penyisipan kata dan penyisipan frasa dalam tuturan. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode meliputi faktor mitra tutur, kebiasaan penggunaan bahasa, serta maksud dan tujuan penutur dalam berkomunikasi agar pesan dapat tersampaikan secara lebih efektif.
MAKNA KULTURAL MOTIF BATIK KHAS SEMARANG: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Imam Baehaqie; Muadzin Muadzin; Ardani Tangguh Waskito
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1085

Abstract

Batik khas Semarang merupakan salah satu artefak budaya lokal yang tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga mengandung makna kultural yang merefleksikan nilai, pandangan hidup, sejarah, serta identitas kelompok masyarakat. Setiap motif batik menjadi simbol budaya yang lahir dari perpaduan bahasa dan budaya dalam kehidupan sosial masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan mengelompokkan makna kultural yang dimiliki batik khas Semarang. Makna kultural sendiri merupakan makna yang lahir dari keterkaitan antara bahasa dan budaya suatu kelompok masyarakat, mencakup nilai-nilai, pandangan hidup, fungsi sosial, sejarah, dan pengetahuan suatu masyarakat. Pendekatan yang digunakan mencakup dua pendekatan, yakni pendekatan metodologis berupa deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis berupa etnolinguistik. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan delapan motif batik, masing-masing memiliki makna kultural yang berbeda. Salah satu motif tersebut ialah batik dengan kategori fauna, yaitu "Warak Ngendhog", yang memiliki makna harapan agar di bulan suci Ramadan orang mampu menjaga hawa nafsu, sehingga dapat menelurkan hal-hal baik. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi yang akurat dan menjadi arsip kebudayaan atau pengetahuan tentang makna kultural motif batik khas Semarang.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA MEDIA ONLINE MOJOK.CO Rifda Nabila; Imam Baehaqie
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 1 February 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v0i0.82487

Abstract

This study aims to describe the types of illocutional speech acts, functions, and pragmatic implications in essay articles on Mojok.co for the period September-November 2025. In this study, a pragmatic approach (as a theoretical approach) and a qualitative descriptive approach (as a methodological approach) are used. Data in the form of speech quotes selected from Mojok.co essays were collected using the free listening method and note-taking techniques to assess proficiency. The data were analyzed using a pragmatic matching method based Searle’s illocution classification and Leech’s illocution function. The results of the study show that there are five types of illocution, namely assertive, directive, commissive, expressive, and declaration, as well as four functions, namely competitive, convivive, collaborative, and conflictive. The study concludes that the illocution strategy is used to frame issues, direct readers’ judgment, and strengthen social criticism in digital discourse.
MAKNA KONTEKS DALAM CERPEN “SENYUM KARYAMIN” KARYA AHMAD TOHARI (PENDEKATAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL) Aristiani, Ani; Baehaqie, Imam
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.44922

Abstract

Literature is an art form studied in schools at both primary and secondary levels. One type of literary work studied at the junior high school level is the short story. Short stories often employ language that requires interpretation beyond mere structural meaning, necessitating the integration of contexts outside of the language itself. Therefore, a linguistic approach is needed to interpret short stories, one of which is Systemic Functional Linguistics (SFL). This study aims to analyzed and describe how the SFL approach interprets language within a short story. The research method used is descriptive qualitative, providing detailed and systematic explanations. The findings indicate that, contextually, the meaning of a short story can be viewed through cultural and situational contexts. Cultural context pertains to the use of words related to the culture surrounding the production of the language. Meanwhile, within the situational context, the elements of field, tenor, and mode were identified. The Field in the short story "Senyum Karyamin" is evident in the choice of words related to the discourse discussed, such as pengepul (collector), pengumpul (gatherer), kubik (cubic), and so on. Additionally, the study found Tenor, specifically the use of language that illustrates social relationships between characters in the story. Finally, regarding Mode, the study identified both oral and written modes, with the oral mode being apparent in the use of direct quotation.
Euphemism in Translation of Al-Qur’an Bacaan Mulia by H.B. Jassin Jauhari, Falah; Baehaqie, Imam
International Journal of Language Teaching and Education Vol. 10 No. 1 (2026): International Journal of Language Teaching and Education
Publisher : Universitas Jambi, Magister Program of English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ijolte.v10i1.55743

Abstract

This study aims to describe the forms of euphemism found in Al-Qur’an Bacaan Mulia, an Indonesian translation of the Qur’an by H.B. Jassin, particularly in verses related to gender issues. This research employed a descriptive qualitative approach grounded in the theories of euphemism proposed by Allan and Burridge as well as Olimat’s euphemism analysis model. The data consisted of words, phrases, and sentences containing euphemistic expressions in verses concerning male–female relations, marital relations, aurat, divorce, inheritance, and other gender-related issues. Data were collected through observation, documentation, and note-taking techniques. The data were analyzed using distributional and identity methods through direct element division and comparative techniques. The findings reveal five forms of euphemism in Al-Qur’an Bacaan Mulia: substitution, circumlocution, generalization, remodelling, and metaphor. These euphemistic forms are used to soften expressions related to sexuality, gender relations, and body parts considered sensitive. The use of euphemism in Jassin’s translation demonstrates the integration of Qur’anic meaning with literary aesthetics and linguistic politeness. Furthermore, the study indicates that diction choices in Qur’anic translation may influence readers’ understanding of gender meanings within the sacred text.
Makna Kultural dalam Tradisi Mendhem Ari-Ari di Desa Candisari Kabupaten Grobogan Ananda Dwi Rahayu; Naurah Nadzifah Ramadhani; Imam Baehaqie
Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v11i1.36798

Abstract

This study examines the cultural significance of the Mendhem Ari-Ari tradition in Candisari Village, Grobogan Regency. It focuses on two main aspects: the verbal and nonverbal aspects that emerge during the tradition. Using a cultural semantics, semiotics, and etnolinguistics framework, the study attempts to understand how symbols, actions, and utterances within the tradition reflect the perspectives and cultural values of the local community. Data were collected through direct interviews, recordings, and note-taking, with the Candisari Village community as the primary source. Of the 22 items collected, 21 are nonverbal and only one is verbal. Analysis using the matching method shows that each element of the Mendhem Ari-Ari tradition has a meaning related to hopes for safety, protection, and prayers for the growth and future of newborns. This tradition ultimately demonstrates how the community maintains cultural values through inherited symbols and practice.
Co-Authors Ahmad Mubarok Ahmad Salah Alfi Khoiru An Nisa Alien Kurnia Warya Selia Alifia Nur Laila Ambar Tri Laksono Ananda Dwi Rahayu Andi Naga Wulan Antono, Arif Antono, Arif Ardani Tangguh Waskito Ardiningsih, Monitha Arinal Hasanah Aristiani, Ani Asep Purwo Yudi Utomo Aulia, Rifa Auliana Dwi Rahmah Auliya Eka Wijayatri Awaliyah, Sindi Azizah , Yulfiha Nur Azizi, Mohammad Sofwan Azkia Aenu Syifa Azyarni Anjani Bambang Hartono Bela Hastya Pertiwi Bismo Prasetyo Cahyo, Ahmad Nur Chairun Nisa Desfiona, Elfara Diah Ayu Wulandari Diah Ayu Wulandari, Diah Ayu Dies Oktavia Dwi Astuti Eriza Kemala Sari Fathur Rokhman Finta Haliza Handa, Esa Futuh Hardiasari, Shiva Arinda Putri Hari Bakti Mardikantoro Haryadi - Hasanah, Arinal Hasnah Setiani Hastuti, Anisa Puji Hastuti, Anisa Puji Hasyim, Mohamad Yusuf Ahmad Ida Zulaeha indrayanti, Novita indrayanti, Novita Ira Susma Sari Izmi Ayyita Rahmawati Jauhari, Falah Jauriza Eka Sintasari Kartika Pandu Latsiya Ketut Tirtayasa Khasanah, Sofia Nur Laksono, Ambar Tri Latsiya, Kartika Pandu Legi Aspriyanti Margiani, Margiani Margiani, Margiani Maulana Febryan Saputra Meku, Andir melisa septiana Michael Johan Sulistiawan Millati Azka Nabiha Muadzin Muadzin Muhammad Azam Mulyono Mulyono Muttaqin, Nufi Azam Nabila Ayu Diansah Nabila Fatihatun Dahlya Nancy Angelia Purba Naryatmojo, Deby Luriawati Naurah Nadzifah Ramadhani Nila Azizah Novi Auliana Putri Nufi Azam Muttaqin Nugroho, Muhammad Irsyad Hamid Nurani Azmi, Dian Nurtilek Kadyrov Pangestuti, Tri Yuli Pebri Dwi Lesmono Nugroho Pekuwali, Dian Sari Arindah Pipin Diana Sari Prahastiwi, Arunika Harum Prahastiwi, Arunika Harum Prasetyo, Bismo Puspitasari, Hestri Afri Putri, Meidiana Putri, Novi Auliana Qorizki, Deliza Rahmat, Arzha Ali Rahmita Revalina Aulia Ramadhani Rifda Nabila Rizqia Eka Eryana Rizqon Hilmi, Muhammad Rosyadi, Diding Rosyadi, Diding Rustono Rustono - Rustono Rustono Sandy Aulia Saputri, Ana Sari, Desi Novita Sari, Eriza Kemala Septina Sulistyaningrum Seylla Arifeni Ella Sindy Putri Utami Siti Rahma Nur Aullia Slamet Ariana Rahmawati Sofia Nur Khasanah Sony Junaedi Sudiyati, Citra Amelia Sumartini Sumartini Supriyani, Dwi Supriyani, Dwi Supriyanto, RM. Teguh Suseno Syavrina Fatwa Aulia Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Valencia, Berliana Intan Vio Amandini Afriliana Wati, Maulida Laily Kusuma Zairoturaudloh, Sheila