Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN FILSAFAT BAHASA ATAS TINDAK TUTUR DALAM UPACARA MARHATA SINAMOT PADA MASYARAKAT BATAK TOBA Angelia Purba, Nancy; Baehaqie, Imam; Yuniawan, Tommi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.674-683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dalam upacara Marhata Sinamot masyarakat Batak Toba dengan menggunakan perspektif filsafat bahasa, khususnya teori tindak tutur John L. Austin dan John R. Searle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif–interpretatif dengan metode etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, perekaman audio-video, dan dokumentasi naskah adat terhadap sepuluh informan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan upacara Marhata Sinamot di Kabupaten Samosir. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 56 data tindak tutur yang diklasifikasikan menjadi 30 lokusi, 15 ilokusi, dan 11 perlokusi. Tindak tutur lokusi mendominasi karena berfungsi menyampaikan makna adat dan menjelaskan struktur upacara, sementara ilokusi memiliki daya performatif yang menciptakan tindakan sosial seperti penetapan sinamot dan pemberian restu. Perlokusi menimbulkan efek sosial berupa rasa damai, penerimaan, dan solidaritas. Temuan ini memperkuat teori Austin dan Searle bahwa bahasa dapat menciptakan realitas sosial melalui ujaran yang memenuhi syarat kebahagiaan (felicity conditions). Dengan demikian, Marhata Sinamot menunjukkan bahwa bahasa berfungsi sebagai tindakan sosial, sarana legitimasi adat, serta media pewarisan nilai budaya Batak Toba.
ASUMSI ONTOLOGIS DALAM PENELITIAN BAHASA: REALITAS BAHASA SEBAGAI FENOMENA EKSISTENSIAL Kadyrov, Nurtilek; Baehaqie, Imam; Yuniawan, Tommi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.489-496

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis asumsi ontologis yang mendasari penelitian bahasa kontemporer, dengan fokus pada realitas bahasa sebagai fenomena eksistensial. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui analisis filosofis hermeneutis terhadap literatur primer fenomenologi eksistensial serta studi empiris linguistik kontemporer yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa asumsi ontologis dalam penelitian bahasa terbagi ke dalam tiga paradigma utama: realisme linguistik, yang memandang bahasa sebagai objek independen dengan struktur yang objektif; konstruktivisme sosial, yang menekankan bahasa sebagai konstruksi yang terbentuk melalui interaksi sosial dan konteks budaya; serta fenomenologi eksistensial, yang memahami bahasa sebagai medium fundamental eksistensi manusia (being-in-the-world), berakar pada Dasein dan pengalaman embodied. Temuan ini menegaskan pentingnya kerangka metodologis yang reflektif, sensitif terhadap konteks historis dan sosial, serta filosofis-informed, untuk meningkatkan pemahaman mendalam tentang bahasa dalam penelitian linguistik kontemporer.
JENIS DAN CIRI MORFOLOGIS NOMINA BAHASA PRANCIS : KAJIAN LINGUISTIK DESKRIPTIF Oktavia Dwi Astuti, Dies; Yuniawan, Tommy; Baehaqie, Imam
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.594-602

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis nomina dalam Bahasa Prancis dalam fabel storyweaver level 2 Bahasa Prancis, dan (2) ciri morfologis nomina yang terdapat  dalam fabel storyweaver level 2 Bahasa Prancis. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam tulisan ini adalah metode agih yang dilanjutkan dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik baca markah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 34 nomina yang meliputi nom animé masculin, nom animé feminin, nom inanimé masculin, nom inanimé feminin, nom communs, nom simple, dan nom composé.  Satu nomina dalam Bahasa Prancis bisa menyandang beberapa jenis nomina sekaligus sehingga ciri morfologisnya menyesuaikan dengan jenis nomina yang melekat pada nomina tersebut.
BAHASA RELIGIUS SEBAGAI TINDAKAN SPIRITUAL: KAJIAN FILSAFAT BAHASA WITTGENSTEIN DAN PRAGMATIK MAHASISWA S1 PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA Junaedi, Sony; Baehaqie, Imam; Yuniawan, Tommi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.479-488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik komunikasi religius mahasiswa, menganalisis makna bahasa religius berdasarkan teori Meaning as Use Ludwig Wittgenstein, serta mengungkapkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang tercermin dalam penggunaan bahasa tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa religius digunakan mahasiswa tidak hanya sebagai alat komunikasi kepercayaan, tetapi juga sebagai sarana refleksi moral dan pembentukan identitas sosial. Berdasarkan teori language games Wittgenstein, makna bahasa religius terbentuk melalui praktik sosial, spiritual, dan akademik yang mencerminkan nilai moral serta kesadaran kolektif. Bahasa religius memiliki daya performatif yang menggerakkan tindakan dan memperkuat solidaritas di lingkungan akademik.
Bahasa Humor dalam Tradisi Guyon Jawa: Kajian Etnolinguistik tentang Identitas dan Solidaritas Sosial Handa, Esa Futuh; Azizi, Mohammad Sofwan; Baehaqie, Imam
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 5 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17909095

Abstract

This study examines Javanese humor through an ethnolinguistic approach to understand the relationship between humorous forms, cultural values, and communicative practices within Javanese society. It combines ethnolinguistic and sociolinguistic perspectives and employs a descriptive qualitative method. Data were collected from humorous interactions in traditional market transactions, interviews, and documentation of Jula Juli performances and digital content. The findings reveal that Javanese humor serves to maintain social harmony, strengthen interpersonal relationships, and convey criticism in subtle ways. The use of wordplay, semantic shifts, and distinctive humorous patterns demonstrates both linguistic creativity and social sensitivity. In everyday contexts, humor functions as a medium that reinforces solidarity, while in performances and digital spaces, it affirms cultural identity and reflects the community’s adaptation to changing times. This study highlights that Javanese humor is an essential part of intangible cultural heritage, embodying the values of rukun, tepa selira, and nrima.
LEKSIKON MAKANAN TRADISIONAL BETAWI: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Nisa, Chairun; Valencia, Berliana Intan; Baehaqie, Imam
Jurnal PENEROKA Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/peneroka.v5i2.4372

Abstract

This study aims to identify the lexicon form along with the literal meaning and cultural meaning contained in the naming of typical Jakarta culinary made from coconut. The reason for this study was conducted because many typical Betawi foods use coconut as an ingredient. By combining ethnolinguistic theory to examine the relationship between language and culture in the naming of typical Betawi culinary. The focus of this study is how the lexical form and literal meaning of typical Jakarta food made from coconut. This study uses a qualitative descriptive method with an ethnolinguistic approach. A list of typical Jakarta food names along with descriptions of the food names are the subjects of this study. The findings of this study obtained 13 lexicons, each of which is categorized into 2 data categories of heavy food, 10 data categories of snacks, and 1 data category of drinks. An interesting fact in this study is that coconut-based culinary is dominated by the snack category, which shows that coconut is not only an ingredient but also has an important role in creating a variety of typical Betawi food that is rich in cultural meaning.
Fonologi Kontrastif pada Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman Baehaqie, Imam; Rahayu, Ananda; Ramadhani, Naurah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9078

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai analisis bentuk dan perbandingan fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman sebagai dua bahasa dari rumpun yang berbeda. Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan bunyi dan mendeskripsikan inventaris bunyi dan mengidentifikasi persamaan serta perbedaan fonologis kedua bahasa tersebut. Analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kontrastis. Data diperoleh melalui metode simak, simak bebas libat cakap, dan teknik catat terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lesap untuk mengidentifikasi kontras bunyi secara lebih spesifik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa Jawa memiliki tujuh vokal, hingga tujuh deretan vokal, sedangkan Bahasa Jerman memiliki panjang-pendek, umlaut (ä, ö, ü),  deretan vokal, dan vokal tiga deret. Perbandingan ini menunjukkan bahwa adanya titik kesulitan pelafalan bagi masyarakat tutur Bahasa Jawa ketika mempelajari Bahasa Jerman.  
Morphology and Syntax: The Relationship Between Word Formation and Sentence Structure in Indonesian Learning Sari, Pipin Diana; Baehaqie, Imam; Rustono, Rustono
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 25 No. 1 (2026): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 25 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.251.07

Abstract

This study examines the fundamental relationship between morphology and syntax in Indonesian with a focus on the process of word formation and its implications for sentence structure. Using a qualitative approach based on literature studies, the research analyzed various scientific literature to identify morphosyntactic patterns in the Indonesian language. The results of the study show that morphological processes such as affixation, reduplication, and composition have a significant impact on the syntactic function of words in sentences. Derivative affixation has proven to be the most productive in changing the category of words as well as their grammatical function. The study identified five main patterns of systematic and predictable morphosyntactic relationships. The application of generative theoretical frameworks, X-bar theory, and word-based approaches provides a comprehensive understanding of morphosyntactic interactions. The pedagogical implications emphasize the importance of integrative learning that connects morphology with syntax to improve students' linguistic competence. Morphosyntactic error analysis revealed a systematic pattern stemming from a lack of understanding of the relationship between word form and function and regional language interference. Handling strategies include explicit learning, counterproductive approaches, and the use of adaptive technology. This research contributes to the development of Indonesian linguistic theory and the improvement of the quality of language learning. Keywords: Morphology; Syntax; Indonesian Learning
Sosok Guru Ideal dalam Puisi-Puisi Karya M. Faizi: Studi Linguistik Sosiokognitif Baehaqie, Imam; Sumartini, Sumartini; Utomo, Asep Purwo Yudi; Nugroho, Muhammad Irsyad Hamid; Rahmat, Arzha Ali
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1629

Abstract

The purpose of this study is to describe the figure of the ideal teacher represented in the poetry collection Jalan Empat by M. Faizi. The data collection method in this study is the listening method, namely listening to the use of language contained in the poem. The data analysis method applied in this study is the referential matching method. In this case, the determinant is the reality indicated by the language contained in the poem by utilizing Van Dijk's critical discourse analysis model. Through poetry, the poet, in this case M. Faizi, voices all things, including quality education. Quality education should be supported by the excellence of all its components, including the figure of the teacher. In the poetry collection Jalan Empat, there are poems that represent the subject of teachers. The poems in question are the poems Kularutkan Anxiety Kularutkan Harapan, Wafat Kiai, and Ode Guru. From the analysis of these poems, it can be seen that the characteristics of an ideal teacher, according to M. Faizi, include being able to recognize and guide students' emotions, maintaining children's happiness, working out of a calling and sincerity, and being able to develop students' cognitive, psychomotor, and affective intelligence. AbstrakTujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan sosok guru ideal yang direpresentasikan dalam kumpulan puisi Jalan Keempat karya M. Faizi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak, yakni menyimak penggunaan bahasa yang terdapat dalam puisi. Adapun metode analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini ialah metode padan referensial. Dalam hal ini, penentunya ialah kenyataan yang ditunjuk bahasa yang terdapat dalam puisi dengan memanfaatkan analisis wacana kritis model Van Dijk. Lewat puisi penyair dalam hal ini M. Faizi menyuarakan banyak  hal, termasuk di antaranya pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang bermutu hendaknya didukung oleh adanya keunggulan semua komponennya, tak terkecuali sosok guru. Dalam kumpulan puisi Jalan Keempat dapat ditemukan adanya puisi-puisi yang merepresentasi perihal guru. Puisi-puisi yang dimaksudkan adalah puisi Kularutkan Cemas Kularutkan Harap, Wafat Kiai, dan Ode Guru. Dari analisis terhadap sejumlah puisi tersebut dapat diketahui bahwa karakter sosok guru ideal dalam pandangan M. Faizi antara lain ialah mampu mengenali emosi murid dan membimbingnya, menjaga keceriaan anak, bekerja karena panggilan jiwa dan ketulusan, serta mampu mengembangkan kecerdasan kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa.
Co-Authors Alfi Khoiru An Nisa Ambar Tri Laksono Andi Naga Wulan Angelia Purba, Nancy Antono, Arif Antono, Arif Ardiningsih, Monitha Asep Purwo Yudi Utomo Aulia, Rifa Auliya Eka Wijayatri Awaliyah, Sindi Azizah , Yulfiha Nur Azizi, Mohammad Sofwan Azyarni Anjani Bambang Hartono Bela Hastya Pertiwi Bismo Prasetyo Chairun Nisa Desfiona, Elfara Diah Ayu Wulandari Diah Ayu Wulandari, Diah Ayu Eriza Kemala Sari Handa, Esa Futuh Hardiasari, Shiva Arinda Putri Hari Bakti Mardikantoro Haryadi - Hasanah, Arinal Hasnah Setiani Hastuti, Anisa Puji Hastuti, Anisa Puji Ida Zulaeha indrayanti, Novita indrayanti, Novita Izmi Ayyita Rahmawati Junaedi, Sony Kadyrov, Nurtilek Kartika Pandu Latsiya Ketut Tirtayasa Khasanah, Sofia Nur Kurnia Warya Selia, Alien Laksono, Ambar Tri Latsiya, Kartika Pandu Legi Aspriyanti Margiani, Margiani Margiani, Margiani Maulana Febryan Saputra Meku, Andir Michael Johan Sulistiawan Mubarok, Ahmad Mulyono Mulyono Muttaqin, Nufi Azam Nabila Fatihatun Dahlya Novi Auliana Putri Nufi Azam Muttaqin Nugroho, Muhammad Irsyad Hamid Nurani Azmi, Dian Oktavia Dwi Astuti, Dies Pangestuti, Tri Yuli Pebri Dwi Lesmono Nugroho Pekuwali, Dian Sari Arindah Prahastiwi, Arunika Harum Prahastiwi, Arunika Harum Prasetyo, Bismo Puspitasari, Hestri Afri Putri, Meidiana Putri, Novi Auliana Qorizki, Deliza Rahayu, Ananda Rahmat, Arzha Ali Ramadhani, Naurah Revalina Aulia Ramadhani Rizqon Hilmi, Muhammad Rosyadi, Diding Rosyadi, Diding Rustono Rustono - Rustono Rustono Sandy Aulia Saputri, Ana Sari, Desi Novita Sari, Eriza Kemala Sari, Pipin Diana Septina Sulistyaningrum Seylla Arifeni Ella Sofia Nur Khasanah Sudiyati, Citra Amelia Sumartini Sumartini Supriyani, Dwi Supriyani, Dwi Supriyanto, RM. Teguh Suseno Syavrina Fatwa Aulia Teguh Supriyanto Tommi Yuniawan Tommy Yuniawan Valencia, Berliana Intan Vio Amandini Afriliana Wati, Maulida Laily Kusuma Zairoturaudloh, Sheila