Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Kepadatan Populasi Sitophilus oryzae L. terhadap Kerusakan dan Kerentanan Varietas Sorgum Wahida Rizki Alnovi; Hendrival Hendrival; Baidhawi Baidhawi; Tengku Dhean
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10524

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan tanaman serealia potensial yang digunakan sebagai pangan, pakan, dan bahan baku bioenergi. Namun, penyimpanannya rentan terhadap serangan hama pascapanen, terutama Sitophilus oryzae L. yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan kehilangan bobot biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kepadatan populasi S. oryzae terhadap tingkat kerentanan dan kerusakan pada tujuh varietas sorgum selama penyimpanan. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan perlakuan tujuh varietas sorgum yakni Kawali, Numbu, Suri 3, Suri 4, Soper 6, Super 1, Super 2. Parameter yang diamati meliputi jumlah keturunan F₁, median waktu perkembangan, persentase susut berat, dan indeks kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan populasi S. oryzae menyebabkan peningkatan jumlah F₁ dan susut berat pada semua varietas. Varietas Super 1, Super 2, dan Soper 6 tergolong rentan, dengan nilai indeks kerentanan tertinggi dan susut berat paling besar. Sebaliknya, Varietas Kawali menunjukkan ketahanan lebih tinggi dengan indeks kerentanan terendah dan tingkat kerusakan yang lebih kecil. Analisis korelasi menunjukkan bahwa indeks kerentanan berkorelasi positif dengan jumlah F₁ dan susut berat, serta berkorelasi negatif dengan median waktu perkembangan. Temuan ini menegaskan bahwa kepadatan populasi 10 imago (10♀ + 10♂), dan 15 imago (15♀ + 15♂) berdampak pada kerentanan dan kerusakan tujuh varietas sorgum selama penyimpanan.
Performance Evaluation of Augmented Reality-Based Smart Farming for Rice and Corn Pest Detection Faridhatul Ulva, Ananda; Yulisda, Desvina; Baidhawi, Baidhawi; Nurhasanah, Nurhasanah
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol. 9 No. 2 (2026): Issues January 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jite.v9i2.16996

Abstract

An Augmented Reality application for detecting pests and diseases in rice and corn has been developed to overcome the limitations of visual identification in the field, which still relies on subjective interpretation by users. This system utilises image processing and AR overlay based on smart farming to classify symptoms in real time, improving the precision of diagnosis and consistency in control decision-making. This study aims to design, implement, and evaluate the performance of an augmented reality (AR)-based smart farming system for the visual and interactive detection of pests and diseases in rice and corn crops. The research method uses an evaluative approach by assessing the performance of the Augmented Reality system in the field based on detection accuracy, operational reliability, and the suitability of the results to the predetermined performance indicators. Testing was conducted in Gampong Releut Barat, Dewantara District, North Aceh. The results showed that pest and disease detection accuracy increased from 42.4% to 66.7%, with a system response time of <2 seconds, accompanied by an 18% reduction in crop damage and a 24% increase in productivity, confirming the reliability of the system for field diagnosis. This achievement is significant because it meets the operational performance threshold for smart farming and demonstrates the system's readiness for adoption as an Augmented Reality-based decision support tool at the farmer level. The research conclusion indicates that Augmented Reality-based smart farming has the potential to improve detection accuracy, control efficiency, and crop productivity as a support for precision agriculture and sustainable village food security.
Efektivitas Waktu Penyiangan dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Gulma dan Produksi Tanaman Terung Ungu Varietas Antaboga (Solanum melongena L.) Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Baidhawi, Baidhawi; Munauwar, Muhammad Muaz; Hendrival, Hendrival; Latifah, Latifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) salah satunya disebabkan oleh gulma. Salah satu cara mengatasi populasi gulma yaitu dengan cara waktu penyiangan dan penggunaan jarak tanam yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan gulma dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Alue Bili, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, dari Desember hingga Maret 2025. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama, yaitu waktu penyiangan, terdiri dari (H0) bersih total, (H1) 14, 28, dan 42 HST, dan (H2) 28 dan 42 HST. Faktor kedua yaitu jarak tanam (J1) 30 x 30 cm dan (J2) 40 x 30 cm. Parameter yang diamati berupa persentase penutupan gulma, berat kering gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah dan berat buah. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan waktu penyiangan secara tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering gulma umur 28 HST, persentase penutupan gulma pada semua umur pengamatan dan jumlah daun pada umur 35 HST, dan berpengaruh nyata pada peubah berat kering tanaman umur 42 HST dan tinggi tanaman pada umur 28 dan 35 HST. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan penyiangan 14, 28, dan 42 HST. Perlakuan jarak tanam tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada semua peubah yang diamati. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan waktu penyiangan dan jarak tanam pada semua peubah yang diamati.
Kajian Kerentanan Relatif Beras Lokal Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Terhadap Hama Pascapanen Sitophilus oryzae L. Salwa, Latifa; Hendrival, Hendrival; Putri, Novita Pramahsari; Latifah, Latifah; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan hama pascapanen utama yang merusak komoditas gabah yang disimpan, termasuk beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerentanan dan tingkat kerusakan beberapa beras lokal Sumbagut terhadap serangan Sitophilus oryzae. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, mulai bulan Oktober 2024 sampai dengan Januari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan 15 beras lokal dan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi lokal Sumbagut memiliki tingkat kerentanan yang berbeda. Beras Siganteng termasuk kategori moderat-rentan, sedangkan beras Anak Daro, Siarang, Kuriak Kusuik, Pulungan, Siregar, Batubara, Santani, Minang Sari, Sokan, Banang Pulau, Sijunjuang, Sigudang, Pulau Batu, dan Trisakti termasuk kategori moderat. Tingkat kerentanan pada beras dapat dipengaruhi oleh banyaknya F1 dan median waktu perkembangan yang singkat. Kerusakan beras dan kehilangan susut berat yang tinggi dapat memengaruhi kerentanan. Beras yang kerusakannya tinggi tergolong rentan terhadap S. oryzae.
Pengaruh Herbisida Tunggal Dan Campuran Terhadap Keragaman Komposisi Gulma Di Perkebunan Kelapa Sawit PTPN IV REGIONAL 1 Kebun Tanah Raja Kabupaten Serdang Bedagai Harianti1, Rizka Dwi; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari; Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan herbisida tunggal dan campuran terhadap keragaman serta komposisi gulma di perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Afdeling III PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai. Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya kelapa sawit karena dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma, menganalisis tingkat dominansi dan keanekaragaman vegetasi gulma, serta membandingkan perbedaan jenis gulma antara penggunaan herbisida tunggal dan campuran. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling menggunakan metode kuadrat. Pengamatan dilakukan pada 30 plot berukuran 100 cm × 100 cm, masing-masing 15 plot pada lahan dengan herbisida tunggal dan 15 plot pada herbisida campuran. Variabel yang diamati meliputi jenis gulma, indeks dominansi, indeks kesamaan, indeks keanekaragaman (H’), dan indeks kemerataan (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kesamaan (IS) sebesar 37,03%, yang mengindikasikan bahwa komunitas gulma pada kedua perlakuan memiliki tingkat kesamaan yang rendah. Indeks keanekaragaman (H’) pada herbisida tunggal sebesar 1,92 dan pada herbisida campuran sebesar 2,21, yang menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Sementara itu, indeks kemerataan (E) sebesar 0,75 pada herbisida tunggal dan 0,83 pada herbisida campuran, yang berarti distribusi individu gulma relatif merata di kedua lokasi. Secara umum, penggunaan herbisida campuran cenderung menghasilkan keanekaragaman dan kemerataan gulma yang lebih tinggi dibandingkan herbisida tunggal
Identifikasi Cendawan Patogen Di Pertanaman Cabai (Capsicum Annuum L.) Di Desa Ulee Geudong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara Fadhillah, Laina; Latifah, Latifah; Putri, Novita Pramahsari; Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang rentan terhadap serangan penyakit, khususnya yang disebabkan oleh cendawan patogen. Sistem budidaya monokultur yang umum diterapkan petani turut meningkatkan risiko infeksi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis penyakit dan patogen penyebabnya serta menganalisis insidensi dan keparahan penyakit pada dua jenis tanah berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–November 2024 di Desa Ulee Geudong dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Malikussaleh. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengamatan gejala penyakit, pengambilan sampel, serta identifikasi patogen secara mikroskopis. Parameter yang diamati meliputi insidensi penyakit, keparahan penyakit, tinggi tanaman, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan dua penyakit utama yaitu antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. dan bercak daun. Insidensi antraknosa tertinggi mencapai 45% pada tanah organosol dan 38,33% pada tanah litosol, sedangkan bercak daun masing-masing 11,66% dan 8,33%. Keparahan penyakit relatif rendah yaitu 12,08% dan 2,91%. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, jenis tanah, serta teknik budidaya berperan dalam menekan perkembangan penyakit pada tanaman cabai.
Physiological and Morphological Characteristics of Several Rice Varieties (Oryza sativa L.) In the System of Rice Intensification (SRI) Cultivation using Different Numbers of Seeds Desi Ariani; Laila Nazirah; Baidhawi; Hafifah; Nilahayati
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Mei (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i2.4381

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is a vital food crop that serves as the staple food for over half of the world's population due to its rich nutritional value. This study aims to determine the physiological and morphological characteristics of several rice varieties cultivated using the System of Rice Intensification (SRI) with varying seed densities. The research will be conducted in Geulumpang Payong Village, Jeumpa District, Bireuen Regency, situated at an altitude of approximately 0-969 meters above sea level (masl), from August to December 2024. The study will employ a Randomized Block Design (RBD) methodology. Two factors will be tested: rice varieties (Ciherang, Inpari 49, and Mustajab) and the number of seedlings per planting hole (4, 3, 2, and 1 seedling). A total of 12 treatments were conducted, with each treatment replicated three times, resulting in 36 experimental units. Each experimental plot measured 2 m x 2 m, with a planting distance of 25 cm x 25 cm, accommodating 81 plants per plot. Four sample plants were selected from each plot for analysis. The data obtained from the research were statistically analyzed using the F-test with SAS V9.12 software. If the analysis of variance indicated significant differences at the 5% level, a subsequent Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was performed. The results suggested that the variety, number of seedlings, and their interaction did not show significant differences across all parameters. However, the Inpari 49 and Mustajab varieties, along with the treatment of four seedlings per planting hole, demonstrated relatively favorable outcomes.
Co-Authors - Fakhrurrazi -, Baidhawi - A.G, Rosnina Abdullah Adnan Adnan Agustina Akbar, Khairul Akram, Nuzul Alfi Syahrin, Muhammad Ali Rahmat Ami Safriyanur Ananda Faridhatul Ulva AR, Marzuki Arief Rahman Arnawan Hasibuan Azmi, Farhan Batubara, Fazriani Cindenia Puspasari Darmayani, Satya Deassy Siska Desi Ariani Dewi Safitri, Triana Dwi Asti Purnama Dwi Nanda Aulia Situmorang Ernawati Ernawati Fadhilati, Nyak Intan Fadhillah, Laina Fadli Fadli Farahdiba, Dewi Farizi, Reza Al Febrianti, F. Firmansyah, Nanda Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Halimatussakdiah Halimatussakdiah Handayani, Rd Selvy Handayani, Rd Selvy Harianti1, Rizka Dwi Hasibuan, Muhammad Rafif Fadlurrahman Hasnita, Nur Haykal, Muhammad Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Herman Fithra Hilmi Hilmi Imam Muatho, Muhammad Ismadi Ismadi Jamidi, Jamidi Jufri Jufri Julfikar, Julfikar Kembaren, Emmia Tambarta Khaidir Khaidir Khairani, Annisa Khusrizal Khusrizal Laila Nazirah Latifah Latifah Latifah Latifah M Sayuti Maisura Maisura Mariyudi Mariyudi Maulana Ikhsan Mawardati Mawardati Melati, Putri Millenia Dzikra Az Zahra Milna, Milna Mirzawati, Mirzawati Muhamad Yusuf, SE., M.Si. Muhammad Chairuddin, Muhammad Muhammad Muaz Munauwar Muhammad Nazaruddin Muliana, Muliana Murdani Murdani, Murdani Nanda Savira Ersa Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasution, Paisah Nilahayati Novita Pramahsari Putri Nurhasanah Nurhasanah Nurmasyitah Nurmasyitah Nuzul Akram Pramahsari Putri, Novita Pratiwi, Jelita Widiya Putri, Novita Prahmasari Putri, Novita Pramahsari Razif, Razif Rico Nainggolan, Tito Rosnina nina A.G Rosnina Rosnina, Rosnina Ruhani, Ruhani Sabar, Muhammad SAFITRI, Sekar Safrina Safrina, Safrina Salwa, Latifa Sayuti, Muhammad Siregar, Widyana Verawaty Siswahyudianto Suheri, Dedi Sulistianto, Sulistianto Suryadi Suryadi Sutiharni Sutiharni Syahrani Khairani Marpaung Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tengku Dhean Teuku Ilhami Surya Akbar Usnawiyah Wahida Rizki Alnovi Yulisda, Desvina Yunus, Saifuddin Yuskarina, Yuskarina Yusra Yusra Yusra, Yusra Zikri, Muhammad Afzalul Zufina, Rezki Zuriani, Zuriani Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda