Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KECERDASAN KOGNITIF BERBASIS SPRITUAL MELALUI UMRAH UNTUK ANAK USIA DINI Herawati Herawati; Iin Maulina; Mawardi Mawardi
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2022): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v11i1.4159

Abstract

Abstrak: Kecerdasan spiritual dinilai sebagai kecerdasan yang tertinggi karena erat kaitannya dengan kesadaran orang untuk bisa memaknai tujuan hidup dan segala sesuatu yang merupakan jalan untuk bisa merasakan kebahagiaan. Pengembangan kecerdasan spiritual bagi anak usia dini, merupakan hal mendasar dalam pembentukan karakter. Peneliti dapat berasumsi bahwa dengan kecerdasan kognitif berbasis spiritual anak usia dini dikenalkan dengan berbuat kebajikan secara terus menerus. Kecerdasan kognitif berbasis spiritual adalah kecerdasan yang membuat seseorang menjadi utuh, sehingga dapat mengintegrasikan berbagai fragmen kehidupan, aktifitas dan keberadaannya. Kecerdasan spiritual yang tumbuh sejak dini akan menjadi kekuatan untuk menjadikan anak selalu yakin kepada Tuhan, optimis, dan melakukannya dengan dasar logika. Pendekatan metode yang dipakai dalam penelitian ini secara diskriptif dengan pedekatan. Adapun observasi dilakukan sejak tahun 2002, 2017 dan 2019 melalui observasi yang peneliti lakukan secara mendalam. Ketika melaksanakan umrah ternyata semakin meningkat jumlah anak usia dini yang dibawa serta oleh orang tua untuk beribadah. Situasi terakhir ini untuk mengantisipasi pelaksanaan ibadah haji bagi muslim Indonesia dalam menunggu antrian relative sangat panjang walaupun sudah ada penambahan quota dari raja Arab. Menurut data di Kemenag paling cepat sebelas tahun untuk dua propinsi yaitu Kepulauan Maluku dan Sulawesi Utara. sedangkan untuk dua provinsi yaitu Sulawesi Selatan dan Tenggara antrian mencapai tiga puluh sampai tiga puluh sembilan tahun. Kemudian di luar propinsi tersebut tadi rata- rata sekitar Tujuh Belas sampai Dua Puluh Sembilan tahun. Semuanya dapat hasil dari penelitian ini, walupun sudah dalam keadaan BPIH lunas sejak awal tetap masih ikut antrian. Hal itu menjadikan pengalaman perjalanan umrah menjadi alternatif menghibur masa penantian antrian. Kata kunci: Kecerdasan kognitif, spritual, Thowaf, Sa’i, Umrah.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI FISHING GAME DI TK PERTIWI DINAS PERKEBUNAN PONTIANAK Ai Elis; Sutrisno Sutrisno; Iin Maulina
Jurnal Edukasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2019): Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.797 KB) | DOI: 10.29406/jepaud.v7i2.2001

Abstract

Kemampuan kognitif anak di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Dinas Perkebunan  dalam berhitung masih sangat rendah oleh karenanya perlu dilakukan upaya lain dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak tersebut, dalam hal ini peneliti mencoba dengan kegiatan bermain Fishing Game untuk mengenalkan bilangan 1-10. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak serta minat anak dalam mengikuti pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta jenis tindakan penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang berupa kegiatan pembelajaran mengajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan sebelumnya. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik TK Pertiwi Disbun Pontianak yang berjumlah 16 orang serta guru yang berjumlah 2 orang. Data penelitian yang di peroleh yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi anak, lembar observasi guru, pedoman wawancara. kamera, portofolio, dan data-data  anak. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi dan member check. Hasil penelitian dalam peningkatan kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan fishing game terdapat peningkatan yang sangat signifikan dari siklus ke siklus, dapat dilihat dari perbandingan hasil rekapitulasi siklus I yaitu BSB memperoleh 9,3%, rekapitulasi siklus II memperoleh BSB 23,42% dan rekapitulasi siklus III memperoleh BSB sebanyak 90,6%. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, bahwa kegiatan Fishing Game dapat meningkatkan kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 4-5 Tahun di TK Pertiwi Disbun Pontianak.
PERAN ORANGTUA DALAM MENDUKUNG PROSES BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN LUAR JARINGAN DI TAMAN KANAK-KANAK AL MUKADDIMAH Wirsita Wirsita; Iin Maulina; Herawati Herawati; Sudarti . Sudarti
Jurnal Edukasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2022): Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jepaud.v10i2.3849

Abstract

Abstrak        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pembelajaran luring (luar jaringan) yang dilaksanakan, peran orangtua dalam mendukung proses belajar selama pembelajaran luring (luar jaringan) dan kesulitan yang dihadapi orangtua dalam mendukung proses belajar  selama pembelajaran luring (luar jaringan). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan pengumpulan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah orangtua siswa kempok B2 berjumlah 10 orang dan guru wali kelompok B2 berjumlah 1 orang. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Humberman yaitu data reduction, data display, dan conclusio verification. Hasil penelitian ini diperoleh bentuk pembelajaran luring (luar jaringan) yaitu pembelajaran yang dilaksankan adalah dengan bertatap muka dan pemberian tugas. Selanjutnya peran orangtua dalam mendukung proses belajar anak selama pembelajaran luring (luar jaringan) yaitu peran orangtua sebagai guru bagi anak, peran orangtua sebagai fasilitator bagi anak, peran orangtua sebagai motivator bagi anak dan orangtua sebagai pembimbing bagi anak. Kemudian kesulitan yang dihadapi orangtua dalam mendukung proses belajar anak selama pembelajaran luring (luar jaringan) yaitu orangtua kesulitan dalam membagi waktu berlajar anak, orangtua kesulitan dalam mengajak anak mengerjakan tugas. Kata Kunci: Peran orangtua, Pembelajaran luar jaringan.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK MUJAHIDIN 2 PONTIANAK TIMUR Marlina Marlina; Yuniarti Yuniarti; Iin Maulina
Jurnal Edukasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 1 (2023): Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jepaud.v11i1.4555

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan kemandirian belajar melalui metode pemberian tugas pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Mujahidin 2 Pontianak Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kemandirian belajar anak melalui metode pemberian tugas dimulai dari perencanaan, pelaksanan, dan apakah terdapat peningkatan kemandirian belajar anak melalui metode pemberian tugas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Proses penelitian Tindakan kelas ini direncanakan berlangsung dalam dua siklus dan pada tiap siklus dilakukan tiga kali pertemuan. Tiap siklus terdiri atas empat tahap kegiatan, yaitu perencanaan, Tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran menunjukkan bahwa kemampuan kemandirian belajar anak melalui metode pemberiaan tugas terdapat peningkatan dengan penilaian sangat baik (BSB) pada siklus II pertemuan 2 dalam kemandirian belajar anak dengan uraian sebagi berikut: Anak Tekun Menyelesaikan Tugas sebesar 86.7%, anak disiplin menyelesaikan tugas sebesar 93.3%, Anak dapat Bertanggung jawab atas Tugasnya sebesar 80%. Sedangkan pada siklus II pertemuan 3, Anak Tekun Menyelesaikan Tugas sebesar 93.3%, anak disiplin menyelesaikan tugas sebesar 93.3%, Anak dapat Bertanggung jawab atas Tugasnya sebesar 93.3%. Dengan demikian diperoleh kesimpulan bhwa perkembangan kemandirian belajar anak dalam penggunaan metode pemberian tugas sudah berada dalam kategori terlaksana dengan sangat baik karena memperoleh nilai rata-rata 90,27.Kata Kunci: Kemandirian, Belajar, Pemberian Tugas
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI Widia Rosiana Putri; Iin Maulina; Sri Nugroho Jati; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Edukasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 1 (2023): Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jepaud.v11i1.4289

Abstract

Berdasarkan latar belakang pada penelitian ini, peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut, kurangnya kemampuan motorik kasar pada anak yang disebabkan dalam pembelajaran guru kurang berinovasi dalam memberikan pembelajaran yang melibatkan motorik kasar pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional engklek terhadap kemampuan motorik kasar anak, sebelum dan sesudah diberikan treatment. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Pengambilan sampel  menggunakan teknik Sampling Purpose. Sampel penelitian yaitu siswa usia 5-6 tahun PAUD Darul Ilmi Desa Tebang Kacang. Pengumpulan data menggunakan metode ceklis. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh modifikasi permainan tradisional terhadap kemampuan motorik kasar anak setelah diberikan treatment.Kata Kunci: Permainan Tradisional Engklek, Kemampuan Motorik Kasar
Peningkatan kemampuan Public Speaking melalui Pelatihan Muballighot Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Kubu Raya Rini Elvri; Iin Maulina; Mahin Ridlo Ronas
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 20, No 1 (2023): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v20i1.5844

Abstract

Majlis Tabligh adalah jantung kehidupan organisasi Aisyiyah, karena di majelis Tabligh inilah pergerakan dakwah Islam menjadi pusatnya. Para Mubalighat Aisyiyah, memiliki peranan penting untuk menyampaikan dakwah Islam bil lisan, sehingga dalam melaksanakan program kerjanya memerlukan metode untuk menyampaikan pesan dakwah islam supaya dapat diterima oleh masyarkat luas. Oleh Karena itu, maka mubalighat Aisyiyah perlu mengembangkan diri dengan menambah ketrampilan berbicara di depan umum. PD Aisyiyah Kabupaten Kuburaya sangat antusias untuk mengadakan pelatihan ini, karena mereka memiliki semangat yang tinggi untuk berdakwah dan audiensnya juga sudah banyak tersebar di seluruh cabang di daerah Kabupaten Kuburaya, meskipun medan yang sangat jauh dari jangkauan mereka.Namun permasalahan yang mereka hadapi, belum ada mubalighat yang mampu berbicara dengan baik dan terampil di depan umum. Untuk itu , pengusul berinisiatif untuk membuat pengabdian dengan pelatihan Public Speaking untuk menambah ketrampilan berbicara di depan umum bagi para mubalighat Aisyiyah dengan jumlah peserta 20 orang utusan dari pengurus cabang dan ranting. Kegiatan pengabdian ini,mengikuti langkah pendekatan, persiapan, pelaksanaan, pelatihan. Langkah pendekatan meliputi bersilaturrahim ke Pengurus PD Aisyiyah KKR, langkah persiapan meliputi sosialisasi ke Pengurus cabang dan ranting, langkah pelaksanaan, menyiapkan bahan materi dari sumber Muhammadiyah dan Aisyiyah, menyiapkan materi secara runtut dan menmberikan materi ke para Mubalighat. Langkah pelatihan meliputi penyampaian materi dari pengusul dan praktik langsung.
Pembinaan Moral Mahasiswa PGPAUD Universitas Muhammadiyah Pontianak Iin Maulina; Herawati Herawati
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 20, No 1 (2023): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v20i1.5037

Abstract

Pembinaan moral dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah degradasi (penurunan) moral di kalangan masyarakat, khususnya pada generasi muda. Program pembinaan moral pada mahasiswa PGPAUD UM Pontianak adalah salah satu bentuk kepedulian pengabdi pada generasi penerus bangsa, terutama peduli pada calon pendidik anak usia dini karena akan mendidik anak-anak usia dini menjadi generasi masa depan yang unggul. Tujuan pengabdian ini adalah Tujuan pengabdian ini secara umum adalah untuk membentuk moral yang baik pada mahasiswa melalui pembinaan moral pada mahasiswa angkatan 2019 dan mahasiswa angkatan 2020. Program Pembinaan moral ini secara khusus bertujuan untuk membentuk perilaku baru pada mahasiswa ke arah yang lebih positif, terutama masalah kepedulian sosial dan kedisiplinan. Metode pengabdian yaitu dengan ceramah, brain-storming (curah gagasan), penugasan, dan kunjungan lapangan. Keempat metode tersebut dapat dilaksanakan oleh pengabdi dengan baik karena dukungan dari para mahasiswa yang mengikuti program pengabdian tersebut dan pihak panti asuhan-panti asuhan yang dikunjungi. Program pembinaan moral ini dimulai dari bulan Ramadhan kemudian dilanjutkan setelah bulan Ramadhan tahun 2021 dengan jeda waktu. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa mahasiswa PGPAUD UM Pontianak mempunyai moral yang tinggi terlihat dari perilaku mereka terhadap sesama manusia dengan empati, hati nurani, dan kontrol diri yang baik.
ANALISIS PENGEMBANGAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK MELALUI PENAYANGAN VIDEO ANIMASI DI TK IDHATA iin maulina; rosita rosita; diana diana
Jurnal Golden Age Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v7i2.21167

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Analisis Pengembangan Kepercayaan Diri Anak Melalui Penayangan Video Animasi di Kelas B2. Adapun masalah penelitian yaitu rendahnya rasa kepercayaan diri anak pada saat proses belajar. Metode dalam penelitian ini kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian tersebut anak di kelas B2. Analisis data yang dilakukan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu, member check dan triangulasi. Mengenai Analisis Pengembangan Kepercayaan Diri Anak Melalui Penayangan Video Animasi di Kelas B2. Berdasarkan kenyataan dilapangan hasil dari observasi dan wawancara dinyatakan “Baik”, Pengembangan Kepercayaan Diri Anak Melalui Penayangan Video Animasi memberikan motivasi sehingga dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri anak hanya saja, ada faktor dari salah satu anak yang ada dikelas B2 memiliki masalah psikologisnya. Jadi Pengembangan Kepercayaan Diri Anak tidak maksimal dikarenakan guru tidak memahami bidang anak yang berkebutuhan khusus. Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Video, Animasi
PENGARUH PENERAPAN GUESSING GAMES BERBASIS POWERPOINT TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK RA HASANUDDIN PONTIANAK TENGGARA Almira Akyesti; Iin Maulina; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Golden Age Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v7i2.24255

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan anak dalam menyampaikan informasi dan pendapat kepada orang lain.  Hasil wawancara bersama guru kelompok B RA Hasanuddin Pontianak Tenggara menjelaskan bahwa kemampuan berbicara anak masih kurang karena terdapat beberapa anak yang pemalu dan lebih suka menyendiri, serta anak yang sibuk sendiri sehingga tidak bisa fokus pada saat proses belajar, disekolah belum pernah menerapkan pembelajaran digital. Sehingga kurang menarik perhatian anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan penerapan guessing game berbasis PowerPoint terhadap kemampuan berbicara anak.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen. Teknik pengumpulan data, observasi, dokumentasi dan wawancara. Sampel pada penelitian ini adalah anak Kelompok B, berjumlah 14 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji paired sample t-test.  Hasil pengujian paired sampel t-test pada aspek yang dinilai yakni keputusan yang dapat diambil adalah tolak Ho dan terima Ha, artinya terdapat efektivitas dari media Guessing Games berbasis PowerPoint terhadap kemampuan berbicara anak.
Pembentukan Nilai – Nilai Agama Dan Moral Di Kelompok A2 Studi Kasus Di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Alkarimah Sudarti Sudarti; Iin Maulina; Wilda firdianti
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol. 5 No. 01 (2023): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/j-sanak.v5i01.4824

Abstract

Research objectives: planning, implementation and evaluation. This research uses qualitative research with case studies. Data collection methods were carried out through observation, interviews and documentation. The research subjects were 12 children from group A2 and 1 teacher. The findings stated that in planning the teacher prepared facilities and infrastructure using habituation learning methods, lectures, storytelling, singing and watching videos. The media used are storybooks, picture cards, and puzzles. The classical classroom arrangement is said to be sufficient because of the media, delivery of familiarization, knowledge and classroom arrangement. Implementation of morals and religion, educators get used to praying together, eating etiquette and affection. The name of Allah, ablution movements, through singing, and movements for the formation of children's morals and religion are said to be good. 11 children are developing because every day the teacher gives the child a view that there is good development in knowledge and behavior. At school, teachers every week hold tausiah and study the Koran. During the evaluation, educators review the activities carried out and make small notes on each development.