Claim Missing Document
Check
Articles

Development of Video Media Based on Local Wisdom in Introducing Cultural Literacy to Early Childhood at Idhata Pontianak Kindergarten Laura; Diana; Iin Maulina
Tunas Siliwangi Vol 10 No 1 (2024): VOL 10 N0 1, APRIL 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v10i1.4321

Abstract

The research aims to develop video media based on local wisdom to introduce cultural literacy to early childhood at Idhata Kindergarten. The problem encountered is that educators only use image media during learning activities. The method used is research and development (R&D) ADDIE model consisting of five stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. Data collection includes questionnaires, interviews and documentation. The analysis technique uses quantitative data analysis and qualitative data. The results obtained in this study show the average value in conducting the trial, namely that the small group obtained a score of 3.48 and the large group obtained a score of 3.68 with good criteria. Based on the explanation, it can be concluded that the development of video media based on local wisdom can be used to introduce cultural literacy to early childhood children aged 5-6 years.
Kemampuan Mengenal Huruf Abjad Melalui Bermain Dengan Media Pasir dan Plastisin Terhadap Anak 4-5 Tahun Pratiwi, Ainun; Jati, Sri Nugroho; Maulina, Iin
ALAYYA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2024): (Februari 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/alayya.v4i1.616

Abstract

Kegiatan bermain adalah kegiatan anak-anak yang dilakukan sepanjang hari karena bagi anak bermain adalah hidup dan hidup adalah permainan. Anak usia dini tidak membedakan antara bermain, belajar, dan bekerja. Anak-anak sangat menikmati permainan dan selalu melakukannya di manapun mereka memiliki kesempatan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data atau informasi sebagai salah satu acuan teoretis kepada berbagai pihak yang berkompeten dalam penelitian pengenalan huruf anak usia dini. Metode bermain yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan media pasir dan plastisin. Pasir merupakan butiran kecil yang mudah dibentuk dan menyenangkan bagi anak-anak. Plastisin merupakan adonan mainan yang terbuat dari tepung sehingga menjadi benda yang lunak hingga dapat diremas-remas, ditarik-tarik, ditekan-tekan, dan bisa dibentuk sesuai dengan imajinasi anak. Kegiatan dengan menggunakan media bermain dapat memenuhi seluruh aspek perkembangan anak.
Pengaruh Metode Bermain Melalui Media Pasir dan Plastisin Terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Abjad di Kelas A Taman Kanak-Kanak Kartika XVII-03 Kecamatan Pontianak Utara Pratiwi, Ainun; Nugroho Jati, Sri; Maulina, Iin
Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2024): Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/arraihanah.v4i1.480

Abstract

Play activities are children's activities that are carried out throughout the day because for children play is life and life is a game. Early childhood does not distinguish between playing, learning, and working. Children really enjoy the game and always do it wherever they have the opportunity. This study aims to provide data or information as one of the theoretical references to various parties who are competent in early childhood letter recognition research. The playing method carried out in this study used sand and plasticine media. Sand is a small grain that is malleable and fun for children. Plasticine is a toy dough made of flour so that it becomes a soft object so that it can be kneaded, pulled, pressed, and can be shaped according to the child's imagination. Activities using play media can meet all aspects of child development
Pengelolaan Sentra Persiapan di Kelas B Taman Kanak-Kanak Mujahidin 2 Pontianak : Management of Preparation Centers in Class B Mujahideen Kindergarten 2 Pontianak Amara Delvia; Iin Maulina; Yuniarti
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.2722

Abstract

The aim of the research is to describe the planning, implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors of the preparation center learning model for class B children at the Mujahidin 2 Pontianak Kindergarten. Descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were preparatory center teachers. Data collection uses observation, interview and documentation techniques. The technique for checking data validity is triangulation. Based on the research results, a summary of the planning for the preparatory center learning model can be carried out by first preparing the teacher's Daily Learning Implementation Plan (RPPH), Weekly Learning Implementation Plan (RPPM) and Learning Implementation Plan (RPPS) and preparing learning tools and media, implementing the preparatory center learning model carried out with active learning and taking steps such as playing environment steps, initial steps (before playing), steps during play and steps after playing. After the lesson ends, the children sit in a circle and close the lesson. Evaluation uses daily evaluation checklists, portfolios and periodic reports each semester. The supporting factor is that the teacher actively provides motivation during the learning process. The inhibiting factors are the lack of main tools and children who cannot stay still during the learning process. Thus, this research shows that the planning, implementation and evaluation of the preparation of the management center in class B of Mujahidin 2 Kindergarten (TK) was declared good. ABSTRAK Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran sentra persiapan pada anak kelas B di Taman Kanak-Kanak Mujahidin 2 Pontianak. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru sentra persiapan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data adalah triangulaasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perencanaan model pembelajaran sentra persiapan dilakukan dengan terlebih dahulu guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  (RPPS) dan menyiapkan alat dan media pembelajaran, pelaksanaan model pembelajaran sentra persiapan dilakukan dengan pembelajaran aktif dan melaksanakan pijakan-pijakan seperti pijakan lingkungan main,pijakan awal (sebelum main), pijakan saat main dan pijakan setelah main. Setelah pembelajaran berakhir, anak duduk melingkar dan menutup pembelajaran. Evaluasi menggunakan ceklis evaluasi harian, portofolio dan laporan periodik tiap semester. Faktor pendukung yaitu guru aktif memberi motivasi saat proses pembelajaran. Faktor penghambat yaitu kurangnya jumlah alat main dan anak yang tidak bisa diam saat proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pengelolaan sentra persiapan di kelas B Taman Kanak-Kanak (TK) Mujahidin 2 dinyatakan baik.
Peningkatan Kemampuan Literasi Dan Numerasi Serta Minat Baca Anak Melalui Pojok Baca Pada Anak Kelompok B Di Tk Aletheia Pontianak Susanti, Susi; Maulina, Iin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 5 (2024): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i5.1089

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi merupakan fondasi penting bagi anak untuk memahami proses belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi anak usia Sekolah Dasar di beberapa wilayah masih rendah. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menghadirkan pojok baca di lingkungan sekolah. Pojok baca adalah ruang baca khusus untuk anak-anak yang dapat meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, dan numerasi secara lebih efektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak serta minat baca mereka melalui penerapan pojok baca di lingkungan sekolah.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Alam Dengan Loose Parts Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Pada Anak Kelompok A Di Tk Kristen Aletheia Pontianak Andriani, Putri; Maulina, Iin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 5 (2024): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i5.1092

Abstract

Kemampuan berbahasa merupakan fondasi penting bagi anak untuk memahami proses belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa anak usia dini di beberapa wilayah masih rendah. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan mengimplementasikan pembelajaran berbasis alam menggunakan loose parts di lingkungan sekolah. Loose parts adalah bahan atau objek yang tidak terstruktur yang dapat dipindahkan, diatur, dan disusun kembali oleh anak sesuai dengan imajinasi dan kreativitas mereka. Pembelajaran berbasis alam dengan loose parts memberikan anak kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam eksplorasi dan bermain bebas, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa mereka secara lebih efektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi pembelajaran berbasis alam dengan loose parts dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok A di TK Kristen Aletheia Pontianak. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak melalui penerapan pembelajaran berbasis alam dengan loose parts di lingkungan sekolah.
Perkembangan Motorik Kasar Melalui Gerak Dan Lagu Darmawati, Darmawati; Maulina, Iin; Susilawati, Santi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1135

Abstract

Melatih kemampuan Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar, gerakan ini lebih menuntut kekuatan fisik dan keseimbangan anak. Meningkatkan perkembangan motorik kasar melalui Pembelajaran gerak dan lagu merupakan sebuah kegiatan dalam bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain. Oleh karena itu, peneliti ingin memberikan solusi melalui kegiatan gerak dan lagu guna untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana aktifitas guru dan aktifitas anak dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar serta bagaimana meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan gerak dan lagu anak khususnya usia 5-6 tahun. Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu aspek penting pada perkembangan yang harus diutamakan dalam pembelajaran di taman kanak-kanak. Diindikasikan dengan bermain dengan teman sebaya, bersifat kooperatif dengan teman, dan bertanggung jawab. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan gerak dan Lagu”.
Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini Dengan Sistem Pembelajaran Saintifik Wulandari, Yunita Tri; Maulina, Iin; Hairiyah, Hairiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1136

Abstract

Melakukannya kegiatan Asistensi Mengajar atau yang di sebut Plp 2  ini bertujuan memajukan staregi dalam pembelajaran di sekolah. Lebih tepat nya untuk anak usia dini kelas A, TK Negeri Pembina Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, agar menghidupkan motivasi belajar anak agar lebih maju dan berkembang di dalam sistem pembelajaran dalam kelas. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yaitu guru dan murid dalam kelas A, TK Negeri Pembina Pengkadan , Kabupaten Kapuas Hulu. Dengan teknik pengumpulan data melalui adanya dokumentasi dan sistem bertanya pada guru yang ada di kelas dan ikut serta membantu guru kelas mengajar. Selain adanya dokumentasi kami pun membuat file log book mengajar di dalam kelas setiap harinya. Agar mengetahui kegiatan apa saja yang di lakukan pada saat berlangsungnya PLP 2 yang di lakukan dari bulan maret-juni ini. Selain melatih fokus anak di dalam kelas, kita juga mengajarkan kedisiplinan, kesopanan, dll pada anak usia dini agar lebih mengetahuinya. Peran guru sangat lah penting bagi pendidikan pertama untuk menciptakan generasi yang lebih baik lagi banyak hal yang harus di perubahan agar suasana kelas menjadi lebih baik. Pembelajaran yang memicu semangat pada anak usia dini.
Kebebasan Anak Dalam Berkreasi Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Dengan Media Loose Part Anjali, Della Sarma; Maulina, Iin; Suhaibah, Suhaibah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1152

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk Mengkaji konsep kebebasan anak dalam berkreasi menggunakan media loose Part serta manfaatnya terhadap perkembangan kreativitas anak. Serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam implementasi metode loose Part dalam pembelajaran. Metode pengumpulan data berdasarkan studi literatur, analisis Induktir digunakan sebagai teknik analisis data, di mana data serta informasi yang telah terkumpul akan dibahas untuk menemukan pola, tema, maupun kategori yang bermakna. Secara keseluruhan, metode Loose Parts bisa menjadi alat yang sangat efektif dalam meningkatkan kreativitas anak, tetapi perlu diingat bahwa penggunaannya harus dilakukan dengan beberapa pertimbangan, Penerapannya perlu dilakukan dengan tepat untuk memaksimalkan manfaat dan menghindari kekurangan.
Penerapan Makanan Sehat dan Bergizi Pada Anak Usia Dini di Kelompok A1 TKIT Al-Mumtaz Pontianak Putri, Tengku Chantika Ananda; Iin Maulina, Iin Maulina; Firdaus Zarin, Firdaus Zarin
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v7i2.2136

Abstract

Makanan yang sehat dan bergizi seimbang akan memenuhi kebutuhan dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam Penerapan Makanan Sehat dan Bergizi Pada Anak Usia Dini di Kelompok A1 TKIT Al-Mumtaz Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data mengunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Perencanaan penerapan makanan sehat dan bergizi pada anak usia dini di TKIT Al-Mumtaz Pontianak pihak sekolah bekerjasama dengan pihak ketring dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi. Penyediaan makanan sehat dana bergizi ini dilakukan setiap hari sekolah. Setiap minggunya menu yang direcanakan dibagikan orangtua sehingga orangtua mengetahui menu makanan yang akan dimakan anak. 2) Pelaksanaan makanan sehat dan bergizi dilakukan setiap hari sekolah dengan menu yang sesuai rencana. Kegiatan makan dilaksanakan dua kali sehari pada hari sekolah yaitu makan sarapan dan makan siang. Makanan sehat dan bergizi di sekolah di sajikan pada saat makan siang. 3) Evaluasi penerapan makanan sehat dan bergizi pada anak usia dini di TKIT Al-Mumtaz Pontianak sudah cukup baik karena dilihat dari beragam menu yang bervariatif dan sesuai dengan pedoman gizi seimbang.