Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hambatan dalam Kemampuan Membaca Permulaan pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Al-Mukaddimah Kota Pontianak Qarmia Amanda; Sudarti Sudarti; Iin Maulina
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/paud.v2i1.149

Abstract

This study aims to analyze the barriers in early childhood reading skills at Al-Mukaddimah Kindergarten. The main focus of this research includes identifying barriers experienced by children, factors that influence these barriers, and teacher efforts in overcoming reading difficulties. The method used is descriptive qualitative with a case study approach, which involves observation, interviews and documentation. The results show that there are several barriers in early reading skills, such as difficulty recognizing letters, distinguishing letters, and understanding symbols and numbers. Factors that influence these obstacles include the child's psychological condition, family environment, and learning methods applied by the teacher. Teachers' efforts in overcoming these obstacles are carried out through a fun and interactive approach, including the use of interesting learning media and varied teaching strategies. This research is expected to contribute to the development of reading learning methods in early childhood and provide recommendations for teachers and parents in supporting children's reading skills.
Analisis Tradisi Betimbang Anak Usia Dini Lahir Bulan Safar di Kapuas Hulu Santi Santi; Diana Diana; Iin Maulina
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/paud.v2i1.155

Abstract

Tradition betimbang is a traditional ceremony performed for children born in the month of Safar. This tradition has been carried out for generations and is still preserved today by the local community. Betimbang tradition is a traditional ceremony performed for children born in the month of Safar. This tradition has been carried out for generations and is still preserved to this day by the local community. This research aims to analyze the contribution of local culture in early childhood learning as a character development effort. Local culture has an important role in shaping children's identity and character from an early age. The used study methodology is descriptive qualitative, using data gathering approaches such as in-depth interviews and documentation. The findings indicated that the betimbang custom is still practiced by the population of Tanjung Intan Village as a hereditary cultural legacy. This ritual is observed for children born in the month of Safar, since this month is seen undesirable. The betimbang ritual procession encompasses the phases of begansai, buang-buang, fresh flour preparation, weighing the kid with apam cake, and hair cutting. The community believes that this custom may deter youngsters from misconduct and adversity. Researchers discovered that this practice cannot serve as the only metric for children's character development; it must be supplemented by effective parenting from guardians. The betimbang tradition embodies religious principles and communal cooperation that is upheld by the local community
Penerapan Kegiatan Bermain Peran untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional pada Anak Usia Dini di PAUD Terpadu Kartini Madu Mawar Sri Yeni Puspitasari; Diana Diana; Iin Maulina
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/paud.v2i4.632

Abstract

This study aimed to ascertain and describe the implementation of role-playing activities to enhance the socio-emotional skills of early childhood at PAUD Terpadu Kartini Madu Mawar. This research employed a descriptive method with a qualitative research approach and Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were children aged 4-5 years in Group B and their class teacher at the PAUD. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was performed using descriptive percentages. There was a noticeable increase in children's knowledge and skills before and after the implementation of role-playing activities to foster socio-emotional skills at PAUD Terpadu Kartini Madu Mawar, as evidenced by the observation sheets. This finding was derived from data analysis using the descriptive percentage formula. The learning outcomes depicted in Cycle III showed 46.25% in "Developing as Expected" (BSH) and 48.1% in "Developing Very Well" (BSB). Consequently, the combined percentage of children's learning in the BSH and BSB categories reached 94.35%. Therefore, it can be concluded that role-playing activities can effectively enhance socio-emotional skills.
Pengembangan Media Pembelajaran AssemblrEDU berbasis Augmented Reality pada Materi Memahami Fenomena Alam Bagi Anak Usia Dini di TKIT Al Karima Nada Shalsa Bylla; Yuniarti Yuniarti; Iin Maulina
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8084

Abstract

Pembelajaran fenomena alam pada anak usia dini masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam penyampaian konsep yang bersifat abstrak dan sulit divisualisasikan menggunakan media pembelajaran konvensional. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman konseptual anak serta terbatasnya keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan AssemblrEDU untuk membantu anak usia dini memahami fenomena alam secara konkret dan interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development dengan model Analysis, Design, dan Development. Subjek penelitian melibatkan guru dan peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Al-Karima Kabupaten Kubu Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket validasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, pedoman wawancara, serta angket penilaian kelayakan media oleh ahli materi dan ahli media. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung persentase kelayakan media dan secara kualitatif melalui analisis deskriptif terhadap masukan dan saran validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh tingkat kelayakan sebesar 85% dari ahli materi dan 86% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Media dinilai mampu memvisualisasikan fenomena alam secara jelas, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif anak usia dini. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan AssemblrEDU layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran sains anak usia dini dan berpotensi mendukung peningkatan pemahaman konsep fenomena alam secara bermakna.
LEARNING ANALYSIS THROUGH TEACHER LEADERSHIP Tania Nur Hidayah; Yuniarti; Iin Maulina
Awladuna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2025): Awladuna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Darunnajah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/awladuna.v3i1.306

Abstract

This study aims to find out the analysis of learning through teacher leadership at Aisyiyah Atfal 3 Kindergarten, Sintang City. The research method used is a case study with a qualitative form of research. The source of data for this research is observation, interviews, and documentation of teachers at Aisyiyah Bustanul Atfhal 3 Kindergarten, Sintang City. The results of the study show that classroom learning planning involves various aspects such as the selection of materials, methods, tools, and approaches that are in accordance with the curriculum and the needs of children. Teachers prepare activity materials, including core materials and habituation materials, and use teaching materials that are flexible and support learning. Teachers apply a guided approach, individual learning models, and active and collaborative methods. Learning assessment is carried out by monitoring children's development through various interactive activities and symbolic appreciation such as stars or motivational notes, so that overall learning through teacher leadership is declared "good enough".
Strategi Pembelajaran Saintifik-Eksploratif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini Iin Maulina; Rini Elvry
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7519

Abstract

Motivasi belajar anak usia dini sering menjadi tantangan, terutama ketika pembelajaran kurang melibatkan aktivitas eksploratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi pembelajaran saintifik-eksploratif terhadap motivasi belajar anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group melibatkan 30 anak usia 5–6 tahun. Hasil menunjukkan peningkatan skor motivasi pada kelompok eksperimen dari 56,3 menjadi 82,7, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 57,1 menjadi 63,4. Uji t independen terhadap skor peningkatan menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (t(28) = 5,21, p < 0,001). Ukuran efek berada pada kategori besar (Cohen’s d = 1,90, 95% CI = 1,13–2,63). Temuan ini menunjukkan bahwa strategi saintifik-eksploratif meningkatkan motivasi belajar secara signifikan secara statistik dengan ukuran efek besar. Model ini relevan diterapkan di lembaga PAUD untuk mendorong pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna.
Bimbingan Membaca Al-Qur’an dalam Penguatan Nilai Budi Pekerti Anak Usia Dini Wiwit Pratama; Iin Maulina; Firdaus Zar’in
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8199

Abstract

Pemberian pengetahuan serta penanaman nilai budi pekerti (agama dan moral) bagi anak usia dini menjadi salah satu dasar keberhasilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan bimbingan membaca al-qur’an dalam penguatan nilai budi pekerti anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Implementasi bimbingan tersebut berdampak positif terhadap perkembangan nilai agama dan moral anak, yang terlihat dari kemampuan membaca dan menghafal doa-doa pendek, sikap sopan dan hormat, sikap rendah hati, pemahaman ibadah sehari-hari, kemampuan berkomunikasi, serta tanggung jawab terhadap tugas. Bimbingan membaca Al-Qur'an sejak dini berperan penting dalam pembentukan karakter anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak melalui Permainan Melempar Bola Risti Indri Hardiyanti; Iin Maulina; Diana Diana
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v5i2.17221

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan anak-anak dalam kemampuan berhitung, dengan tujuan membuktikan bahwa permainan melempar bola dapat meningkatkan keterampilan berhitung. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), data dikumpulkan melalui observasi, instrumen penilaian, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan, yakni 80% anak berada pada kategori berkembang sangat baik pada setiap indikator. Secara rinci, indikator mencocokkan jumlah bola dengan angka mencapai 100%, penggunaan lambang bilangan/angka untuk menghitung jumlah bola (+) juga mencapai 100%, dan penggunaan lambang bilangan/angka untuk menghitung bola yang dibuang (-) memperoleh 91,6%. Temuan ini membuktikan bahwa permainan melempar bola dapat dijadikan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak.
EFEKTIVITAS PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI Ifniatul Hotimah; Iin Maulina; Firdaus Zar'in
Jurnal Golden Age Vol. 10 No. 01 (2026): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v10i01.36369

Abstract

Kecerdasan kinestetik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh yang sangat mempengaruhi perkembangan seperti kelincahan, keseimbangan dan kekuatan otot. Permainan engklek dapat melatih kekuatan otot kaki, kelincahan, dan keseimbangan melalui aktivitas melompat-lompat yang bertumpu pada satu kaki serta mempererat pertemanan dan kekompakan. Masa usia dini adalah masa emas atau yang biasa di sebut golden age, dimana masa ini penting bagi anak untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan design one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 21 anak. Peningkatan rata-rata nilai posttest yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pretest serta hasil uji t berpasangan yang menunjukkan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara kecerdasan kinestetik anak sebelum dan sesudah diterapkannya permainan engklek. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Kecerdasan Kinestetik, one group pre-posttest, Permainan Tradisional Engklek. Abstract Kinesthetic intelligence refers to the development of body movement control that plays a crucial role in physical development, including agility, balance, and muscular strength. The traditional engklek game enhances leg muscle strength, agility, and balance through hopping activities performed on one foot, while also fostering friendship and teamwork among children. Early childhood is widely recognized as the golden age, a critical period for optimizing children's kinesthetic intelligence. This study employed a pre-experimental method using a one-group pretest–posttest design. The research population consisted of 21 children. The findings indicated that the mean posttest score was higher than the mean pretest score. Furthermore, the paired-samples t-test revealed a significance value of Sig. (2-tailed) < 0.05, leading to the rejection of H₀ and the acceptance of Hₐ. These results demonstrate a statistically significant difference in children's kinesthetic intelligence before and after the implementation of the engklek game. Keyword: Keywords: Early Childhood, Kinesthetic Intelligence, One-Group Pretest–Posttest Design, Traditional Engklek Game.
Penguatan kemampuan bercerita anak melalui pendampingan guru dan orang tua berbasis media audio Spotify Yuniarti; Iin Maulina; Raizka Triana
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 7 No 1 (2026): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v7i1.36539

Abstract

Storytelling is an aspect of early childhood language development because it provides children with opportunities to listen, understand, and express ideas. However, storytelling activities at TK Aisyiyah Bustanul Athfal Teluk Kapuas tend to rely on conventional methods, with limited use of digital media, while parental involvement in supporting children’s literacy activities at home remains low. This program aimed to support children’s storytelling skills through audio media and strengthen collaboration between teachers and parents in the process. The program was conducted at TK Aisyiyah Bustanul Athfal Teluk Kapuas, Kubu Raya Regency, involving teachers and parents as partners. A participatory and collaborative approach was applied through stages, including socialization, needs identification, training in the use of Spotify as an audio medium, storytelling assistance, and evaluation through observation, interviews, and satisfaction questionnaires. The results showed that teachers and parents gained understanding and skills in selecting and using audio content for storytelling activities. Audio-based stories encouraged children to participate in listening to and retelling stories using their own words. Collaboration between teachers and parents began to develop through storytelling activities conducted at school and continued at home. The program produced an electronic pocketbook containing guidelines for using Spotify-based audio media and recommendations for story content suitable for early childhood. These findings indicate that Spotify-based audio media can serve as an alternative medium for storytelling activities while supporting teacher and parental involvement in children’s literacy development. The program provides a practical model for integrating audio into storytelling activities across school and home learning environments.