Claim Missing Document
Check
Articles

Smartphone application for assessing teacher performance Marlianawati, Hesty; Suranto, Suranto; Kartowagiran, Badrun
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v9i2.52384

Abstract

This work seeks to design a smartphone application for assessing teacher performance utilizing a 4D development model modified with the Mardapi instrument development model of (1) define (defining); (2) design (deciding instrument requirements, determi­ning application media specifications, creating flowcharts, and creating storyboards); (3) develop (assemble instruments, code, execute tests, evaluate test results, and interpret measurement findings); and (4) disseminate (spread). Proof of the application's viability was established through product testing with 26 principals acting as application users and evaluations by material and media specialists. The content validity of the acquired results was evaluated using the Aiken method, and the construct validity was evaluated using PLS (Partial Least Squares) analysis because the sample size does not have to be large, in accordance with this study where the number of samples is not so large. Using Cronbach's alpha to evaluate the reliability. The results demonstrated that the built application was "possible," as proven by the existing instruments in the valid and trustworthy application. This is proven by the fact that the content validity test utilizing the Aiken method yielded good validity results, with a mean score of 0.80 for material experts and 0.75 for media experts. The construct validity test using PLS (Partial Least Squares) yielded positive results for validity. The estimation of reliability using Cronbach's alpha yields positive findings. Therefore, it can be concluded that the developed application for teacher performance evaluation possesses the features of a valid and trustworthy assessment instrument.
A Multidimensional Concept of Mental Workload: A Systematic Review Hidayat, Veny; Sumin, Sumin; Kartowagiran, Badrun; Ayriza, Yulia
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 11 No 4 December 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v11i4.24203

Abstract

The concept of mental workload is fully used and leads to various theoretical and methodological models. For this purpose, we are conducted in the same way as a systematic review for understanding the concept and a factor that identifies work and work situations that affect personal tasks, or mental workload field. A systematic review was obtained from scientific papers issued from 2010-to 2021. Mental workload is multidimensional, so that a conceptual definition of mental workload should therefore integrally encompass the most elementary dimensions of mental workload. In general, most factors affected mental workloads, including working environments, individual differences, temporal pressure, and task difficulty/compliance complexity. Techniques for assessing subjective workloads are popular in several studies because of their ease of use and sensitivity to workload fluctuations. The NASATLX scale is the most common subjective technique and is used in a wide range of fields. Subjective and objective measurements cannot even measure all kinds of factors that affect mental distress. The main difficulty facing researchers is establishing standardized measurements of mental workload and its normal range so that effective comparisons can be made between groups of subjects. These results can provide measurement development recommendations using three approaches: subjective, objective, and behavioral.Keywords: mental workload; measurement; workload factors
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN DAN MENGANALISIS SOAL TES BAGI GURU SMP SE D.I. YOGYAKARTA Kartowagiran, Badrun; Mardapi, Djemari; Subali, Bambang; Suyata, Pujiati
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 1, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5809.456 KB) | DOI: 10.21831/ino.v1i1.5107

Abstract

Menurut  survei  yang dilakukan  Pusbangsijian   Lemlit  Universitas   Negeri  Yogyakarta  tahun  1995 kemampuan   guru SMP dalam menyusun  dan menganalisis   soal tes sang at rendah,   Oleh karena  itu Pusbangsijian   merasa  terpanggil  untuk melakukan pelatihan  dan pembinaan   penyusunan   dan analisis  soal tes bagi guru  SMP se D.1. Yogyakarta.Sesuai  dengan  permasalahannya,    tujuan  pelatihan  ini adalah  untuk meningkatkan   kemampuan   guru  SMP dan menyusun dan  menganalisis   soal  tes,  baik  soal  tes bentuk  uraian  maupun  bentuk  objektif     Metode  yang  digunakan   untuk  mencapai tujuan  ini adalah  pelatihan   dan pembinaan.    Selain  metode  ceramah  dan diskusi,  metode  latihan  dan  pemberian   tugas juga digunakan  dalam pelatihan  ini.  Pada waktu-waktu  tertentu. Tim pelatih mengunjungi  seko1ah tempat peserta  pelatihan mengajar. Dengan  kunjungan  ini Tim pelatih  dapat memantau  kegiaan  peserta  dan memberikan  bantuan  atau bimbingan  bila peserta  dan memberikan   bantuan  atau  bimbingan   bila  peserta  mengalami   kesulitan  dalam  mempraktikkan    menyusun   dan menganalisis soal tes.  Oleh   karen a pelatihan   ini juga  pembinaan   maka  waktu  pelatihan  berlangsung   selama  tiga  bulan.Hasil  yang  diperoleh   dari  kegiatan  ini adalah  kemampuan   guru  dalam  menyusun  dan menganalisis   soal tes meningkat. Hal  ini  terbukti   dari  soal  tes  meningkat.     Hal  ini  terbukti   dari  soal  tes  yang  mereka  buat.  Soal  yang  dibuat  guru  sudah mempunyai  validitas  isi yang cukup baik, artinya  sampel  soal sudah cukup mewakili  materi yang telah diajarkan.   Selanjutnya, hasil analisis  soal tes secara  teoritik  (analisis  konstruk)  dari  10 soal yang diambil  secara  acak hanya ada  18 dari 250 butir soal at au sekitar  7% butir  soal yang pokok  soalnya  masih memerlukan   perbaikan.   Apabila  dilihat  dari alternatif  jawaban,  jumlah butir yang memiliki jawaban   kurang  memenuhi  syarat ada  18 atau sekitar  7%.  Setelah dicermati,  ternyata  tidak ada butir yang memiliki  kesalahan  ganda  maka  dapat  dikatakan  bahwa jumlah  butir  yang masih memerlukan   pembenahan   ada 36 butir  atau sekitar  14% dari keseluruhan   butir.   lni berarti  bahwa jumlah  butir yang  memenuhi  syarat  ada 86% .  Jumlah  butir  yang baik akan menurun  manakala  dilihat  dari analisis  secara  empirik.   Dari 250 butir seal, hanya ada  109 at au sekitar  43,6% yang baik. Kesalahan   yang  sangat  mencolok   adalah  tingkat  kesulitan   soal, yakni  soal terlalu  sulit bagi  siswa.   Selanjutnya   dilihat  dari kemampuan   menganalisis    soal  tes,  kemampuan   peserta  juga  meningkat.     Hal  ini  dapat  diketahui   dari  hasil  analisis  yang mereka  buat.  Sewaktu  mengerjakan   tugas menganalisis  soal tes, peserta  dibagi menjadi  tujuh kelompok.   Dari tujuh kelompok, hanya  satu kelompok  yang belum  selesai.   Setelah  disampel  tiga untuk  ditampilkan,   ternyata  semuanya  benar.   Dari hasil  ini dapat  disimpulkan   bahwa  cara  pelatihan   dan  pembina an seperti  ini ternyata  dapat  meningkatkan    kemampuan   guru  dalam menyusun   dan  menganalisis   soal tes.   Oleh  karenanya   disarankan   agar  pelatihan   dan pembinaan   seperti  ini diteruskan   dan disebarluaskan    agar lebih  banyak  guru yang  mampu  menyusun  dan menganalisis   soallebih   baik,