This Author published in this journals
All Journal Khazanah Pendidikan AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Al Ishlah Jurnal Pendidikan Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Yupa: Historical Studies Journal Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Journal on Education Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Artefak JURNAL PENA EDUKASI RANDANG TANA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan PKn Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Pendidikan Pahlawan : Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Budaya Jurnal Basicedu JURNAL MUARA PENDIDIKAN Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pontianak di Sekolah Menangah Atas Haris Firmansyah; Rahmad Silahudin; Faiz Ikramullah; Kamariah Kamariah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3526

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: a. nilai-nilai kearifan lokal yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah di Pontianak. b. kemampuan guru dalam memberikan gambaran kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah siswa kelas 11 SMA Negeri 10 Pontianak. Dan c. Mendeskripsikan kendala dan solusi dalam proses pembelajaran sejarah berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal bagi siswa kelas 11 SMA Negeri 10 Pontianak. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam penelitiannya dan Subjek atau informan ini dipilih berdasarkan pengetahuan, pengelolaan, informasi dan data-data yang bisa mereka pertanggungjawabkan untuk menunjang penelitian yang dilakukan di SMA N 10 Kota Pontianak dengan meneliti mengenai Analisis nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran siswa kelas 11 SMA N 10 Pontianak. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut: Nilai-nilai kearifan lokal yang dapat digunakan dalam pembelajarn sejarah di Pontianak ialah nilai pendidikan moral yang terkandung dalam historiografi berdirinya Kesultanan Pontianak, nilai pendidikan adat dan tradisi yang dapat kita cari dengan menggali nilai-nilai kekeluargaan pada Suku Melayu, Dayak maupun Tionghoa, nilai religi yang terdapat dalam tradisi-tradisi masyarakat lokal di Kalimantan Barat seperti tradisi Saprahan, Upacara arakan pengantin dan lain sebagainya. Kemampuan Guru dalam memberikan gambaran kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah siswa kelas 11 SMA N 10 Pontianak sudah bisa dikatakan baiak walaupun masih ada beberapa hal yang belum maksimal. Dan kendala dalam pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal pada pembelajaran sejarah adalah kreatfitas guru dalam mengolah sumber kearifan local serta motivasi belajar siswa dalam belajar juga turut menjadi kendala.Kata Kunci: kearifan lokal, pembelajaran sejarah, guru AbstractThe purpose of this study is to find out: a. the values of local wisdom that can be used in history learning in Pontianak. b. the teacher's ability to provide an overview of local wisdom in learning the history of grade 11 students of SMA Negeri 10 Pontianak. And c. Describe obstacles and solutions in the history learning process based on the values of local wisdom for grade 11 students of SMA Negeri 10 Pontianak. Qualitative research methods with a descriptive approach in their research and this subject or informant is selected based on knowledge, management, information and data that they can account for to support research conducted at SMA N 10 Pontianak City by researching about the analysis of local wisdom values in the learning of grade 11 students of SMA N 10 Pontianak. The results of this study are as follows: The values of local wisdom that can be used in historical learners in Pontianak are the value of moral education contained in the historiography of the establishment of the Pontianak Sultanate, the value of traditional education and traditions that we can look for by exploring family values in the Malays, Dayaks and Chinese, religious values contained in the traditions of local people in West Kalimantan such as the Saprahan tradition,  Bridal arakan ceremony and so on. The teacher's ability to provide an overview of local wisdom in learning the history of grade 11 students of SMA N 10 Pontianak can already be said to be baiak even though there are still some things that are not optimal. And the obstacle in learning history based on local wisdom in history learning is the credibility of teachers in processing sources of local wisdom and student learning motivation in learning is also an obstacle.Keywords: Local wisdom, history learning, teacher
Pemanfaatan Cagar Budaya ‘SDN 14 Pontianak’ Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah pada Kelas XI SMA Islam Bawari Khofifah Nur Rahmah; Andang Firmansyah; Haris Firmansyah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3616

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui (1) Perencanaan pemanfaatan Cagar Budaya di SDN 14 Pontianak, (2) Bagaimana pelaksanaan pemanfaatan Cagar Budaya di SDN 14 Pontianak, (3) Cara evaluasi setelah pemanfaatan Cagar Budaya, dan (4) Apa saja hambatan atau kendala saat memanfaatkan sumber daya alam. belajar sejarah yang memanfaatkan SDN 14 Pontianak. Peneliti menggunakan metode deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah delapan (8) siswa, 1 (satu) narasumber dan 1 guru Sejarah Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Ada beberapa relik yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sejarah, guru menggunakan SDN 14 Pontianak dengan menyajikan video pembelajaran kepada siswa ketika materi pembelajaran mengambil tempat dimana mereka semua dapat memahami dan memiliki minat terhadap sejarah SDN 14 Pontianak. Kendala yang dihadapi saat menggunakan SDN 14 Pontianak adalah masalah teknis seperti pemadaman dan kurangnya proyektor dimana guru menangani masalah teknis dengan membawa foto cetak dan menunjukkannya kepada siswa.Kata Kunci: Sumber Belajar Sejarah, Pembelajaran Sejarah, Warisan Budaya SDN 14 Pontianak AbstrakThis research is intended to find out (1) Planning for the use of Cultural Conservation at SDN 14 Pontianak, (2) How to implement the utilization of Cultural Conservation at SDN 14 Pontianak, (3) How to evaluate after utilization of Cultural Conservation, and (4) What are the obstacles or obstacles when utilizing natural resources. learning history that utilizes SDN 14 Pontianak. The researcher uses a descriptive method using a qualitative approach. The subject of this research were eight (8) students, one (1) resource person and 1 teacher of Engineering History used in data collection including observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate There are several relics that can be used as studying resources in history subjects, teachersuse SDN 14 Pontianak by presenting learning videos to students when the learning material takes a place where they can all understand and have an interest in the history of SDN 14 Pontianak. The obstacles faced when using SDN 14 Pontianak are technical problems such as blackouts and the lack of a projector where the teacher handles the technical problem by bringing printed photos and showing them to students.Keywords: History Learning Resources, History Learning, Cultural Heritage SDN 14 Pontianak
Exploring Character Education Values in Dayak Kanayatn Folktales and Their Potential as Social Studies Learning Resources Saiful Bahri; Haris Firmansyah; Emi Tipuk Lestari; Sandra Fitria Wardani
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8891

Abstract

This study explores character education values embedded in Dayak Kanayatn folktales and analyzes their potential as Social Studies learning resources. This qualitative study employed content analysis of five folktales: Ria Sinir and Dara Itam, Pantak Kayu Mamo, Ne' Unte', Ne' Baruakng, and Desa Samuah Labur. The data were analyzed by identifying narrative units, coding values, constructing thematic categories, and mapping their relevance to Social Studies learning. The findings reveal five value domains: moral-personal, social-communal, spiritual, ecological, and civic-cultural values. Dayak Kanayatn folktales preserve local ways of understanding relationships with family, community, ancestors, nature, customary norms, and social responsibility. In Social Studies, these folktales can support critical reading, value discussion, social inquiry, cultural documentation projects, and reflective character learning.
Tradisi Pedagi Pada Masyarakat Dayak Pangkodant di Embaong Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau Olivia Tarida Tiurma Uli Purba; Amrazi Zakso; Haris Firmansyah
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 21 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/pah.v21i1.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Pangkodant di Embaong yaitu tradisi Pedagi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Latar belakang terjadinya tradisi Pedagi pada masyarakat Dayak Pangkodant di Embaong Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih masyarakat Dayak Pangkodant kepada Penompa (Tuhan) atas segala kesehatan dan berkat yang telah diberikan melalui perantara Pedagi Akek Badol dan Akek Cuer. Tahap pelaksanaan tradisi Pedagi terdiri dari tempat pelaksanaan tradisi Pedagi, Masyarakat mengadakan musyawarah, masyarakat yang mengikuti Tradisi Pedagi di Embaong, dan Penyelenggaraan ritual adat Pedagi di Embaong. Nilai-Nilai dalam tradisi Pedagi pada masyarakat Dayak Pangkodant di Embaong terdiri dari nilai religius, nilai gotong royong, dan nilai budaya.
Measuring Historical Thinking Ability: A Quantitative Study of Students on The Indonesia-Malaysia Border, Sambas Regency, West Kalimantan Haris Firmansyah; Astrini Eka Putri
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v9i2.5088

Abstract

This study aims to describe the process of history teaching and the HT skills of high school students in the Indonesia-Malaysia border region. The method used is quantitative with a descriptive case study approach. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, with the research subjects being Social Studies students at SMA Negeri 1 Sajingan Besar, Sambas, West Kalimantan. The data were analyzed descriptively using simple statistics. The history learning process in the border area is running well, with teachers using local content and engaging teaching media. Students showed a reasonably good level of HT skills, although there are still some gaps in discussion activities and report writing skills. Sequential and contextual history teaching helps students understand cause-and-effect relationships between events.
Analisis Minat Belajar Sejarah Siswa Kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri Linda Sari; Rustiyarso Rustiyarso; Haris Firmansyah
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 5 No. 4 (2024): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v5i4.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar pada mata pelajaran sejarah di kelas XII Mia 1 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Nanga Maha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru mata pelajaran sejarah dan siswa kelas XII Mia 1 SMAN 1 Nanga Mahap. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara partisipan, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah mereduksi data, menyajikan data, dan verifikasi data. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triagulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama proses pembelajaran sejarah berlangsung, guru kebanyakan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Yang membuat siswa merasa bosan saat proses pembelajaran. Minat siswa dalam pembelajaran sejarah mengalami kemunduran karena tidak semua siswa mampu memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini disebabkan kurangnya fasilitas untuk mendukung guru menggunakan metode pembelajaran yang lebih efektif dan bervariasi. Guru berusaha membuat kelas lebih aktif, produktif, kreatif, dan inovatif, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan siswa merasa lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran sejarah.
Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Robo-Robo Di Sekolah Dasar: Internalization Of The Local Wisdom Values Of Robo-Robo Tradition In Elementary School Haris Firmansyah; Hendra Sulistiawan; Marisah Marisah
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2021): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v7i1.2874

Abstract

Menanamkan nilai budaya lokal kepada generasi penerus melalui pendidikan sekolah sangat diperlukan agar mereka tahu dan sadar bahwa budaya sebagai identitas jati diri suku bangsa harus terus dilestarikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai tradisi robo-robo di SDN 17 Mempawah Hilir di Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut: Robo-robo merupakan tradisi budaya yang dilaksanakan pada hari Rabu pekan terakhir dibulan Safar dalam rangka menolak bala dan memperingati tapak tilas kedatangan Opu Daeng Manambon beserta rombongan ketika memasuki negeri Mempawah. Semua masyarakat dan instansi turut memeriahkannya termasuk sekolah. Banyak nilai-nilai yang patut kita junjung tinggi dalam budaya robo-robo untuk diinternalisasikan kepada anak diantaranya, nilai religi, nilai hormat kepada leluhur, nilai sosial budaya dan nilai keberagaman. Proses internalisasi dipraktekkan langsung dalam proses rangkaian acara robo-robo dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.