Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan Pendidikan Islam Masa Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadrie Dan Pemerintah Kolonial Belanda Astrini Eka Putri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6433

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana tonggak awal pendidikan Islam di Pontianak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini adalah Pendidikan Islam bermula ketika Sultan Syarif Abdurrahman berhasil membangun kekuasaannya sendiri hal ini dibuktikan dengan berdirinya Kesultanan Kadariyah Pontianak. Sultan Syarif Abdurrahman yang merupakan anak seorang mufi mempawah pun ikut andil dalam penyebaran agama Islam di Pontianak baik itu melalui perdagangan, dakwah dan pendidikan. Dibidang pendidikan ia mengoptimalkan masjid Jami’ sebagai tempat pembelajaran agama Islam dengan berpegang teguh kepada Al-Quran dan ilmu fiqih sebagai sumber belajar. Pendidikan Islam berlangsung hingga masa Pemerintah Kolonial Belanda, pada masa ini pemerintah berusaha membatasi gerak ulama dan oprasional lembaga pendidikan Islam dengan cara mengeluarkan peraturan Priesterraden sebagai salah-satu strategi mereka untuk membatasi. Namun di Pontianak sendiri Pendidikan Islam sudah ada sejak abad ke-16 sehingga peraturan tersebut bukan sebuah ancaman besar.
Workshop Penyusunan Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Diri Guru-Guru di SMAN 10 Pontianak Ika Rahmatika Chalimi; Haris Firmansyah; Astrini Eka Putri; Edwin Mirzachaerulsyah; Andang Firmansyah; Hadi Wiyono
Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1, No 1 (2023): Maret (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/djpkm.v1i1.66197

Abstract

Tujuan umum dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatnya pengembangan diri guru melalui penyusunan laporan hasil penelitian tindakan kelas. Dalam kegiatan ini yang menjadi sasaran yang strategis adalah guru-guru di SMAN 10 Pontianak. Penentuan masyarakat sasaran yang direkrut berdasarkan kelompok kerja guru di Kota Pontianak. Khalayak sasaran pada kegiatan workshop penyusunan laporan penelitian tindakan kelas untuk pengembangan guru-guru SMAN 10 Pontianak adalah guru-guru di SMAN 10 Pontianak. Dengan jumlah guru yang menjadi sasaran sebanyak 20 orang. Penentuan masyarakat sasaran yang direkrut berdasarkan kelompok kerja guru di Kota Pontianak. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 4 jam dengan sistem blok waktu yakni 2 jam teori dan 3 jam praktikum (pendampingan penulisan proposal). Adapun metode yang digunakan dalam PKM ini adalah worsshop yang dibagi dalam beberapa kegiatan yakni pemberian materi, pendampingan dan evaluasi kegiatan PKM untuk guru SMAN 10 Pontianak. Adapun mekanisme pelaksanaan kegiatan dibagi dalam 2 (dua) sesi yakni: Sesi Pertama, mencakup penyampaian teori prosedur PTK; dan Sesi Kedua, mencakup teori dan praktik pembuatan proposal PTK; Mendampingi guru dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemui saat melaksanakan PTK serta mengisi sistematika laporan PKM yang telah disediakan.
Implementasi Nilai Budaya Robo-Robo sebagai Penguat Pendidikan Karakter Peserta Didik di Kabupaten Mempawah Firmansyah, Haris; Putri, Astrini Eka; Marisah, Marisah
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.962

Abstract

Memperkenalkan kebudayaan lokal kepada anak melalui pendidikan sekolah sangat penting agar mereka tahu dan menjaga eksistensi kelestarian budaya lokal sebagai generasi penerus. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi nilai budaya robo-robo sebagai penguat karakter peserta didik di kabupaten mempawah.Metode penelitian menggunakan deskriptif-kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi di SMAN 1, SMKN 1 dan SMAN 2 Kabupaten Mempawah. Robo-robo merupakan tradisi yang dilaksanakan pada Rabu terakhir dibulan Safar oleh masyarakat Kabupaten Mempawah. Pada hari Robo-robo guru dan siswa pergi ke sekolah membawa bekal makanan khas robo-robo dengan mengenakan kostum adat telok belanga (laki-laki) dan baju kurung (perempuan). Semua warga sekolah berkumpul di lapangan untuk membaca doa agar dijaukan dari malaperaka dan memohon keselamatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan tradisi robo-robo di sekolah diantaranya nilai religius, nilai historis, nilai gotong royong, nilai empiris dan nilai estetika
Pelatihan Aplikasi Google Classroom Pembelajaran Daring Pada Guru-Guru Sekolah Dasar Negeri 32 Pontianak Utara Firmansyah, Haris; Putri, Astrini Eka; Firmansyah, Andang; Chalimi, Ika Rahmatika; Wiyono, Hadi
Publikasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v13i2.34905

Abstract

Pemblajaran Daring menuntut guru untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, salah satunya adalah google classroom namun tidak sedikit guru-guru yang belum mengetahui seluruh fitur pada aplikasi Google Classroom. Sebagaimana yang terjadi di SD Negeri 32 Pontianak Utara yang merupakan sekolah yang berada di wilayah perkotaan. Hanya sebagian guru-gurunya yang menggunakan google classroom. Kegiatan pertama yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat yaitu dalam bentuk pelatihan dengan metode ceramah dilanjutkan dengan Tanya jawab,  diskusi dan praktek penggunaan aplikasi google classroom pada guru-guru SD Negeri 32 Pontianak Utara. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini terdiri: (1) Orientasi kegiatan PKM, yaitu pengenalan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan kepada Kepala Sekolah dan guru-guru SD Negeri 32 Pontianak Utara. (2) Pelatihan, yaitu kegiatan interaktif dengan masyarakat sasaran untuk mengidentifikasi permasalahan, mendiskusikan pemecahan masalah, dan penjelasan materi yang terkait dengan Aplikasi Googe Classroom. Dan (3) Konsultasi atau pembimbingan penggunaan Aplikasi Google Classroom. Adapun hasil PKM ini yakni PKM ini diikuti 11 guru SDN Pontianak Utara, ketercapaian PKM dapat dikatakan terlaksanana secara baik, ini merujuk pada pemehaman guru setelah mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi google classroom sebagai media pembelajaran daring. Guru lebih paham cara menggunakan dibandingkan sebelum pelaksanaan pelatihan.
Implementasi Nilai Budaya Robo-Robo sebagai Penguat Pendidikan Karakter Peserta Didik di Kabupaten Mempawah Firmansyah, Haris; Putri, Astrini Eka; Marisah, Marisah
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.962

Abstract

Memperkenalkan kebudayaan lokal kepada anak melalui pendidikan sekolah sangat penting agar mereka tahu dan menjaga eksistensi kelestarian budaya lokal sebagai generasi penerus. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi nilai budaya robo-robo sebagai penguat karakter peserta didik di kabupaten mempawah.Metode penelitian menggunakan deskriptif-kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi di SMAN 1, SMKN 1 dan SMAN 2 Kabupaten Mempawah. Robo-robo merupakan tradisi yang dilaksanakan pada Rabu terakhir dibulan Safar oleh masyarakat Kabupaten Mempawah. Pada hari Robo-robo guru dan siswa pergi ke sekolah membawa bekal makanan khas robo-robo dengan mengenakan kostum adat telok belanga (laki-laki) dan baju kurung (perempuan). Semua warga sekolah berkumpul di lapangan untuk membaca doa agar dijaukan dari malaperaka dan memohon keselamatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan tradisi robo-robo di sekolah diantaranya nilai religius, nilai historis, nilai gotong royong, nilai empiris dan nilai estetika
Introduction and Preservation of Cultural Heritage Along the Kapuas River in Pontianak for History Teachers and Students Mohammad Rikaz Prabowo; Andang Firmansyah; Ika Rahmatika Chalimi; Haris Firmansyah; Astrini Eka Putri; Edwin Mirzachaerulsyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i4.12103

Abstract

History learning requires teachers to contextualize the material by utilizing the environment where students live as interrelated learning material. For example, with its historical journey, integrating the potential of natural wealth in Pontianak, such as the Kapuas River, can be used for educational purposes. Community service activities aim to introduce past cultural heritage, most of which is located around the banks of the Kapuas River. There were 32 participants in this activity, consisting of teachers and students. Through this activity, it is hoped that teachers will have an overview of cultural heritage, which can be used as a historical learning resource to contextualize or link to learning material. The method used is Participatory Action Research (PAR), which involves providing materials and visits to cultural heritage sites to provide participants with an overview of the history of Pontianak and its cultural heritage. Among others are the Pontianak Sultanate area, namely the Kadriyah Palace and the Jami Mosque. Visitors can build communication and get material directly from resource persons on duty at the location. The activity results showed that after visiting one of the locations, participants felt emotional closeness and actively explored independently, building discussions with resource persons to enrich their knowledge. Participants also felt satisfied with the information provided by the resource person, thereby increasing their knowledge and insight about the cultural heritage on the banks of the Kapuas River, Pontianak. As evaluation material, this activity can be held again with a different theme and include more literature related to the sites visited.
Pengaruh Penggunaan Media Film Dokumenter Terhadap Minat Belajar Sejarah Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Sungai Raya Tajudin, novita sari sari; Sulistyarini, Sulistyarini; Putri, Astrini Eka
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 18 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13959136

Abstract

The aim of this research is to see the influence of the use of documentary film media on the interest in learning history of class XI IPS students at SMA Negeri 2 Sungai Raya. This type of research is quantitative analysis in the form of Quasi Experimental Design. There were 141 students in the study, and the sample was 71 students, where the sample was divided into two classes, namely 36 samples from the experimental group and 35 samples from the control group. In taking samples, researchers used Probality Sampling with the Cluster Sampling type. Data collection was collected through questionnaires, observation and documentation. The results of hypothesis testing using the independent t-test contain a significance value of 0.00 < 0.05. The average percentage result for the experimental group was 86.35% which was in the very high category. The response given by students was very good with an average percentage of 86.5%. The results of this research can be concluded that there is an influence of the use of documentary film media on the interest in learning history of class XI IPS students at SMA Negeri 2 Sungai Raya. Media, Documentaries, Interests
Analisis Penggunaan Konten Youtube Sebagai Media Pembelajaran Sejarah pada Siswa Kelas XI IPS SMAS Mujahidin Pontianak Novia Adidatil Jamilia; Haris Firmansyah; Edwin Mirzachaerulsyah; Andang Firmansyah; Astrini Eka Putri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.809 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4256

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan konten youtube sebagai media pembelajaran sejarah pada siswa kelas XI IPS SMAS Mujahidin Pontianak. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data adalah guru, siswa dan perangkat pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Sedangkan analisis data menggunakan beberapa tahapan yaitu Data Collection, Data Reduction, dan Verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi yang digunakan guru dalam membuat konten youtube sebagai media pembelajaran sejarah pada siswa kelas XI IPS SMAS Mujahidin Pontianak yaitu dengan guru melakukan tahap perencanaan pembelajaran dengan materi pembahasan mencakup KD 3.3 dan 3.4 dengan tema reformasi gereja, metode digunakan yaitu metode diskusi dan sumber pembelajaran memanfaatkan buku paket sejarah kelas XI IPS serta sumber lainnya, tahapan persiapan ditandai dengan persiapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa pada saat menggunakan media konten youtube didalam kelas, langkah-langkah pelaksanaan dengan menggunakan video konten youtube.(2) Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan konten youtube sebagai media pembelajaran sejarah pada siswa kelas XI IPS SMAS Mujahidin Pontianak berjalan kurang optimal, terdapat langkah pembelajaran tidak terlaksana sesuai dengan hasil telaah RPP yaitu tidak terdapatnya KI, KD, Indikator, sintak pembelajaran, evaluasi secara keseluruhan, penggunaan metode didalam kelas serta guru menutup pembelajaran dengan tidak berdoa. (3) Kendala dalam penggunaan konten youtube sebagai media pembelajaran sejarah pada siswa kelas XI IPS SMAS Mujahidin Pontianak yaitu pada sarana alat-alat penunjang penggunaan media yang masih kurang dan kendala teknis (jaringan internet). Kata Kunci: Konten youtube, Media Pembelajaran, Pembelajaran Sejarah Abstract This study aims to determine the use of youtube content as a medium for learning history in class XI social studies students of SMAS Mujahideen Pontianak. This type of research uses descriptive qualitative research. In this study, the sources of data are teachers, students and learning tools. Data collection techniques use observation techniques, interviews and document studies. Meanwhile, data analysis uses several stages, namely Data Collection, Data Reduction, and Verification. The results showed that (1) The strategy used by teachers in creating youtube content as a medium for learning history in class XI social studies students of SMAS Mujahideen Pontianak is with teachers conducting the learning planning stage with discussion materials including KD 3.3 and 3.4 with the theme of church reform, the method used is the discussion method and learning resources utilizing the history package book class XI social studies and other resources, The preparation stage is marked by learning preparation carried out by teachers and students when using youtube content media in the classroom, implementation steps using YouTube content videos. . (2) The implementation of learning using youtube content as a medium for learning history in class XI social studies students of SMAS Mujahideen Pontianak runs less optimally, there are learning steps that are not carried out in accordance with the results of the RPP study, namely the absence of KI, KD, indicators, learning syntax, overall evaluation, use of methods in the classroom and teachers closing learning by not praying. (3) Obstacles in the use of youtube content as a medium for learning history in class XI social studies students of SMAS Mujahideen Pontianak are in the facilities to support the use of media that are still lacking and technical obstacles (internet network). Keywords: Youtube content, Learning Media, History Learning
Pengaruh Penggunaan Model STAD Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 1 Toho Portunata, Antonia Sri Dwi; Aminuyati, Aminuyati; Putri, Astrini Eka
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 3.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many issues arise during teaching, particularly when it comes to teaching history. One issue that frequently arises in the classroom is that professors are more involved than students are, which makes the learning process passive. In addition, some students believe that studying history is not a subject they should be studying. Less engaging as history is required to be memorized by students, which makes history instruction unpopular and, in turn, makes students less interested in studying history. Students who receive content that infrequently use a variety of learning approaches get disinterested in studying history. This calls for the use of an appropriate learning model, such as the STAD model. Quantitative techniques with a quasi-experimental design are used in this study. Questionnaires, documentation, and observation techniques are the approaches utilized to collect data. Research instrument analysis, prerequisite data analysis, and hypothesis data test procedures are the data analysis approaches that are employed. According to the findings, the average score for the STAD model's application in class XI IPS3 was 94.58, placing it in the very good category. Additionally, the model's impact on history learning was shown to be statistically significant at (1.671) > (1.058). These findings showed that Ha was accepted and Ho was denied. The STAD model's influence on students' interest in learning history is 0.743, or 0.5 ≤ d ≥ 0.8, in terms of size. This indicates that the model's application has a noteworthy but relatively modest impact on students' interest in learning history.
Efektifitas Liveworksheet sebagai E-LKPD Berbasis Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas X SMA Islam Al-Azhar 10 Pontianak Riski Miranda, Kinana Dede; Firmansyah, Andang; Putri, Astrini Eka
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of the independent curriculum expects students to have critical thinking skills, this is also stated in the Pancasila student profile regarding critical reasoning. This is in line with the competencies needed in the 21st century related to 4C (critical thinking, creativity, collaborations, communication skills). However, students' critical thinking skills cannot be improved just like that, but must be trained continuously based on their level of education. Efforts that can be made by teachers are to innovate in learning activities, one of which is changing conventional LKPD into E-LKPD based on Problem Based Learning. This study was conducted with the aim of seeing the effectiveness of using liveworksheets as E-LKPD based on Problem Based Learning whether it is effective in improving the critical thinking skills of class X students. This study uses a quantitative method with an experimental research type. The collection technique uses observation sheets, test questions and documentation. Data analysis uses Normality Test, Homogeneity, N-gain Test, Percentage. The results of this study indicate (1) that based on the N-gain test, the experimental class obtained a result of 65.57 (quite effective) and the control class 41.76 (less effective); (2) that based on the results of observations in the experimental class regarding the use of E-LKPD based on Problem Based Learning which was assessed as very good for improving the critical thinking skills of class X students with observation results of 95. It can be concluded that the use of live worksheets as E-LKPD based on Problem Based Learning is quite effective for training the critical thinking skills of class X students with effectiveness results of 65.57 (quite effective).