Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Komunitas Perempuan Percut Sei Tuan dalam Duta Keseimbangan Lingkungan Melalui Konsep EBSCO (Edukasi Berkelanjutan dengan Kesadaran, Cinta, dan Optimisme Zuliana, Zuliana; Qorib, Muhammad; Suryani, Des
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20915

Abstract

Background: Fenomena lingkungan merupakan peristiwa atau perubahan yang terjadi di alam dan berdampak pada ekosistem, manusia dan makhluk hidup lainnya. Di Indonesia dan dunia, ada banyak fenomena lingkungan yang patut diperhatikan karena dampaknya sangat besar. Bahkan di tingkat lokal, terutama terkait pengelolaan sampah dan sanitasi. Komunitas perempuan di Percut Sei Tuan belum sepenuhnya diberdayakan terkait denga isu lingkungan. Maka, perlu adanya pemberdayaan sebagai agen perubahan lingkungan melalui model EBSCO. Metode partisipatif diterapkan dalam 3 fase : (1) Edukasi Kesadaran (pelatihan pengelolaan sampah terpadu), (2) Aksi Cinta Lingkungan (pembentukan bank sampah dan produksi pupuk kompos dan eco-enzyme), serta (3) Penguatan Optimisme (kewirausahaan hijau). Peserta melibatkan 213 ibu rumah tangga dari 6 dusun terdampak banjir sampah. Hasil evaluasi pre test  dan post test menunjukkan 67% meningkat 84% literasi lingkungan (uji paired sample t-test, p < 0.05), pendirian 1 unit bank sampah dengan volume terkelola 50 kg/bulan, serta peningkatan pendapatan Rp 450.000/KK/bulan dari penjualan kerajinan daur ulang. Kesimpulan Model EBSCO terbukti efektif menciptakan keberlanjutan ekologis-sosial berbasis komunitas perempuan.
TM. Ali Muda (w. 2005 M) Karya dan Kontribusinya dalam Bidang Ilmu Falak Arwin Juli Rakhmadi; Mario Kasduri; Muhammad Qorib; Habibullah Ritonga; Robie Fanreza; Abdul Rahman Cemda
Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy Vol. 2 No. 2 (2023): Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy (Desember)
Publisher : Islamic Astronomy Department, Sharia and Law Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/astroislamica.v2i2.1930

Abstract

TM. Ali Muda is a North Sumatran astronomy figure who came from Aceh. His work and contribution in the field of astronomy is beyond doubt. His thinking in the matter of determining the beginning of the month is to combine calculations and field observations. However, the tendency of his calculation (hisab) is also quite dominant which is shown by his analysis in various issues of celestial jurisprudence. Meanwhile, in the matter of matlak and Eid al-adha, the hajj-related services whose implementation is only in Mecca, according to him, are obliged to hold on to the matlak of Mecca, while those whose implementation is not only in Mecca are obliged to hold on to their respective matlak