Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Kader dalam Penemuan Suspek Tuberkulosis Fadhilah, Nur; Nuryati, Elmi; Duarsa, Artha; Djannatun, Titiek; Hadi, Restu Syamsul
Kesmas Vol. 8, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan berbagai pihak meliputi perubahan perilaku masyarakat dan pemberdayakan masyarakat sangat diharapkan untuk penanggulangan tuberkulosis (TB). Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Provinsi Lampung terpanggil untuk bergerak bersama dalam program penanggulangan penyakit TB agar keberhasilan penanggulangan TB dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan perilaku kader dalam menemuan suspek TB di Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif ini menggunakan desain potong lintang, data primer dikumpulkan dari sampel 72 kader TB ‘Aisyiyah Kabupaten Lampung Tengah. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan metode kai kuadrat, dan multivariat dengan regresi logistik. Penelitian ini menemukan lima variabel yang meliputi pengetahuan, sikap, pelatihan, dukungan pemegang program dan motivasi yang mendukung perilaku penemuan suspek. Tiga variabel yang meliputi pendidikan, pendapatan dan pekerjaan tidak mendukung perilaku penemuan suspek. Untuk meningkatkan penemuan suspek TB disarankan untuk lebih meningkat dukungan pengelola program yang berkelanjutan. The support of various parties, peoples behavior and empower communities in the implementation of TB countermeasures highly expected by Muhammadiyah Central Executive and Aisyiyah Lampung Province omit to move together in a tuberculosis prevention program for successful TB control can be achieved. This study aimed to determine the related factors of behavior cadres to detect suspected tuberculosis in Lampung districy middle. The quantitative and qualitative with study design a cross sectional was conducted using primary data on samples 72 Aisyiyah tuberculosis cadres Lampung district middle. The statistical analyses were performed by chisquare and logistic regression. The study results showed a significant five variable (support program managers, knowledge of cadre, motivation of cadre, attitude of cadre, training cadre) with the discovery suspected tuberculosis cases in Lampung Province. Logistic regression analysis found a good support program holders associated with the case of suspected tuberculosis. Program holders support is the most dominant factor of the discovery of suspected tuberculosis cases. Therefore the need for tangible support over again that the findings by the cadre suspected tuberculosis increased.
Hubungan Karakteristik Ibu, Paritas, dan Dukungan Suami dengan Kepatuhan Kunjungan Penggunaan Akseptor Keluarga Berencana (KB) Suntik di Poli KIA Puskesmas Pejeruk Muhammad Azlin Firdaus; Karmila, Dany; Muhajir, Alfian; Susila Duarsa, Artha Budi
Midwifery Student Journal (MS Jou) Vol. 2 No. 2 (2023): Midwifery Student Journal (MS Jou)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/msjou.v2i2.11

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah kepadatan penduduk dengan tingkat yang cukup besar. Upaya yang telah dilakukan pemerintah yaitu mencanangkan program Keluarga Berencana (KB), salah satunya yaitu penggunaan akseptor KB suntik. Masalah yang sering terjadi dalam kontrasepsi suntik adalah keterlambatan akseptor KB mendapatkan suntikan. Hal tersebut dapat terjadi karena akseptor KB lupa jadwal suntik dan kepatuhan dalam melakukan suntik ulang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu, paritas dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan akseptor KB suntik di Poli KIA Puskesmas Pejeruk. Metode: Desain penelitian Cross Sectional dengan alat ukur kuesioner dan rekam medis. Sebanyak 41 sampel penelitian dilakukan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling pada seluruh ibu yang menggunakan KB suntik baru di Poli KIA Puskesmas Pejeruk pada bulan Januari tahun 2022 – bulan Januari tahun 2023. Uji analisis bivariat menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa (61,0%) responden yang patuh dan (39,0%) responden yang tidak patuh. Didapatkan p-value 0,05 (p-value 0,05) untuk usia dengan kepatuhan, p-value 0,524 untuk tingkat pendidikan dengan kepatuhan, p-value 0,823 untuk status kerja dengan kepatuhan, p-value 0,02 untuk paritas dengan kepatuhan, p-value 0,05 untuk dukungan suami dengan kepatuhan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas, dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan akseptor KB suntik di Poli KIA Puskesmas Pejeruk dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan status bekerja dengan kepatuhan kunjungan akseptor KB suntik di Poli KIA Puskesmas Pejeruk.   Kata Kunci: Karakteristik ibu, Paritas, Dukungan suami, Kepatuhan kunjungan   Abstract Background: The problem currently facing Indonesia is population density at a fairly large level. Efforts that have been made by the government are launching a Family Planning (KB) program, one of which is the use of injectable birth control acceptors. A problem that often occurs with injectable contraception is the delay in birth control acceptors getting the injection. This is influenced by family planning acceptors forgetting injection schedules and compliance with repeat injections. This research aims to determine the relationship between maternal characteristics, parity and husband's support with compliance with visits by injectable contraceptive acceptors at the Pejeruk Community Health Center KIA Polyclinic. Method: Cross-sectional research design with questionnaires and medical records as measuring instruments. A total of 41 research samples were carried out using a purposive sample sampling technique on all mothers who used new injectable contraceptives at the Pejeruk Community Health Center KIA Polyclinic from January 2022 - January 2023. The bivariate analysis test used the Chi-Square correlation test. Results: The results showed that (61.0%) of respondents complied and (39.0%) of respondents did not comply. Obtained p-value 0.05 (p-value 0.05) for age with compliance, p-value 0.524 for education level with compliance, p-value 0.823 for work status with compliance, p-value 0.02 for parity with compliance, and p-value 0.05 for husband's support with compliance. Conclusion: There is a significant relationship between age, parity, and husband's support and compliance with visits by injection contraceptive acceptors at the Pejeruk KIA Polyclinic Community Health Center and there is no significant relationship between education level and working status and compliance with visits by injection contraceptive acceptors at the Pejeruk Community Health Center KIA Polyclinic.   Keywords: Mother's characteristics, parity, husband's support, visit compliance
Hubungan Pengetahuan, Sikap,Perilaku Ibu Tentang DBD Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Mardiah, Radiatam; Susila Duarsa, Artha Budi; Mahdaniyati S, Aulia; Mardiah, Aena
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2704

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Perkembangan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang tahun 2021 sebanyak 57 kasus (0,08%) yaitu Kelurahan Tanjung Karang 11 kasus (0,19%), Kelurahan Karang Pule 10 kasus (0,06%), Kelurahan Tanjung Karang Permai 12 kasus (0,13%), Kelurahan Jempong Baru 17 kasus (0,10%) dan Kelurahan Kekalik Jaya 7 kasus (0,03%). Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu tentang demam berdarah dengue dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Desain penelitian Cross Sectional dengan alat ukur kuesioner dan observasi. Sebanyak 80 sampel penelitian dilakukan dengan tekhnik pengambilan sampel Stratified Random Sampling dan Simpel Random Sampling pada ibu rumah tangga di Lingkungan Bendega Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram. Dari data bulan November – Desember 2022. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p < 0,05), dan tidak ada hubungan antara sikap dengan keberadaan jentik Aedes aegypti ( p > 0,05).
HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU, PENDAPATAN ORANG TUA, TINGGI BADAN ORANG TUA, DAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KASUS STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAK BEAK Roro Wulansari Setyoningrum; Artha Budi Susila Duarsa; Halia Wanadiatri; Sabrina Intan Zoraya
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/ne0c4p03

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi salah satu target dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), prevalensi stunting mencapai 32,7%, menempatkannya pada peringkat keempat berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia. Faktor risiko stunting terbagi menjadi dua kategori utama yaitu faktor internal, meliputi tingkat pendidikan ibu, kelainan endokrin, tinggi badan orang tua, berat badan lahir, dan jenis kelamin anak. Faktor eksternal, mencakup jarak kelahiran, riwayat imunisasi, pemberian ASI eksklusif, pendapatan orang tua, dan pola pemberian makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan ibu, pendapatan orang tua, tinggi badan orang tua, dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanak Beak, Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 101 responden, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Uji statistik yang digunakan dalam analisis data adalah chi-square. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p-value = 0,001). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua dengan kejadian stunting (p-value = 0,267). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tinggi badan ayah dengan kejadian stunting (p-value = 0,584). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tinggi badan ibu dengan kejadian stunting (p-value = 0,075). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting (p-value = 0,001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu dan pola pemberian makan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Namun, pendapatan orang tua, tinggi badan ayah, dan tinggi badan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanak Beak.
HUBUNGAN ANTARA MINUM TEH DENGAN GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM Al-AZHAR Duarsa, Artha Budi Susila; Hidayat, Rahmat
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v5i2.233

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2014), proporsi diabetes mellitus pada penduduk usia ≥ 15 tahun sekitar 5,7% pada tahun 2007. Sedangkan ada tahun 2013, didapatkan proporsi diabetes mellitus sekitar 6,9%. Provinsi NTB khususnya kota Mataram, prevalensi diabetes mellitus sebesar 1,8%. Sesuai dengan data riskesdas (2013) yang menunjukan jumlah penderita diabetes mellitus terus meningkat dari tahun ke tahun mengikuti gaya hidup dan tingkat obesitas yang semakin tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara minum teh dengan glukosa darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah pre eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Sampel dalam penelitian ini sebesar 35 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan uji-t berpasangan. Dari 35 subjek yang menjadi sampel dalam penelitian, 26 subjek (74,3%) mengalami penurunan kadar glukosa darah sewaktu dan 9 subjek (25,7%) tidak mengalami penurunan kadar glukosa darah sewaktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara minum teh dengan glukosa darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (p<0,01) sehingga Ada hubungan antara minum teh dengan glukosa darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar.
SATGAS MACAN sebagai Upaya Memandirikan Masyarakat untuk Mencegah Narkoba di Daerah Pariwisata di Lombok Barat Anulus, Ayu; Artha Budi Susila Duarsa; Nada Witaroli; Irwan Syuhada; Yolly Dahlia
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1447

Abstract

Dusun Melase merupakan salah satu dusun di desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Dusun ini berada diwilayah sekitar pesisir dan menjadi objek pariwisata. Dusun Melase yang berada berada di zona pariwisata dan juga dekat dengan “Dunia Hiburan Malam” menyebabkan tingginya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan data dari kepolisisan setempat diketahui bahwa Dusun Melase termasuk zona merah gawat darurat narkoba. Hal ini mendorong dosen dan mahasiswa untuk membantu warga dalam upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di Dusun Malase, Desa Batu Layar Barat melalui pengabdian kepada masyarakat dengan berupa pelatihan dan pelantikan Satuan Tugas Melase Cegah Narkoba (SATGAS MACAN). Pengabdian ini menggunakan pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis pelatihan serta pembentukan kader lokal. Sejumlah 105 responden dilibatkan dalam kegiatan ini. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukan bahwa mayoritas pemahaman dan sarana terkait bahaya narkoba masih rendah. Kesimpulannya adalah SATGAS MACAN dibutuhkan untuk memandirikan masyarakat dalam mencegah narkoba di daerah pariwisata khususnya di Dusun Malase, Desa Batu Layar Barat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Eva Yani; Artha Budi Susila Duarsa; Baiq Novaria Rusmaningrum; Ayu Anulus
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/v4dcr328

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan intervensi penting dalam meningkatkan status kesehatan bayi dan menurunkan angka kesakitan serta kematian. Namun, cakupannya masih belum optimal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan, sikap ibu, serta peran petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap ibu, dan peran petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 101 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (53,5%), sikap positif (61,4%), dan memperoleh dukungan petugas kesehatan (69,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,038), dan peran petugas kesehatan (p=0,026) dengan pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan, sikap ibu, dan peran petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Penguatan edukasi dan dukungan dari tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif.
HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG (UNDERWEIGHT) PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR PANTAI NIPAH Baiq Amira Fatmaharani; Aena Mardiah; Velia Maya Samodra; Artha Budi Susila Duarsa
Jurnal Kesehatan Vol. 3 No. 12 (2026): Jurnal Kesehatan (JK)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20253958

Abstract

Background: Underweight or insufficient nutrition is a nutritional issue in toddlers that can be detected earlier than stunting and wasting. Early growth disturbances in children are characterized by weight faltering, where the weight does not increase according to standards. If left unaddressed, it can lead to underweight, progress to wasting, and eventually result in stunting. Sociodemographic factors can influence the occurrence of underweight, encompassing educational levels of parents, parental knowledge, family size, and family income. Objective: To determine the relationship between sociodemographic factors and the incidence of underweight among toddlers in the Nipah Coastal Area. Method: This research is a quantitative study using a cross-sectional design. The study population consists of all parents with toddlers in the Nipah Coastal Area, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Cluster random sampling was used to select the sample. The significance level was set at a p-value of <0.05. Results: The study indicates that there is no significant relationship between the father's educational level (p-value = 0.794), mother's educational level (p-value = 0.686), and family income (p-value = 0.528) with the occurrence of underweight. However, there is a significant relationship between parental knowledge level (p-value = 0.000) and family size (p-value = 0.001) with the occurrence of underweight. Conclusion: Based on the statistical tests conducted, there is a relationship between parental knowledge level, and family size with the incidence of underweight in toddlers in the Nipah Coastal Area. Meanwhile, no relationship was found between the father's educational level, mother's educational level, and family income with the occurrence of underweight in toddlers in the Nipah Coastal Area.
Gambaran Pola Sidik Bibir pada Suku Sasak di Desa Sade dan Desa Sasak Ende Dinda Rustyadi; Fauzy Ma'aruf; Nada Witaroli; Artha Budi Susila Duarsa
Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 4 (2024): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v1i4.49

Abstract

Sidik bibir merupakan identifikasi sekunder yang dapat digunakan untuk menetukan jenis kelamin, ras, dan hubungan darah atau pewarisan genetik. Sidik bibir dibagi menjadi enam tipe berdasarkan klasidikasi Suzuki dan Tshucihasi, sidik bibir dapat digunakan untuk pengidentifikasian korban apabila terjadi bencana alam dengan syarat bentuk bibir masih utuh. Mengetahui gambaran pola sidik bibir pada laki-laki dan perempuan Suku Sasak, serta untuk mengetahui pola sidik bibir pada Suku Sasak terhadap hubungan genetik atau pewarisan genetik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sade dan Desa Sasak Ende. Pola sidik bibir pada Suku Sasak di Desa Sade dan Desa Sasak Ende didominasi oleh tipe IV sebanyak 37 orang (34,58%) untuk Desa Sade dan sebanyak 25 orang (43,10%) untuk Desa Sasak Ende, Suku Sasak memiliki pola sidik bibir yang didominasi oleh Tipe IV dengan jumlah 62 orang (37,58%), Pada laki-laki dan perempuan Suku Sasak pola sidik bibir yang dominan adalah Tipe IV dengan jumlah 23 orang (53,49%), serta pada perempuan dengan jumlah 39 (31,97%). Pola sidik bibir berdasarkan genetik/ hubungan darah sebanyak 28 orang (16,7%) memiliki 1 pola yang sama atau tidak memiliki pola sidik bibir yang sama. Berdasarkan klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi pada laki-laki dan perempuan Suku Sasak didominasi oleh tipe IV, sedangkan untuk hubungan darah atau pewarisan genetik memiliki 1 pola yang sama atau tidak memiliki pola sidik bibir yang sama.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Kardiana Adnyana , I Made Dwi Mertha Aena Mardiah Aena Mardiah Agusta Dian Ellina Ahmad Syauqi Mubarok Ahmad Syauqi Mubarok Ahmad Syauqi Mubarok Ahmad Syauqi Mubarok Ahmad Syauqi Mubarok Ajeng Wafa Awalia Akbar, Prima Soultoni Alfian Muhajir Aliffiyah Dewi Anasulfalah, Hakim Andri Setyo Dwi Nugroho Angelica Vanini WT Angelica Vanini WT Anggun Fitri Handayani Anita Dina Arjita, I Putu Dedy Asifa Choiri Asruria Sani Fajria Astri Yunita Astri Yunita Atmojo, Joko Tri Aulia Mahdaniyati S Ayu Anulus Ayu Anulus Baiq Amira Fatmaharani Baiq Novaria Rusmaningrum Budi Setiawan Manarung Dany Karmila Daryanto Daryanto Desy Fitri Yani Desy Fitri Yani Dian Mardhiyah Dinda Rustyadi Elmi Nuryati Elmi Nuryati Eva Yani Fachrudi Hanafi Faisal Muhammad, Faisal Fajriah, Asruria Sani Fara Khansa Azizah Fauzy Ma'aruf Handayani, Rina Tri Hendra Dwi Kurniawan Hendra Dwi Kurniawan Hendra Dwi Kurniawan Hendra Kurniawan Herliana Saputria Ningsih I Gede Ari Permana Putra Iing, Iing Ilham Muhammad Firnanda Indah Trianingsih Isnani Nurhayati Joko Tri Atmojo Kadek Dwi Pramana Karmila, Dany Kholis Ernawati Krisnanda Aditya Pradana Leona Puspita Gading Martaliza livana ph Mahdaniyati S, Aulia Mardiah, Aena Mardiah, Radiatam Maria Paula Marla Nahak Mei Ahyanti Meita Putri Moh. Reza Aulia Rahman Muhammad Azlin Firdaus Muhammad Faishal Al Firdaus Muhammad, Faisal Musyarafah Nada Witaroli Nada Witaroli Ndaru Sukma Putra Ndaru Sukma Putra Nike Agustina Nindita Arum Veibiani Nova Rahma Widyaningrum Nur Fadhilah Nur Fadhilah Nur Fitriana Zahra Nur ‘Azah Nurrul Novianti Nursyirwan Effendi, Nursyirwan Prasetya, Hanung Radiatam Mardiah Rahmat Hidayat Reihana Reihana Reihana, Reihana Restu Syamsul Hadi Rio Aji Rizanda Machmud Rokhmayanti Rokhmayanti Ronald Pratama Adiwinoto Roro Wulansari Setyoningrum Rosalinda Permatasari Rosbiatul Adawiyah Rusmiatik Rusmiatik Rusmiatik Sabrina Intan Zoraya Santi Yuliani Santy Irene Putri Santy Irene Putri Satriyo Mowo Panuluh Satriyo Mowo Panuluh Selvia Anggitasari Siti Luthfiah Zulfa Siti Luthfiah Zulfa Siti Mar’atul Munawaroh Sri Lestariningsih Sulistyaningsih Miya Sumarmi Sumarmi Syerlita Yossi Syuhada, Irwan Tio Guntur Prabowo TITIEK DJANNATUN Titiek Djannatun Tiyas Larasati Umi Fatonah Velia Maya Samodra Wahyu Prayoga Wahyu Prayogi Wanadiatri, Halia Widiyanto, Aris Wiliarisa Prita Purwanti Yolly Dahlia Yudhia Fratidhina Yuly Peristiowati Zoraya, Sabrina Intan