Claim Missing Document
Check
Articles

The Proportion of Cognitive Aspects of Question in Mathematics Textbook Based on Marzano's Taxonomy: An Indonesian Case in Implementing New Curriculum Rasyidi, Dhila Ardiani; Winarso, Widodo
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v9i2.7374

Abstract

Mathematical textbooks are one source of learning that has an important role in learning activities. But the existence of the government-issued mathematics textbook (BSE) which is currently widely used in class X high schools, still does not know the quality of its cognitive aspects. The purpose of this study was to find out the questions contained in class X high school mathematics textbooks had met the criteria of a good question according to the Marzano cognitive aspects. Qualitative descriptive research was used to analyze competency test questions in mathematics books. Data was collected through a question categorization checklist based on Marzano's cognitive aspects validated by experts. Guidelines for question analysis based on Marzano's taxonomy's cognitive aspects consisted of levels of cognitive retrieval, levels of cognitive understanding, levels of cognitive analysis, and levels of cognitive knowledge. The results showed that the percentage of question distribution for the recall rate was 17%, at an understanding level of 14%, 30% analysis level, and 39% knowledge level; in other words, cognitive distribution in high school mathematics class X textbooks was still not ideal according to proportional allocation of aspects cognitive  
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria Terhadap Bibit dan Pertumbuhan Awal Pepaya Samson Bin Nasib; Ketty Suketi; Winarso Drajad Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.55 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR pada bibit dan pertumbuhan awal pepaya. Percobaan dilakukan dari bulan Februari sampai Mei 2015 di Kebun Percobaan Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB Pasirkuda Ciomas, Bogor, dengan rancangan kelompok lengkap teracak 2 faktor dan 5 ulangan. Perlakuan adalah konsentrasi larutan PGPR (5 ml L-1, 10 ml L-1 dan 15 ml L-1) dan lama perendaman PGPR (30 menit, 60 menit,90 menit dan 120 menit). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan perlakuan berpengaruh dianalisis dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf selang kepercayaan 5%. Hasil penelitian di polybag menunjukkan bahwa konsentrasi larutan PGPR, lama perendaman PGPR dan interaksi antara konsentrasi PGPR dengan lama perendaman PGPR mempengaruhi jumlah daun dan diameter batang di fase pembibitan. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa konsentrasi larutan PGPR, lama perendaman PGPR dan interaksi antara konsentrasi PGPR dengan lama perendaman PGPR tidak mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang petiol, lebar daun, panjang daun, waktu bunga pertama muncul, tinggi kedudukkan bunga, jumlah pohon betina, jumlah pohon hermaprodit, jumlah bunga betina dan jumlah bunga hermaprodit. Konsentrasi PGPR mempengaruhi panjang petiol pada 5 minggu setelah tanam.
Pengaruh Aplikasi KMnO4 dengan Media Pembawa Tanah Liat terhadap Umur Simpan Pisang Mas (Musa sp AA Group.) Elvi Pebri Hasibuan; Winarso D. Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.053 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15818

Abstract

Pisang termasuk ke dalam lima komoditas pangan utama di Indonesia selain gandum, ubi kayu, ubi jalar, dan jagung. Sehingga, pisang memerlukan perhatian khusus agar buah yang dihasilkan berkualitas. Penelitian ini yaitu pengujian KMnO4 menggunakan media conveyor pada beberapa waktu penyimpanan Pisang Mas (Musa sp. AA GROUP). Penelitian terdiri atas waktu penyimpanan, indeks skala warna, reduksi massa, kekerasan buah, rasio buah, bagian buah yang dapat dimakan, total padatan terlarut, titrasi asam dan vitamin C. Pengamatan reduksi massa dan indeks skala warna dilakukan pada 3, 6, dan 9 hari setelah percobaan . Kekerasan buah, rasio buah, bagian buah yang dapat dimakan, total padatan terlarut, titrasi asam dan vitamin C dilakukan pada 6 dan 12 hari setelah percobaan. Hasil percobaan menunjukkan KMnO4 tidak berpengaruh terhadap waktu penyimpanan, vitamin C dan total padatan terlarut, namun berpengaruh pada indeks skala warna, reduksi massa, kekerasan buah, rasio buah, dan bagian buah yang dapat dimakan. Penelitian ini harus dilakukan kembali agar didapatkan hasil yang lebih baik. 
Efektivitas Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Caisin (Brassica Chinensis L.) Dedi Cahyadi; Winarso Drajad Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.581 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16466

Abstract

Lahan pertanian Indonesia yang terdegradasi mengakibatkan menurunnya produktivitas sayuran. Salah satu penyebabnya yaitu penggunaan pupuk anorganik tanpa pengembalian sisa tanaman dan bahan organik ke dalam tanah. Perlunya usaha dan strategi yang sesuai untuk meningkatkan kualitas lahan, serta mempertahankan kesuburan dan kesehatan tanah dengan pemanfaatan pupuk hayati. Pupuk biologi adalah produk biologi yang aktif memproduksi berdasarkan mikroba-mikroba yang dapat meningkatkan keefisienan pemupukan, kesuburan dan kesehatan tanah. Pemanfaatan dari pupuk hayati diharapkan dapat menumbuhkan tanaman yang lebih sehat, bebas dari hama dan penyakit, produksi yang tinggi, ramah lingkungan, berkelanjutan dan dapat mereduksi pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati pada pertumbuhan dan hasil caisin di lapangan yang dilakukan di Leuwikopo, Darmaga, Bogor Indonesia pada Februari hingga April 2011. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan 7 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dimkasud yaitu tanpa pupuk hayati dan NPK (P0), 1 dosis NPK (P1), Biofertilizer + 1 dosis NPK (P2), biofertilizer + 0.75 dosis NPK (P3), biofertilizer + 0.5 dosis NPK (P4), biofertilizer + 0.25 dosis NPK (P5) dan biofertilizer (P6). Hasilpenelitian menunjukkan pupuk hayati tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman caisin yang diukur seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar. Kombinasi pupuk hayati dengan 0.5 hingga 1 dosis NPK mampu memproduksi berat basah tajuk tanaman dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan NPK saja. Dengan demikian, penggunaan pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik urea, SP-36 dan KCL sebesar 50%.
Penggunaan Kalium Permanganat sebagai Oksidan Etilen untuk Memperpanjang Daya Simpan Pisang Raja Bulu Mei Lianti Arista; Winarso Drajad Widodo; Ketty Suketi
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.62 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16471

Abstract

Pisang merupakan buah klimakterik dengan laju respirasi yang meningkat. Peningkatan laju respirasi selama proses pematangan dipicu oleh emisi etilen secara autokatalitik. Laju respirasi pisang dapat dihambat dengan menonaktifkan etilen dengan menggunakan perlakuan kimiawi, salah satunya dengan penggunaan KMnO4. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari penghambatan laju respirasi pisang Raja Bulu selama penyimpanan menggunakan KMnO4 dan memperoleh konsentrasi KMnO4 untuk memperpanjang daya simpan pisang Raja Bulu. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan mulai dari Februari sampai Maret 2013 di Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu KMnO4 7.5%, 15%, 22.5%, dan kontrol (tanpa KMnO4). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan perlakuan yang mempengaruhi dianalisis dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Parameter yang diukur adalah laju respirasi, indeks skala warna kulit buah, umur simpan, susut bobot, edible part, kekerasan kulit buah, padatan terlarut total, asam tertitrasi total, dan kandungan vitamin C. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan KMnO4 7.5%, 15%, dan 22.5% dapat menghambat laju respirasi pisang selama penyimpanan sehingga menunda puncak klimakterik pisang Raja Bulu 1-2 hari dibandingkan kontrol. Penggunaan KMnO4 7.5%, 15%, dan 22.5% tidak mempengaruhi kualitas fisik dan kimia pisang Raja Bulu.
Pengelolaan Pemangkasan Jeruk Keprok (Citrus sp.) Di Kebun Blawan, Bondowoso, Jawa Timur Cucun Yuliana; Diny Dinarti; Winarso D Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.878 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16485

Abstract

Program penelitian dilakukan di Blawan Estate, Bondowoso, Jawa Timur selama tiga bulan mulai tanggal 13 Februari sampai 13 Mei 2012. Tujuan program penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial. Program penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode langsung dan tidak langsung, dengan mengikuti seluruh praktik di lapangan, observasi lapangan perkebunan, dan diskusi dengan staf (metode langsung). Informasi yang dikumpulkan termasuk data primer dan data sekunder. Kriteria pemangkasan, kondisi tanaman, prestasi kerja, waktu pemangkasan, dan pertumbuhan tunas meningkat sebagai data primer. Pemangkasan bisa menurunkan intensitas dan tingkat keparahan antraknosa. Namun, pengelolaan pemangkasan jeruk tidak dapat diimplementasikan sebagai SOP (Standart Operating Prosedure).
Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanaman Pepaya Sukma dengan Tanaman Sela Beberapa Jenis Sayuran Dian Pratanda Rizki; Ketty Suketi; Winarso D Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.58 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.16819

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman buah yang berpotensi sebagai sumber gizi dan struktur tajuknya memungkinkan untuk ditanami tanaman sela. Penanaman tanaman sela (alley cropping) adalah salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas lahan. Tujuan penelitian mempelajari peningkatan produktivitas lahan pertanaman pepaya Sukma dengan tanaman sela beberapa jenis sayuran. Percobaan dilaksanakan di kebun Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Pasir kuda, Ciomas dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, sejak bulan Februari – Juli 2016. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan jenis tanaman sayuran sebagai perlakuan. Perlakuan terdiri atas 4 macam tanaman sela dan 1 perlakuan kontrol. Tanaman sela yang digunakan adalah 1). Caisin, 2). Bayam, 3). Kangkung, dan 4). Basella alba. Pola tanaman sela dapat meningkatkan produktivitas lahan. Perlakuan tanaman sela Basella alba menghasilkan produksi sayuran yang tinggi. Perlakuan tanaman sela bayam menghasilkan bobot buah pepaya per petak yang tinggi sedangkan tanaman kangkung menghasilkan bobot per buah pepaya terendah. Perlakuan tanaman sela di antara tanaman pepaya tidak mempengaruhi pertumbuhan, mutu fisik dan mutu kimia buah pepaya.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan Benih Pepaya di Pembibitan dan di Lapangan Septy Yurihastuti; Winarso Drajad Widodo; Ketty Suketi
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.622 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18941

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu buah tropika yang telah dibudidayakan secara intensif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan konsentrasi PGPR yang tepat untuk pertumbuhan bibit pepaya di pembibitan dan di lapangan. Percobaan di laksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2016 di Kebun Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dengan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas suspensi PGPR dengan konsentrasi 0, 5, 10 dan 15 dan komposisi media tanam yang terdiri atas kontrol tanah: pupuk kandang (M0), tanah: pupuk kandang: sekam (M1), dan tanah: pupuk kandang: cocopeat (M2) sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Hasil percobaan di pembibitan menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi PGPR mempengaruhi tinggi tanaman, diameter batang dan panjang daun, sedangkan di lapangan menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi PGPR mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun, tetapi tidak mempengaruhi terhadap diameter batang tanaman pepaya. Komposisi media tanam selama di pembibitan tidak mempengaruhi semua parameter. Sedangkan selama pengamatan di lapangan, komposisi media tanah dan pupuk kandang (M0) dan tanah, pupuk kandang dan sekam (M1) mampu mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun.
Pengelolaan Perkebunan Pisang Cavendish Komersial di Lampung Tengah, Lampung Moh Agus Jamaluddin; Winarso D. Widodo; Ketty Suketi
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.691 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24650

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk menambah wawasan, pengalaman teknis, keterampilan kerja, manajerial, dan secara khusus mempelajari serta menganalisis pengelolaan perawatan tanaman dan buah pisang cavendish. Penelitian dilaksanakan di Lampung pada bulan Februari hingga Juni 2017. Metode yang digunakan untuk mendapat data primer dengan cara mengikuti dan mengamati kegiatan teknis di lapang dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari laporan dan arsip kebun. Hasil penelitian menunjukkan kualitas buah pisang dipengaruhi pemangkasan daun, penyuntikan jantung, pembrongsongan, pembuangan bunga, pembuangan buah, pembuangan penghalang buah, dan pemasangan sekat buah. Penyakit pisang yang menjadi kendala di lokasi penelitian adalah Black Leaf Streak (BLS) yang disebabkan oleh Mycosphaerella fijiensis dan banana freckle yang disebabkan oleh Guignardia musae. Kehilangan buah ekspor terbesar karena kondisi No Functional Leaf (NFL) karena Banana Freckle. Blok dengan kondisi NFL terbesar adalah blok 27A dengan jumlah 7420 tanaman. Indeks tenaga kerja sebesar 2.08.
Evaluasi Kematangan Pascapanen Pisang Barangan untuk Menentukan Waktu Panen Terbaik Berdasarkan Akumulasi Satuan Panas Winarso Drajad Widodo; Ketty Suketi; Rizky Rahardjo
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.763 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.162-171

Abstract

Buah pisang termasuk buah klimakterik dengan umur simpan pendek. Penanganan pascapanen buah pisang bertujuan untuk mempertahankan kualitas dan umur simpan buah. Tingkat kematangan buah ketika dipanen dapat mempengaruhi kualitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan umur petik terhadap kriteria kematangan pascapanen dan menentukan umur petik terbaik pisang Barangan berdasarkan akumulasi satuan panas. Percobaan dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Parakan Salak, Sukabumi, Jawa Barat dan Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 5 perlakuan umur petik: 68, 73, 78, 83, dan 88 hari setelah antesis (HSA). Setiap perlakuan diterapkan pada 5 tandan sebagai ulangan. Buah pisang Barangan dapat dipanen pada umur petik 78 HSA dengan akumulasi satuan panas sebesar 1 200-1 250 °C hari dan umur simpan mencapai 13-14 hari setelah panen (HSP). Buah pisang Barangan dengan umur petik lebih tua lebih cepat mencapai kematangan pascapanen dibandingkan buah dengan umur petik muda. Perlakuan umur petik 68-88 HSA mempengaruhi bobot buah, susut bobot, kekerasan kulit buah, kandungan vitamin C, padatan terlarut total (PTT), asam terlarut total (ATT), dan rasio PTT/ATT, namun tidak mempengaruhi kekerasan daging buah dan edible part.
Co-Authors , Kholidi A. A. Mattjik Aissa, Siti Amalia Kusumawardhani Anas Dinurrohman Susila Ani Kurniawati Apriyanda Kusuma Wijaya ARIS ARIS, ARIS Arista, Mei Lianti Asep Mulyana Asnath M. Fuah Badrieh, Haian Amin budi manfaat, budi Cenra Intan Hartuti Tuharea Cucun Yuliana darwan darwan, darwan Dedi Cahyadi Dedi Cahyadi Dhika Prita Hapsari Dian Fahrianty Dian Pratanda Rizki Diny Dinarti DINY DINARTY, DINY Edi Djauhari P Edi Santosa Efendi, Darda Elvi Pebri Hasibuan Endah Retno Palupi Evi Setiawati Farah Maulida Faridah, dan Didah Nur Farokah, Esti Fatkhiyyah, I’aanatul Febrianto, Miftakhur Rizki Hidayat Fidianinta , Fitriansyah, Aidil G. A. Wattimena Hasibuan, Elvi Pebri hendri raharjo, hendri Ikrimah, Ririn Ilmiah, Dede Malikhatul Indriyani Irni Furnawanthi Hindaningrum Jamaluddin, Moh Agus Juliana, Sely Kailola, Joan Joulanda Grace Karimah, Siti Asri Karmanah, Karmanah Kermite, Fiolita Ketty Suketi Lestari, Mutiara Dwi Lestiana, Herani Tri M. Luthfan Taris Matra, Deden Derajat Maula, Lifa Muflikhatul Mei Lianti Arista Moh Agus Jamaluddin Mukdisari, Yurisqi Mustika Dwi Rahayu Najichun, Mohamad Nasib, Samson Bin Ni Made Armini Wiendi Nur Asmah, Nur Nuritno, Rizqi Nuriyani, Yeni Nurizzati, Yeti Nurkholis Nurkholis Nurma Izzati NURUL HAYATI Onwardono Rit Riyanto Permata, Indah Purwono Rahardjo, Rizky Rahayu, Resa Sri Rahayu, Yuli Aulia Rahayu, Yuli Aulia Rasyidi, Dhila Ardiani Resa Sri Rahayu Retty Nurfazizah Ria Riyati Ridwan, Ahmad Fauzi Rizki, Dian Pratanda Rizkiah, Rizkiah Rizky Rahardjo Roedhy Poerwanto Salatnaya, Hearty Samson Bin Nasib Sandra Arifin Aziz Saputro, Imron Gempur Septy Yurihastuti Siregar, Shella Elvira Siti Nur Kholifah Slamet Susanto Sobir Sobir Sofhya, Herlinda Nur'afwa Sofyan Zaman Sri Setyati Harjadi SRIANI SUJIPRIHATI Sriani Sujiprihati Sukarma, Virna Selviani Suryo Wiyono Suteja Suteja, Suteja Syakira, Hadhona Fatmah Tamsik Udin Thamara, Aria Toheri Toheri Toheri, Toheri Trisnani, Maya Turi Handayani Wahid, Sirojudin Willy Bayuardi Suwarno Winarno -, Winarno Yuliana, Cucun Yurihastuti, Septy