This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Jurnal Kebijakan Publik Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Journal of Governance Jurnal Ilmiah Peuradeun Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal Publicuho Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Contemporary Governance and Public Policy Unri Conference Series: Community Engagement Tax Literacy and Leadership Agility: Indigenous Peoples Awareness in Paying Taxes Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Dinamika Lingkungan Indonesia International Journal of Humanities Education and Social Sciences jurnal administrasi politik dan sosial Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS) SWARNA Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Journal of Research and Development on Public Policy Cross-border Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Management Accounting, Tax and Production Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Public Service And Governance Journal SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Economics, Bussiness and Management Issues Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion International Conference On Social Science Education Proceeding
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Penyaluran Bantuan Rumah Layak Huni (RLH) pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Pekanbaru Provinsi Riau Puspita , Alisa; Nasution, Mimin Sundari
Journal of Economics, Bussiness and Management Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober-Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jebmi.v1i1.70

Abstract

The aim of this research is to determine management and the influencing factors. Qualitative research method with data sources namely primary and secondary data, data collection techniques based on observation, interviews, documentation and analysis. The result of the author’s research are that the management of distribution of livable housing assistance during the Covid-19 pandemic in Pekanbaru City, Riau Province is still not effective. The lack of innovation and quick solutions in distribution management during the Covid-19 pandemic has made distribution management less effective. There are still many deficiencies found, such as in providing socialization and registration for recipients of livable housing, assistance, it still uses a manual system and has obstacles, namely changes in distribution targets, distribution procedures that are not yet effective and the management of infrastructure is not in accordance with the budget provided, due to the impact due to the Covid-19 outbreak, the budget allocated was cut to handle Covid-19, but in the field the facilities avaulable to recipients of livable housing assistance were incomplet.
Conflict Management of Hot Spring Forest Tourism Objects in Pendalian IV Koto District, Rokan Hulu Regency Jahro, Aqila Yaumil Ginati Jihan; Nasution, Mimin Sundari
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2024): July 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v3i2.2388

Abstract

Nowadays, social conflicts in society are increasingly varied and take many forms, even tending to shift and develop into long-standing acts of violence that we can even feel directly. The increase in forest utilization as an industrial sector has triggered conflicts related to licensing, violation of regulations, and illegal exploitation of forest areas by communities. The complexity of problems arising from the forest utilization process is also caused by the inconsistency of policy makers, especially local governments that act as the authority that issues forest area management permits This research was conducted in hot spring forest tourism in Pendalian IV Koto sub-district, Rokan Hulu Regency. The purpose of this study is to determine the Conflict Management of Tourism Objects in Hot Water Village, Pendalian IV Koto District, Rokan Hulu Regency and to determine the inhibiting factors in solving Conflict Management of Tourism Objects in Pendalian IV Koto District, Rokan Hulu Regency. The method used in this study is qualitative descriptive. Data collection is carried out using observation, interviews and documentation.Data analysis using the Moles and Huberman model is data reduction, data presentation and drawing conclusions / verification. The results of this study show collaboration, accommodation, dominance, avoidance and compromise in resolving conflict management in hot spring forest tourism in Pendalian IV Koto sub-district, Rokan Hulu Regency.
Optimalisasi Ekonomi Kreatif Hilirisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Mangrove di Desa Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Mashur, Dadang; Rusli, Zaili; Sadad, Abdul; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Nasution, Mimin Sundari; Ananda, Fajriani
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.117-126

Abstract

The Laskar Mandiri Kampung Kayu Ara Permai Conservation Group uses the mangrove forest to become an edutourism-based tourist attraction with the name Mangrove Sungai Bersejarah (MSB) Edutourism. The problem with managing mangrove tourism is that on average it only relies on the natural charm of mangroves, so visitors are reluctant to visit again. Likewise what happens in MSB tourism, the use of non-timber forest products (NTFPs) from mangroves can be a special attraction in the mangrove area and can also improve the group's economy. The absence of a tourist attraction is the basis for the downstream dedication of mangrove NTFPs as a creative economic group so that it can provide added value to tourist areas. The method used is to provide knowledge and training to groups about the importance of developing NTFPs in tourist areas. The findings show that there is potential for NTFPs that can be developed, such as mangrove batik, dodol, mangrove coffee, kedabu syrup, jeruju sticks, kedabu jam, waru peyek and bolu berembang. The conclusion of the service is that MSB tourism can be developed not only in the edutourism aspect, but can also be developed in the minatourism aspect through NTFPs.
Pengelolaan Objek Wisata Danau Timbang Bunga Pengantin Oleh Bumdes Aur Kuning Di Kabupaten Kuantan Singingi Sonia Anggraini; Mimin Sundari Nasution
Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): April : Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/nawasena.v2i1.519

Abstract

Pengelolaan objek wisata merupakan bentuk dalam memanfaatkan potensi alam yang ada di suatu daerah yang menjadi sumber pendapatan daerah. Pengelolaan adalah proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Kata management sendiri sudah diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi kata manajemen yang berarti sama dengan “pengelolaan”, yakni sebagai suatu proses mengoordinasi dan mengintergrasi kegiatan kegiatan kerja agar dapat diselesaikan secara efisien dan efektif. Objek wisata danau timbang bunga pengantin merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Kuantan Singingi. Tujuan pengelolaan ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan objek wisata danau timbang bunga pengantin oleh BUMDes Aur Kuning di Kabupaten Kuantan Singingi. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisa peneliti dalam mendapatkan data. Penelitian ini menggunakan teori dari George R.Terry tentang fungsi pengelolaan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,dan pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan objek wisata danau timbang bunga pengantin oleh BUMDes Aur Kuning masih belum optimal, dikarenakan masih terdapat beberapa perencanaan pengelolaan yang yang belum terealisasi dan perlu adanya perbaikan dalam pengelolaan objek wisata danau timbang bunga pengantin.
Efektivitas Self Assesment System Pada Wajib Pajak Restoran oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru Silitonga, Junita; Nasution, Mimin Sundari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25091

Abstract

Self assessment system merupakan sistem pembayaran pajak yang dimana setiap wajib pajaknya dipercayakan untuk menghitung dan melaporkan wajib pajaknya sendiri. Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) sebagai tempat memberikan layanan kepada setiap wajib pajak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas dari self assessment system dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan sistem ini. Teori Delone And Mclean (dalam andiekaputra, 2022) digunakan dalam penelitian ini, dan ada enam aspek pengukuran efektivitas, antara lain: system quality indikator pengukurannya adaptability, ease of use, timeless, dan security. Information quality indikator pengukurannya completeness, understandability, dan relevance. Service quality indikator pengukurannya assurance, empathy, dan responsiveness. Use. User satisfaction indikator pengukurannya effeciency, effectiveness, dan repeat satisfaction. Net benefits indikator pengukurannya ease of job, speed of accomplishing task job, dan time savings. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self assessment system merupakan sistem yang sudah cukup baik untuk diterapkan dalam pemungutan pajak. Perlunya sosialisasi mendalam, pemantauan dan pengawasan yang optimal oleh BAPENDA terhadap wajib pajak.
Pengelolaan Objek Wisata Tangsi Belanda Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Iis Daryati; Mimin Sundari Nasution
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 1 No. 3 (2022): September: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.816 KB) | DOI: 10.55606/jhpis.v1i3.582

Abstract

Pengelolaan merupakan proses atau cara dalam membantu merumuskan dan tujuan organisasi, memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan tercapainya tujuan, serta melakukan kegiatan yang digerakkan tenaga orang lain. Istilah pengelolaan dalam bahasa Inggris adalah Management. Tangsi Belanda merupakan benteng peninggalan belanda yang terletak di sisi sungai Siak, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengelolaan Objek Wisata Tangsi Belanda Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi yang di analisis oleh peneliti untuk mendapatkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengeloaan objek wisata Tangsi Belanda cukup baik, namun ada beberapa masalah karena kurangnya melakukan pengelolaan perencanaan pembangunan terhadap Objek Wisata Tangsi Belanda ini. kurangnya fasilitas-fasilitas untuk meningkatkan minat pengunjung, dan kurangnya pegawai dalam melakukan pengelolaan Objek Wisata Tangsi Belanda.
INVENTARISASI ASET DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI OLEH BADAN PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN ASET DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Nurul Jannatul Putri; Mimin Sundari Nst
Journal of Research and Development on Public Policy Vol. 3 No. 4 (2024): Desember : Journal of Research and Development on Public Policy
Publisher : Lembaga Pengkajian Dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (lppsp)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58684/jarvic.v1i3.35

Abstract

Aset memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pemerintah daerah. Ketersediaan aset yang sesuai dengan kebutuhan secara langsung akan meningkatkan kinerja organisasi pemerintah daerah. Ada pun rumusan permasalahan pada penelitian adalah Bagaimanakah inventarisasi aset daerah pada Badan Pendapatan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti ? Apakah hambatan dalam inventarisasi aset daerah pada Badan Pendapatan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti ?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana inventarisasi aset daerah pada Badan Pendapatan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dan untuk mengetahui hambatan dalam inventarisasi aset daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang sudah dilakukan pada bab sebelumnya terkait dengan inventarisasi aset daerah Kabupaten Kepulauan Meranti oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, diambil kesimpulan yaitu kegiatan inventarisasi aset daerah Kabupaten Kepulauan Meranti oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti diketahui bahwa masih belum terlaksananya dengan baik kegiatan inventarisasi aset serta terdapat hambatan terkait inventarisasi aset daerah Kabupaten Kepulauan Meranti oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu Sumber daya manusia dan Kinerja yang rendah.
Efektivitas Pengelolaan Sampah Pasar Tradisional Berbasis Modern di Kuantan Singingi Harpani, Harpani; Nasution, Mimin Sundari
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6174

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan salah satu aspek penting dalam upaya menjaga lingkungan hidup yang bersih dan sehat di kuantan singingi, Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas pengelolaan sampah. Sampah dan pengelolaannya masih menjadi masalah utama dalam aspek lingkungan, kesehatan, sosial dan budaya yang sampai saat ini belum terselesaikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan persampahan yang ada di pasar tradisional berbasis modern kuantan singingi di antaranya kurangnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap sampah,dan banyaknya sampah berserakan di sekitar TPS karena TPS yang ada tidak cukup penampung sampah,dan juga operasional pengangkutan sampah yang tidak efektif tidak sesuai dengan SOP yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan sampah di pasar tradisional berbasis modern kuantan singingi.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi dengan petugas DLH dan pedagang yang ada dipasar. Penelitian ini menggunakan teori Efektivitas menurut Duncan dalam (Yoga, 2019) dengan tiga indikator yaitu: Pencapaian Tujuan, Integrasi dan Adaptasi. Berdarasarkan hasil penelitian,kemudian disimpulkan bahwa Efektivitas pengelolaan sampah di pasar tradisional berbasis modern belum berjalan dengan maksimal.adapun faktor penghambat dalam efektivitas pengelolaan sampah dipasar tradisional berbasis modern meliputi, Jam Operasional pengangkutan sampah tidak sesuai dengan SOP,Kurangnya sarana dan prasarana dalam kegiatan pengelolaan sampah, Belum tertatanya pembagain kerja dalam kegiatan pengelolaan sampah.
Peran Dinas Pendidikan Dalam Mengatasi Anak Putus Sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir Putra, Ardiansya; Nasution, Mimin Sundari
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui dan menganalisa sejauh mana peran Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir dalam menjalankan tugas dan fungsi pokok serta untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya anak putus sekolah. Masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya minat anak untuk sekolah,lemahnya ekonomi keluarga,teman sepergaulan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data dari hasil wawancara,observasi dan dokumentasi. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa belum maksimalnya Peran Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir dalam menjalankan tugas dan fungsinya karena masih adanya anak yang tidak bersekolah dan putus sekolah. Hal ini dikarenakan jumlah yang terdata anak yang tidak sekolah dan putus sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir berjumlah 101 anak. Berdasarkan analisis penelitian dan kendala yang ditemukan hendaknya Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir perlu terus melakukan sosialisasi guna untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan.sosialisasi tentang bantuan KIP (Kartu Indonesia Pintar),perlu melakukan kerjasama yang terpadu antara pihak-pihak yang terkaitdalam menekankan angka anak putus sekolah secara terprogramseperti tokoh masyarakat dan orang tua siswa.
Peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Dalam Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pekanbaru Khairifo, Khairifo; Sundari, Mimin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6238

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan suatu hal yang sangat diperlukan demi menjaga kualitas lingkungan hidup suatu wilayah khususnya di wilayah perkotaan seperti halnya di Kota Pekanbaru yang memiliki berbagai permasalahan yang berkaitan dengan masalah ruang yang sedemikian kompleks. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan khususnya dalam meningkatkan ruang terbuka hijau, 2) Untuk mengetahui faktor kendala pemerintah dalam meningkatkan ruang terbuka hijau. Penelitian ini menggunakan Teori menurut Musa (2017) peran pemerintah terdiri dari: Pemerintah sebagai Regulator, Pemerintah sebagai Dinamisator, Pemerintah sebagai Fasilitator. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan sebagai regulator, dinamisator dan fasilitator sudah dilaksanakan namun masih perlu peningkatan lagi. Adapun faktor kendalanya yaitu: Keterbatasan lahan dimana hal ini disebabkan karena minimnya kepemilikan lahan oleh pemerintah yang sebagian besar dikuasai oleh masyarakat. Adanya perusakan dan penebangan liar, dan terbatasnya anggaran biaya yang menghambat pelaksanaan program dan peningkatan ruang terbuka hijau.