p-Index From 2021 - 2026
8.727
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora Jurnal Kebijakan Publik Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Journal of Governance Jurnal Ilmiah Peuradeun Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal Publicuho Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Contemporary Governance and Public Policy Unri Conference Series: Community Engagement Tax Literacy and Leadership Agility: Indigenous Peoples Awareness in Paying Taxes Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Dinamika Lingkungan Indonesia International Journal of Humanities Education and Social Sciences jurnal administrasi politik dan sosial Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS) SWARNA Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Journal of Research and Development on Public Policy Cross-border Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Management Accounting, Tax and Production Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Public Service And Governance Journal SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Economics, Bussiness and Management Issues Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion International Conference On Social Science Education Proceeding Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Environmental Pollution and Threats to the Future of Sustainable Ecotourism: Challenges and Solutions in Riau Province Sadad, Abdul; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Nasution, Mimin Sundari; Mayarni, Mayarni
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 15 No. 2 (2024): November
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2024.v15.no2.p87-93

Abstract

Riau Province has great potential in ecotourism development, especially in coastal areas, mangrove forests, and tropical peatlands. However, this development is faced with serious challenges in the form of environmental pollution that threatens the sustainability of natural tourism destinations. This study aims to identify the forms of pollution that occur in Riau's ecotourism areas, analyze their impacts on ecosystems and tourism activities, and formulate strategic solutions for sustainable management. The method used is a qualitative approach with case studies in several leading ecotourism locations such as Mangrove Ecotourism in Bengkalis and Zamrud Lake tourism in Siak. Data were collected through interviews, observations, and field documentation. The findings of this study clearly demonstrate that environmental pollution—particularly from domestic waste, peatland fires, and land-use changes—poses a significant threat to the ecological integrity and long-term viability of ecotourism destinations in Riau Province. Without immediate and coordinated intervention, these threats risk undermining the region’s ecotourism potential. Therefore, this study concludes that sustainable ecotourism in Riau can only be achieved through an integrative and participatory management model that involves capacity building for local communities, strict enforcement of environmental regulations, and multi-stakeholder collaboration. Such strategic efforts are essential to preserve the natural assets of Riau and ensure that ecotourism continues to provide ecological, social, and economic benefits in the future.
Manajemen Bank Sampah Dalang Collection di Kelurahan Bambu Kuning Kota Pekanbaru Hasni, Elsa; Nasution, Mimin Sundari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank Sampah Dalang Collection di Kelurahan Bambu Kuning, Kota Pekanbaru, berperan penting dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemui sejumlah kendala, seperti sampah yang disetorkan nasabah tidak sesuai arahan, ketidakkonsistenan penjemputan sampah, dan sistem bank sampah yang kurang di minati sebagian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen telah dijalankan, namun implementasinya belum maksimal. Hambatannya yaitu kurangnya tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas, serta minimnya fasilitas operasional. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menyarankan penyusunan rencana secara tertulis, peningkatan koordinasi internal, penguatan sosialisasi kepada masyarakat, serta penambahan sarana dan prasarana agar pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Dalang Collection dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Sekolah Berbasis Total Quality Management (TQM) Nasution, Mimin Sundari
Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN) Vol 4 No 1 (2016): Juni, 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The education system is expressed as a civilizing process learners that lasts a lifetime. Educational institutions are not able to manage the change, will be missed. Because this is in line with the paradigm shift in the organization of the 'market oriented' to 'resources oriented', then that could be taken is to reorganize its resources in order to survive in the long-term competitiveness. One appropriate way is to implement Total Quality Management. Providing education and finance contained in budgets (Budget School) is integral. The essence of interest budgets, presumably not a matter of profit and loss, but how the educational needs in schools can be fulfilled. This paper will discuss the implementation of TQM-based budgets with a view across the indicators are customer focus, continuous improvement, management comitment to quality, and employee empowerment
ENTREPRENEURSHIP CAPACITY BUILDING (ECB) KELOMPOK MANGROVE WILAYAH PESISIR DESA PANGKALAN JAMBI KABUPATEN BENGKALIS Mimin Sundari Nasution; Zaili Rusli; Mayarni; Dadang Mashur; Zulkarnaini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i2.117

Abstract

Kelompok nelayan membutuhkan pembinaan yang mencakup peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan terkait pembudidayaan mangrove sehingga menjadi icon daerah atau mampu mengurangi tingkat abrasi yang signifikan di desa pangkalan jambi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendorong masyarakat untuk menjadi lebih kreatif dan mengembangkan sumber daya yang potensial untuk membantu Kelompok Nelayan Mangrove mendapatkan uang. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang budidaya mangrove dan keterampilan mereka, terutama untuk kelompok sasaran, yaitu kelompok Harapan Bersama. Kegiatan ini dilakukan di Desa pangkalan jambi, kecamatan bukit batu, kabupaten bengkalis, dengan metode yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Pengabdian ini dilakukan menggunakan model Enterpreneurship Capacity Building (ECB), yang terkait erat dengan kemampuan berwirausaha dan pembuatan produk inovatif dari mangrove. Mitra dalam pengabdian ini adalah  Semua anggota PKK dan Kelompok Nelayan Harapan Bersama yang mengikuti acara ini. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengolah bahan mangrove menjadi bahan makanan dan menjadi produk jajanan makanan yang lebih kreatif.  Salah satu hambatan awal program ini adalah masyarakat tidak tahu cara menanam dan membudidayakan tanaman mangrove yang baik dan benar, yang menyebabkan beberapa bibit tidak tumbuh dengan baik pada awal penanaman. Oleh karena itu, kelompok nelayan mangrove memerlukan dukungan dan pendampingan teratur. Agar kelompok nelayan dapat membudidayakan mangrove, yang akan berdampak pada ekonomi kelompok, pendampingan harus terus diberikan. Nilai dari program ini adalah keberlanjutan.    
Collaborative Governance dalam Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Terlantar di Kota Pekanbaru Azizah Nefida Aulia; Mimin Sundari Nasution
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3023

Abstract

Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar di Kota Pekanbaru menjadi tantangan sosial yang memerlukan kerja sama lintas sektor. Masih banyak ditemukan gelandangan psikotik akut berkeliaran, keterbatasan fasilitas penampungan pasca pemulihan, serta tingginya jumlah pasien yang tidak dapat direunifikasi sehingga menimbulkan overload di RSJ Tampan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi antar instansi dalam upaya penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar dengan menyoroti bentuk kerja sama, peran masing-masing pihak serta hambatan-hambatan yang muncul dalam upaya penanganan ODGJ terlantar, dengan menggunakan teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash(2008) yang dilihat dari Face to face dialog (Dialog Tatap Muka), Trust Building (Membangun Kepercayaan), Commitment to process (Komitmen Terhadap Proses), Shared Understanding (Saling Memahami), Intermediate Outcome (Hasil Sementara). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara RSJ Tampan, Dinas Sosial Provinsi Riau dan Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Panti Kehidupan Insan Produktif, serta Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Riau sudah terbentuk namun belum berjalan secara optimal, masih banyaknya ODGJ terlantar berkeliaran disekitaran Kota Pekanbaru. Hambatan utama adalah keterbatasan fasilitas dan daya tampung, minimnya pengetahuan masyarakat, stigma negatif dari masyarakat dan keluarga, keterbatasan sumber daya manusia. Saran dari penelitian ini adalah mempercepat pembangunan daya tampung untuk pasien perempuan di UPT Bina Laras, menambah dan meratakan tenaga kesehatan jiwa, memperkuat sistem penjangkauan dan pendataan ODGJ secara berkelanjutan serta memperkuat edukasi dan literasi kesehatan jiwa di masyarakat
Post-COVID Tourism Recovery Strategy for Tourism Villages: Multi-Stakeholder Participatory Approaches Mimin Sundari Nasution; Al Fauzi Rahmat; Tito Handoko; Fajar Rahmanto; Mayarni Mayarni
Journal of Contemporary Governance and Public Policy Vol. 4 No. 2 (2023): (October 2023)
Publisher : Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Kontemporer, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46507/jcgpp.v4i2.152

Abstract

This article examines recovery strategies in post-COVID-19 tourism villages in Bantul, Yogyakarta, Indonesia, utilising a rural tourism resilience approach involving multi-stakeholder participation. This qualitative study collected data through interviews, literature, social media, and local news online observations. The data obtained were then analysed with the help of a code from NVivo 12 Plus to visualise the multi-stakeholder network in the five tourism village recovery strategies through the sociogram network, group queries, and concept mapping queries. The results of this study reveal the following: First, the five tourist villages have different ways of getting back on their feet and getting more substantial for a massive recovery. Second, all government levels strongly support accelerating the five tourist villages' recovery via various media promotions of the four (Tembi, Kakilangit, Kebonagung, and Kampung Santan), except for Lopati's tourism village destinations. In addition, the two villages, in terms of the resilience of social networks, mostly need support in increasing institutional capacity (Kampung Santan and Lopati), fostering collaboration, and requiring creativity. Therefore, post-COVID, mechanisms for development and new ideas in two tourist villages (Lopati and Kampung Santan) were relatively noticeable. Some tourism villages still need leaders for programmes and activities. Further, the government's persistence in popularising tourist villages requires further improvement through media promotion, tourism awareness groups, and participation in the tertiary sector.
EMPOWERING COASTAL COMMUNITIES THROUGH THE ELEVATION OF BIENE HONEY PRODUCTS: STRENGTHENING BRANDING, PACKAGING, AND MARKET ACCESS Mimin Sundari Nasution; Dadang Mashur; Zulkarnaini Zulkarnaini; Taryono Taryono; Harapan Tua; Masrul Ikhsan; Arya Arismaya Metananda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51564

Abstract

This community service program aims to enhance the competitiveness of local products through the empowerment of coastal communities in Bengkalis Regency, particularly the Biene honey business group. The main problems faced by the partners are weak branding, simple packaging design, and limited market access, which hinder the honey products from competing broadly. The method used is Participatory Action Research (PAR) through training, mentoring, and joint evaluation stages. The interventions carried out include strengthening brand identity, redesigning packaging to meet food safety standards, and facilitating digital marketing through marketplaces and social media. The results of the program indicate an increase in partners’ capacity in business management, marketing, and product handling. The new Biene Honey brand identity has been registered as intellectual property, product packaging has become more attractive and hygienic, and market access has expanded through online sales channels and promotion via local media. Overall, this program has successfully fostered the economic independence of coastal communities by strengthening branding, packaging, and market access, while also contributing to the achievement of sustainable development goals, particularly in the areas of decent work, economic growth, and partnerships.
TRANSFORMASI SOSIAL PETANI LEBAH MADU DI LAHAN GAMBUT Dadang Mashur; Arya Arismaya Metananda; Mimin Sundari Nasution; Masrul Ikhsan; Zulfarina Zulfarina; Iswandi Iswandi; Vera Darasni Putri; Leonardo Manullang; Asri Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51957

Abstract

Transformasi sosial petani lebah madu di lahan gambut menjadi isu penting karena selama ini sebagian besar petani lebah madu di Desa Tanjung Leban masih menggantungkan pendapatan dari pengambilan madu liar yang bersifat musiman, berisiko tinggi, dan tidak ramah lingkungan. Aktivitas tersebut sering kali menyebabkan kerusakan habitat lebah serta menurunkan keberlanjutan ekosistem gambut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengabdian yang mampu mengalihkan praktik tradisional menuju sistem budidaya lebah madu yang berkelanjutan. Pengembangan budidaya lebah madu di lahan gambut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendukung konservasi ekosistem dan ketahanan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam hayati. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan teknis pembuatan stup dan pemeliharaan koloni lebah madu, dan praktik pemanenan ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku petani lebah, yang semula hanya mengandalkan madu hutan menjadi mampu mengelola budidaya lebah secara mandiri dan berorientasi pasar. Petani mulai memahami pentingnya keberlanjutan ekologi, manajemen koloni, serta pengolahan produk bernilai tambah. Pengabdian ini membuktikan bahwa transformasi sosial melalui pendekatan pemberdayaan dan transfer teknologi sederhana dapat memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat gambut sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Program ini menjadi model praktik baik dalam pengembangan ekonomi hijau berbasis lebah madu di lahan gambut yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Eduwisata Lebah Madu di Lahan Gambut Dadang Mashur; Arya Arismaya Metananda; Mimin Sundari Nasution; Masrul Ikhsan; Zulfarina Zulfarina; Zaili Rusli; Abdul Sadad; zulkarnaini zulkarnaini; Indra Mardeni Putra; Andri Sulistyani; Iswandi Iswandi; Vera Darasni Putri; Asri Dewi; Leonardo Manullang
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.76-86

Abstract

The peatlands in Tanjung Leban Village, Bandar Laksamana District, Bengkalis Regency, have great potential to be developed into conservation-based and creative economy-based educational tourism areas. One of the leading potentials is honeybee cultivation, which is not only environmentally friendly but can also increase community income. However, to date, this potential has not been developed sustainably. The purpose of this community service activity is to empower the community through honeybee educational tourism by increasing community capacity in honeybee cultivation, raising awareness of the importance of peatland conservation through an educational approach, and encouraging village economic growth through environmentally friendly tourism and creative economy sectors. The methods of this community service activity include counseling on honeybee cultivation techniques, training on peatland management for honeybee cultivation and educational tourism, workshops on modern bee cultivation techniques, group mentoring in honeybee educational tourism management and product marketing, and training on honeybee educational tourism promotion through social media and marketplaces. The results of community service show that there is an increase in community capacity and knowledge, diversification of livelihoods and improvement of the local economy, development of infrastructure and educational tourism destinations, contribution to peatland conservation and strengthening of community institutions.
Kolaborasi Multi-Sektoral dalam Penguatan Branding, Packaging, dan Akses Pasar Madu Lokal untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Mimin Sundari Nasution; Dadang Mashur; zulkarnaini zulkarnaini; Taryono Taryono; Harapan Tua; Masrul Ikhsan; Arya Arismaya Metananda
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.578-586

Abstract

This community service program aims to enhance the competitiveness of the local honey product “Madu Biene” in Bengkalis Regency through strengthening branding, packaging, and market access to support sustainable development. Prior to implementation, the partner MSME had no Trade Business License (IUD), which hindered market expansion and formal cooperation. The method employed was Participatory Action Research (PAR), involving local government, entrepreneurs, academics, communities, and the private sector as strategic partners. Activities included training on brand identity design, development of eco-friendly packaging, facilitation of online and offline marketing, and socialization as well as assistance in obtaining the IUD. The results showed improvements in packaging quality and brand image, expansion of marketing networks, increased understanding of sustainability principles among business actors, and the issuance of the IUD, which strengthened business legality. Multi-sectoral collaboration proved effective as a catalyst for empowering MSMEs based on local resources, while contributing to the achievement of SDGs, particularly goals 8, 12, and 17.