Claim Missing Document
Check
Articles

59 PENGENALAN BAHASA ARAB MELALUI PERMAINAN PUZZLE PADA ANAK-ANAK PRASEKOLAH Zukhaira Zukhaira; Hasan Busri
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v15i1.2876

Abstract

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan bahasa Arab melalui permainan puzzle pada anak-anak prasekolah di kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Semarang, dan untuk mengetahui proses pengenalan bahasa Arab melalui permainan puzzle pada anak-anak prasekolah di kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Semarang. Alternatif pemecahan masalah yang diterapkan adalah mengadakan pengajaran untuk memperkenalkan bahasa Arab pada anak-anak usia prasekolah yang ada di lingkngan kelurahan Patemon kecamatan Gunungpati Semarang. Metode yang digunakan adalah menyusun, merangkai dan bermain dengan puzzle bahasa Arab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah; (1) Melalui media puzzle yang diajarkan dengan metode bermain yaitu bermain secara individu, bemain secara kelompok, dan diselingi dengan menyanyi bersama-sama sesuai dengan tema yang dipelajari, maka anak-anak usia prasekolah dapat dengan mudah mengenal kosata-kosakata bahasa Arab. (2) Anak-anak usia prasekolah memiliki minat yang tinggi dalam mengenal bahasa Arab. Hal ini dapat dilihat dari antusias anak-anak ketika mengikuti kegiatan dengan permainan puzzle berbahasa Arab yang diajarkan.Kata kunci : bahasa Arab, permainan puzzle, anak pra sekolah
Kata “anjing” dalam Konten Youtube Asfmine: Kajian Prosodi dengan Pendekatan Fonetik Eksperimental Menggunakan Praat Igajadwar Batalemba; Moh Badrih; Hasan Busri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk prosodi kata “anjing” yang dituturkan oleh Ujang Asep dalam berbagai konteks pada video Youtube Asfmine yang berjudul Challenge Pacaran Seharian Sama Anggik, Malah Jadi Babu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan fonetik ekperimental menggunakan aplikasi Praat untuk mengukur pitch, intensity, dan durasi penuturan kata “anjing”. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahap pengumpulan data, pengidentifikasian, pengklasifikasian, pengolahan, serta pendeskripsian data. Hasilnya menunjukkan dalam konteks lucu, kata "Anjing" diucapkan dengan pitch yang tinggi, intensity suara tinggi, dan durasi pengucapan yang panjang. Dalam situasi kesal, pitch kata "Anjing" rendah, intensity rendah, durasi sedang. Pada konteks takjub, pitch rendah, intensity rendah, dan durasi pendek. Dalam situasi terkejut, pitch tinggi, intensity tinggi, durasi pendek. Konteks malu, pitch rendah dengan intensity tinggi dan durasi panjang. Kagum, pitch lebih tinggi, intensity rendah, dengan durasi Panjang. Situasi kecewa, pitch rendah, intensity rendah, dan durasi sedang. Dalam konteks mengejek, pitch rendah, intensity suara tinggi, durasi pendek. Kesimpulannya, kata “anjing” yang dituturkan oleh ujang asep memiliki variasi prosodi (pitch, intensity, dan durasi) yang berbeda sehingga memunculkan makna atau maksud yang berbeda-beda pula sesuai dengan konteks kata tersebut diucapkan.
Makna Denotasi dan Konotasi Meme dalam Media Sosial Twitter: Kajian Semiotika Roland Barthes Cut Dian Rahmawati; Hasan Busri; Moh. Badrih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3479

Abstract

Penelitian ini menggambarkan pentingnya semiotika dalam memahami makna denotasi dan konotasi dari meme yang ada di media sosial Twitter. Twitter sebagai platform media sosial telah memungkinkan berkomunikasi secara instan dengan jangkauan global, termasuk menyebarkan meme. Meme di Twitter mencerminkan aspek budaya dan sosial, termasuk humor dan satir, dan memiliki kemampuan untuk menyebar dengan cepat di internet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data diambil dari meme yang tersebar di media sosial Twitter, dan kemudian dianalisis untuk memahami makna denotasi dan konotasi yang terkandung di dalamnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa denotasi pada meme mencakup makna harfiah atau yang terlihat secara fisik, sedangkan konotasi adalah tingkatan kedua dalam proses signifikasi, yang melibatkan asosiasi, perasaan, nilai-nilai budaya, dan ideologi. Meme di Twitter bisa mengandung makna yang kompleks dan beragam bagi setiap individu karena dipengaruhi oleh pengalaman, budaya, dan latar belakang masing-masing pengguna. Beberapa contoh meme yang dianalisis mencakup tema tentang menyembunyikan perasaan, kesadaran untuk refleksi diri, tekanan sosial, perbedaan antara kehidupan di media sosial dan dunia nyata, serta kekuatan menghadapi tantangan. Penelitian semacam ini penting untuk memahami bagaimana meme dapat mempengaruhi komunikasi dan interaksi di media sosial, serta bagaimana interpretasi makna dari meme dapat beragam bagi setiap individu
Pelatihan Menulis Produk Jurnalistik dan Cerpen di Media Massa Hasan Busri; Mohamad Badrih; Abdul Rani; Khoirul Muttaqin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4355

Abstract

This community service with the title "Training on Writing Journalistic Products and Short Stories is a community service carried out by PBSI FKIP Unisma lecturers at MA Al-Maarif Singosari, Malang Regency. This service is carried out by the trainer method, namely there is a process of approach, facility provision, training, and evaluation. This was motivated by the principal's information that said that almost no students wrote in the mass media outside the school. Even though the school is a well-known school in the region and it will be very important to write in the mass media outside the school. The results of the service explained that the students were very enthusiastic in the training. There are two stages of training, namely the delivery of material and the evaluation of written products. The master coffee technique is used in this platihan. It is used to trigger students to be able to write well according to the example of writing by writers who are experts. Students are also able to write by making changes to almost all parts of the modeled. The result of this devotion is that there is a product that deserves to be sent to the mass media by having to go through editing first.
Internalisasi Nilai Multikulturalisme melalui Pendidikan Islam; Interelasi Tri Sentra Pendidikan pada Masyarakat Multireligius Desa Balun Lamongan Ahmad Hanif Fahruddin; Maskuri Maskuri; Hasan Busri
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol. 4 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
Publisher : Faculty of Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijies.v4i1.1633

Abstract

Balun Village community located in Turi Subdistrict, Lamongan Regency got predicate as Pancasila village. This social attribute is inherent not only because its inhabitants have theological diversity as a multi religious society, but because of their success in managing religious diversity into a harmonious and almost conflictless social order. This success story is behind this research, which aims to parse about the role of various parties in shaping the multicultural society order. This study uses qualitative method with phenomenological approach. This study successfully found, among others: 1) multiculturalism successfully internalized through various parties integrative-dialectical, both in the family environment, school and community, 2) internalized multicultural values include tolerance (tasamuh),social harmony (tawazun), mutual help (ta'awun) and moderation in religion (tawasuth),3) the process of internalization of multicultural values is carried out through two patterns both additively and transformative level. In addition, this study also found that the internalization of multicultural values goes through the stages of value transformation, value transactions and trans-internalization of values embodied through the teaching and culture of society with a tolerant attitude (tasamuh)as well as moderate( tawasuth).
Representation of Moral Values in Song of Madurese Children's Games Salimullah, Agus; Busri, Hasan; Tabrani, Akhmad
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol 6 No 3 (2023): March 2023
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v6i3.584

Abstract

This research aims to obtain an objective description of the representation of moral values contained in the verses of Madurese children's game songs. The moral values include individual moral values, social moral values, and religious moral values. This research is a descriptive qualitative research. Madurese children's game songs became the data source of this research, while the data were taken from phrases or clauses in the Madurese children's game songs. Based on the results of this study, the author found three aspects of moral values of human life contained in the lyrics of Madurese children's game songs, namely human relationships with God (religious), human relationships with themselves (individual), and human relationships with other humans (social). In more detail, the relationship pattern consists of: Moral Values about the Individual which consists of, (1) the principle of honest living, (2) self-love, and (3) the spirit of hard work. Moral Values about Social consists of, (1) mutual cooperation attitude, (2) love and respect for others, and Moral Values about Religion which consists of, (1) the value of obedience in carrying out religious / God's provisions, (2) praiseworthy values, humble and spacious, and (3) the value of ripples of personal conscience.
Tagmem pada Frasa Keripik Pisang dan Frasa Nasi Tiwul (Kajian Tagmemik) Yeni Utami; Hasan Busri; Akhmad Tabrani
Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/yudistira.v2i4.1121

Abstract

Apart from having an eclectic, universal nature, Tagmemik studies can also be used to analyze language such as the phrases "banana chips" and "tiwul rice". So, the aim of this research is to describe the tagmemes in the phrase banana chips and describe the tagmemes in the phrase nasi tiwul. This research method uses a qualitative research approach and descriptive research type. The researcher's presence will be in May, June 2024. The research setting is this research. The research data is language in the form of banana chips phrases and tiwul rice phrases. The research data source is a researcher who lives in Punung subdistrict, Pacitan district with the name Yeni Utami. Secondary data sources are Mrs. Suparni who has made tiwul rice, Mrs. Suwatmi who sells tiwul rice at the Margo Mulyo Punung market, the internet pacitanku.com, and prabangkanews.com as sources for the phrase tiwul rice while the secondary source for the phrase banana chips is the written language of banana chips "sweet crunchy" Mrs. Sri Wahyuni ​​Pagutan, Pringkuku, Pacitan. The data collection procedure is by listening through field observations and internet observations. Then also use advanced note-taking techniques by using the data as the research object in the title. Data analysis technique by connecting tagmem theory with the data or research object stated in the title, namely banana chips and tiwul rice. Data validity techniques using theory triangulation and research method triangulation. Presentation of data using ordinary or formal language. The results of the research describe how slot, class, role, and cohesion are in the phrase "banana chips" and the phrase "tiwul rice" and the result is that it is true that a phrase is a noun phrase. Each phrase "banana chips" and the phrase "tiwul rice" in the slot section has a core and extra-core function. The class dimension has the form of basic morphemes, nouns, and has a subclass of noun phrases. The dimension of the role as a perpetrator or sufferer which has a function as a subject with the role of sufferer. The cohesion dimension can function as a filler for clauses that are transitive, intransitive or equative. Both as fillers for subject and object clauses. Suggestions for further research are that language researchers should use research objects in the form of data on phrases or clauses that are commonly used in everyday life, whether culinary, cultural, religious and social. So, research directly examines the language or uses research objects in the form of language.
Presuposisi Potensial Mengandung Gaya Bahasa sebagai Kontrol Rasionalisasi Tuturan pada Podcast Denny Sumargo Widiastuti, Yuanita; Badrih, Moh.; Busri, Hasan
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i2.6408

Abstract

Denny Sumargo's podcast has become one of the most popular channels for various people. One of the interesting topics that can be studied is the potential presuppositions that appear in speech. Denny Sumargo discoursed with his interlocutor through the use of certain figurative speech. The aim of this study is to analyze the figurative speech control rationale of potential presuppositional found on Denny Sumargo’s YouTube podcast channel with Laura Anna. The research method used in this study was content analysis with a qualitative approach. The data was taken from discourse activities on the video podcast of Denny Sumargo with Laura Anna which aired on Youtube. The data in this study was a discourse that contained potential presuppositions. Data collection techniques in the study were carried out with documentation techniques, listening techniques, and note-taking techniques. Based on the data analysis, it was found that all types of potential presuppositions were in the style of repetition, ellipsis, symbolism, hyperbole, euphemism, and metaphor. Those potential presuppositions of figurative speech aim to soften the language so that the interlocutor does not feel offended, to confirm the intention, to trigger interpretation, and to enhance the impression. Those a forms of rationalization of speech to control the social attributes of Laura Anna as a guest star who is paralyzed due to an accident.
Implementasi E-Modul Berbasis Exe Learning pada Materi Puisi untuk Siswa Kelas VII MTs Sunan Kalijaga Ubaidillah, A. Shafir; Werdiningsih, Dyah; Busri, Hasan
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11724

Abstract

Media pembelajaran merupakan suatu proses yang harus ada untuk mengembangkan model pembelajaran pada kurikulum merdeka, diketahui bahwa pada kelas VII MTs Sunan Kalijaga media pembelajaran yang digunak sudah cukup beragam, namun untuk pemanfaatan sarana teknologi informasi yang disediakan kurang dimanfaatkan dengan baik, sehingga guru terus melakukan upaya untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan tepat sasaran. Salah satu upaya guru bahasa Indonesia yakni dengan penerapan e-modul berbasis Exe Learning, sehingga tujuan dari penelitian ini yakni untuk dapat mendeskripsikan bagaimana implementasi penggunaan e-modul berbasis Exe Learning pada materi puisi serta kelebihan dan kekurangan media pembelajaran ini pada saat di implementasikan. Model dari penelitian ini yakni metode kualitatif deskripif. Penelitian ini menghasilkan bahwa E-modul berbasis Exe Learning ini ianggap sangat efektif karena penggunaan e-modul berbasis Exe Learning ini memiliki beberapa manfaat untuk siswa dan guru serta dapat meningkatkan minat, kreatifitas dan motivasi belajar siswa serta meningkatkan hasil pembelajaran siswa pada saat dilakukannya tes tentang materi puisi. Namun aplikasi ini memiliki beberapa kekurangan yang juga harus dikembangkan selanjutnya yakni penggunaan yang harus dengan pc atau laptop sehingga sulit diakses oleh siswa yang tidak memiliki laptop/pc diluar sekolah.
Pendidikan Karakter Sufistik dalam Cerita Anak Bergambar Awas Manusia Karya Ahmad Mustofa Bisri Berbasis Elektronik Anwar, Fikrul; Busri, Hasan
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11735

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sufi. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang mendeskripsikan suatu fenomena yang telah ditemukan. Pemerolehan data yang diambil diperoleh dari buku elektronik cerita bergambar dengan judul Awas Manusia karya Ahmad Mustofa Bisri. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data melalui tahap membaca, mencatat, dan dokumentasi. Penelitian ini penting dilakukan untuk menggambarkan dari hasil data yang ditemukan, karena ada dua komponen dari data yang terdapat dalam buku tersebut, yaitu karakteristik dari seorang sufi, antara lain kepedulian, ramah, dan rendah hati, keduanya menjadi dasar sifat manusia ketika berinteraksi kepada masyarakat dan lingkungannya, sehingga manusia akan memiliki sifat pentingnya akan perdamaian dan menjauhi perselisihan. Menariknya karakter kepedulian, ramah, dan rendah hati yang digambarkan oleh seorang penulis adalah seekor binatang,buku elektronik bacaan untuk anak dengan judul Awas Manusia menceritakan dunia binatang yang dapat dengan mudah mengedukasi dalam perkembangan karakter anak.