Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Influence of the VCT (Value Clarification Technique) Learning Model Based on Local Wisdom on the Character Values of Elementary School Students Wanhar, Fira Astika; Ginting, Nurlia; Fatmawati, Fatmawati; Yusrizal, Yusrizal
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.1228

Abstract

This study investigates the effect of a local wisdom-based Value Clarification Technique (VCT) model on elementary students’ personality character values in geometry learning. The research addresses the limited integration of character education within cognitively oriented mathematics instruction. The objective is to examine differences in personality character values between students taught using the VCT model integrated with the ulos sadum cultural motif and those receiving conventional instruction. A quantitative true experimental design with a posttest-only control group was employed. A total of 120 fourth-grade students were randomly assigned to experimental and control groups. Data were collected using a validated questionnaire measuring moral knowing, moral feeling, and moral action. Instrument validity and reliability were confirmed through confirmatory factor Analysis using PLS-SEM. Statistical analyses included normality and homogeneity tests, Pearson correlation, and simple linear regression. The results indicate a significant difference between groups, with the experimental group achieving higher character scores. The VCT model accounted for 54.5% of the variance in personality character values. The findings demonstrate that integrating value clarification with culturally contextualised mathematics learning effectively strengthens students’ character development.
Pengaruh Media Edukatif Terhadap Hasil Belajar Siswa Fatmawati, Fatmawati; Juriah, Siti; Azzahra, Felina; Ayu, Zaira Nur; Yusrizal, Yusrizal; Syasmita, Indah
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh media edukatif terhadap hasil belajar siswa. Metode digunakan penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimen, menggunakan desain faktorial 2×2. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IV SD IT Al Minah, yang dibagi menjadi dua kelompok, kelas IV A sebagai kelompok eksperimen berjumlah 16 siswa dan kelas IV B sebagai kelompok kontrol berjumlah 15 siswa. Kelompok eksperimen menerima pembelajaran menggunakan media edukatif, sedangkan kelompok kontrol mengikuti metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, yaitu pre-test sebelum pelajaran dan post-test setelah pembelajaran selesai. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t untuk sampel independen. Hasil penelitian berdasarkan Uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi 0,635, menegaskan keseragaman varians data. Selain itu, uji t menghasilkan nilai signifikansi 0,013 dengan perbedaan rata-rata 4,833. Sehingga penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan media edukatif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKN di tingkat sekolah dasar.
Inovasi Pembelajaran Bahasa: Metode Storytelling Berbasis Media Visual untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Yusrizal, Yusrizal; Fatmawati, Fatmawati; Nst, Hadijah; Wulandari, Tia; Arif, M.
AS-SABIQUN Vol 8 No 3 (2026): MEI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v8i3.6122

Abstract

Low speaking ability remains a problem that is often found among lower-grade elementary school students, so more engaging and participatory learning methods are needed to improve this skill. This study aims to analyze the impact of the illustrated storytelling method on students’ speaking skills. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving 30 second-grade students of SD Swasta Al-Washliyah Km. 6 who were divided into two groups, namely 15 students in the experimental group taught using the illustrated storytelling method and 15 students in the control group taught using the lecture method. Data were collected through observation and speaking skills tests, and were then analyzed through tests of normality, homogeneity, and hypothesis testing using the independent sample t-test and paired sample t-test at a significance level of 0.05. The results showed that the storytelling method based on visual media had a significant effect on improving students’ speaking ability. This was indicated by the results of the independent sample t-test with a significance value of 0.035 (Sig. < 0.05) and the results of the paired sample t-test in the experimental class with a significance value of 0.011 (Sig. < 0.05), which indicate a significant improvement in students’ speaking ability before and after the implementation of the method. These findings show that the illustrated storytelling method can be an effective learning alternative for improving students’ speaking skills, particularly in Indonesian language learning in the lower grades of elementary school.
INTEGRASI PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN SEKITAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA KURIKULUM MERDEKA Putri, Rizky Ayuanita; Fatmawati, Fatmawati; Hasibuan, Ainul Marhamah; Yusrizal, Yusrizal
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.475

Abstract

Pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka menuntut pendekatan kontekstual yang mengaitkan materi dengan lingkungan sekitar, namun implementasinya di sekolah dasar masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan integrasi pembelajaran berbasis lingkungan sekitar dalam pembelajaran IPAS. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa kelas IV SD Negeri 101785 Mabar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah mengacu pada Kurikulum Merdeka, namun integrasi lingkungan belum dirancang secara sistematis. Pelaksanaan pembelajaran sudah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan mampu meningkatkan keaktifan siswa, meskipun belum merata. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis lingkungan, serta keterbatasan fasilitas. Implikasi: Penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan perencanaan yang terintegrasi, peningkatan kompetensi guru, serta optimalisasi pemanfaatan lingkungan agar pembelajaran IPAS menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
IMPLEMENTASI METODE GUAIDED NOTE TAKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA SEKOLAH DASAR Eva Musdalifah Zein; Yusrizal, Yusrizal; Hasibuan, Ainul Marhamah; Fatmawati, Fatmawati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.487

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi metode Guided Note Taking sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa di kelas II di SDN 101784 Mabar. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif kualitatif guna memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran serta dampaknya terhadap kemampuan siswa menulis. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas II dan guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mempublikasikan bahwa sebelum penerapan metode Catatan Terbimbing, pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah dan pengugasan sehingga siswa cenderung pasif. Siswa mengalami kesulitan dalam menulis, terutama pada penggunaan huruf kapital, tanda baca, kerapian tulisan, dan penyusunan kalimat. Setelah penerapan metode Catatan Terbimbing, terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa. Siswa menjadi lebih fokus, aktif, dan terlibat dalam pembelajaran. Metode penerapan dilakukan melalui tahapan perencanaan kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup. Siswa dibimbing menggunakan lembar catatan terstruktur sehingga lebih mudah memahami materi dan mengembangkan tulisan. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan menulis siswa pada aspek penggunaan huruf kapital, tanda baca, kerapian, serta penyusunan kalimat sederhana.
PENGARUH PENDEKATAN OPERANT CONDITIONING TERHADAP KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA SEKOLAH DASAR Sitorus, Siti Yasmaini; Yusrizal, Yusrizal; Wanhar, Fira Astika
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan operant conditioning terhadap pembentukan karakter tanggung jawab pada siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan di SDIT Al-Hikmah Langkat dengan pendekatan kuantitatif melalui jenis penelitian kuasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket karakter tanggung jawab sebanyak 20 butir pernyataan, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Data penelitian dikumpulkan melalui pelaksanaan pre-test dan post-test pada kedua kelompok. Data tersebut kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata skor pre-test kelompok eksperimen adalah 63, kemudian meningkat menjadi 72 pada saat post-test. Adapun rata-rata skor kelompok kontrol hanya naik dari 62 menjadi 63. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,007 atau lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pendekatan operant conditioning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakter tanggung jawab siswa sekolah dasar. Pendekatan ini efektif digunakan untuk membentuk perilaku tanggung jawab melalui pemberian reinforcement dan konsekuensi yang diterapkan secara konsisten dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPAS BERBASIS KEARIFAN LOKAL “DAERAHKU KEBANGGAANKU” UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR SISWA Arjuna, Agung; Calam, Ahmad; Yusrizal, Yusrizal
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar IPAS berbasis kearifan lokal “Daerahku Kebanggaanku” untuk meningkatkan rasa cinta tanah air siswa kelas V SD Swasta PAB 14 Klambir Lima Deli Serdang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih terbatasnya penggunaan bahan ajar yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran IPAS sehingga siswa kurang mengenal budaya daerahnya sendiri dan rasa cinta tanah air belum berkembang secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Swasta PAB 14 Klambir Lima yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, angket respon siswa, angket respon guru, serta tes pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan analisis persentase dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar IPAS berbasis kearifan lokal memperoleh kategori layak berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Hasil respon siswa dan guru menunjukkan bahwa bahan ajar praktis digunakan dalam pembelajaran. Selain itu hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan rasa cinta tanah air siswa setelah menggunakan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Dengan demikian bahan ajar IPAS “Daerahku Kebanggaanku” dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan rasa cinta tanah air siswa sekolah dasar.