p-Index From 2021 - 2026
5.025
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan Indonesia Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Penelitian Pendidikan Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Manajemen & Supervisi Pendidikan JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan MANAJERIAL Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity Manajer Pendidikan: Jurnal Ilmiah Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN SAP (Susunan Artikel Pendidikan) SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Didaktika: Jurnal Kependidikan Rambideun : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Jurnal Tata Kelola Pendidikan (JTKP)
Claim Missing Document
Check
Articles

Filsafat Pendidikan Pesantren di Pondok Pesantren Sabilunnaja Abdul Muhyi Alawiy Athallah; Cepi Triatna; Sururi Sururi
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2023): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pedagogi.v23i1.1493

Abstract

This study is aimed to analyze the educational philosophy of Islamic boarding schools at the Pondok Pesantren Sabiilunnaja, Cipeundeuy, West Bandung Regency. The approach used in this research is qualitative with descriptive method. Interviews and observations are research data collection techniques. The results of the study show that Pondok Pesantren Sabiilunnaja is based on educational philosophies in terms of ontology, epistemology, and axiology. Ontologically, the educational goals of Pondok Pesantren Sabiilunnaja are aligned with the essence of pesantren education in a comprehensive manner, including increasing cognitive, psychomotor and affective competencies. As for epistemology, education is carried out by using the traditional methods such as balagan, sorogan, muhafazoh, and muhadloroh methods which are centered on kyai and santri and tend to be bayani and irfani processes. Then axiologically, Pondok Pesantren Sabiilunnaja education has ethical and aesthetic values. The typology of educational philosophy at the Pondok Pesantren Sabiilunnaja is based on neo-modernist philosophy which has the principle of al-muhafzatu ala al-qodiimi ash-shalih wa al-akhdu bi al-jadid al-ashlah which means preserving the good things that already exist, and developing new things that are better.
Analysis of University Student Satisfaction Levels with the Learning Process on Five Dimensions of Service Quality (SERVQUAL) Rahmawati Rahmawati; Johar Permana; Diding Nurdin; Cepi Triatna; Fadhli Fadhli
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i2.2355

Abstract

Each academic course must conduct a self-evaluation, one method of which is a survey of students' attitudes towards the teaching and learning they experienced. Service quality affects how satisfied students are with the institution. There are five service quality dimensions (SERVQUAL): Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangible. The purpose of the study was to analyze students' level of satisfaction with the learning process on the 5 SERVQUAL Dimensions and evaluate which dimension had the highest level of satisfaction. The object of research is the active students of Almuslim University in the Odd Semester of the Academic Year 2021/2022 totalling 1,023 people. Quantitative research approach with the type of survey research. Data was collected using a Google form questionnaire which was distributed online. Analysis of the data by calculating the Percentage of Respondents' Achievement Level (RAL) followed by calculating the Community Satisfaction Index (CSI). The results showed that the highest RAL was in the Assurance Dimension, the average score was 3.23, and the RAL was 80.65% (excellent category), while the lowest RAL was in the Tangible Dimension, the average core was 3.06, and the RAL was 76.44% (excellent category). Analytical findings on a per-item basis There are five areas that need tweaking: The incorporation of e-learning technology and instructor feedback into the classroom setting. Hotspot facilities, as well as learning facilities in the lecture room, are readily available to accommodate the lecturers' high availability for academic consultations and/or Final Project discussions. The Assurance Dimension received the greatest CSI score (3.23), and the highest CSI conversion score (80.65), while the Tangible aspect received the lowest CSI score (2.94), and the lowest CSI conversion value (73.38). Overall, we received a CSI conversion score of 79.45, for a grand total of 3.18 (good).
STUDI KASUS PERENCANAAN STRATEGIK MADRASAH TSANAWIYAH YANG BERORIENTASI TERHADAP PENINGKATAN MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN KEAGAMAAN Siska Wiliandini; Yati Siti Mulyati; Cepi Triatna
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v23i1.5573

Abstract

ABSTRAK Latar belakang peneliti memilih judul tersebut berdasarkan pada permasalahan yang menunjukkan bahwa penyusunan rencana strategik di Pesantren Persis 3 Pameungpeuk belum menggunakan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (analisis internal dan eksternal organisasi) dengan optimal. Sedangkan di Pondok Pesantren Modern Al Ihsan pengambilan keputusan hasil perencanaan strategik dilakukan oleh manajemen puncak di Yayasan, sehingga Madrasah Tsanawiyah (unit) tidak memiliki otoritas penuh terhadap keputusan akhir. Berdasarkan masalah tersebut, peneliti menentukan fokus penelitian sebagai berikut: 1) Proses penyusunan rencana strategik, 2) Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penyusunan rencana strategik yang berorientasi terhadap peningkatan mutu layanan pembelajaran keagamaan, 3) Strategi yang digunakan untuk menghasilkan rencana strategik yang berorientasi terhadap peningkatan mutu layanan pembelajaran keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus. Sumber data penelitian adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru mata pelajaran, tenaga kependidikan dan santri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini meliputi: Proses penyusunan rencana strategik menunjukkan adanya perumusan visi, misi dan nilai-nilai, analisis SWOT yang belum optimal, lalu terdapat penetapan tujuan dan sasaran serta perumusan strategi yang tertuang dalam kebijakan, program dan penyusunan anggaran.  Kata Kunci: Perencanaan Strategik, Mutu Layanan Pembelajaran Keagamaan, Pesantren ABSTRACTIs prepared based on the issues that indicate the preparation of strategic plans at Persis 3 Pameungpeuk Islamic School does not use the analysis of strength, weaknesses, opportunities and threats (internal and external environments’ analysis) optimally.Whereas in Modern Al-Ihsan Islamic Boarding School, Institute’s management decides the final of strategic planning decisions, thus MTs (school) does not have full authority for the final decisions. Based on the issues, aims of the study are the process of strategic plans’ preparations; supporting and inhibiting factors of the strategic plans’ preparations toward the service quality improvements of religious learning; and the last, the strategy used for strategic plans toward service quality improvements of religious learning. The study uses descriptive method through qualitative approach using a case study research design. The data are taken from headmaster, vice headmaster, religious teachers, staffs and students. The results show, the process of strategic plans’ preparations indicate the formulation of vision, mission and values; the SWOT analysis is not optimal;and there is determination of goals and objectives,and the formulation of strategy through in the policy; the program and budget preparation.  Kata Kunci: Strategic Planning, Service Quality Improvements of Religious Learning
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN MUTU SEKOLAH Cepi Triatna
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.634 KB) | DOI: 10.17509/jap.v3i1.6094

Abstract

Perubahan lingkungan sekolah dapat dilihat dari dua sisi, lingkungan internal dan eksternal sekolah. Keduanya menjadi faktor picu bagi kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah untuk melakukan transformasi lingkungannya menjadi suatu kondisi yang lebih bermakna bagi sekolah sehingga bisa mewujudkan mutu sekolah yang diharapkan melalui berbagai aktivitas yang dianggap berat sekalipun untuk mencapai tujuan sekolah dengan maksimal.
MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR PROFESIONAL UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH Cepi Triatna
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v22i1.5918

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban mengenai bagaimana mengembangkan kapasitas manajemen sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus pada dua sekolah menengah atas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kapasitas manajemen sekolah yang dikembangkan melalui komunitas pembelajar profesional dengan fokus keteladanan kepemimpinan, belajar bersama pendidik dan tenaga kependidikan dari proses manajemen, pengembangan kreativitas dalam memecahkan masalah, dan penyediaan kondisi-kondisi lingkungan kerja yang sehat dapat meningkatkan mutu pendidikan. Peneliti merekomendasikan beberapa hal bagi sekolah: 1) membuka keterlibatan berbagai pihak untuk menilai keberhasilan sekolah; 2) mengelola aliran informasi menjadi semakin lancar kepada semua pihak terkait; 3) memoderasi ketidakberfungsian pihak tertentu yang mengalami permasalahan dalam menjalankan tugas dan fungsinya atau dalam pemecahan masalah yang dihadapinya; 4) penguatan rasa kekeluargaan sebagai sebuah komunitas; 5) melakukan refleksi keterlibatan masing-masing PTK; 6) memperbanyak proses dialog, refleksi, dan evaluasi; dan 7) menciptakan suasana sekolah yang nyaman dari kelelahan mental (burnout). Hasil penelitian ini mengisi ruang kosong dalam proses mengembangkan kapasitas manajemen sekolah, khususnya dalam konteks sekolah-sekolah di Indonesia. Kata kunci: Kapasitas manajemen sekolah, komunitas belajar profesional, mutu pendidikan Abstract The research aims is to find answer on how to develop the capacity of school management to improve the quality of education. The Study was conducted by using qualitative approach through case studies at two senior high school. This study concluded that the capacity of school management developed through professional learning communities with a focus on exemplary leadership, studying with teachers and other personnel of the management process, the development of creativity in solving problems, and providing the conditions of a healthy work environment can improve the quality of education. Researchers recommend a few things for school: 1) open the involvement of various parties to assess the success of the school; 2) manage the flow of information becomes more smoothly for all parties concerned; 3) moderate malfunction of certain parties who have problems in performing their duties and functions or in solving his/her problems; 4) strengthening the sense of family as a community; 5) do reflection to the involvement of each PTK; 6) reproduce the process of dialogue, reflection, and evaluation; and 7) create a cozy atmosphere of the school mental fatigue (burnout). The results of this study fill the empty space in the process of developing the school management capacity, particularly in the context of schools in Indonesia. Keywords: Capacity of School Management, Professional Learning Community, Quality of Education 
A LEADERPRENEURSHIP TRAINING MODEL FOR ELEMENTARY SCHOOL PRINCIPALS IN THE FRAMEWORK FOR GUARANTING SCHOOL QUALITIES Johar Permana; D Deni Koswara; Cepi Triatna
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.114 KB) | DOI: 10.17509/jap.v12i1.6318

Abstract

Efforts to the quality, assurance of the school level requires the parties directly responsible for the quality of service to stakeholders in education, especially in the service of learning. Principals as school leaders and managers have a role in ensuring the quality of school education, although schools are on limited resources and sources of funds, the principal office must be able to have a dig requirements, lead, empower and open participation of stakeholders effectively. Based on the identification of the primary head of Management Training in 2005 was organized by the Training office in Bandung, that the skills that should be owned by the school with limited resources many schools are in leadership .skills, entrepreneurship (leaderpreneurship). The essence of leadership is the ability leaderpreneurship be based by the entrepreneurial spirit to respond to the demands strategic environment, its limitations and the strengths and challenges into opportunities to achieve toe school. Leaderpreneurship have competency: head of school able to self-reliance aid planning, school quality,, able to organize school activities effectively, implement all activities that have been developed, which has a strong personality, able to communicate ideas / thoughts and school programs, personnel and influence stakeholders to achieve the god of schools, and able to manage financial resources and school in a participatory, transparent and accountable, in order leaderpreneurship development, the researchers created a model for training principals leaderpreneurship both the new and old who have served as a form of quality assurance in schools.
EVALUASI KINERJA GURU DAN UPAYA PENJAMINAN MUTU SEKOLAH Cepi Triatna
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.854 KB) | DOI: 10.17509/jap.v5i1.6182

Abstract

Pencapaian kinerja sekolah salah satunya ditentukan oleh kinerja guru dalam melakukan peran, tugas, dan tanggungjawabnya sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen khususnya pasal 20 poin a dan b. lebih jauh dari itu, evaluasi kinerja guru dapat dijadikan sebagau upaya untuk penjaminan mutu sekolah, yang dilakukan dengan mengembangkan suatu instrumen yang valid dan reliable terkait dengan aspek (1) pengembangan pribadi, (2) pemelajaran, (3) peningkatan kemampuan profesional, dan (4) interaksi sosial dengan stakeholder. Namun alat dan hasil yang didapat tidak akan menambah percepatan dan perbaikan kinerja sekolah, manakala tidak ditindaklanjuti dengan program capacity building bagi guru.
Konsep Pedagogik dalam Perspektif Pendidikan Ilmu Bahasa Indonesia di Tiongkok Chen Die Die; Cepi Triatna Triatna
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4462

Abstract

Seiring dengan perkembangan globalisasi ekonomi, pertukaran ekonomi perdagangan dan kebudayaan di negara Tiongkok dan negara lain semakin sering terjadi. Dengan pelaksanaan kebijakan strategis “Satu Sabuk Satu Jalan”, kerjasama di antara Tiongkok dan negara ASEAN semakin kuat di berbagai bidang, termasuk kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kepentingan pendidikan bahasa Indonesia yang memiliki ciri khas dan efisien agar pengajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi Tiongkok dapat meningkat. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini ialah literatur dan pengalaman penulis untuk mengamati dan mengumpulkan informasi penting dalam menyusun artikel ini. Berdasarkan hasil kajian, bahasa merupakan alat komunikasi yang diperlukan untuk memungkinkan kegiatan-kegiatan bekerjasama dan berhubungan antar negera-negara lain. Bahasa Indonesia berperan penting untuk Tiongkok demi memperluas perkembangan ekonomi dan mengabulkan komunikasi budaya dengan Indonesia. Oleh karena itu, saat ini semakin banyak perguruan tinggi yang mulai menyadari dan
WORKSHOP PENGEMBANGAN RPS DALAM PENYELENGGARAAN MATA KULIAH BLENDED LEARNING MELALUI PENDEKATAN CBT DAN PjBL Rahmawati; Agusmuji Santoso; Johar Permana; Diding Nurdin; Cepi Triatna; Misnar; Silvi Listia Dewi
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v6i3.2175

Abstract

This community service activity is motivated by the importance of a lecturer having the ability to prepare RPS which enables students to gain the ability to support the achievement of 21st century competencies. This community service activity aimed to increase the understanding of lecturers, especially lecturers within the scope of the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) Almuslim University to have sufficient knowledge and skills in developing RPS through the CBT and PjBL approaches, so that they can create collaborative and participatory classes in an effort to support the achievement of IKU 7 in Higher Education. The workshop was held offline and online for two days, attended by 10 participants. The workshop implementation method was in the form of lectures, exercises, mentoring and interactive discussions. The workshop activities ran smoothly and were successful and had a positive impact on lecturers within the scope of FKIP Almuslim University. The results of this workshop activity are expected to increase the achievement of IKU 7 PT, especially IKU 7 collaborative and participatory classes, where it is hoped that learning in class applies the case solving learning method (case method) and team-based projects (project-based learning). In order to be more optimal, it is recommended that further community service activities involve more participants representing lecturers from other faculties besides FKIP, both within the Almuslim University and other HEIs in Bireuen Regency and throughout Aceh Province.
Analisis Kepentingan dan Kinerja Kualitas Pelayanan Universitas Almuslim dengan Model Higher Education Performance (HEdPERF) Rahmawati Rahmawati; Sri Wahyuni; Johar Permana; Cepi Triatna
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 6 (2023): December
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i6.5650

Abstract

Sangat penting bagi Universitas Almuslim sebagai salah satu perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar tetap dapat bertahan ditengah persaingan memperebutkan calon mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah teranalisisnya dimensi dan item pelayanan  HEdPERF yang harus diprioritaskan oleh Universitas Almuslim dalam rangka meningkatkan kepuasan mahasiswa. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif melalui metode survey dengan menyebarkan  kuesioner melalui google form kepada 572 mahasiswa yang berasal dari 28 program studi dalam lingkup Universitas Almuslim pada Tahun Akademik 2022/2023. Analisis data menggunakan Analisis Kuadran IPA dengan bantuan software SPSS Versi 16.  Hasil penelitian menunjukkan dimensi  dan item layanan yang harus diprioritaskan oleh Universitas Almuslim adalah 9 item pada dimensi non akademik, akademik, reputasi, dan pemahaman. Terdapat 20 item pelayanan yang perlu dipertahankan dari dimensi akademik, reputasi kampus, aksestabilitas, dan isu program. Pelayanan dengan prioritas rendah ada 7 item dari dimensi non akademik, reputasi kampus, dan isu program, sedangkan item layanan yang melebihi harapan mahasiswa ada 5 item dari dimensi non akademik. Temuan penelitian dapat memandu para pengambil keputusan untuk memprioritaskan dimensi yang dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa dalam manajemen pelayanan di perguruan tinggi.