Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Mediasi Work Life Balance (WLB) Dalam Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Turnover Intention Riky Hariansyah; Adi Rahmat; Agus Seswandi
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55356/jksm.v2i1.80

Abstract

Kinerja karyawan pada umumnya diartikan sebagai sebuah kesuksesan individu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam mencapai target kerja melalui tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dengan turnover intention melalui Work Life Balance (WLB). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada 50 karyawan office PT Bumi Siak Pusako dan data sekunder seperti wawancara. Skala yang digunakan adalah skala likert. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif.dan sebagai alat analisis digunakan Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) yang diproses dengan Sofware Warppls versi 7.0. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah bahwa budaya organisasi memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap work life balance. budaya organisasi memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap turnover intention. work life balance memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan terhadap turnover intention melalui work life balance.
Dampak High Performance Work Systems (HPWS) terhadap Organizational Citizenship Behaviors (OCB) melalui Work Engagement Nelfi Gusharyani; Adi Rahmat; Agus Seswandi
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55356/jksm.v2i1.82

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Dampak High Performance Work Systems (HPWS) terhadap Organizational Citizenship Behaviors (OCB) melalui Work Engagement. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pegawai RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 234 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan SmartPLS v3.0. Hasil Penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh High Performance Work Systems (HPWS) terhadap OCB, High Performance Work Systems (HPWS) terhadap Work Engagement, Work Engagement terhadap OCB, High Performance Work Systems (HPWS) terhadap OCB melalui Work Engagement pada pegawai RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kepemimpinan Transformasional Dan Prilaku Kerja Yang Inovatif: Peran Mediasi Dukungan Sosial Juni Rahmat; Adi Rahmat; Ali Asfar
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55356/jksm.v2i1.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan transformasional, perilaku kerja yang inovatif, dan dukungan sosial sebagai mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk mengukur pengaruh kepemimpinan transformasional, perilaku kerja inovatif, dan dukungan sosial sebagai mediasi di PT. Djaya Globalindo sentosa. Analisis data yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional, perilaku kerja inovatif, dan dukungan sosial sebagai mediasi menggunakan aplikasi SEMPLS 6.0. Dari hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap dukungan sosial, perilaku kerja inovatif berpengaruh positif signifikan terhadap dukungan sosial, dan dukungan sosial terbukti menjadi variabel mediasi antara kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi (p-value) kurang dari 5%.
Kepemimpinan Yang Memberdayakan Terhadap Psychological Well-Being Dan Keterikatan Kerja Niki Yulia Sari; Adi Rahmat; Ali Asfar
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55356/jksm.v2i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengidentifikasi pengaruh kepemimpinan yang memberdayakan terhadap psychological well-being, serta pengaruh kepemimpinan yang memberdayakan terhadap keterikatan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian didasarkan teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara populasi, pengumpulan data yang menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Menganalisis pengaruh Kepemimpinan yang memberdayakan terhadap Psycological Well-Being dan keterikatan kerja. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS) melalui software WarPLS 7.0. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Manajemen RSUD dr. RM. Pratomo Bagansiapiapi, sampel penelitian yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian sebanyak 66 orang. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kepemimpinan yang memberdayakan berpengaruh positif signifikan terhadap Psycological Well-Being dilihat dari nilai koefisiennya sebesar 0,835 dengan tingkat signifikan (p-value) kurang dari 5%., dan kepemimpinan yang memberdayakan berpengaruh positif signifikan terhadap keterikatan kerja dilihat dari nilai koefisiennya sebesar 0,533 dengan tingkat signifikan (p-value) kurang dari 5%. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ”kepemimpinan yang memberdayakan berpengaruh terhadap Psycological Well-Being dan keterikatan kerja” teruji kebenarannya
Ethical Leadership And Voice Behavior: Mediating Psychological Safety And Ethical Culture Haznil Zainal; Agustin Basriani; Adi Rahmat; Elmi Yadi
Jurnal Manajemen Vol. 27 No. 3 (2023): Ocktober 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jm.v27i3.1448

Abstract

This study aimed to determine the role of organizational ethical culture and psychological safety in moderating the relationship between ethical leadership and lecturers' voice conduct. The study hypothesis is investigated with WarpPLS software employing descriptive analysis, confirmatory and structural equation modelling (SEM). This survey included 196 economic instructors from ten private universities in Pekanbaru. Organizational ethical culture, psychological safety, and faculty voice conduct were positively connected to Ethical Leadership (EL). Using one's voice is related to Ethical Culture (EC) and Psychological Safety (PS). EC and PS mediate the relationship between EL and Voice Behaviour (VB). EC and PS mitigate the effect on the link between ethics and PS.
Enhancing Student Creativity: Vice Principals' Training for Effective Work Programs in Pekanbaru: Memperkuat Kreativitas Siswa: Pelatihan Wakil Kepala Sekolah untuk Program Kerja Efektif di Pekanbaru Nurfaisal Nurfaisal; Ali Asfar; Adi Rahmat; Ardiya
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i4.15595

Abstract

Community Service: Training for Student Affairs Vice Principals' Work Program Development in Pekanbaru. This outreach activity was conducted by the faculty members of the Master's Program in Management at the Graduate School of Universitas Lancang Kuning. The participants included 18 vice principals from state high schools (SMAN), 10 from vocational schools (SMKN), and 4 from state Islamic schools (MAN), totaling 32 vice principals. The objective of this initiative was to enhance the competencies of student affairs vice principals in addressing and anticipating various teenage misbehaviors prevalent in today's society. The training aimed to foster the creation of effective work programs that would nurture students' character and creativity while promoting the development of scientific and technological knowledge that benefits the local community, nation, and country. The benefits derived from this program included the formulation of daily, weekly, monthly, and annual work programs for student affairs vice principals in SMAN, SMKN, and MAN throughout Pekanbaru, with a focus on character building, student behavior, and creativity, while also preserving Riau Malay Culture. Furthermore, the training aimed to proactively address the impact of media on adolescent behavior, especially among secondary school students. The anticipated outcomes of this training endeavor aimed to make a positive contribution to the local community, nation, and country at large.
Ethical Leadership and Employee Knowledge Sharing With a Mediation Role Employee Moral Identity Firmansyah Firmansyah; Adi Rahmat; Muhammad Rasyid Abdillah
Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan Vol 10 No 01 (2024): May 2024
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tarbawi.v10i01.6444

Abstract

This study investigates the direct and indirect correlation between ethical leadership and lecturers' knowledge-sharing experiences through the mechanism of moral identity. A quantitative approach was used in this research, involving 95 respondents who were permanent lecturers at Lancang Kuning University. Research findings show that ethical leadership is positively related to the act of sharing knowledge, both directly and through moral identity. In addition, the results also show that ethical leadership is positively related to moral identity, while moral identity itself is positively correlated with knowledge sharing. This study also found that moral identity acts as a mediator in the influence of ethical leadership on knowledge-sharing behavior. This research highlights that ethical leadership, which reflects personality, honesty, reliability, and high morality and understands its impact on others, can model behavior and shape employees' moral construction through moral identity. In essence, this research contributes to the expanding body of literature on organizational behavior by shedding light on the intricate dynamics between ethical leadership, moral identity, and knowledge-sharing behaviors among lecturers. Furthermore, it underscores the practical implications for educational institutions seeking to foster a culture of knowledge-sharing and ethical leadership within their academic community.
Ethical Leadership Cultivates Innovative Work Behaviors In Employees Work Engagement James; Adi Rahmat; Agus Seswandi
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55356/jksm.v2i3.100

Abstract

Studi ini menguji hubungan antara kepemimpinan etis, perilaku kerja inovatif, dan keterlibatan kerja karyawan. Kepemimpinan etis ditandai oleh pemimpin yang menunjukkan integritas, keadilan, dan pengambilan keputusan yang etis, yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku dan sikap karyawan di tempat kerja. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kepemimpinan etis dan perilaku kerja inovatif. Karyawan yang memandang pemimpin mereka sebagai teladan etis lebih cenderung terlibat dalam pemecahan masalah kreatif, berbagi pengetahuan, dan mengambil inisiatif proaktif, Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa keterlibatan kerja karyawan memediasi hubungan antara kepemimpinan etis dan perilaku kerja inovatif. Keterlibatan kerja merujuk pada tingkat antusiasme, dedikasi, dan keterikatan yang dialami karyawan dalam pekerjaannya. Pemimpin etis yang menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan inklusif menginspirasi tingkat keterlibatan kerja yang lebih tinggi, yang pada gilirannya mendorong karyawan untuk menunjukkan perilaku kerja inovatif. Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi organisasi yang ingin meningkatkan kreativitas, kolaborasi, dan kinerja organisasi. Organisasi dapat mengembangkan kepemimpinan etis dengan mengimplementasikan program pelatihan, mempromosikan nilai-nilai etis, dan memberikan kesempatan kepada para pemimpin untuk mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan yang etis. Dengan melakukannya, organisasi dapat membentuk budaya yang mendorong keterlibatan kerja karyawan dan merangsang perilaku kerja inovatif, yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil organisasi secara keseluruhan. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti pentingnya kepemimpinan etis dalam membentuk perilaku kerja inovatif dan keterlibatan kerja karyawan. Hal ini menekankan peran pemimpin dalam membentuk budaya organisasi dan menciptakan lingkungan yang merangsang kreativitas, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan.
Konsekuensi Korupsi: Faktor Penentu Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Sekretariat Daerah Ryana Viviyanti; Adi Rahmat; Fahmi Oemar
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55356/jksm.v2i3.101

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah diharapkan akan mengembangkan pemahaman kita tentang konsekuensi korupsi dan menyumbang pada literatur akademik yang berkaitan dengan pemerintahan, manajemen, dan etika dalam konteks praktis. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas, dengan sampel adalah pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa korupsi memiliki konsekuensi negatif yang signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai di Sekretariat Daerah. Korupsi menciptakan lingkungan kerja yang tidak etis, tidak adil, dan tidak transparan. Praktik korupsi mengakibatkan pegawai merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka, karena merasa tidak dihargai dan kehilangan motivasi dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Selain itu, korupsi juga mengganggu keadilan organisasional dan merusak iklim kerja yang sehat. Namun, dalam penelitian ini juga ditemukan beberapa faktor penentu kepuasan kerja pegawai di Sekretariat Daerah. Faktor-faktor tersebut meliputi keadilan organisasional, lingkungan kerja yang mendukung, pengakuan dan penghargaan, serta kesempatan promosi dan pengembangan karir.
Pengaruh Strengths mindset Terhadap Voice behavior: Peran Mediasi Leader member exchange Ilham Hadisa; Adi Rahmat; Fahmi Oemar
JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KOMUNITAS SAINS MANAJEMEN
Publisher : Yayasan Education Al Aqsho Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55356/jksm.v2i3.102

Abstract

Penelitian sebelumnya mungkin telah menggunakan metode yang umum dalam menggukur strengths mindset dan dalam konteks organisasi atau budaya dilakukan dalah lingkungan yang berbeda. Ada potensi yang berbeda dalam manifestasi voice behavior tergantung pada jenis sebuah organisasi seperti sektor publik dengan swasta. Sangat sedikit yang mempertimbangkan sebuah hubungan antara pendekatan berbasis strengths mindset, yang berbasis tujuan untuk meningkatkan fungsi optimal manusia dengan berfokus pada kekuatan individu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh stengths mindset terhadap voice behavior melalui leader member exchange. Penelitian merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas dengan populasi adalah, 7.036 ASN dari kabupaten Indragiri Hilir dengan sampel dalam penelitian ini adalah 125 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan penyebaran menggunakan google form. Alat analisis data pada penelitian ini adalah dengan Structural Equation Modelling (SEM) diolah menggunakan SmartPLS 32.9 untuk pengolahan data. Dari temuan penelitian ini ditemukan bahwa strengths mindset berpengaruh terhadap , strengths mindset berpengaruh terhadap leader member exchange, leader member exchange berpengaruh terhadap voice behavior dan strengths mindset berpengaruh terhadap voice behavior melalui leader member exchange
Co-Authors Acep Solihin Adi Saryanto Adolf Bastian Afrida Afrida Agus Seswandi Agusanto Agusanto Ali Asfar Alpison Anita R Anne Pretha Permata Ardiya Arizal Arizal N Arma Yulita Bambang Hariono Bambang Supeno BAMBANG SUPENO Basriani, Agustin Bayu Febriadi, Bayu Beni Miprasadi Bismil One Chanko Budi Winarso Charly Rimhot Pakpahan Cita Tresnawati, Cita Dewi Dewita Didik Siswanto Dymas Bagus Bimantara Ebtariadi Elmi Yadi Elmi Yadi Ernawati Marinda Sagala Erwiansyah Fahmi Oemar Faizal Firmansyah Firmansyah Gustina DR Hadiyati hadiyati hadiyati Hafiza Fajrin Hardi Hardi Hardianto Haznil Zainal Helwen Heri Hilda Hadiati Idra Maya Ilham Hadisa Indra Gunawan Iwan Kurniawan James Jeni Wardi Jeni Wardi Juli Supriadi Juni Rahmat Kusnadi Lala Septem Riza Lidia Lingga Ramadhana Arfi M Akasah M Sharfan Iqbal M. Rahmad M. Zuhri Maini Delti Mrs Yanti Hamdiyati Muhammad Nur Muhammad Rasyid Abdillah Nanang Winarno Nelfi Gusharyani Niki Yulia Sari Nimas Ayu Lestari Nurfaisal Nurfaisal Nurhayani Lubis NURHEVI DEWITA Nurliza Oemar, Fahmi Pahlaweni, Elsuza Pandu Pratama Putra, Pandu Pratama Putri, Iffa Ichwani R Nona Oktarina Raditya Wahyu Aji Pambudi Rahman Syah Alam Ria Mariana Riandi Richa Afriana Munthe Riky Hariansyah Ririn Handayani Risman Dianto Rizki Ardila Saputra Rizqa Anita Rizqa Anita Robi Wahyudi Romaita Roni Aswad Rusiha Minanda Pratiwi Ryan Eka Ryana Viviyanti Said Mitra Setia Irawan Saifullah Sari Dewi Serianis seswandi, agus Setria Feri Shofa Nabilah Sholahudin, Nabila Putri Supriandi Syofyan Hadi T. Eri Syafrial Taufik Rahman Tentri Rafida Hanim Wan Medi Warsono, Diedy Wella Sandria Widiafa Sandra Wiwin Fenendi Wolly Sandria Yeni Karmilasari Yon Elfi Yulanda Alvaleri Yulihardi Zulhendra Zulhendra