Claim Missing Document
Check
Articles

Article Review : Potensi Tanaman Kersen (Muntingia calabura L.) Sebagai Antioksidan Khotimah, Anggun; Chatri, Moralita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14625

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang mampu melawan radikal bebas. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber antioksidan adalah kersen atau cheri (Muntingia calabura L.). Bagian daun, buah, kulit batang dan akar dari kersen mengandung senyawa flavonoid dan fenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan dapat diukur menggunakan metode DPPH (1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Literatur review bertujuan mengumpulkan informasi tentang kersen yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur atau review artikel yang diperoleh melalui Google Scholar dari tahun 2010 hingga 2023. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, aktivitas antioksidan kersen terdapat pada bagian daun, buah, kulit batang dan akar.Kersen mempunyai potensi sebagai antioksidan alami. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada bagian daun (kategori sangat kuat) dan aktivitas antioksidan terendah terdapat pada bagian buah dengan (kategori lemah).
Peranan Metabolit Sekunder sebagai Antifungi Imelda Nasrul, Putri; Chatri, Moralita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14626

Abstract

Tumbuhan memiliki sumber senyawa fitokimia yang dapat dimanfaatkan, salah satunya adalah senyawa metabolit. Ada dua jenis senyawa metabolit yaitu metabolit primer dan sekunder. Metabolit sekunder merupakan komponen kimia yang dihasilkan oleh tumbuhan melalui biosintesis senyawa metabolit primer. Metabolit sekunder adalah molekul kecil, bersifat spesifik, mempunyai struktur, serta memiliki fungsi atau peranan yang berbeda-beda. Ada beberapa manfaat dari senyawa ini yaitu sebagai antifungi, antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Senyawa metabolit sekunder yang umum terdapat pada tumbuhan adalah fenol, flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Review ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antifungi. Metode review ini dilakukan dengan memilih penelitian yang relevan dan berkaitan dengan senyawa metabolit sekunder.
Peranan Senyawa Metabolit Sekunder Untuk Pengendalian Penyakit Pada Tanaman Az – Zahra Nabillah; Chatri, Moralita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14640

Abstract

Metabolit sekunder adalah senyawa kimia yang diproduksi oleh tanaman dalam bentuk yang tidak sama antara satu spesies dengan yang lainnya. Senyawa metabolit sekunder memiliki fungsi yaitu: sebagai atraktan (menarik organisme lain), pertahanan terhadap patogen, perlindungan dan adaptasi terhadap lingkungan, pelindung terhadap sinar ultra violet, zat pengatur tumbuh dan sebagai alelopati Adapun senyawa yang tergolong dalam metabolit sekunder adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ini adalah menggunakan literature review dengan dua database, yaitu Google Scholar dan Google Books. Penyakit tanaman akan terus menjadi faktor pembatas tercapainya produksi pertanian yang optimal. Hal ini menuntut para fitopatologis terus melakukan riset untuk mencari berbagai cara pengendaliannya, salah satunya adalah menggunakan pestisida nabati yang terdapat metabolit sekunder.
Peranan Metabolit Sekunder sebagai Antimikroba Ilfia Islamiati Putri; Chatri, Moralita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14652

Abstract

Tumbuhan menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antimikroba. Senyawa kimia dalam tumbuhan merupakan hasil metabolisme sekunder dari tumbuhan itu sendiri yang sangat bervariasi jumlah dan jenisnya. Metabolit sekunder adalah senyawa yang dihasilkan oleh tanaman dengan peran biologis dan ekologi berfungsi sebagai pembawa pesan antarorganisme, melibatkan interaksi dengan lingkungan dan organisme lain. Senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan itu sendiri dikelompokkan menjadi beberapa golongan berdasarkan struktur kimianya yaitu alkaloid, flavonoid dan saponin. Studi ini bertujuan memberikan informasi mengenai jenis senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan, serta pemanfaatan senyawa metabolit sekunder sebagai antimikroba dalam berbagai kehidupan. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ini adalah menggunakan literature review.
Pengaruh Larutan 6- Benzyl Amino Purine (BAP) Terhadap Pertumbuhan Stek Daun Hoya mutiflora Blume Amalia, Irna; Rahayu, Sri; Chatri, Moralita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14654

Abstract

Hoya multiflora Blume merupakan tanaman hias yang wajib dilestarikan. Untuk memperbanyak Hoya jenis ini diperlukan perbanyakan. Perbanyakan dilakukan secara vegetatif dengan stek daun. Membantu mempercepat pertumbuhan tunas tanaman diperlukan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan tunas dengan cara stek daun menggunakan larutan 6-Benzil Amino Purine (BAP). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan larutan BAP konsentrasi 0ppm, 50ppm, 100ppm, 150ppm, dan 200ppm yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 6 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan BAP dengan konsentrasi yang terlalu tinggi tidak dapat membantu mempercepat pertumbuhan tunas karena tunas hanya tumbuh pada konsentrasi 0 ppm, dan faktor abiotik lainnya juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tunas pada daun.
Potensi Ketapang (Terminalia catappa L.) sebagai Tanaman Obat Mayarlis; Chatri, Moralita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14984

Abstract

Tanaman obat memiliki senyawa-senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan. Salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan adalah ketapang (Terminalia catappa L.). Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid atau steroid, resin, dan saponin, serta tergolong multifungsi dalam pemanfaatannya karena dapat mengobati berbagai penyakit, seperti kardiovaskuler, kulit, liver, pernafasan, perut, gonorhea dan insomnia. Studi ini bertujuan memberikan informasi mengenai kandungan yang ada di dalam tanaman ketapang dan pemanfaatkan ketapang sebagai tanaman obat. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ini adalah menggunakan literature review.
Pengaruh BAP (6-Benzyl Amino purin) terhadap Pertumbuhan Stek Batang Hoya multiflora (Blume) Sabrina Mandai, Della; Rahayu, Sri; Chatri, Moralita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hoya multiflora merupakan tanaman hias yang masih jarang dikembangkan dan pertumbuhannya membutuhkan masa yang lama, sehingga memerlukan teknis atau alternatif lain dalam perbanyakannya. Salah satunya adalah dengan perbanyakan stek batang menggunakan zat pengatur tumbuh BAP (6-Benzyl Amino purin ) atau sitokinin. BAP merupakan salah satu zat yang dapat berpengaruh untuk merangsang pembentukkan tunas. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh BAP terhadap jumlah dan panjang tunas pada tanaman H. multiflora pada perbanyakan stek batang .Penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan BAP dengan konsentrasi 150 ppm lebih baik untuk jumlah tunas, sedangkan untuk panjang tunas konsentrasi BAP lebih baik pada konsentrasi 200 ppm.
Articel Review : Pemanfaatan Pestisida Nabati untuk Pengendalian Penyakit Tanaman Muhardini, Mike; Chatri, Moralita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan bukan berasal dari senyawa kimia sintetik, meliputi bahan nabati yang dapat berfungsi sebagai pembunuh, penolak, pengikat dan penghambat pertumbuhan organisme pengganggu tanaman. Fungisida nabati adalah fungisida yang berasal dari ekstrak tumbuhan yang diperoleh dari organ tumbuhan, tetapi lebih banyak diperoleh dari organ daun. Senyawa kimia atau metabolit sekunder yang dapat melindungi dirinya dari serangan patogen karena senyawa-senyawa tersebut bersifat antibiotik, antifungi dan antivirus. Beberapa senyawa metabolit sekunder adalah minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Beberapa tanaman atau tumbuhan liar penghasil minyak atsiri merupakan alternative yang cukup tepat sebagai sumber bahan baku pestisida nabati karena mudah didapat, untuk pertumbuhannya tidak memerlukan tanah yang subur, diantaranya adalah: sirih sirih (Piper aduncum), jahe liar (Elettariopsis slahmong), selain itu limbah panen kayumanis (Cinnamomum burmanii) dan sarasah daun cengkeh (Eugenia aromatica).
Peningkatan Kemampuan Guru MGMP MA Biologi Sumatera Barat dalam Mengimplementasikan Materi Bioteknologi Berbasis Bioentrepreneurship Handayani, Dezi; putri, dwi hilda; Atifah, Yusni; Eka Putri, Irma Leilani; Chatri, Moralita; Fransisco, Sandi
Pelita Eksakta Vol 7 No 1 (2024): Pelita Eksakta, Vol. 7, No. 1
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol7-iss1/226

Abstract

Terkait dengan taget Indonesia untuk mencapai kemandirian dibidang ekonomi pada tahun 2015-2085, maka penting usaha mendorong munculnya entreprenurship baru dari kalangan muda. Entrepreneurship dikalanganan anak muda usia sekola dapat dibelajarkan dengan menerapkan entrepreneurship pada mata pelajaran bioteknologi. Pengintegrasian muatan nilai-nilai kewirausahaan kedalam bidang ilmu hayati seperti bioteknologi dikenal dengan istilah bioentrepreneurship. Kendala yang dihadapi oleh guru biologi di MGMP MA Sumbar adalah masih rendah tentang aplikasi teknik produksi produk bioteknologi. Keterbatasan juga dimiliki guru mengenai potensi produk bioteknologi yang mengandalkan kekayaan alam Sumatera Barat. Permasalahan inilah yang menjadi dasar pelatihan pembuatan produk bioteknologi berbasis bioentreprenur. Kegiatan di hadiri oleh 40 guru yang tergabung dalam MGMP MA Biologi Sumatera Barat. Pelatihan menghadirkan 3 orang narasumber yang berkopeten. Kegiatan ini tentu diharapkan adanya peningkatakan kemampuan guru-guru MGMP dalam praktek metode bioteknologi untuk menumbuhkan jiwa bioentrepreneurship generasi muda.
Training by the PUPIK Team, FMIPA UNP Biology Laboratory, on Making Nata De Coco and Production Quality Testing During the Storage Process putri, dwi hilda; Advinda, Linda; Irdawati, Irdawati; Fevria, Resti; Chatri, Moralita; rahmi, elva; Ghiffari, Muhammad; Viona, Alda
Pelita Eksakta Vol 6 No 1 (2023): Pelita Eksakta Vol. 6 No. 1
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol6-iss1/252

Abstract

Nata de coco is one way to use coconut water waste that can no longer be used so that it can reduce environmental pollution. The quality of nata as a food and beverage product must be monitored. This article aims to analyze the shelf life of Nata de coco based on its shelf life. The work methods used include: 1) testing the durability of nata de coco at room temperature, and 2) testing the durability of nata de coco at cold temperatures or in the refrigerator. Organoleptic tests carried out included aroma, color, taste and texture. The results achieved show that nata de coco stored in the refrigerator can last four weeks, while those stored at room temperature can only last for one week
Co-Authors . Mansyurdin Abdul Razak Abdul Razak Achyar, Afifatul Afdarina, Oksa Afifa Akhyar Ahmad Subari Amalia, Irna Amri Bakhtiar Annisa Tulhasanah Arlina, Sistika Atifah, Yusni Auliani Arafah Ayunda Intan Kartika Az – Zahra Nabillah Azizah, Salum Azwir Anhar Azzahra, Zakila Beni Gusnadi Billa Firdaus Tanjung, Shalsa cynthia perdana putri Des M Des M Des M Des Des M. Des M. M. Dezi Handayani Dian Intan Rahmadhni Dilla, Aprina Dina Sukma Dinda Alde Rahmadhani Rahmadhani Dr. Des M.S Dr. Irdawati M. Si Dwi Hilda Putri Edwin Edwin Eldyana Rahayu Putri Elsa Yuniarti Eria Marina Sepriyani Erwina Simanullang fadia salsabil arsy FAJRINA, SUCI Febriani Dika Suryendra Fevria, Resti Ficil Mikaf Filza Yulina Ade Fransisco, Sandi Fronica, Imelda Ghiffari, Muhammad Hani Fitriani Heffi Alberida Helendra Helsa Rahmatika Herina, Nandia Idos Susila Ningsih Ilfia Islamiati Putri Imelda Nasrul, Putri IRDAWATI Irdawati Irdawati Irdawati Irdawati Irdawati Irdawati Irdawati M.Si Irdawati Zalni Irma Leilani Eka Putri Jumjunidang Jumjunidang Kardiman, Reki Kartika Sari Khotimah, Anggun Khumaira, Kayla Anaya Kurnia Illahi, Rani Kurnia Wulansari Larashinda, Mentari Latif, Zalik Muhammad Linda Advinda Linda Advinda Lufri Lufri Mades Fifendy Mantoviana, Tiffany Mardiana Ikhwan Marisa Marisa Marsha Utami Mayarlis Mei Niarti Meriza Fatma Mesy Maisarah Miftahul Jannah Milka Saputri Monica , Indiastri P Muhardini, Mike Muhyiatul Fadilah Mukhlis Mukhlis N.Sri Hartati Nabilah, Rezi Nadia Naldi, Henra Nanang Taryana Natasya Hersila Nazhifah, Naura Niken Maharani Putri Nurlita, Dwi Olan Tri Sinaga Perri Adnadi Pratama, Sandi Fransisco Puspa Anggraeni Putri Putri Widianti Putri, Amaliani Putri, Aulia Devani Putri, Irma Leilani Putri, Irma Leilani Eka Putri, Ulfa Dwi Rahmawati Darussyamsu Rahmi Holinesti Rahmi, Elva Relsas Yogica, Relsas Resti Yulia Riana Aftafia Rizka Putri Alti Roza, Sri Yenica Rusendra, Nabilla Makra Sabrina Mandai, Della Saputra, M. Rizki Sari Yulianti Selaras, Ganda Hijrah Sholichin, Muhamad Silvi Lathifah SRI RAHAYU Sri Widyaningsih Suci Fajrina Suci Fajrina Syahrastani, Syahrastani Syamsurizal Syamsurizal - - Syamsurizal Syamsurizal Syamsurizal Syamsurizal Tita Yunia Zalni Tomi Apra Santosa Santosa Vauzia Vauzia M.Si Vauzia Vauzia Vauzia, Vauzia Vauzia, Vauzia Via Susana Gusni Violita Violita Violita Violita Violita Violita Violita Viona, Alda Wawan Sujarwo Wulansari, Kurnia Yanti Srinita Utami Yesti Yesti Yosi Safritry Yulanda Saputri Zahratul Aini