Claim Missing Document
Check
Articles

KORELASI KONSEP KEMENTERIAN (WIZARAH) MENURUT IMAM AL-MAWARDI DAN IMPLEMENTASINYA DI KEMENTERIAN INDONESIA Haq, Isa Anshori Al; Rohmah, Siti Ngainnur
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 9 No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v9i2.20305

Abstract

Kementerian merupakan salah satu lembaga penting dalam pemerintahan. Fungsinya adalah membantu tugas Presiden dalam menjalankan roda pemerintahan. Kementerian di Indonesia dibentuk oleh Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dalam sejarahnya, dunia Islam pernah ada tokoh yang mengemukakan konsep Kementerian, tepatnya padamasa kekhalifahan Abbasiyah. Pemikir tersebut bernama Imam Al Mawardi. Konsep Kementerian menurut Imam Al Mawardi dituangkan di dalam karyanya yang berjudul AlAhkam Al-Shulthaniyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan. Sumber data primer pada penelitian ini adalah kitab klasik karya Imam Al-Mawardi dengan judul Al-Ahkam Al-Shulthaniyah dan UU No 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Imam AlMawardi membagi konsep wizarah (Kementerian) menjadi dua, yaitu wizarah tafwidh dan wizarah tanfidzh. Dari kedua konsep Imam Al Mawardi tersebut terdapat korelasi antara konsep wizarah (Kementerian) tanfizh dengan konsep Kementerian di Indonesia. Perbedaannya tidak adanya partai politik pada masa Imam Al-Mawardi, sedangkan pada pemerintahan Indonesia ada partai politik.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH KOPERASI YANG BELUM BERBADAN HUKUM DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN HUKUM ISLAM; STUDI KASUS DI KOPERASI PAGUYUBAN MADINAH Andini, Amalia; Rohmah, Siti Ngainnur
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 1 (2022): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i1.20330

Abstract

Koperasi merupakan bagian tata susunan penting dalam perekonomian Indonesia. Kegiatan koperasi turut serta dalam bagian tercapainya kehidupan ekonomi yang sejahtera, baik untuk anggotanya maupun masyarakat sekitar. Koperasi sebagai wadah organisasi dalam kesejahteraan bersama dengan melakukan usaha dan kegiatan di bidang pemenuhan kebutuhan bersama dari para anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap nasabah Koperasi Paguyuban Madinah ditinjau dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan normatif dan empiris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Koperasi Paguyuban Madinah belum memenuhi persyaratan koperasi dikarenakan belum berbadan hukum. Tidak ada perlindungan hukum terhadap nasabah koperasi yang belum berbadan hukum. Dibutuhkan suatu perlindungan hukum untuk para nasabah sehingga nasabah yakin dirinya terjamin oleh hukum, sebagaimana dijelaskan dalam UU No 8 tahun 1999 pasal 3 tentang perlindungan konsumen.
BATAS KEBEBASAN PERS DAN HATESPEECH DI INDONESIA DALAM DEMOKRASI DAN FIQH SIYASAH Risman, Haeru; Rahim, Abdur; Rohmah, Siti Ngainnur
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i2.20342

Abstract

Kebebasan pers merupakan pilar keempat demokrasi kebebasan yang akan memunculkan pemerintahan yang cerdas, bijaksana, dan bersih. Melalui kebebasan kinerja pemerintah dapat diketahui, sehingga muncul mekanisme check and balance, kontrol terhadap kekuasaan, maupun masyarakat sendiri. Namun faktanya, kebebasan pers terkadang menimbulkan hate speech. Tulisan ini memberikan pemahaman tentang bagaimana batas kebebasan pers dan Hate Speech dalam demokrasi dan bagaimana batas kebebasan pers dan Hate Speech dalam fiqh siyasah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Kesimpulan (1) Kebebasan pers dibatasi dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. (2) Batasan kebebasan pers dalam fiqh siyasah adalah yang mengikat semua hak yang bermuara pada kemasalahatan luas, seperti yang termaktub dalam QS AlHujurat ayat 12. Ujaran kebencian (Hate Speech) yang dapat dikategorikan sebagai fitnah dalam siyasah dapat dijatuhi hukuman ta’zir karena mengganggu kemaslahatan umum.
KEWENANGAN PRESIDEN DALAM PEMBERIAN GRASI KEPADA TERPIDANA NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN BAHAN ADIKTIF PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH Azizah, Jihadini Nur; Rohmah, Siti Ngainnur
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i2.20343

Abstract

Grasi dikenal secara umum sebagai pengampunan yang diberikan kepada terpidana. Kewenangan pemberian grasi dimiliki oleh presiden. Di Indonesia, presiden memberikan grasi kepada terpidana kasus kejahatan biasa maupun terpidana kasus kejahatan luar biasa. Salah satu pemberian grasi oleh presiden kepada terpidana kasus kejahatan luar biasa adalah pemberian grasi kepada terpidana narkoba. Pemberian grasi ataupun penolakan pemberian grasi oleh presiden terhadap kasus narkoba mendapatkan berbagai kritikan dan tanggapan dari masyarakat. Selain itu, istilah pemberian grasi telah dikenal pada masa pemerintahan Islam. Akan tetapi, pemberian grasi kepada terpidana narkoba belum pernah terjadi pada masa itu. Oleh sebab itu, penulis akan menganalisis lebih lanjut mengenai kewenangan presiden dalam pemberian grasi kepada terpidana narkoba perspektif fiqihsiyasah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, tulisan-tulisan ilmiah, kamus dan lain sebagainya yang terkait dengan judul penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah kewenangan presiden dalam pemberian grasi kepada terpidana narkoba menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia dapat dilakukan. Pemberian grasi kepada terpidana narkoba tidak melanggar peraturan perundang-undangan di Indonesia dan tidak adanya peraturan perundang-undangan yang melarang pemberian grasi oleh presiden kepada terpidana narkoba. Dalam perspektif fiqih siyasah, pemberian grasi kepada terpidana narkoba juga dapat dilakukan dan merupakan kewenangan dari kepala negara atau presiden yang mana dalam pemberian grasi tersebut harus bertujuan untuk kemaslahatan umat. Dalam pemberian grasi kepada terpidana narkoba, presiden juga harus benar-benar mempertimbangkan dampak dan bahaya akibat pemberian grasi tersebut.
ANALISIS PEMANFAATAN WAKAF TUNAI DI YAYASAN PANJI NUSANTARA DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM Fitri, Annisa; Rohmah, Siti Ngainnur
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i3.20354

Abstract

Umat Islam ingin mengelola wakaf dengan baik karena memiliki banyak manfaat. Harta wakaf dikelola, dipelihara, digunakan dan didistribusikan oleh lembaga yang mengawasi wakaf. Penelitian deskriptif kualitatif normatif empiris digunakan. Kajian menemukan bahwa Yayasan Panji Nusantara menerapkan wakaf tunai secara transparan, menggunakan akad tabarru', melakukan transaksi baik secara langsung maupun tidak langsung, dan selalu berterima kasih kepada donatur yang telah menyetor minimal Rp 1.000.000. Yayasan Panji Nusantara mendirikan panti asuhan, rumah tahfidz dan perusahaan peternakan untuk memanfaatkan aset wakaf tunai. UU No 41 Tahun 2004, PP No 42 Tahun 2006, UU Wakaf, BWI dan Buku III Kompendium Hukum Islam Fatwa MUI semuanya menyatakan bahwa harta benda wakaf bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, Yayasan Panji Nusantara menggunakan harta benda wakaf tunai yang sesuai dengan syariat Islam dan peraturan wakaf.
PEMBERIAN PESANGON UNTUK WAKIL MENTERI DI MASA PANDEMI DALAM TINJAUAN HUKUM POSITIF DAN FIQH SIYASAH Wiyono, Teguh Rahayu; Rohmah, Siti Ngainnur
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i3.20362

Abstract

Wakil Menteri setelah berakhir masa jabatannya sebagaimana diatur dalam pasal 8 Perpres No 60 Tahun 2012, tidak mendapatkan uang pesangon. Dalam perjalanannya mengalami perubahan melalui Perpres No 77 Tahun 2021 yang mengatur pemberian pesangon kepada Wakil Menteri setelah berakhir masa jabatannya. Nominal pesangon yang didapat sesuai Perpres adalah Rp 580 juta. Perpres ini lahir dilatar belakangi adanya persamaan hak antara Menteri dan Wakil Menteri. Namun yang menjadi persoalan adalah waktu dikeluarkannya Perpres. Dimana negara dan masyarakat tengah mengalami penurunan pendapatan akibat adanya pandemi Covid 19. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian pesangon untuk para Wakil Menteri di masa pandemi ini tidak memiliki urgensi. Hal ini disebabkan kurang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasar Negara. Menurut Fiqh Siyasah dikaitkan dengan konsep darurat ketatanegaraan Islam, terbitnya Peraturan Presiden No 77 Tahun 2021 tidak sesuai dengan maqasid syariah memelihara agama, akal, harta, jiwa, dan keturunan/kehormatan. Juga kurang sesuai dengan kaidah-kaidah darurat ketatanegaraan Islam.
Implementasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Fiqh Al-Bi’ah di Asrama Al-Fajr Ma’had Al-Zaytun Imam Fatkhan Mubin; Siti Ngainnur Rohmah; Taufiqurachman Taufiqurachman
Amandemen: Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober : Amandemen : Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/amandemen.v2i4.1407

Abstract

The implementation of environmental management is an important aspect in shaping ecological behavior within educational settings. Law No. 32 of 2009 emphasizes the responsibility of individuals and institutions to preserve the environment, in line with the principles of Fiqh Al-Bi’ah in Islam. Al-Fajr Dormitory of Ma’had Al-Zaytun serves as an example of this application through the daily activities of its students. This study aims to describe the implementation of environmental management at Al-Fajr Dormitory based on Articles 67–68 of Law No. 32 of 2009 and the Fiqh Al-Bi’ah perspective. Using a descriptive qualitative method through observation, interviews, and documentation, data were obtained from dormitory administrators, students, and relevant literature. The results show that environmental management is carried out through routine activities such as cleaning duties, waste management, facility maintenance, and the prudent use of resources. From the perspective of Fiqh Al-Bi’ah, these practices reflect the values of stewardship (khalifah), trust (amanah), and balance (mīzān). The synergy between state regulations and Islamic principles fosters disciplined, responsible students with strong ecological awareness as part of sustainable environmental development.
Peran Ma’had Al-Zaytun dalam Pembentukan Sikap Toleransi Berdasarkan Pasal 29 Ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945 dan Hukum Islam Guntur Budi Prasetyo; Siti Ngainnur Rohmah; M. Isa Asyrofuddin
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i3.7382

Abstract

Indonesia’s diversity is a valuable asset that must be wisely managed to prevent potential conflicts. Article 29 Paragraph 2 of the 1945 Constitution guarantees freedom of religion, in line with Islamic teachings on tolerance. Ma’had Al-Zaytun serves as an example of an Islamic educational institution that instills Islamic and national values in a moderate and inclusive manner, shaping students to live harmoniously within a pluralistic society. This study aims to determine the role of Ma’had Al-Zaytun in shaping attitudes of tolerance based on Article 29 Paragraph 2 of the 1945 Constitution and Islamic Law. The research employs a descriptive approach with a library research method. Primary data were obtained from Article 29 Paragraph 2 of the 1945 Constitution and Hukum Islam by Sofyan Hasan, while secondary data were derived from journals, theses, dissertations, documents, and previous relevant studies. The results show that Ma’had Al-Zaytun plays an important role in fostering tolerance through two perspectives. Based on Article 29 Paragraph 2 of the 1945 Constitution, Al-Zaytun creates an educational environment that values diversity through curriculum design, exemplary teachers, social activities, and intercultural dialogue. From the perspective of Islamic Law, tolerance is reflected through the preservation of religion and intellect, emphasizing peace, respect for other religions, and freedom of thought and dialogue. The combination of these perspectives produces students who are religious, open-minded, and socially responsible in a pluralistic national life.
ANALISIS MANAJEMEN MAKNA TERKOORDINASI DAN PESAN DAKWAH PADA FILM 3: ALIF LAM MIM Thoriq Azhar Zulkarnain; Siti Ngainnur Rohmah; Sobirin
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Desember 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i6.238

Abstract

The film 3: Alif Lam Mim portrays three close friends who strive to uphold truth within a society that rejects religion. The story begins with a terrorist attack at a nightclub that triggers conflict between groups, prompting the government to dissolve all religious organizations and adopt a liberal system. Alif, Herlam, and Mimbo, as devout Muslims, sense inconsistencies in their nation’s historical narrative. They search for the truth hidden by the government in its effort to establish a fully liberal state. Despite many obstacles, they succeed in uncovering the manipulative plan controlling the government and conveying it to the public. This study aims to analyze the denotative and connotative meanings in the film 3: Alif Lam Mim using Roland Barthes semiotic perspective, interpret these meanings in an integrated manner, and identify the religious messages delivered. The study uses a descriptive literature review method with data taken from the film, books, and scholarly articles. The findings show that the film serves as a social critique of chaos caused by reckless political decisions, which result in false freedom and discrimination against religious citizens. The film also conveys messages about emotional control, perseverance, patience, devotion, and justice.
ANALISIS PENGGUNAAN E-COURT DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA UTARA PERIODE 2022- 2023 BERDASARKAN PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 7 TAHUN 2022 DAN SIYASAH DUSTURIYAH Paujiah, Syifa; Rahim, Abdur; Rohmah, Siti Ngainnur
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 5 No. 3 (2025): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v5i3.820

Abstract

This thesis discusses the influence of the use of e-Court and its administrative effectiveness in the context of cultural transition from conventional to virtual trials. This change caused two reactions in the community that was previously used to conventional hearings , so it was necessary to adapt to the online system. These two reactions are used as the basis for the author's analysis of the e-Court mechanism from the perspective of siyasah dusturiyah. The purpose of this study is to find out the Analysis of the Use of E-Court and administrative arrangements in the North Jakarta District Court for the 2022-2023 Period Based on Supreme Court Regulation Number 7 of 2022. As well as analyzing the Use of E-Court in the North Jakarta District Court for the 2022-2023 Period Based on Siyasah Dusturiyah. This research uses a library research method with a normative-conceptual approach. Data collection was carried out through a systematic literature search of legal materials and academic studies. The data sources in the research were obtained from PERMA, Islamic legal literature, books, journals, and relevant articles. This study found that the use of e-Court in the North Jakarta District Court was in accordance with Perma No. 7 of 2022, starting from account registration, payment of case fees through virtual accounts, to setting trial schedules. For optimization, the North Jakarta District Court developed Sidilantara, Sigesittapus, and PASTI which accelerate administration, although system improvements, training, and digital security are still needed. From the perspective of siyasah dusturiyah, the implementation of e-Court (2022–2023) reflects the modernization of the judiciary that is in line with Islamic values and Pancasila, supporting justice, transparency, and public benefit in accordance with maqashid al-shariah, but still requires increasing digital literacy, data protection, and adaptation of legal culture
Co-Authors Abdur Rahim Abdur Rahim Abdur Rahim, Abdur Abidin, Ibnu Abu Tamrin Ahmad Fachrur Akmal, Najmuddin Al Fikri, Muhamad Mufid Al Munawar, Kholil Alfad, Jihaddul Alfi Satria Ali Aminulloh Ali Sodikin Almaarif, Azhar Amalia Andini Aminulloh, Ali Andini, Amalia Anggi Safitri Anida Atulloh Hanifa Annisa Azzahra, Annisa Annisa Fitri Annisa Fitri, Annisa Arrasyid, Muhammad Ikhwan Asep Mahbub Junaedi Aulia Madaniah Azis Rijal Muklis Azizah, Jihadini Nur Azzahra Auliadin Badriyono Badriyono Barra Ma’rifah, Brilliant Budi Prastya Nugroho Budiyanto Budiyanto Dadan Mardani Dewanti, Tri Mustika Diding Sariding Difa Farid Al-Fajri Ebta Yulianto Erik Yudistira Fadilah Al-Madani Fadillah, Muhammad Haikal Fath, Imam Nur Sidiq Al Firdaus Al Kamil Fitri Rachmiati Sunarya Fitri, Anisa Fitria Al Munawar Fitriani Hakim Gunawan Pujiyanto Guntur Budi Prasetyo Hadid, Umar Haekal, Muhammad Haeru Risman Haq, Isa Anshori Al Hastuti, Yusriana Maida Haya, Nasywa Aqilah Ibnu Salam Al-Mawarid Ikmal, Muhammad Imam Fatkhan Mubin Imam Prawoto Imas Nur Jamillah Imas Nurjamillah Indah Hafizhah Isa Anshori Al Haq Islami, Bilat Nur Iwan Iwan Jannah, Miyatu Al Jihadini Nur Azizah Junaedi, Asep Mahbub Kamil, Ihsan Khisma Dina Khalisa M. Isa Asyrofuddin Marsudi Marsudi Mufidah Mufidah Mufidah Mufidah Mufidah Mufidah Mufidah Mufidah Muhamad Ramdan Muhamad, Fiqri Rizaldi Muhammad Abdul Jabar Muhammad Isa Asyrofuddin Muhammad Latief Munawir Sajali Nabilah, Khansa Silmi Nana Turyana Naufal Ghaly Rozani Nisa, Ikhfi Khoirun Nugroho, Budi Prastya Nur Anisa Al Maulida Nurhasan Nurhasan Nurmadhani, Wilda Nurrohman Nurrohman Pamungkas Alukman Nulhakim Paujiah, Syifa Prawoto, Imam Puji Puji Pungki Harmoko Putri, Amelia Fajri Ramlan Harun Rasyid Ashidiq Refly Setiawan Rijal, Ahlan Khoir Syah Risman, Haeru Roiddin, Farhan Sabililah, Sabi Sabrina, Ulla Sajali, Munawir Sakinah, Shakira Nurul Sapitri, Gina Setiawan, Rizal Ahmaludin Shabna Dafita Sidiq, kholaif Aulia SOBIRIN Soleha, Anisatul Sriyoto Suanda Suanda Sugimin Sujarwo Sujarwo Sukamto Sukasna Sukasna Suwito Suwito Syafri Rajabullah Taufiqurachman Taufiqurachman Teguh Rahayu Wiyono Thoriq Azhar Zulkarnain Tofa Fidyansyah Waryanto Waryanto Widiastuti, Nining Wildan Taska Wiyono, Teguh Rahayu Yadi Supriyatna Yunus, Nur Rohim Yusriana Maida Hastuti Zahra Putri Alhaqni