p-Index From 2021 - 2026
5.699
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KADIKMA Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Indonesian Journal of Science and Mathematics Education MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Jurnal SOLMA Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Journal of Teaching and Learning in Elementary Education MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Abadimas Adi Buana Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Inventa Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika EDUPEDIA SIGMA FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Saintika Unpam : Jurnal Sains dan Matematika Unpam J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) International Journal of Progressive Mathematics Education Pi: Mathematics Education Journal Jurnal PADI (Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia) Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Kanigara Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora Riemann : Research of Mathematics and Mathematics Education Jurnal Medika: Medika Literasi (Jurnal Pendidikan Dasar) Jurnal Didaktik Matematika
Claim Missing Document
Check
Articles

Development of Mathematics Digital Creative (Magic) Book for Elementary School Faizah, Hanim; Sugandi, Eko; Susiloningsih, Wahyu
JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING IN ELEMENTARY EDUCATION (JTLEE) Vol. 5 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/

Abstract

The digitalization of education is a logical consequence of changing times. No one could have predicted that technology would be adopted so quickly by industry and society. The Covid-19 pandemic has cause students, teachers and schools to carry out teaching and learning activities by relying on digital technology. The use of e-book is becoming a trend because it is more environmentally friendly and more economical. The purpose of this research is to develop a 4C-oriented Mathematics Digital Creative (Magic) Book for elementary school students to determine the development process, feasibility, and effectiveness of its use. The results of the research show that the users gave a positive rating for the MAGIC Book. The use of digital modules provides benefits in learning, especially in online learning.
Analysis of The Elementary School Teachers’ Ability to Use Technology on The Mathematics Online Learning Faizah, Hanim; Sugandi, Eko
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v5i1.11021

Abstract

In Indonesia, the implementation of online mathematics learning does not always run smoothly, there are various obstacles that occur, such as the lack of gadgets owned by teachers or students, internet networks are still weak, etc. So that the readiness of mathematics teachers in managing online learning is very necessary, especially in utilizing technology. Thus, it is necessary to analyze the readiness of mathematics teachers in carrying out online learning. In this study, we aim to describe (1) online mathematics learning in primary schools during the COVID-19 pandemic; (2) the ability of elementary school teachers to use technology during online learning, especially in learning mathematics; and (3) the content that teachers use to present online learning. We conducted research by distributing an online survey to 56 primary school teachers, over a period of approximately two weeks of data collection. The findings in this study are that most mathematics teachers in schools still use whatsApp and google meet or zoom media in conducting online learning, elementary school teachers still have not mastered learning technology well, and most teachers are still limited to using video downloads from YouTube, PPT and conventional books to present learning.
Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Penyusunan Materi Pembelajaran Nugraheni, Liknin; Faizah, Hanim; Fitriatien, Sri Rahmawati; Mutianingsih, Ninik
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cafn6h69

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilaksanakan tim mahasiswa dan dosen Pendidikan matematika di SMA Antartika sidoarjo terdapat 80% Guru belum memahami penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara maksimal untuk mendukung dalam penyusunan materi pembelajaran mereka. Berdasarkan hal tersebut dan kondisi saat ini maka Guru SMA Antartika Sidoarjo dituntut kreatif dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran, salah satunya adalah pemanfaatan AI dalam penyusunan materi pembelajaran. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat (PPM) yang dilakukan oleh tim mahasiswa dan dosen prodi pendidikan matematika fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya adalah memberikan pelatihan pemanfaatan AI dalam penyusunan materi pembelajaran pada Guru SMA Antarti ka Sidoarjo. Pelaksanaan kegiatan PPM yang dilakukan Tim Dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memiliki tiga tahapan yaitu tahap observasi di awal, tahap untuk perencanaan, dan tahap untuk sosialisasi. Hasil kegiatan PPM adalah peningkatan pemahaman guru tentang penggunaan AI yang ditunjukkan dengan 98% Guru SMA Antartika sidoarjo berhasil membuat materi pembelaran yang berkualitas, menarik, efektif, dan efisien.  berdasarkan hasil dari kegiatan PPM maka sangatlah penting adanya kegiatan serupa untuk meningkatkan adaptasi dan kompetensi Guru di era merdeka belajar dan perkembangan teknologi seperti saat ini.
BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DENGAN KEPRIBADIAN PHLEGMATIC DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Maftuh, Moh. Syukron; Faizah, Hanim
Literasi Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v1i2.11190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMP dengan kepribadian phlegmatic dalam pemecahkan masalah matematika, sehingga penelitian ini merupakan penelitian diskriptif, sedangkan data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kata-kata atau kalimat yang dinarasikan atau berupa gambar dan tidak menekankan pada angka sehingga menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa SMPN 48 Surabaya kelas VII yang memiliki kepribadian phlegmatic yang diperoleh dari hasil tes kepribadi, sedangkan tahapan penelitian yang digunakan peneliti terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik pemberian Tes Pemecahan Masalah Matematika (TPMM) dan wawancara kemudian untuk memperoleh data yang valid dan kredibel peneliti menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa subjek phlegmatic dalam memecahkan masalah matematika pada tahap memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan tahap memeriksa kembali memenuhi 6 indikator yang sama yaitu focus, reason, inference, situation, clarity dan overview hanya saja pada tahap menyusun rencana penyelesaian subjek phlegmatic hanya memenuhi 5 indikator yaitu focus, reason, inference, situation, dan clarity dikarenakan pada saat menyusun rencana subjek tidak melakukan pengecekan kembali terkait strategi ataupun rumus yang akan direncanakan dalam menyelesaikan soal kira-kira sudah sesui atau belum, sehingga subjek phlegmatic pada tahap menyusun rencana penyelesaian dikatakan tidak memenuhi indikator berpikir kritis overview
ANALISIS METAKOGNISI SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN KOLERIS DAN PHLEGMATIS Ladyawati, Erlin; Maftuh, Moh. Syukron; Faizah, Hanim
EDUPEDIA Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i2.3029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas metakognitif siswa kelas VII di SMP Hasanudin Surabaya yang memiliki tipe kepribadian koleris dan phlegmatis dalam menyelesaikan masalah matematika. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa berkepribadian koleris dan 2 siswa berkepribadian phlegmatis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang menghasilkan data dalam bentuk deskriptif, baik berupa kata-kata maupun kalimat. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan wawancara. Peneliti menerapkan dua jenis tes: tes kepribadian untuk mengidentifikasi tipe kepribadian siswa, serta tes pemecahan masalah untuk mengkaji metakognisi siswa dalam mengerjakan soal matematika. Wawancara dilakukan untuk memperkuat hasil tes guna meningkatkan validitas analisis. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi, penyajian data, analisis lebih lanjut, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diverifikasi menggunakan triangulasi sumber, yakni membandingkan data dari tes dan wawancara dengan data dari soal serupa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa siswa dengan tipe kepribadian koleris dan phlegmatis telah menunjukkan aktivitas metakognitif yang meliputi tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi dalam menyelesaikan masalah matematika. Pada tahap perencanaan, siswa koleris lebih terperinci dibandingkan siswa phlegmatis, karena mampu menambahkan detail dari informasi yang diperoleh. Dalam tahap pemantauan, siswa koleris dapat menemukan solusi yang lebih singkat dan efisien, sementara siswa phlegmatis cenderung masih mengalami kesulitan. Pada tahap evaluasi, siswa koleris jarang melakukan pemeriksaan ulang karena sudah yakin dengan jawabannya, sedangkan siswa phlegmatis lebih teliti dengan melakukan pemeriksaan untuk memastikan ketepatan hasil.
Analisis Metakognitif Ditinjau dari Kecerdasan Linguistik Maftuh, Moh. Syukron; Ladyawati, Erlin; Faizah, Hanim
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i2.3152

Abstract

Pembelajaran matematika adalah proses interaksi kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa yang melibatkan pengembangan pola berfikir dan mengolah logika pada suatu lingkungan belajar yang diciptakan oleh guru dengan berbagai aspek dan metode agar program belajar matematika tumbuh dan berkembang secara optimal, efektif, dan efisien. Hal ini dapat dipengarui oleh kemampuan metakognitif yang dimiliki siswa, dengan adanya kemampuan ini siswa akan lebih mudah memahami suatu masalah. Siswa yang memiliki keterampilan metakognitif akan bisa mengatur dan mengontrol kegiatan belajarnya sendiri. Hal lain yang perlu diperhatikan selain kemampuan metakognitif dalam menyelesaikan persoalan matematika adalah kecerdasan dominan linguistikyang dimiliki siswa. Dalam penelitian ini telah dianalisis dari kemampuan linguistik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan data dilakukan dengan cara angket, tes dan wawancara. Dari data yang telah dianalisis diatas diperoleh tentang kemampuan metakognitif dari kecerdasan linguistic untuk siswa kelas X SMA ITP Surabaya. Dari analisis tersebut diperoleh bahwa siswa yang memiliki kecerdasan dominan linguistik hanya mampu memenuhi dua tahapan penyelesaian yaitu tahap pemantauan dan tahap evaluasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kecerdasan dominan linguistik kurang baik dalam menyelesaikan suatu persoalan. Hal ini dikarenakan pada siswa yang memiliki kecerdasan dominan linguistik cenderung kurang fokus atau kurang teliti dalam menuliskan pemodelan matematika, menyelesaikan soal Langkah demi Langkah jawaban yang benar serta tidak menuliskan kesimpulan dari jawaban yang diminta oleh soal.
Development of Geometric Transformation E-module Assisted by GeoGebra Software to Enhance Students' Mathematical Abilities during the COVID-19 Pandemic Faizah, Hanim; Sugandi, Eko; Rofiki, Imam
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v14i2.43950

Abstract

During COVID-19 pandemic, teaching and learning was changed from face-to-face learning to online learning. There were many obstacles in learning mathematics by online-based learning. Such as geometric transformation, some material needs to be represented by a graphic or image, so that students will be easier to learn. This research was aimed to develop geometric transformation e-module assisted by GeoGebra software. The method of this research was used 4D-model developed by Thiagarajan, Semmel, and Semmel. The final draft of the e-module was validated by media and material expert. The final results of this research showed that E-module was valid and feasible to be used in geometric transformation learning process. The feasibility of the module was proven by the average score of the validity test was 88% and 86.67%, that can be converted to very good criteria. Small group trial in using e-module obtained student responses is 82.30% which means that the e-module is good and easy to use. This study has implications in education, that can be used to enrich students' knowledge in the learning process of geometric transformation material, increasing student’s activity, motivation, and learning outcomes.Selama pandemi COVID-19, proses belajar mengajar diubah dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Banyak kendala dalam pembelajaran matematika dengan pembelajaran berbasis online. Seperti transformasi geometri, beberapa materi perlu direpresentasikan dengan grafik atau gambar, agar siswa lebih mudah mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul transformasi geometri berbantuan perangkat lunak GeoGebra. Metode penelitian ini menggunakan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, and Semmel. Draf akhir e-modul divalidasi oleh ahli media dan materi. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa E-modul sudah valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran transformasi geometri. Kelayakan modul dibuktikan dengan skor rata-rata uji validitas 88% dan 86,67% yang dapat dikonversi menjadi kriteria sangat baik. Uji coba kelompok kecil dalam penggunaan e-modul diperoleh respon siswa sebesar 82,30% yang berarti e-modul sudah baik dan mudah digunakan. Penelitian ini berimplikasi pada pendidikan, yaitu dapat digunakan untuk memperkaya pengetahuan siswa dalam proses pembelajaran materi transformasi geometri, meningkatkan aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa. 
Critical Thinking Processes in Numeracy Tasks among Primary School Students with High Mathematics Anxiety Dian Kusmaharti; Via Yustitia; Hanim Faizah; Siti Maryam Rohimah; Luluk Faridah
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v10i1.28226

Abstract

This study investigates the influence of mathematics anxiety on the critical thinking processes of primary school students when solving numeracy tasks. Using a qualitative case study design, data were collected through written responses and follow-up interviews with students categorized according to their levels of mathematics anxiety. Analysis focused on three indicators of critical thinking: clarification, strategy, and inference. The findings show that students with high mathematics anxiety typically demonstrated the ability to extract key information from problem statements and diagrams, demonstrating strength in clarification. However, their ability to formulate strategies and provide justified inferences was limited, as they often relied on rote recall, omitted calculation steps, and expressed uncertainty about their answers. These patterns show how anxiety specifically hampers the ability to perform calculations and make confident decisions, even when students demonstrate basic comprehension. The study underscores the need for pedagogical approaches that simultaneously develop numeracy skills and address affective barriers, thereby supporting students’ capacity to engage in reasoning and problem solving more effectively.
Sosialisasi Sistem Aquaponik sebagai Langkah Menuju Kemandirian Pangan Masyarakat Desa Grabagan, Tulangan-Sidoarjo Faizah, Hanim; Nariswati, Balinda; Naufal Azrul Nizam, Muhammad; Sinta Dwi Salsabila, Dewi; Barek Masan, Sesariana; Eufrasania Jamon, Maria; Veri Asfihany, Muhammad; Edu Ardiansyah, Robby; Azmy Yustika, Nanda; Risnawati Nini Helan, Antonia; Santia, Gravelin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qnh7bk81

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang menuntut inovasi berbasis city farming untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan, fluktuasi harga, dan kebutuhan gizi keluarga. Salah satu inovasi yang relevan adalah aquaponik, yakni integrasi akuakultur dan hidroponik dalam satu sistem yang hemat air, ramah lingkungan, dan menghasilkan panen ganda berupa ikan serta sayuran. Kegiatan sosialisasi aquaponik ini dilaksanakan oleh tim KKN Universitas PGRI Adi Buana Surabaya di Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang alternatif pemenuhan pangan sehat berbasis city farming. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik instalasi aquaponik menggunakan bak berkapasitas 60 liter dengan ikan lele serta tanaman sayuran daun. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang seluruhnya merupakan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran 100%, dengan 72% peserta terlibat langsung dalam praktik instalasi, serta antusiasme tinggi berupa pertanyaan teknis mengenai pemilihan ikan, media tanam, hingga waktu panen. Hasil ini memperlihatkan bahwa aquaponik dapat diterima masyarakat desa sebagai inovasi sederhana namun berdampak nyata bagi ketahanan pangan keluarga. Dengan demikian, kegiatan ini mendukung tema KKN 2025 “Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis City Farming Menuju Kemandirian Pangan Komunitas Mendukung ASTA Cita” sekaligus berkontribusi pada program ketahanan pangan nasional.
Memutus Rantai Hambatan Belajar: Analisis Kedalaman Berpikir Konseptual dalam Aljabar Elementer. Purwasih, Silviana Maya; Faizah, Hanim; Prajitno, Sunyoto Hadi
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i2.21478

Abstract

Purpose: This study characterizes learning obstacles in elementary algebra among pre-service mathematics teachers to address gaps in conceptual and reflective thinking that are frequently overshadowed by purely procedural mastery. Design/methodology/approach: Adopting a descriptive qualitative design, this research involved three mathematics education students at Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Data were gathered through problem-solving tests and in-depth interviews, subsequently analyzed using the Miles-Huberman model and validated through technical triangulation. Findings: The results identify three primary categories of obstacles: (1) ontogenic (anxiety and carelessness); (2) didactic (entrenched procedural learning habits); and (3) epistemological (conceptual misconceptions). These interconnected barriers significantly impede students' capacity to construct sound mathematical knowledge. Practical implications: It is recommended that educators implement error analysis and metacognitive reflection strategies to facilitate the reconstruction of robust conceptual frameworks among students. Originality/value: The significance of this research lies in its comprehensive mapping of psychological and cognitive obstacles occurring simultaneously, providing a strategic foundation for targeted pedagogical interventions in Elementary Algebra courses..   Purpose: Penelitian ini mendeskripsikan hambatan belajar aljabar elementer mahasiswa calon guru guna mengatasi kendala berpikir konseptual dan reflektif yang sering terabaikan oleh penguasaan prosedural semata. Design/methodology/approach: Studi deskriptif kualitatif ini melibatkan tiga mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan model Miles-Huberman dengan validasi triangulasi teknik. Findings: Temuan mengungkap tiga hambatan utama: (1) ontogenik (kecemasan dan ketidaktelitian); (2) didaktik (kebiasaan belajar prosedural); dan (3) epistemologis (miskonsepsi konsep). Keterkaitan hambatan tersebut berdampak signifikan pada rendahnya kemampuan mahasiswa mengonstruksi pengetahuan matematis. Practical implications: Pendidik direkomendasikan menerapkan strategi analisis kesalahan (error analysis) dan refleksi metakognitif untuk membantu mahasiswa membangun kembali pemahaman konseptual yang kokoh. Originality/value: Keunggulan penelitian ini terletak pada pemetaan hambatan belajar yang menggabungkan aspek psikologis dan kognitif secara simultan sebagai landasan intervensi pedagogis tepat sasaran dalam mata kuliah Aljabar Elementer.