p-Index From 2021 - 2026
6.591
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KADIKMA Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Indonesian Journal of Science and Mathematics Education MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Jurnal SOLMA Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Journal of Teaching and Learning in Elementary Education MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Abadimas Adi Buana Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Inventa Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika EDUPEDIA SIGMA FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Saintika Unpam : Jurnal Sains dan Matematika Unpam J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL International Journal of Progressive Mathematics Education Pi: Mathematics Education Journal Jurnal PADI (Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia) Wahana Pedagogika: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Kanigara Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora Jurnal Medika: Medika Literasi (Jurnal Pendidikan Dasar) International Journal of Computing Science and Applied Mathematics-IJCSAM Jurnal Didaktik Matematika
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of The Elementary School Teachers’ Ability to Use Technology on The Mathematics Online Learning Faizah, Hanim; Sugandi, Eko
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v5i1.11021

Abstract

In Indonesia, the implementation of online mathematics learning does not always run smoothly, there are various obstacles that occur, such as the lack of gadgets owned by teachers or students, internet networks are still weak, etc. So that the readiness of mathematics teachers in managing online learning is very necessary, especially in utilizing technology. Thus, it is necessary to analyze the readiness of mathematics teachers in carrying out online learning. In this study, we aim to describe (1) online mathematics learning in primary schools during the COVID-19 pandemic; (2) the ability of elementary school teachers to use technology during online learning, especially in learning mathematics; and (3) the content that teachers use to present online learning. We conducted research by distributing an online survey to 56 primary school teachers, over a period of approximately two weeks of data collection. The findings in this study are that most mathematics teachers in schools still use whatsApp and google meet or zoom media in conducting online learning, elementary school teachers still have not mastered learning technology well, and most teachers are still limited to using video downloads from YouTube, PPT and conventional books to present learning.
BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DENGAN KEPRIBADIAN PHLEGMATIC DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Maftuh, Moh. Syukron; Faizah, Hanim
Literasi Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v1i2.11190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMP dengan kepribadian phlegmatic dalam pemecahkan masalah matematika, sehingga penelitian ini merupakan penelitian diskriptif, sedangkan data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kata-kata atau kalimat yang dinarasikan atau berupa gambar dan tidak menekankan pada angka sehingga menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa SMPN 48 Surabaya kelas VII yang memiliki kepribadian phlegmatic yang diperoleh dari hasil tes kepribadi, sedangkan tahapan penelitian yang digunakan peneliti terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik pemberian Tes Pemecahan Masalah Matematika (TPMM) dan wawancara kemudian untuk memperoleh data yang valid dan kredibel peneliti menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa subjek phlegmatic dalam memecahkan masalah matematika pada tahap memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan tahap memeriksa kembali memenuhi 6 indikator yang sama yaitu focus, reason, inference, situation, clarity dan overview hanya saja pada tahap menyusun rencana penyelesaian subjek phlegmatic hanya memenuhi 5 indikator yaitu focus, reason, inference, situation, dan clarity dikarenakan pada saat menyusun rencana subjek tidak melakukan pengecekan kembali terkait strategi ataupun rumus yang akan direncanakan dalam menyelesaikan soal kira-kira sudah sesui atau belum, sehingga subjek phlegmatic pada tahap menyusun rencana penyelesaian dikatakan tidak memenuhi indikator berpikir kritis overview
ANALISIS METAKOGNISI SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN KOLERIS DAN PHLEGMATIS Ladyawati, Erlin; Maftuh, Moh. Syukron; Faizah, Hanim
EDUPEDIA Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i2.3029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas metakognitif siswa kelas VII di SMP Hasanudin Surabaya yang memiliki tipe kepribadian koleris dan phlegmatis dalam menyelesaikan masalah matematika. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa berkepribadian koleris dan 2 siswa berkepribadian phlegmatis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang menghasilkan data dalam bentuk deskriptif, baik berupa kata-kata maupun kalimat. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan wawancara. Peneliti menerapkan dua jenis tes: tes kepribadian untuk mengidentifikasi tipe kepribadian siswa, serta tes pemecahan masalah untuk mengkaji metakognisi siswa dalam mengerjakan soal matematika. Wawancara dilakukan untuk memperkuat hasil tes guna meningkatkan validitas analisis. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi, penyajian data, analisis lebih lanjut, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diverifikasi menggunakan triangulasi sumber, yakni membandingkan data dari tes dan wawancara dengan data dari soal serupa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa siswa dengan tipe kepribadian koleris dan phlegmatis telah menunjukkan aktivitas metakognitif yang meliputi tahap perencanaan, pemantauan, dan evaluasi dalam menyelesaikan masalah matematika. Pada tahap perencanaan, siswa koleris lebih terperinci dibandingkan siswa phlegmatis, karena mampu menambahkan detail dari informasi yang diperoleh. Dalam tahap pemantauan, siswa koleris dapat menemukan solusi yang lebih singkat dan efisien, sementara siswa phlegmatis cenderung masih mengalami kesulitan. Pada tahap evaluasi, siswa koleris jarang melakukan pemeriksaan ulang karena sudah yakin dengan jawabannya, sedangkan siswa phlegmatis lebih teliti dengan melakukan pemeriksaan untuk memastikan ketepatan hasil.
Analisis Metakognitif Ditinjau dari Kecerdasan Linguistik Maftuh, Moh. Syukron; Ladyawati, Erlin; Faizah, Hanim
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i2.3152

Abstract

Pembelajaran matematika adalah proses interaksi kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa yang melibatkan pengembangan pola berfikir dan mengolah logika pada suatu lingkungan belajar yang diciptakan oleh guru dengan berbagai aspek dan metode agar program belajar matematika tumbuh dan berkembang secara optimal, efektif, dan efisien. Hal ini dapat dipengarui oleh kemampuan metakognitif yang dimiliki siswa, dengan adanya kemampuan ini siswa akan lebih mudah memahami suatu masalah. Siswa yang memiliki keterampilan metakognitif akan bisa mengatur dan mengontrol kegiatan belajarnya sendiri. Hal lain yang perlu diperhatikan selain kemampuan metakognitif dalam menyelesaikan persoalan matematika adalah kecerdasan dominan linguistikyang dimiliki siswa. Dalam penelitian ini telah dianalisis dari kemampuan linguistik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan data dilakukan dengan cara angket, tes dan wawancara. Dari data yang telah dianalisis diatas diperoleh tentang kemampuan metakognitif dari kecerdasan linguistic untuk siswa kelas X SMA ITP Surabaya. Dari analisis tersebut diperoleh bahwa siswa yang memiliki kecerdasan dominan linguistik hanya mampu memenuhi dua tahapan penyelesaian yaitu tahap pemantauan dan tahap evaluasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kecerdasan dominan linguistik kurang baik dalam menyelesaikan suatu persoalan. Hal ini dikarenakan pada siswa yang memiliki kecerdasan dominan linguistik cenderung kurang fokus atau kurang teliti dalam menuliskan pemodelan matematika, menyelesaikan soal Langkah demi Langkah jawaban yang benar serta tidak menuliskan kesimpulan dari jawaban yang diminta oleh soal.
Development of Geometric Transformation E-module Assisted by GeoGebra Software to Enhance Students' Mathematical Abilities during the COVID-19 Pandemic Faizah, Hanim; Sugandi, Eko; Rofiki, Imam
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v14i2.43950

Abstract

During COVID-19 pandemic, teaching and learning was changed from face-to-face learning to online learning. There were many obstacles in learning mathematics by online-based learning. Such as geometric transformation, some material needs to be represented by a graphic or image, so that students will be easier to learn. This research was aimed to develop geometric transformation e-module assisted by GeoGebra software. The method of this research was used 4D-model developed by Thiagarajan, Semmel, and Semmel. The final draft of the e-module was validated by media and material expert. The final results of this research showed that E-module was valid and feasible to be used in geometric transformation learning process. The feasibility of the module was proven by the average score of the validity test was 88% and 86.67%, that can be converted to very good criteria. Small group trial in using e-module obtained student responses is 82.30% which means that the e-module is good and easy to use. This study has implications in education, that can be used to enrich students' knowledge in the learning process of geometric transformation material, increasing student’s activity, motivation, and learning outcomes.Selama pandemi COVID-19, proses belajar mengajar diubah dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Banyak kendala dalam pembelajaran matematika dengan pembelajaran berbasis online. Seperti transformasi geometri, beberapa materi perlu direpresentasikan dengan grafik atau gambar, agar siswa lebih mudah mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul transformasi geometri berbantuan perangkat lunak GeoGebra. Metode penelitian ini menggunakan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, and Semmel. Draf akhir e-modul divalidasi oleh ahli media dan materi. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa E-modul sudah valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran transformasi geometri. Kelayakan modul dibuktikan dengan skor rata-rata uji validitas 88% dan 86,67% yang dapat dikonversi menjadi kriteria sangat baik. Uji coba kelompok kecil dalam penggunaan e-modul diperoleh respon siswa sebesar 82,30% yang berarti e-modul sudah baik dan mudah digunakan. Penelitian ini berimplikasi pada pendidikan, yaitu dapat digunakan untuk memperkaya pengetahuan siswa dalam proses pembelajaran materi transformasi geometri, meningkatkan aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa. 
Critical Thinking Processes in Numeracy Tasks among Primary School Students with High Mathematics Anxiety Dian Kusmaharti; Via Yustitia; Hanim Faizah; Siti Maryam Rohimah; Luluk Faridah
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v10i1.28226

Abstract

This study investigates the influence of mathematics anxiety on the critical thinking processes of primary school students when solving numeracy tasks. Using a qualitative case study design, data were collected through written responses and follow-up interviews with students categorized according to their levels of mathematics anxiety. Analysis focused on three indicators of critical thinking: clarification, strategy, and inference. The findings show that students with high mathematics anxiety typically demonstrated the ability to extract key information from problem statements and diagrams, demonstrating strength in clarification. However, their ability to formulate strategies and provide justified inferences was limited, as they often relied on rote recall, omitted calculation steps, and expressed uncertainty about their answers. These patterns show how anxiety specifically hampers the ability to perform calculations and make confident decisions, even when students demonstrate basic comprehension. The study underscores the need for pedagogical approaches that simultaneously develop numeracy skills and address affective barriers, thereby supporting students’ capacity to engage in reasoning and problem solving more effectively.
Memutus Rantai Hambatan Belajar: Analisis Kedalaman Berpikir Konseptual dalam Aljabar Elementer. Purwasih, Silviana Maya; Faizah, Hanim; Prajitno, Sunyoto Hadi
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i2.21478

Abstract

Purpose: This study characterizes learning obstacles in elementary algebra among pre-service mathematics teachers to address gaps in conceptual and reflective thinking that are frequently overshadowed by purely procedural mastery. Design/methodology/approach: Adopting a descriptive qualitative design, this research involved three mathematics education students at Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Data were gathered through problem-solving tests and in-depth interviews, subsequently analyzed using the Miles-Huberman model and validated through technical triangulation. Findings: The results identify three primary categories of obstacles: (1) ontogenic (anxiety and carelessness); (2) didactic (entrenched procedural learning habits); and (3) epistemological (conceptual misconceptions). These interconnected barriers significantly impede students' capacity to construct sound mathematical knowledge. Practical implications: It is recommended that educators implement error analysis and metacognitive reflection strategies to facilitate the reconstruction of robust conceptual frameworks among students. Originality/value: The significance of this research lies in its comprehensive mapping of psychological and cognitive obstacles occurring simultaneously, providing a strategic foundation for targeted pedagogical interventions in Elementary Algebra courses..   Purpose: Penelitian ini mendeskripsikan hambatan belajar aljabar elementer mahasiswa calon guru guna mengatasi kendala berpikir konseptual dan reflektif yang sering terabaikan oleh penguasaan prosedural semata. Design/methodology/approach: Studi deskriptif kualitatif ini melibatkan tiga mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan model Miles-Huberman dengan validasi triangulasi teknik. Findings: Temuan mengungkap tiga hambatan utama: (1) ontogenik (kecemasan dan ketidaktelitian); (2) didaktik (kebiasaan belajar prosedural); dan (3) epistemologis (miskonsepsi konsep). Keterkaitan hambatan tersebut berdampak signifikan pada rendahnya kemampuan mahasiswa mengonstruksi pengetahuan matematis. Practical implications: Pendidik direkomendasikan menerapkan strategi analisis kesalahan (error analysis) dan refleksi metakognitif untuk membantu mahasiswa membangun kembali pemahaman konseptual yang kokoh. Originality/value: Keunggulan penelitian ini terletak pada pemetaan hambatan belajar yang menggabungkan aspek psikologis dan kognitif secara simultan sebagai landasan intervensi pedagogis tepat sasaran dalam mata kuliah Aljabar Elementer.
Profil Pemahaman Konseptual Mahasiswa Calon Guru Matematika tentang Grup Ditinjau dari Kemampuan Matematika Hanim Faizah
Didaktik Matematika Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v6i2.13914

Abstract

Many students have not mastered the concept of group theory well. Hence, the researcher intended to describe the conceptual understanding of group theory based on the students mathematical abilities. The implementation of this research begun with the students studied about Group Theory classically. Next, to examine the mathematical abilities of students, the researcher administered the questionnaire to obtain the data about the GPA (Grade Point Average) of students. Then, the researcher chose the participants of this study based on the high, middle, and low GPA. The selected research subjects were then given test questions that had been validated by the experts. Data was analyzed using the indicators of conceptual understanding, namely: (1) explaining or restate the group concept, (2) providing an example and a nonexample, (3) using group concept to solve the problem. The results showed that the students with high mathematical abilities reached three indicators of conceptual understanding perfectly. Students with medium mathematical abilities reached two indicators of conceptual understanding but it was not perfect, she did not write the answer completely. In addition, students with low mathematical abilities could not do the test at all, he could not write the group correctly. He did not reach any indicators of conceptual understanding, thus, it can be concluded that the students with low mathematical abilities did not understand the concept well.
Numerical Study of Vortex Shedding Control Using Viscoelastic Flow Over an Elliptical Cylinder Annisa Dwi Sulistyaningtyas; Basuki Widodo; Chairul Imron; Hanim Faizah
(IJCSAM) International Journal of Computing Science and Applied Mathematics Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24775401.ijcsam.v12i1.9065

Abstract

Vortex-Induced Vibration (VIV) mitigation is a critical issue in engineering systems involving bluff bodies subjected to fluid flow. This study presents a numerical investigation of viscoelastic fluid flow over an elliptical cylinder as a passive control strategy to suppress vortex shedding. The governing continuity, momentum, and energy equations for an incompressible viscoelastic fluid are formulated and solved using an implicit finite difference method. The viscoelastic behavior of the fluid is incorporated through a nonlinear constitutive model, and the resulting system of equations is transformed into a dimensionless form to facilitate analysis. The study focuses on the effects of key parameters, including the viscoelastic parameter K, the Prandtl number P r, and the geometric aspect ratio a/b of the elliptical cylinder. Numerical simulations are performed using MATLAB to evaluate the resulting velocity and temperature distributions within the boundary layer region. The results indicate that increasing the viscoelastic parameter significantly reduces the peak velocity near the wall and weakens the velocity gradient, leading to a decrease in shear stress. In addition, higher viscoelasticity contributes to a thicker momentum and thermal boundary layer, which reduces the rate of heat transfer from the surface. Furthermore, variations in the Prandtl number and aspect ratio are found to influence the localization of thermal and momentum transport. Higher values of P r result in thinner thermal boundary layers and enhanced temperature gradients near the surface, while changes in a/b primarily affect the near-wall flow structure. Overall, the combined effects of viscoelasticity and geometric modification demonstrate a strong potential for attenuating vortex shedding and reducing the likelihood and intensity of VIV. These findings provide valuable insights for the design of engineering systems involving non-Newtonian fluids and flow-induced vibrations.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIS Hanim Faizah; Restu Ria Wantika; Moh. Syukron Maftuh
WAHANA PEDAGOGIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2026): WAHANA PEDAGOGIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unisda Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/wp.v8i1.13475

Abstract

Kemampuan representasi matematis dianggap penting untuk mendukung penalaran dan pemecahan masalah. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ini masih rendah karena pembelajaran yang konvensional dan berpusat pada guru. Integrasi teknologi melalui media interaktif seperti GeoGebra, Desmos, atau PhET dipandang mampu menciptakan pembelajaran yang lebih visual, dinamis, dan partisipatif. Media ini memungkinkan siswa mengeksplorasi konsep secara mandiri dengan bantuan umpan balik langsung, sehingga dapat meningkatkan pemahaman konseptual serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua tahap: penerapan media interaktif dalam pembelajaran PLDV dan analisis mendalam terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII SMP Negeri 40 Surabaya. Instrumen meliputi tes representasi matematis, observasi aktivitas siswa, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat gradasi kemampuan representasi matematis yang jelas. Subjek berkemampuan tinggi menunjukkan representasi simbolik yang fleksibel, representasi tabular yang terorganisasi. Subjek berkemampuan sedang mampu membangun model aljabar dan melakukan prosedur perhitungan, tetapi masih mengalami kesulitan pada representasi tabular dan verbal, terutama dalam mengorganisasi data serta menyusun narasi matematis yang koheren. Sementara itu, subjek berkemampuan rendah menunjukkan keterbatasan pada bentuk representasi, termasuk representasi simbolik yang masih lemah. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif yang adaptif dan berdiferensiasi, tidak hanya menyajikan visualisasi, tetapi juga mendukung penguatan representasi matematis sesuai karakteristik kemampuan siswa.