p-Index From 2021 - 2026
8.329
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Konseling dan Pendidikan Psikis : Jurnal Psikologi Islami Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Indonesian Journal of Islamic Educational Management Jurnal Ulul Albab Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Alignment: Journal of Administration and Educational Management Islamic Guidance and Counseling Journal Jurnal Literasiologi At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam AL-ILMI Jurnal Pendidikan dan Konseling JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar INCARE Muaddib: Islamic Education Journal Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Journal Evaluation in Education (JEE) Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Journal of Educational Management Research TOFEDU: The Future of Education Journal Ta'dib Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Ghaitsa: Islamic Education Journal Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia EDUKASI International Journal of Elementary School Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Madania: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Al-Khair Journal: Management Education At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Pengembangan Karakter Religius Aspek Ibadah dan Akhlak pada Siswa di SMPIT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong Tri Lestari; Sutarto Sutarto; Syahrial Dedi
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v19i1.3100

Abstract

Abstract: Pattern of Religious Character Development Aspects of Worship in Students at SMP IT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong.This study aims to explore patterns of religious character development in aspects of worship and morals in SMP IT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong students. This research is qualitative research with a phenomenological approach. Technique data obtained from interviews and observations. The data obtained were analyzed by four steps, namely data, data reduction, data presentation, leveraging, or pulling. The results showed that the development of religious character in the aspect of worship is carried out through obligatory prayers and sunnah (dhuha, rawatib) and tahfidz Qur'an. Development of religious character in the moral aspects including morals for teachers, morals towards others, and morals towards oneself. The development of religious character is carried out through a pattern of habituation, giving advice, guidance, control, and supervision, guidance, reward, and punishment, which includes knowledge, feelings, and actions.
Strategies of Islamic Education Teachers in Motivating Students to Memorize the Qur’an through the Tahfidz Quarantine Program at Islamic Boarding School Rani Selviani; Sutarto Sutarto; Jumira Warlizasusi
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 24, No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v24i1.8932

Abstract

ENGLISH: Strategies of Islamic Education Teachers in Motivating Students to Memorize the Qur’an through the Tahfidz Quarantine Program at Boarding SchoolObjective: This study aims to identify the strategies implemented by teachers to motivate students to memorise the Quran in the Tahfidz Quarantine Program at the Cahaya Qur'an Tahfidz Islamic Boarding School. Method: This study employs a descriptive qualitative approach. Data was collected through interviews with the foundation chairman, teachers, and students involved in the Quran Memorisation Quarantine Program. Results: Students' motivation to memorise the Quran includes intrinsic and extrinsic factors. Teachers employ review sessions, emotional support, relevance of memorisation to daily life, and regular nightly evaluations to address declining motivation. Conclusion: The teachers' motivational strategies at the Cahaya Qur'an Tahfidz Boarding School, such as murojaah, emotional attention, relevance of memorisation to life, and routine evaluation, are effective in maintaining students' enthusiasm, achieving memorisation targets, and balancing intrinsic and extrinsic motivation. Contribution: This study contributes to developing teaching strategies for tahfidz programs in boarding schools, serving as a reference for educators and administrators in designing more effective programs to motivate students to memorise the Qur'an.INDONESIAN: Strategi Guru PAI dalam Memotivasi Santri Menghafal Al-Qur’an melalui Program Karantina Tahfidz di PesantrenTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh guru dalam memotivasi santri untuk menghafal Al-Qur'an pada Program Karantina Tahfidz di Pesantren Tahfidz Cahaya Qur'an. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan ketua yayasan, guru, dan santri yang terlibat dalam program Karantina Tahfidz. Hasil: Motivasi santri dalam menghafal Al-Qur'an meliputi intrinsik dan ekstrinsik. Untuk mengatasi penurunan motivasi, guru menggunakan strategi murojaah, perhatian emosional, relevansi hafalan dengan kehidupan, dan evaluasi rutin setiap malam. Kesimpulan: Strategi motivasi guru di Pesantren Tahfidz Cahaya Qur'an, seperti murojaah, perhatian emosional, relevansi hafalan dengan kehidupan, dan evaluasi rutin, efektif dalam menjaga semangat santri, mencapai target hafalan, serta menyeimbangkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Kontribusi: Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pengajaran program tahfidz di pesantren, sebagai referensi bagi pendidik dan pengelola dalam merancang program yang lebih efektif untuk memotivasi santri menghafal Al-Qur'an.
Beyond Classroom Management and Curriculum: How Learning Innovation Shapes Educational Quality in Islamic Boarding Schools Sri Wahyuni Sihombing; Hamengkubuwono Hamengkubuwono; Sutarto Sutarto
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 7 No 1 (2026): January
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v7i1.2248

Abstract

Purpose of the study: Facing pressures to enhance educational quality in the digital and multicultural era, this study examines the effects of multicultural classroom management, curriculum implementation, and learning innovation on the learning quality of junior high school students in Islamic boarding schools (pesantren). Addressing the limitations of previous research, it proposes an integrative analytical model that simultaneously investigates these three variables. Methodology: Employing a quantitative design, the study involved 148 students from two Indonesian pesantren. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through multiple linear regression. Main Findings: The findings show that multicultural classroom management and curriculum implementation do not have significant partial effects on learning quality. In contrast, learning innovation is the dominant predictor, significantly enhancing learning quality (β = 0.538, p < 0.001). Collectively, the three variables explain 55.4% of the variance, highlighting the decisive role of pedagogical innovation in the pesantren context. Novelty/Originality of this study: The study’s originality lies in its integrative model that simultaneously examines managerial, curricular, and pedagogical dimensions within the pesantren, a context rarely studied empirically. The practical implication emphasizes the importance of strengthening teachers' pedagogical innovation to enhance learning quality in multicultural and digital educational environments.
Sistem Kerja Otak pada Neurosains dalam Upaya Meningkatkan Pembelajaran PAI di Era Society 5.0 Restu Abdiyantoro; Sutarto Sutarto; Dewi Purnama Sari; Aida Rahmi Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i2.75

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penggunaan neurosains dalam pembelajaran PAI, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagian dan sistem kerja otak serta peranannya dalam pembelajaran PAI di era society 5.0, sumber primer dan sumber sekunder, Sumber data primer dalam penelitian ini menggunakan Guru Milenial dan tantagan society 5.0 yang di tulis oleh Hani Rafiqo dan Richardus eko indrajid serta jurnal mengenai neurosains dan data sekunder yang di gunakan jurnal dan buku buku yang relavan, hasil penelitian ini menunjukan bahwa pentingnya seorang guru memahami fungsi otak dalam merancang, melaksanakan pembelajaran serta komunikasi antara guru dan siswa agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal.
Kinerja Tenaga Kependidikan di Era Digital: Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Layanan Akademik Pascasarjana IAIN Curup Dewi Purnama Sari; Sutarto
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7237

Abstract

Penelitian mixed methods dengan desain sequential explanatory bertujuan untuk menganalisis kepuasan mahasiswa terhadap kinerja tenaga kependidikan Pascasarjana IAIN Curup. Populasi sekaligus menjadi sampel dan informan penelitian adalah mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Curup berjumlah 21 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan 14 item pernyataan yang valid dan reliabel. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan IMB SPSS Statistics 30.0.0, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan model analisis data Miles dan Huberman melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik yang diberikan oleh tenaga kependidikan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3.75. Aspek kepastian atau assurance memiliki tingkat kepuasan sangat tinggi dengan nilai rata-rata 80,95, sedangkan aspek empati atau empathy memperoleh nilai rata-rata paling rendah, yaitu 66,35, dengan tingkat kepuasan sedang. Ada beberapa hal yang menyebabkan mahasiswa memberikan respon positif yaitu mahasiswa merasa terbantu, tenaga kependidikan bersikap responsif, adanya prosedur yang jelas, bersikap ramah serta sigap dalam memberikan pelayanan akademik.
Implementasi Metode Discovery Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SDN 89 Rejang Lebong Mutiara Mahardika; Rana Meiyanda; Wahyu Asbabul Jannah; Sutarto; Aida Rahmi Nasution
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026 in Press
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v8i1.18390

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the discovery learning method in Islamic Religious Education (PAI) learning at SDN 89 Rejang Lebong. The research employed a qualitative field research approach to obtain an in-depth understanding of the learning process carried out in the classroom. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving Islamic Religious Education teachers and students as research subjects. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results showed that the implementation of discovery learning was carried out systematically through planning, implementation, and evaluation stages. The application of this method succeeded in increasing students’ learning motivation, activeness, critical thinking skills, collaboration, and self-confidence during the learning process. Teachers acted as facilitators who guided students in discovering concepts independently through discussions, observations, and problem-solving activities. The findings indicate that discovery learning creates a more interactive, student-centered, and meaningful learning environment in Islamic Religious Education. This study contributes theoretically to strengthening constructivist learning theory and practically provides an alternative innovative learning strategy for improving the quality of Islamic Religious Education learning in elementary schools.
Pendekatan Brain-Based Learning dalam Pendidikan Abad 21: Perspektif Neuroscience dan Keterampilan 6C Rio Pujangga; Sasi Hanila; M. Azimmullah Ilyas; Sutarto Sutarto; Aida Rahmi Nasution
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1127

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan 6C sebagai kompetensi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global. Kondisi tersebut memerlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi Brain-Based Learning dalam pendidikan abad ke-21 melalui perspektif educational neuroscience dan pengembangan keterampilan 6C. Penelitian menggunakan metode library research dengan teknik content analysis terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Brain-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna sesuai dengan cara kerja alami otak. Pendekatan ini berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, kesadaran sosial, dan pembentukan karakter peserta didik. Perspektif neuroscience juga menunjukkan bahwa emosi, motivasi, perhatian, dan pengalaman belajar berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran. Namun, implementasi Brain-Based Learning masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman pendidik mengenai neuroscience pendidikan dan keterbatasan fasilitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kompetensi guru dan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
STRUKTUR OTAK, TINGKAH LAKU MANUSIA, DAN PROSES BELAJAR DALAM PERSPEKTIF NEUROSAINS Revan Marhamah; Jerri Sundari; Feni Karya Utami; Sutarto Sutarto; Aida Rahmi Nasution
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1141

Abstract

Neurosains merupakan ilmu yang mempelajari sistem saraf dan otak manusia serta hubungannya dengan tingkah laku dan proses belajar. Kajian neurosains dalam pendidikan menjadi penting karena proses belajar berkaitan langsung dengan cara kerja otak dalam menerima, mengolah, dan menyimpan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur otak manusia, tingkah laku manusia, dan proses belajar dalam perspektif neurosains. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dari berbagai buku dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur otak terdiri atas beberapa bagian utama, yaitu cerebrum, cerebellum, batang otak, dan sistem limbik yang memiliki fungsi berbeda namun saling berkaitan. Tingkah laku manusia dipengaruhi oleh aktivitas sistem saraf, pengalaman, lingkungan, serta kondisi emosional individu. Selain itu, proses belajar terjadi melalui pembentukan koneksi antarneuron di dalam otak yang dipengaruhi oleh perhatian, motivasi, pengulangan, dan suasana belajar. Dengan demikian, pendekatan neurosains dapat membantu pendidik memahami cara kerja otak sehingga proses pembelajaran dapat dirancang lebih efektif, aktif, dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Challenges Faced by Instructors in Implementing Non-Formal Islamic Religious Education Integrated with Religious Moderation in Suro Bali Village, Ujan Mas Sub-District, Kepahiang Regency Sibuan Sibuan; Hendra Harmi; Sutarto Sutarto; Aida Rahmi Nasution
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 7 No. 2 (2026): March - June
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v7i2.2203

Abstract

This study investigates the challenges faced by non-formal Islamic education instructors in integrating religious moderation (moderasi beragama) values at the village level. Conducted in Suro Bali Village, Ujan Mas Sub-district, Kepahiang Regency — a unique community where Muslim and Hindu residents coexist harmoniously — this research employs a descriptive qualitative approach through observation, documentation, and in-depth interviews with 17 students and 3 instructors. The findings reveal that non-formal Islamic Education (PAI) in Suro Bali is implemented through a textual-contextual approach that connects Quranic teachings with local social realities. However, instructors face significant internal problems, including limited methodological competence in teaching moderation creatively, psychological burdens in maintaining narrative neutrality, and dual-role workloads as community figures. External challenges include a lack of contextual teaching modules relevant to the local multicultural setting, minimal digital infrastructure, and insufficient institutional support in the form of structured training for non-formal instructors. Despite these constraints, instructors independently improvise using local wisdom as instructional media, maintain personal dialogue with Hindu religious leaders, and develop digital literacy as a counter-narrative to intolerant content on social media. This study recommends structured capacity-building programs for non-formal Islamic education instructors in religiously diverse rural areas.
Aplikasi Neurosains dalam PAI Perencanaan dan Pelaksanaan Problem Based Learning untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis mega fitri; Dewi Purnama Sari; sutarto sutarto; Aida Rahmi Nasution
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 2 No. 3 (2024): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijmst.v2i3.309

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penerapan neurosains dalam pembelajaran PAI, tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menyusun strategi untuk mengatasi kendala dan hambatan dalam mengoptimalkan penggunaan aplikasi neurosains dalam pembelajaran PAI, sumber primer dan sumber sekunder, Sumber data primer dalam penelitian ini menggunakan jurnal mengenai neurosains dan Pembelajaran PAI dan data sekunder yang di gunakan jurnal dan buku buku yang relavan, hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pendekatan neurosains dan Problem-Based Learning (PBL) memiliki peran penting dalam meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pendekatan neurosains memanfaatkan pengetahuan tentang sistem syaraf otak untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, sementara PBL menekankan pada pembelajaran aktif melalui pemecahan masalah kompleks. Saran yang dapat diterapkan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan neurosains dan PBL dalam PAI. Dari menyusun capaian pembelajaran hingga memilih model, strategi, pendekatan, dan metode pembelajaran yang tepat, setiap aspek perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran akan dibahas secara detail.
Co-Authors Abdul Mukti Aida Rahmi Nasution Aida Rahmi Nasution Aida Rahmi Nasution Arfani Fernando Fahmi Asri Karolina Baryanto Baryanto Deli Susanti Deri Wanto Deri Wanto Desfitranita Desfitranita Destriani Dewi Purnama Sari Dewi Purnama Sari Dewi Purnama Sari Didi Kosmanto Dina Hajja Ristianti Emmi Kholilah Harahap Endang Prastuti Erik Wiranata Faham Syah Fakhruddin Fakhruddin Fakhruddin Feni Karya Utami Guntur Putrajaya Hamengkubuwono Hamengkubuwono Hamengkubuwono Hamengkubuwono Hamengkubuwono Hamengkubuwono Hartini Hartini Helma Heryati Hendra Harmi Henri Halomoan Siregar Herwin Wijaya Idi Warsah Idi Warsah Idi Warsah Indrayanto Indrayanto Irwan Fathurrochman Jenny Fransiska Jerri Sundari Jumira Warlizasusi Jumira Warlizasusi Jumira Warlizasusi Khusnul Khotimah Linda Ayu Syafitri Lukman Asha M. Azimmullah Ilyas Mega Fitri Muhammad Idris Murni Yanto Mutiara Mahardika Ngadri Ngadri Nopi Irawan Novita Sari Okni Aisa Mutiara Sendi Oktia Anisa Putri Oktia Anisa Putri Putri Handayani Qhibah Saan Rahmat Iswanto Rana Meiyanda Rani Selviani Repi Arianto Restu Abdiyantoro Revan Marhamah Ria Sandi Rifanto bin Ridwan Rini Rini Rio Pujangga Ririn Eka Monicha Ririn Trinanda Roby Krismoniansyah Ruly Morganna Rusni Elda Sandiya Desti Ayunisyah Sasi Hanila Sibuan Sibuan Siti Komariah Sri Wahyuni Sihombing Sumarto Sumarto Sumarto Sumarto Sutrisno Sutrisno Syafriyadin Syafriyadin Syahrial Dedi Syahrial Dedi Tika Dwi Aprilia Tri Lestari Tri Lestari Wahyu Asbabul Jannah Wita Anggaini Wiwik Damayanti Wiwin Candra Yusman Haris