Articles
SCIENCE PRE SERVICE TEACHERS BELIEF ON ASSESMENT
Ridwan Efendi;
Nuryani Y Rustaman;
Ida Kaniawati
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 22, No 1 (2017): JPMIPA: Volume 22, Issue 1, 2017
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18269/jpmipa.v22i1.8386
This study aims to reveal personal beliefs of prospective science teachers about assessment. The study involved 46 prospective science teachers who have passed the 7th semester the course evaluation. Personal beliefs of prospective science teachers about assessment revealed using Personal Beliefs about Assessment Scale (SKDA). SKDA developed based on standards of assessment literacy and construct validity is done using Rasch models, with a Cronbach Alpha value of 0.93. Analysis and classification level of personal beliefs of prospective science teacher about assessment is done using the Rasch model is based on the logit ability of prospective science teachers based on the separation. The results showed that personal beliefs of prospective science teachers about assessment varies between two or three levels, depending on the standard of assessment literacy. There are still some aspects of the assessment of each standard that is trusted or considered less important by prospective teachers of science, namely: 1) consider the learning targets, learning experiences, and learning decision in choosing methods of assessment; 2) using the existing assessment and available in developing assessment methods; 3) interpret summary score; 4) use the assessment results to decision-making about the school and curriculum development; 5) consider extracurricular activities when developing procedures for judging; 6) report the result to another level with appropriate means and methods; and 7) to know when the assessment results are used inappropriately/inappropriate by others.AbstrakStudi ini bertujuan mengungkap kepercayaan calon guru sains tentang asesmen. Studi melibatkan 46 mahasiswa calon guru sains semester 7 yang telah lulus perkuliahan evaluasi pembelajaran. Kepercayaan calon guru sains tentang asesmen diungkap dengan menggunakan Skala Kepercayaan Diri Asesmen (SKDA). SKDA dikembangkan mengacu pada standar literasi asesmen dan validitas konstruk dilakukan dengan menggunakan Rasch model, dengan nilai Cronbach Alpha 0,93. Analisis dan pengelompokkan level kepercayaan calon guru sain tentang asesmen dilakukan menggunakan Rasch Model berdasarkan nilai logit kemampuan calon guru sains berdasarkan nilai separation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan calon guru sains tentang asesmen bervariasi antara dua atau tiga level kepercayaan, bergantung pada standar literasi asesmen. Masih terdapat beberapa aspek tentang asesmen pada masing-masing standar yang dipercaya kurang dipertimbangkan atau penting oleh calon guru sains, yaitu: 1) mempertimbangkan target belajar, pengalaman belajar, dan keputusan pembelajaran dalam memilih metode asesmen; 2) menggunakan penilaian yang ada dan tersedia dalam mengembangkan metode asesmen; 3) menginterpretasi rangkuman skor; 4) menggunakan hasil asesmen untuk untuk pengambilan keputusan tentang pengembangan sekolah dan kurikulum; 5) mempertimbangkan aktivitas ekstrakurikuler ketika mengembangkan prosedur menilai; 6) melaporkan hasil penilaian kepada pendidikan lain dengan cara dan metode yang tepat; dan 7) mengenal kapan hasil penilaian digunakan secara tidak tepat/pantas oleh orang lain.
Karakterisasi Tes Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Berdasarkan Teori Respon Butir
Sri Mulyani;
Ridwan Efendi;
Taufik Ramlan Ramalis
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika
Publisher : Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.499 KB)
|
DOI: 10.52434/jpif.v1i1.1006
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tes keterampilan pemecahan masalah Fisika berdasarkan teori respon butir. Metode dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan dengan desain penelitian kontruksi dan validasi, instrumen yang dibuat peneliti didasarkan pada lima indikator yang merujuk pada tahapan strategi keterampilan pemecahan masalah pada Robust Assessment Instrument For Student Problem Solving yang dikembangkan oleh Doctor dan Heller. Partisipan dalam penelitian ini yaitu siswa SMA Kelas XI. Hasil analisis dari kurva karakteristik tes dengan menggunakan teori respon butir menunjukkan bahwa tes memiliki parameter tingkat kesukaran (b) yang termasuk dalam kategori sedang, dan daya pembeda (a) dengan kategori tes memiliki parameter daya pembeda (a) yang baik. Secara umum interpretasi dari tes yang dikonstruksi dapat menilai keterampilan pemecahan masalah siswa dengan kemampuan rendah hingga sangat tinggi. Kata kunci: keterampilan pemecahan masalah, kontruksi dan validasi, teori respon butir
PENGGUNAAN ADAPTASI INSTRUMEN EPEPECT UNTUK MEMBEDAKAN SISWA YANG MENGALAMI MISKONSEPSI DAN MENGETAHUI TINGKAT MISKONSEPSI SISWA MA KELAS XII PADA KONSEP MEDAN LISTRIK, POTENSIAL LISTRIK DAN ENERGI POTENSIAL LISTRIK
Muhammad Iqbal;
Achmad Samsudin;
Ridwan Efendi
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/luminous.v1i1.3454
Tujuan penelitian adalah untuk membedakan siswa yang mengalami miskonsepsi dan mengetahui tingkat miskonsepsi siswa terhadap konsep medan listrik, potensial listrik, dan energi potensial listrik dengan menggunakan adaptasi instrumen The Electric Potential and Electric Potential Energy Concept Test (EPEPECT). EPEPECT merupakan instrumen yang berupa pilihan ganda disertai dengan tingkat keyakinan pada tiap nomornya. Adaptasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan opsi pada pilihan ganda, sehingga tidak menggunakan reasoning terbuka dengan tujuan siswa tidak memberikan jawaban diluar opsi yang diberikan. Penelitian menggunakan metode survei yang termasuk kedalam pendekatan kuantitatif non-eksperimen. Teknik pengambilan sampel berupa sampel bertujuan (purposive sample). Sampel penelitian 164 siswa yang berada di empat sekolah Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten dan Kota Cirebon. Untuk membedakan siswa yang mengalami miskonsepsi dan mengetahui tingkat miskonsepsi siswa, dilakukan perhitungan dengan merujuk pada format respons siswa yang terdapat pada Tesis Vatansever. Penelitian menggunakan 5 soal yang telah di adaptasi yang mencakup konsep medan listrik, potensial listrik dan energi potensial listrik. Berdasarkan penelitian, kecenderungan jawaban siswa yang mengarah ke miskonsepsi terdapat pada kategori greatest possible misconception, sebesar 32% untuk konsep medan listrik, sedangkan sebesar 31% pada konsep potensial listrik dan konsep energi potensial listrik sebesar 23%. Tingkat miskonsepsi siswa, sebanyak 75 siswa terjadi miskonsepsi rendah (low misconception) yakni pada rentang 0-14 dan 89 siswa terjadi miskonsepsi tinggi (high misconception) pada rentang 16-28.
PENGUATAN DAN PENDAMPINGAN KOMPETENSI ASESMEN AUTENTIK PENALARAN TINGKAT TINGGI PADA GURU SAINS MTS JAWA BARAT
Ridwan Efendi;
Nuryani Y Rustaman;
Winny Liliawati;
Suhara
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (721.794 KB)
Abstract The ability of junior high school science teachers in making item question to measure high order thinking skills is very low and relevanless between the items with science competence and the curiculum. Therefore, it is necessary to strengthen and guiding junior high school science teachers in the form of workshop. Workshop was carried out through three webinars of strengthening materials (science, learning and assessment, Analysis of Basic Science Competencies for SMP/MTs, and authentic assessment of high-level reasoning) and online mentoring using google classroom and WhatsApp Group for two weeks. To explore the competence of Science teachers in constructing high-level reasoning items, task-rubrics and questionnaire responses from participants to the workshop were used. Nine sets of Science test questions were produced as a product of the workshop. Of the 31 MTs Sains teachers, after the workshop it was detected that most (25) participants were able to compile high-quality science items (80%), some (20%) still needed continuous improvement. Based on the questionnaire, it is known that science teachers want to continue to improve their competence in understanding and constructing high-level reasoning problems. Abstrak Kemampuan guru sains SMP dalam membuat butir soal untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat rendah dan kurang relevan antara butir soal dengan kompetensi sains dan kurikulum. Oleh karena itu perlu dilakukan penguatan dan pendampingan guru sains SMP dalam bentuk workshop. Workshop dilaksanakan selama lima minggu melalui tiga kali webinar penguatan materi (sains, pembelajaran dan asesmen, Analisis Kompetensi Dasar Sains SMP/MTs, dan Asesmen autentik penalaran tingkat tinggi) dan pendampingan secara daring menggunakan google classroom dan WhatsApp Group selama dua minggu. Untuk menggali kompetensi guru Sains dalam mengkonstruksi butir soal penalaran tingkat tinggi digunakan task-rubrik dan angket respon peserta terhadap workshop. Sembilan set soal tes Sains dihasilkan sebagai produk lokakarya. Dari 31 guru MTs Sains, setelah workshop terdeteksi bahwa sebagian besar (25) partisipan mampu menyusun butir soal IPA berkualitas tinggi (80%), sebagian (20%) masih perlu perbaikan berkelanjutan. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa guru sains ingin terus meningkatkan kompetensinya dalam memahami dan mengkonstruksi soal penalaran tingkat tinggi.
Development of Questionnaire to Evaluate Students’ Perception about Real and Virtual Refutational Laboratory: A Rasch Measurement Approach
Andi Moh Amin;
Andi Suhandi;
Ridwan Efendi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2023): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/jpf.v11i1.9228
This study aims to develop the questionnaire of students’ perception about the real and virtual refutational laboratory which is a misconception remediation method adapted from refutation text using a new approach i.e., laboratory. This study was a quantitative description that involved 53 students (12 males and 41 females) chosen using purposive sampling. The students were initially given a trial questionnaire after receiving a misconception remediation treatment using a real and virtual laboratory method in different classes. The validity and reliability of the instrument were analyzed using Rasch Model. The analysis result reveals that the Cronbach's alpha was 0.61 (enough category), the item reliability was 0.82 (good category) and the person reliability was 0.31 (less variance in students' answers). Meanwhile, based on the validity test, the raw variance was obtained from measures of 29.4% reaching the minimum criteria range of 20%. The Differential Item Function (DIF) test based on gender results revealed that an item was biased (p=0.0435), whereas, there is no biased instrument based on the kind of class in the Differential Item Function test study. The analysis demonstrates that after correcting and deleting some items that did not match based on its criteria, this instrument may be used to gather information on students’ perception regarding the implementation of laboratory learning methods or the like in a valid and reliable way by the researchers and teachers.
Mendeteksi Keajegan Butir Tes Dengan Fungsi Informasi
Rahmadhani Mulvia;
Taufik Ramlan Ramalis;
Ridwan Efendi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (639.097 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i1.66
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keajegan butir tes dengan fungsi informasi dari teori respon butir. Keajengan informasi dalam pengukuran dikenal dengan reliabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan dengan desain ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement, and Evaluation). Partisipan pada penelitian ini terdiri dari 5 ahli dan 280 peserta didik SMA yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dan angket kebiasaan berpikir ilmiah. Lembar validasi digunakan pada tahap development yang terdiri dari 6 aspek mencakup konstruk, konten dan bahasa. Angket kebiasaan berpikir ilmiah digunakan pada tahap implement yang terdiri dari 22 butir tes dan dinyatakan layak untuk diujicobakan oleh ahli. Data yang diperoleh dari lembar validasi dianalisis dengan menggunakan Many Facet Rasch Model berbantuan program Minifac dari Winstep sehingga dinyatakan layak untuk diuji cobakan. Data dari tahap implement dianalisis dengan menggunakan graded response model berbantuan program eirt. Hasil yang diperoleh adalah sebagian besar dari instrumen baik digunakan untuk mengukur kebiasaan berpikir ilmiah dan dapat mengukur tingkat kemampuan dari tingkat yang rendah sampai tingkat yang tinggi. Oleh karena itu, sebagian besar butir tes dapat diimplikasikan dalam pengukuran kemampuan kebiasaan berpikir ilmiah yang dimiliki oleh peserta didik.
Pengembangan dan Karakterisasi Tes Keterampilan Berpikir Kritis Materi Tekanan berdasarkan Teori Respon Butir
Revi Novia;
Taufik Ramlan Ramalis;
Ridwan Efendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.487 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20181
Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan yang harus dimiliki siswa pada abad 21. Dalam dunia pendidikan, keterampilan berpikir kritis siswa dapat diketahui melalui penilaian menggunakan alat ukur keterampilan berpikir kritis. Namun pada kenyataannya masih jarang sekali pendidik menyusun alat ukur yang dapat merangsang siswa untuk berpikir kritis. Alasan utamanya dikarenakan sulitnya mengkonstruksi dan menganalisis alat ukur keterampilan berpikir kritis karena membutuhkan waktunya yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengkarakterisasi tes keterampilan berpikir kritis berdasarkan teori respon butir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan. Tes dikonstruk berdasarkan 16 subskill dari 6 aspek keterampilan berpikir kritis pada materi tekanan. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 151 siswa di enam SMP di Lembang. Analisis data dalam peneltian ini berdasarkan teori respon butir dan dibantu dengan software IRTPRO4.2 Student. Hasil analisis dari kurva karakteristik tes menunjukkan bahwa parameter kesukaran ( terentang antara -0,15 sampai 0,92 dengan indeks kesukaran termasuk dalam kategori sedang dan parameter daya pembeda (a) benilai 0,49 yang berarti tes memiliki daya pembeda yang baik. Perpotongan antara total fungsi informasi dan SEM (standard error measurement) berada pada rentang -1,10 sampai 1,7. Hal ini berarti, keseluruhan tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dari tingkat kemampuan rendah (dibawah rata-rata) sampai kemampuan tinggi (diatas rata-rata). Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, pengembangan dan karakterisasi, teori respon butir ABSTRACK Critical thinking skills are the skills students must have in the 21st century. in the world of education, students' critical thinking ability can be seen through assessment use the critical thinking skill test. But in reality it is rare the educators to prepare a measurement tool that can stimulate students to think critically. The main reason because is difficult in building and analyzing critical thinking skills because it takes a long time. This study aims to develop and characterize critical thinking skills tests based on item response theory. The research method used is a method of development. The test is built on the basis of 16 subskill of 6 aspects of critical thinking skills in the pressure material. Participants in this study were 151 students in six middle schools in Lembang. The analysis of the data of this research is based on item response theory and assisted by using software IRTPRO4.2 Student. The result of analysis from characteristic curve of the tests show that the parameter of level of difficulty (b) between -0.15 to 0.92 with index of level of difficulty included in the medium category and parameter of discriminating power (a) value of 0.49 which means that the test has a good category. The information function amount 18,83 and the intersection between the total information function and SEM (standard measurement error) is in the range -1.10 to 1.7. This means, the test is valid and it can be used to measure the critical thinking ability of low levels (below average) until the high ability levels (above average). Keywords: critical thinking skill, development and characterization, item response theory
KARAKTERISASI TES PENALARAN ILMIAH (TPI) PADA MATERI HUKUM GRAVITASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ITEM RESPONSE THEORY
Indri Liani Sartika;
Ridwan Efendi;
Taufik Ramlan Ramalis
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.712 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.6923
ABSTRAK Penalaran ilmiah merupakan keterampilan penting yang seharusnya dimiliki siswa pada abad ke-21. Namun, kemampuan ini di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari hasil tes PISA dimana peringkat Indonesia berada di posisi 64 dari total 72 negara. Salah satu bentuk penanggulangan permasalahan tersebut, peneliti melakukan karakteristik Tes Penalaran Ilmiah (TPI) pada materi hukum gravitasi dengan menggunakan item response theory. Tes dilakukan pada siswa SMA kelas X dan XI MIA di lima sekolah negeri di kota Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain konstruksi dan validasi. Data dianalisis menggunakan partial credit model, 15 dari soal 14 yang dikonstruksi soal memiliki indeks kesukaran antara -2b2 artinya tergolong dalam kategori baik. Soal reliabel untuk kemampuan siswa rendah, sedang, dan tinggi karena bernilai -0,12. Kata Kunci: Penalaran Ilmiah; Item Response Theory; Partial Credit Model ABSTRACT Scientific reasoning is an important skill that students should have in the 21st century. However, this ability in Indonesia is still relatively low. This is evident from the results of the PISA test where Indonesia ranked in position 64 of a total of 72 countries. One form of overcoming these problems, researchers do characteristic of Scientific Reasoning Test (TPI) on gravity law material by using item response theory. The test was conducted on high school students of class X and XI MIA in five public schools in Bandung. The method used in this research is quantitative method with construction design and validation. Data were analyzed using a partial credit model, 15 of which 14 constructed about having an index of difficulty between -2≤b≤2 means belonging to either category. Reliable problem for low, medium, and high student ability because it is worth -0,1-2. Keywords: Scientific Reasoning Test; Item Response Theory; Partial Credit Models
KARAKTERISASI SOAL TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN ANALISIS ITEM RESPONSE THEORY PADA MATERI FLUIDA STATIS
Popon Komala;
Ida Kaniawati;
Ridwan Efendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.167 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.7755
ABSTRAK Berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan yang dianggap sangat penting dalam keterampilan abad-21 dan merupakan tujuan utama dalam pendidikan sains, namun perhatian yang cukup belum diberikan terhadap pengukuran keterampilan berpikir kritis pada domain sains tertentu seperti fisika. Penelitian ini berisikan konstruksi dan karakterisasi soal yang dirancang untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis. Karakterisasi soal ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas soal keterampilan berpikir kritis dengan kategori memberikan alasan (verbal reasoning), pengujian hipotesis (hypothesis testing), analisis argumen (argument analysis), kemungkinan dan analisis ketidakpastian (likelihood and uncertainty analysis), serta pemecahan masalah dan pembuatan keputusan (problem-solving and decisioan making). Versi pertama dari soal diujicobakan kepada 11 orang siswa kelas X MIPA (N=11), ujicoba ini meliputi wawancara kognitif dan pelaksanaan uji coba skala kecil. Setelah itu dibuat modifikasi dan soal diujicobakan kepada subjek uji yang berbeda yaitu kelas X MIPA dan kelas XI IPA (N=50). Hasil dari ujicoba ini menunjukkan 15 dari 17 butir soal ini adalah valid untuk subjek uji yang memiliki tingkat kemampuan rata-rata sampai kemampuan tinggi sementara reliabiitas soal tes menunjukkan bahwa 13 soal reliabel untuk subjek uji yang memiliki kemampuan rata-rata dan empat soal lainnya reliabel untuk subjek uji yang memiliki kemapuan tinggi (diatas rata-rata). Berdasarkan temuan tersebut dapat dinyatakan bahwa soal yang telah dibuat mampu untuk mengukur keterampilan berpikir kritis pada materi fluida statis untuk subjek uji yang memiliki kemampuan rata-rata dan diatas rata-rata. Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis; Karakterisasi; Konstruksi; Validitas, Reliabilitas