Claim Missing Document
Check
Articles

Peran SIMKARI dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kejaksaan di Era Digital pada Kejaksaan Tinggi Gorontalo Khairunnisa Ahmad; Selvia Ningsi Panigoro; Wulandari Putri Radjak; Fadillah Abdullah; Indriyani Lumentut; Sri Yulianty Mozin; Rahmatia Pakaya
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i2.4798

Abstract

This research examines the role of SIMKARI (Sistem Informasi Manajemen Kejaksaan) in enhancing transparency and accountability at the High Prosecutor’s Office of Gorontalo in the digital era. The implementation of SIMKARI, as a digital management information system, is aimed at improving the efficiency of data management, monitoring, and reporting within the institution. Through qualitative research methods including literature study, observation, and interviews with key stakeholders at the High Prosecutor’s Office of Gorontalo, this study identifies both the benefits and challenges associated with SIMKARI's use. The results indicate that SIMKARI has significantly contributed to the transparency of public information and the accountability of internal performance. However, challenges such as limited digital literacy and infrastructure issues remain. The study concludes that continuous improvement and strategic collaboration are necessary to optimize SIMKARI’s effectiveness in supporting a transparent and accountable justice system.
Penerapan E-Government melalui Aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) di BKKBN Provinsi Gorontalo Zhafirah Nuralifya Rilani Kasim; Yanti Aneta; Sri Yulianty Mozin
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i1.5161

Abstract

This study aims to analyze the availability of data centers and regional promotion needs in supporting e-government implementation through the Family Information System Application (SIGA) at BKKBN Gorontalo Province. It also assesses how SIGA and its integrated dialog features contribute to public services. The findings indicate that data input in SIGA has reached 100%, covering family planning services, field supervision, and families at risk of stunting, both in monthly and annual reports. However, this completeness does not fully reflect field realities, particularly regarding youth groups outside formal education who remain underdocumented. Despite this, SIGA data has become a reference for regional health information policy development. Overall, SIGA has improved public service efficiency through fast, accurate, and timely data delivery. Yet, the system remains limited in providing interactive, two-way communication between government and citizens. This study recommends enhancing SIGA’s dialog function and engaging underrepresented community groups to support inclusive and responsive public services.
Implementasi Reformasi Birokrasi Pada Tata Pelaksanaan Layanan Publik Di Kabupaten Bone Bolango: Implementation of Bureaucratic Reform in Public Service Delivery in Bone Bolango Regency Sri Yulianty Mozin; Rahmatia Pakaya; Mohamad Iqshal Botutihe; Tiara Kasih Salihi; Irmawati Aripin; Muhammad Fajri Sulhandi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9220

Abstract

Reformasi birokrasi merupakan salah satu strategi utama dalam meningkatkan kualitas tata pelaksanaan layanan publik di Indonesia. Kabupaten Bone Bolango sebagai salah satu daerah otonom di Provinsi Gorontalo menghadapi tantangan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi reformasi birokrasi pada tata pelaksanaan layanan publik di Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi reformasi birokrasi di Bone Bolango telah berjalan melalui penyederhanaan prosedur, pemanfaatan teknologi informasi, dan peningkatan kompetensi aparatur. Namun, tantangan masih muncul berupa keterbatasan sumber daya manusia, resistensi perubahan, serta kurangnya optimalisasi sistem pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih adaptif dan inovatif agar tujuan reformasi birokrasi dapat tercapai secara maksimal.
Program Strategis Reformasi Birokrasi Sebagai Upaya Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Di Indonesia: Strategic Bureaucratic Reform Program as an Effort to Transform Governance in Indonesia Sri Yulianty Mozin; Rahmatia Pakaya; Nadila Liputo; Zaskia Shalwa Lawani; Fatralisa D. Pulanding; Rini Ramadhani; Rizky Ayulia Sari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9250

Abstract

Reformasi birokrasi merupakan langkah strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual program strategis reformasi birokrasi sebagai upaya transformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia, dengan penekanan pada penguatan kompetensi aparatur sipil negara dan digitalisasi pelayanan publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang menelaah berbagai sumber sekunder seperti dokumen kebijakan, artikel ilmiah, laporan penelitian, dan peraturan perundangan terkait reformasi birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di Indonesia telah mengarah pada perubahan paradigma dari pola kerja administratif menuju tata kelola berbasis kinerja yang memanfaatkan teknologi digital melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Program strategis reformasi birokrasi berperan penting dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan akuntabel, serta mendorong integrasi kebijakan lintas sektor untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan partisipatif. Namun, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, kesenjangan infrastruktur digital, dan resistensi budaya birokrasi terhadap perubahan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan digital, evaluasi berbasis hasil, serta pemerataan literasi teknologi sebagai kunci keberhasilan reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang modern, inovatif, dan berkelanjutan.
Kelembagaan Pemerintahan Di Era Smart Governance: Strategi Reformasi Menuju Pelayanan Publik Berbasis Teknologi: Government Institutions in the Smart Governance Era: Reform Strategies Towards Technology-Based Public Services Sri Yulianty Mozin; Rahmatia Pakaya; Maya Anggraini; Ni Made Amanda; Dea Ayu Lestari; Moh Prayuda Sampara; Astri Hasniyantri Lanio
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9317

Abstract

Studi ini menekankan pada strategi reformasi institusi pemerintahan di Indonesia untuk memenuhi tuntutan era smart governance yang mengutamakan peningkatan pelayanan publik melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Makna studi ini terletak pada pentingnya reformasi birokrasi agar dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan digital yang mendorong terbentuknya pengelolaan pemerintahan yang terbuka, efisien, dan melibatkan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan dan praktik reformasi institusi dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan digital. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka mengenai kebijakan nasional, artikel ilmiah, dan laporan penelitian yang terkait. Analisis menunjukkan bahwa inisiatif seperti Sistem Pemerintahan Elektronik (SPBE), e-Government, dan kota cerdas terbukti meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi informasi, serta partisipasi masyarakat. Walaupun demikian, proses reformasi tetap menghadapi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi pegawai, fragmentasi regulasi, dan penolakan budaya birokrasi. Penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengintegrasian sistem informasi antar lembaga, peremajaan regulasi yang fleksibel, serta pengembangan budaya inovasi merupakan langkah strategis menuju birokrasi yang responsif dan berfokus pada pelayanan publik digital yang berkelanjutan.
Perubahan Pola Pikir Dan Budaya Kerja ASN Dalam Era Digitalisasi Reformasi Birokrasi Di Indonesia: Changes in the Mindset and Work Culture of Civil Servants in the Era of Digitalization of Bureaucratic Reform in Indonesia Sri Yulianty Mozin; Rahmatia Pakaya; Fardan Rumampuk; Fatmawati Latif; Utami Septiyani Dumbela; Adam Abas; Nurul Nazwa Noho
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9319

Abstract

Reformasi birokrasi adalah upaya sistematis dan menyeluruh untuk menciptakan tata k elola pemerintahan yang baik, bersih, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik. Fokus penelitian ini adalah reformasi pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur. Temuan utama membahas tiga aspek kunci: (1) Penerapan Sistem Merit dalam seleksi jabatan tinggi ASN yang berprinsip kompetisi terbuka dan adil, meski masih berpotensi terkena intervensi politik pada tahap akhir; (2) Pergantian sistem penilaian kinerja dari DP3 ke Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang lebih terukur, namun implementasinya masih dihantui pola pikir lama yang menjadikannya sekadar formalitas; serta (3) Pengenalan Manajemen Talenta sebagai strategi untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan yang kompeten. Disimpulkan bahwa tantangan terbesar reformasi birokrasi SDM bukan hanya pada aspek struktural, tetapi lebih pada perubahan budaya kerja (culture set) dan pola pikir (mindset) aparatur untuk sepenuhnya mengadopsi nilai-nilai meritokrasi, profesionalisme, dan akuntabilitas.
Reformasi Birokrasi SDM Aparatur; Kinerja ASN Dalam Reformasi Birokrasi (Studi Kasus Bandung): Bureaucratic Reform of Human Resources and Civil Servants; Civil Servant Performance in Bureaucratic Reform (Bandung Case Study) Sri Yulianty Mozin; Rahmatia Pakaya; Dwi Sasmindar; Nurferawati Ntelu; Hadidjah Hasan; Vanda Imelda Patuti; Zubaidah Mahmud
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9358

Abstract

Reformasi birokrasi di Indonesia menekankan peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai dasar terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Kota Bandung menjadi contoh nyata melalui kepemimpinan adaptif, inovasi digital, serta pembenahan manajemen sumber daya manusia aparatur. Artikel ini, yang disusun berdasarkan kajian literatur, menelaah kinerja ASN dalam konteks reformasi birokrasi dengan fokus pada kepemimpinan, kompetensi individu, dan manajemen talenta. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemajuan reformasi birokrasi di Bandung banyak dipengaruhi oleh kepemimpinan inovatif serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik yang meningkatkan efisiensi dan responsivitas. Namun, masih terdapat berbagai tantangan seperti rendahnya disiplin ASN, lemahnya penegakan aturan oleh pimpinan, serta resistensi terhadap perubahan struktural seperti peralihan jabatan. Untuk mewujudkan reformasi yang berkelanjutan, diperlukan konsistensi kebijakan, penguatan kapasitas ASN, serta perubahan budaya organisasi. Peningkatan kinerja ASN dalam aspek-aspek tersebut menjadi kunci utama untuk mendukung tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik di tingkat daerah.
Tipologi dan Klasifikasi Perangkat Daerah: Analisis Struktur dan Fungsinya dalam Tata Pemerintahan Daerah Sri Yulianty Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad; Sabrina Meamogu
Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publik Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Presidensial : Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publ
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/presidensial.v2i4.1365

Abstract

This article examines the typology and classification of regional government apparatus in Indonesia by analyzing their structure and functions within local governance. The study draws on recent theoretical literature (2020–2025) and legal frameworks to map how different types of regional apparatus such as executive agencies (“dinas”), supporting agencies (“badan daerah”), secretariat, inspectorate, and territorial units are organized and classified. Using a normative-juridical and conceptual approach, the paper reviews relevant laws, regulations, and academic studies to identify patterns of structural typology and functional differentiation within local governments. The findings reveal that many local governments still apply structural-heavy models rather than functionally tailored organizations, leading to excessive bureaucracy and inefficiency. The analysis suggests that a clearer classification aligned with functional roles can improve governance effectiveness and administrative efficiency. The article concludes by recommending that local governments re-evaluate their organizational structures to better reflect the functional needs of governance, rather than merely replicate structural models.                                                               
Peran Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pembangunan Di Desa Ibarat Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara: The Role of Community Participation in Development Implementation In Ibarat Village, Anggrek District, North Gorontalo Regency Sri Yulianty Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Ibarat, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Partisipasi masyarakat menjadi elemen kunci untuk memastikan pembangunan desa berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi terhadap perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ibarat terlibat aktif dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan melalui Musrenbangdes, pelaksanaan melalui kegiatan gotong royong, hingga pengawasan program desa. Keterlibatan tersebut memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa. Pembangunan fisik yang telah terealisasi meliputi Penerangan Jalan Umum (PJU), jamban sehat, sumur gali, serta sanggar seni. Adapun pembangunan nonfisik mencakup program ketahanan pangan, kesehatan, penguatan BUMDes, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Meskipun demikian, beberapa kendala teknis seperti anggaran terbatas, kondisi cuaca, dan sarana peralatan masih menjadi tantangan. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi harmonis antara pemerintah desa dan masyarakat mampu meningkatkan kualitas pembangunan desa serta memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa (Studi Di Desa Huntulohulawa Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo): Community Participation in Village Development (Study in Huntulohulawa Village, Bongomeme District, Gorontalo Regency) Sri Yulianty Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad; Ainun Marsyida Komendangi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9549

Abstract

Pembangunan desa yang berkelanjutan sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, tingkat, serta faktor pendorong dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa Huntulohulawa, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, serta warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan masih tergolong terbatas dan cenderung bersifat konsultatif, sementara pada tahap pelaksanaan partisipasi masyarakat relatif tinggi melalui kegiatan gotong royong dan keterlibatan langsung dalam pembangunan fisik. Pada tahap pengawasan, partisipasi masyarakat masih bersifat informal dan belum terorganisasi secara sistematis. Faktor pendorong partisipasi meliputi kuatnya budaya gotong royong, kepemimpinan desa yang terbuka, serta adanya program pemberdayaan dan digitalisasi desa. Adapun faktor penghambatnya antara lain rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pembangunan desa, keterbatasan waktu akibat aktivitas ekonomi, keterbatasan akses informasi, serta rendahnya keterlibatan perempuan dalam forum pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan sangat diperlukan melalui penguatan kapasitas masyarakat, transparansi informasi, serta optimalisasi peran seluruh kelompok sosial guna mewujudkan pembangunan desa yang efektif dan berkeadilan.
Co-Authors Abd. Rahman Pakaya Adam Abas Adeliptia Abdullah Adinda Pratiwi Maliki Agung Nugraha Ainun Fauzia Idrus Ainun Fauziah Isnani idrus Ainun Marsyida Komendangi Alexander H. Badjuka Alexander H.Badjuka Alfiyah Agussalim Alfridho Musa Alya Febriliya Usman Anggun Mokodompit Annam, Saiful Arifin Arifin arifin tahir Arit Pratama Putra Lihawa Asna Aneta Astri Hasniyantri Lanio Bala Bakri Cehlsi Olivia Katili Dea Ayu Lestari Djamila Podungge Dwi Amalia Harun Dwi Ayu Hartinah Dwi Sasmindar Edis Adelia Dunggio Ely Ibrahim Fadillah Abdullah Fardan Rumampuk Fatma Nia Kasim Fatmawati Latif Fatralisa D. Pulanding Fazrurrahman Gunibala Fitria Nur Amalia Ismail Hadidjah Hasan Haikal Supu Hartawan, Hartakni Idris Hamdata Indriyani Lumentut Intan Juleyka Halid Intan Nur’Ain Sako Irina Popoi Irmawati Aripin Israh Miranti Wahab Jelita Jelifer Darise Juriko Abdussamad Karmila Djafar Khairunnisa Ahmad Khoirullah Lapasau Lina Syafitri Liswati Abdullah Marcela Puwa Maya Anggraini Meylis Rasid Miranda Djapar Moh Al Rizky K. Ali Moh Nabil U.S Tuki Moh Prayuda Sampara Mohamad Iqshal Botutihe Mohamad Nazril Abjul Muhammad Fajri Sulhandi Nadila Liputo Nafisya Datau Najwa Safana Najwa Safana Ni Made Amanda Nopal R. Abas Nur Padillah Sahibuddin Nurferawati Ntelu Nurul Khikmah Nurul Nazwa Noho Oksin Mawikere Pratia Anggraini Wahap Rahmat Reizal Loleh Rahmatia Pakaya Rahna Juwita Hatta Era Raihan Alamsyah Hilapah Ralda Ivanka A. Labino Rini Ramadhani Riskawati Fitra RITA HULANTU Rizky Ayulia Sari Romy Tantu Rosita Y. Abuba Rosman Ilato Rusli Isa Sabrina Meamogu Saiful Annam Selvia Ningsi Panigoro Sintia Anwar Siti Fadilah Atjil Siti Nurain Tuna Siti Nurcahyati Abdussamad Siti Nurhaliza Labasir Siti Pratiwi Husain Siti Rukiah Yusup Siti Sabrina Kadir Sitti Miskayatul Jannah Sitti Warda Syarif Sri Nandri Yanti Ismail Sri Rahayu Nadia Syarifah Arkani Tiara Kasih Salihi Utami Septiyani Dumbela Vanda Imelda Patuti Vivi Venti Vera Sulila Wal Fajri William Indra S. Mooduto Winda Septiyani Pahude Wulandari Putri Radjak Yacob Noho Nani Yanti Aneta Yasifah Tri Andini Yasifah Tri Lewana Zaskia Shalwa Lawani Zavicka Aulia Natasya Zhafirah Nuralifya Rilani Kasim Zubaidah Mahmud