Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan dan Sosialisasi Hukum Kepastian Hukum Pencatatan Perkawinan di Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Septiayu Restu Wulandari; Ickbal Hofifi Bairuroh; Husein Manalu; Ika Dewi Sartika Saimima
Abdi Bhara Vol. 5 No. 1 (2026): Abdi Bhara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/abdibhara.v5i1.5545

Abstract

Pencatatan perkawinan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh tiap warga negara yang melaksanakan perkawinan. Hal ini dinyatakan dalam Pasal 2 Ayat 2 Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Namun aturan yang ada belum sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat salah satunya di Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukatani menyampaikan bahwa ada lebih dari 100 kepala keluarga yang perkawinan nya tidak tercatat dengan berbagai faktor penyebab salah satunya adalah kurangnya pengetahuan perkawinan pada masyarakat. Penulis melakukan penyuluhan dan sosialisasi hukum perihal pentingnya pencatatan perkawinan dengan tujuan agar masyarakat memahami aturan perkawinan serta hak dan kewajiban setelah perkawinan. Selain itu penyuluhan dan sosialisasi ini juga bertujuan untuk membantu Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Sukatani untuk merealisasikan isbat nikah terpadu atas perkawinan yang tidak tercatat serta untuk mewujudkan Fakultas Hukum Berdampak di Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Sebelum melakukan penyuluhan, penulis terlebih dahulu melakukan penelitian dengan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang undangan dan kasus. Setelah dilakukan penyuluhan dan sosialisasi, masyarakat memiliki tingkat pengetahuan perihal hukum perkawinan yang lebih baik sehingga perkawinan yang tidak tercatat dapat dicatatkan melalui metode isbat nikah. Setelah rangkaian penyuluhan dan sosialisasi ini dilakukan dapat disimpulkan bahwa faktor kurangnya pemahaman perihal dampak negatif dari perkawinan yang tidak tercatat menimbulkan dampak lebih besar berupa maraknya perkawinan tidak tercatat yang akan berdampak lagi kepada hak perempuan sebagai istri dan anak, sehingga penyuluhan dan sosialisasi ini diharapkan dapat membantu seluruh pihak terkait di Kecamatan Sukatani untuk meminimalisir terjadinya kembali perkawinan tidak tercatat sehingga hak perempuan sebagai istri dan anak dapat dilindungi oleh negara..
MODEL PERSUASIF EDUKATIF BAGI MASYARAKAT UNTUK MENDUKUNG PROGRAM ASIMILASI DAN INTEGRASI BAGI NARAPIDANA ANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 Saimima, Ika Dewi Sartika; ,, Noviansyah
Res Judicata Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.282 KB) | DOI: 10.29406/rj.v3i1.2107

Abstract

Issu tentang pembebasan narapidana menimbulkan keresahan di masyarakat. Berita yang beredar dan tidak proposional mengakibatkan masyarakat melakukan penolakan pembebasan narapidana. Masyarakat tidak mendapatkan informasi yang benar terkait pembebasan para narapidana tersebut. Kondisi Lembaga Pemasyarakatan yang sudah over kapasitas mengakibatkan program asimilasi dan integrasi harus segera dilaksanakan agar penyebaran virus covid-19 dapat dihindari. Pembebasan narapidana merupakan program asimilasi dan intergrasi yang sudah diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan dan ketentuan Kementerian Hukum dan Ham Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Penelitian ini dilakukan secara yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan. Pendekatan analisis konsep hukum dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta hukum untuk menentukan model yang dapat digunakan bagi masyarakat  dalam menghadapi pembebasan narapidana. Mendapat labelisasi sebagai narapidana, anak tetap berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Saat menjalani program asimilasi dan integrasi, masyarakat diminta untuk mendukung narapidana anak. Dukungan tersebut merupakan bentuk dari perlindungan hukum terhadap anak meskipun dia seorang narapidana. Penelitian ini menawarkan model persuasif edukatif dengan cara memberdayakan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat dilibatkan dalam program asimilasi dan integrasi melalui model persuasif edukatif yang dilakukan dengan cara melibatkan BAPAS, keluarga, pemuka agama, tokoh masyarakat seperti Ketua Rukun Tetangga maupun Ketua Rukun Warga.Kata kunci: Asimilasi, Integrasi, Narapidana Anak.
Image-Based Revenge Porn: Challenges For Women Victims In Seeking Legal Remedies In Indonesia Ika Dewi Sartika Saimima
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i2.3808

Abstract

Revenge Porn  phenomena that are very appalling in Indonesia are happening to some public figures. Such boundlessly evolving technology ultimately poses online hazards to its users. As intimate images and videos spread across online and social media, women who were victims of revenge pornography could not resist and became increasingly helpless to seek justice for themselves. Women victims of revenge porn violence must fight in the criminal justice system for legal protection over the settlement of their case. Criminalization and sexual gender discrimination are experienced by victims because of the culture of blaming victims, so they are afraid to report to the authorities and get intimidated to pursue a peaceful path. The lack of evidence is also a threat to legal protection for the victims of revenge porn because of the late reporting, so there is no visa or repertum. The law enforcement's understanding of obtaining a minimum of evidence in accordance with the criminal law on sexual violence is also not well implemented.
Co-Authors ,, Noviansyah Afnan Rifai Sulistyo Aidy, Widya Romasindah Al-Amin Amalia Syauket Andrew Kristianto Silalahi Anggreany Haryani Putri Anita Pristiani Rahayu Annisa Tassia Hutagalung Aswanti, Wiwik Atalarik, Annisa Vanka Atmoko*, Dwi Baby Ivonne Susan Kainde Baby Ivonne Susan Kainde Bambang Karsono Clara Ignatia Tobing Cornelia Evelin Cabui Cornelia Evelin Cabui Dede Amirudin Dede Amirudin, Dede Amirudin Diantara Purnama Dwi Andayani Budisetyowati Dwi Atmoko Dwi Atmoko Elfirda Ade Putri Endang Hadrian Fadilah , Anwar Fahdyansyah, Mohammad Aldi Fransiska Novita Eleanora Gatot Efrianto Gatot Efrianto Gola Patria , Valentino Hamonangan, Alexsander Roy Happy Harahap, Hamida Syari Hartono, Budhi Hasibuan, Edi Saputra Hasiholan , Bengat Hipolito B. Quillip Jr Hotma P. Sibuea Hotma P. Sibuea Husein Manalu I Dewa Gede Teguh Artawan I Dewa Gede Teguh Artawan I Wayan Arif Yudistira I Wayan Arif Yudistira Ickbal Hofifi Bairuroh Ickbal Hofifi Bairuroh Ismaniah, Ismaniah Johndex Emanuel S. Villarico Lestari, Tyastuti Sri Makawangkel, Petrus Stefano Roberto Mestika Mentari Mestika Mentari Magenta Mochammad Syafruddin Rezky Sanaky Mochammad Syafruddin Rezky Sanaky Muhammad Luthfi Mursito, Kendhy Ni Kadek Dian Candra Purnama Ni Kadek Dian Candra Purnama Nina Zainab Noviansyah Noviansyah Noviriska Nur Husein Amrah Nuraida, Tia Pardomuan Sibuea, Hotma Pertiwi, Yuarini Wahyu Purnama, Ni Kadek Dian Candra Putri Nadia Putri Nadia Rahadi Budi Prayitno Rahayu , Anita Pristiani Rahmat Saputra Rajanner P Simarmata Ramadan , Ali Reza Ayu Pratiwi Ria Pratiwi, Ria Ria, Ade Rika Sandria Putri Rony, Zahara Tussoleha Rr. Dijan Widijowati Salsiah, Lia Sam Deli Imanuel Dudung Sanaky, Mochammad Syafruddin Rezky Septiayu Restu Wulandari Septiayu Restu Wulandari Sibuea, Hotma P Suandewi , Ni Kadek Suandewi, Ni Kadek Syahban Syahban Tres Priawati Tri Indra Setiawan, Guntur Vicky Vicky Vicky, Vicky Villarico, Johndex Wichitra Yasya Widodo, Aan Widya Romasindah Aidy Wisnu Wardana Kusuma Yunita Yunita Yurnal Yurnal Zakum , Mochammad Sajarod