Claim Missing Document
Check
Articles

Isolation and Characterization of Copper-Resistant Bacteria Pseudomonas alcaligenes CuFr 1.1 and Pseudomonas chengduensis CuFr 1.3 from Tembagapura Mine, Papua: Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Resisten Tembaga Pseudomonas alcaligenes CuFr 1.1 dan Pseudomonas chengduensis CuFr 1.3 dari Pertambangan Tembagapura, Papua Irawati, Wahyu; Pinontoan, Reinhard; Torreno, Jovan Nathanael; Zebua, Satria Putri Aryani; Situmorang, Widya
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2025.5785

Abstract

Abstrak Kontaminasi tembaga di tanah merupakan ancaman serius bagi ekosistem dan kesehatan manusia karena efek toksiknya terhadap tanaman, hewan, dan manusia. Salah satu sumber utama pencemaran ini adalah tambang Tembagapura di Papua. Pendekatan yang efektif untuk mengurangi pencemaran tembaga adalah bioremediasi menggunakan bakteri indigenous yang diisolasi dari lingkungan tercemar karena telah beradaptasi dengan kondisi setempat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengisolasi bakteri resisten tembaga, (2) mengkarakterisasi morfologi koloninya, (3) menguji resistensi terhadap tembaga, dan (4) mengidentifikasi isolat terpilih berdasarkan gen 16S rDNA. Sampel tanah dikumpulkan dari area tambang Tembagapura dan isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Luria Bertani (LB) yang ditambahkan 3 mM CuSO₄. Pengujian resistensi dilakukan dengan metode gores (streak plate) untuk menentukan nilai konsentrasi hambat minimum (MIC). Lima isolat bakteri resisten tembaga yang berhasil diperoleh: CuFr 1.1, CuFr 1.2, CuFr 1.3, CuFr 2.1, dan CuFr 2.2. Di antara kelima isolat tersebut, CuFr 1.1 dan CuFr 1.3 menunjukkan resistensi tertinggi dengan nilai MIC mencapai 9 mM. Identifikasi molekuler berdasarkan sekuens gen 16S rDNA menunjukkan bahwa CuFr 1.1 adalah Pseudomonas alcaligenes, sedangkan CuFr 1.3 adalah Pseudomonas chengduensis. Temuan ini merupakan laporan awal mengenai keberadaan bakteri indigenous resisten tembaga dari tambang Tembagapura. Isolat tersebut menunjukkan potensi besar sebagai biosorben tembaga dan kandidat agen bioremediasi pada lokasi yang terkontaminasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme biosorpsi dan efektivitasnya pada skala lapangan.   Abstract Copper contamination in soil poses a serious threat to ecosystems and human health due to its toxic effects on plants, animals, and humans. One major source of this pollution is the Tembagapura mine in Papua. An effective approach to mitigate copper pollution is bioremediation using indigenous bacteria isolated from contaminated environments, as they are better adapted to local conditions. This study aimed to: (1) isolate copper-resistant bacteria, (2) characterize their colony morphology, (3) assess their resistance to copper, and (4) identify selected isolates based on the 16S rDNA gene. Soil samples were collected from the Tembagapura mining site, and bacterial isolation was performed using Luria Bertani agar supplemented with 3 mM CuSO₄. Resistance testing was conducted using the streak plate method to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Five copper-resistant bacterial isolates were obtained: CuFr 1.1, CuFr 1.2, CuFr 1.3, CuFr 2.1, and CuFr 2.2. Among these, CuFr 1.1 and CuFr 1.3 exhibited the highest resistance, with MIC values reaching 9 mM. Molecular identification using 16S rDNA sequencing revealed that CuFr 1.1 is Pseudomonas alcaligenes, while CuFr 1.3 is Pseudomonas chengduensis. These findings provide the first report of copper-resistant indigenous bacteria from the Tembagapura mine. The isolates show promising potential for development as copper biosorbents and future application as bioremediation agents at contaminated sites. Further research is needed to explore their biosorption mechanisms and performance in field-scale applications.
Edukasi Ilmiah Dan Pengecekan Golongan Darah di Sekolah Lentera Harapan Gunung Moria, Lippo Karawaci, Tangerang Irawati, Wahyu; Silalahi, Destya Waty; Laoli, Beta Mualiman; Artha, David Dharmawan; Orah, Eklesia Taysa; Kosi, Ice Frans; Zega, Yeni Angelina; Tinambunan , Christine Febriandini
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3352

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan oleh Dosen Program Studi Biologi dan kimia Universitas Pelita Harapan serta dibantu oleh mahasiswa Program Studi Fisika. di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria di Jalan Boulevard M.H. Thamrin No. 11 00, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. Siswa SLH Gunung Moria berasal dari Papua. Sebagian besar siswa belum mendapatkan edukasi tentang pentingnya golongan darah. Mereka juga belum mengetahui golongan darah masing-masing. Tujuan dilaksanakannya PkM ini adalah: 1) agar para siswa mengetahui pentingnya seseorang mengetahui golongan darah, 2) agar para siswa mengetahui cara pengecekan golongan darah, serta 3) agar siswa mengetahui golongan darah masing-masing. Kegiatan PkM dilaksanakan pada tanggal 26 September 2023 dengan metode ceramah tanya jawab serta demonstrasi secara langsung. Jumlah peserta adalah 30 orang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Berdasarkan dari hasil evaluasi pelaksanaan PkM melalui pengisian google form menunjukkan bahwa 30 siswa menyadari pentingnya mengetahui golongan darah, memahami cara pengecekan golongan darah, dan meningkatkan kesadaran tentang penghargaan diri terhadap tubuh sebagai ciptaan Allah. Hasil pengecekan yang dilakukan setiap siswa memiliki golongan darah yang bervariasi yakni golongan darah A, B, AB, dan O, masing-masing sebanyak 3 orang, 9 orang,  2 orang, dan 16 orang.
Pelatihan Pembuatan Baglog Mengggunakan Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Produksi Jamur Tiram Putih (Plerotus Ostreatus) Irawati, Wahyu; Nexson Parhusip, Adolf Jan; Matita, Intan Cidarbulan; Dipakalyano, Dipakalyano; Silalahi, Ramses; Laia , Clement Khrisman; Manalu, Damai Yanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.4344

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi sumber protein sebagai kebutuhan setiap hari mengalami peningkatan sehingga dibutuhkan alternatif bahan pangan lebih seperti jamur tiram putih sebagai sumber protein alternatif. Produksi jamur tiram putih di Tangerang akhir-akhir ini menurun karena bahan baku pembuatan baglog sebagai media jamur sulit diperoleh sehingga harganya meningkat. Permasalahan ini juga dialami oleh mitra Oemah Jamur Tangerang pada Perumahan Aster 3, Jl. Cendana 2, Blok A6 No 28, Tangerang. Pelaksanaan kegiatan PkM bertujuan untuk menghasilkan media tanam untuk jamur yang terbaik dengan pemanfaatan limbah pertanian sehingga meningkatkan produksi jamur tiram putih. Metode PDCA digunakan dalam kegiatan PkM yang terbagi menjadi 5 tahap aktivitas yakni pemaparan materi, demonstrasi, aplikasi teknologi, pendampingan dan evaluasi keseluruhan, serta perencanaan keberlanjutan program. Tahap aplikasi teknologi yang dilakukan adalah pengolahan baglog dari limbah pertanian. Formulasi pembuatan baglog adalah: 1) 100% ampas kopi, 50% ampas kopi : 50% serbuk kayu, 10% ampas kopi : 90% serbuk kayu. 2) 100% tongkol jagung, 50% tongkol jagung + 50% serbuk kayu, 10% tongkol jagung + 90% serbuk kayu, 3) 100% kelaras pisang, 50% kelaras pisang + 50% serbuk kayu, 10% kelaras pisang + 90% serbuk kayu, 4) 100% gabah padi, 50% gabah padi + 50% serbuk kayu, 10% gabah padi + 90% serbuk kayu, 5) 100% sekam padi, sekam padi  sebanyak 50% + serbuk kayu sebanyak 50%, 10% sekam padi + 90% serbuk kayu.  Pelaksanaan kegiatan PkM menghasilkan  formulasi baglog dari tongkol jagung 100% yang menyebabkan miselium dari jamur tiram putih mengalami pertumbuhan tercepat dan terbanyak. Baglog dari 100% tongkol jagung dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku baglog untuk meningkatkan produksi jamur tiram putih.
BIBLICAL CHRISTIAN WORLDVIEW ON POST-HARVEST PATHOGENIC FUNGI IN THE TRADITIONAL MARKET CORN SEEDS Christian, Grace Purnamasari; Irawati, Wahyu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v5i1.2928

Abstract

The post-harvest fungi is one of the greatest cause of various diseases. Particularly, in fungus that infects seeds, the toxic substance called aflatoxin is found. This has caused us to wonder: Has fungi been pathogenic fungi since the beginning of creation? The purpose of this research is to study: 1) The Place of Fungi in God’s Original Creation and the Origin of Pathogenic Fungi, 2) Characterization of post-harvest fungus on corn seeds, 3) Aspergillus sp.’s Structure as Proof of God’s Wonderful Original Creation and Providence, and 4) The factors that contribute to the growth of fungi in post-harvest corn seeds and our responsibility. We conclude that in the beginning, fungi were a part of God’s originally good and perfect creation. These fungi were created by God with the structure and function to support its operation in fulfilling God’s creative purpose. The complex structure of Aspergillus niger and Aspergillus flavus that infected the corn seeds showed God’s providence after the Fall. Pathogenic fungi were the result of the Fall of man into sin. Their growth is caused by the failure to give proper care to the crops. But this should not discourage us since the Bible tells us that God is continually working to restore His creation. Therefore, we are called to be stewards of His creation, to develop and preserve whatever is entrusted in our hands, including the crops for God’s glory and under His authority until He has fully renewed and restored everything.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Jamur pasca panen merupakan salah satu penyebab terbesar timbulnya berbagai penyakit, khususnya disebabkan oleh jamur yang menginfeksi biji-bijian dan menghasilkan substansi beracun disebut dengan aflatoksin. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan apakah jamur patogenik ada sejak awal penciptaan? Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari: 1) Posisi jamur patogenik di awal penciptaan dan asal mula jamur patogenik, 2) karakteristik jamur pasca panen pada biji jagung, 3) struktur Aspergillus sp sebagai bukti dari providensi Allah akan ciptaanNya yang sangat luar biasa, 4) faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan jamur pasca panen biji jagung dan Tanggung jawab kita. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pada mulanya, jamur merupakan bagian ciptaan Allah yang sungguh amat baik dan sempurna. Struktur yang kompleks dari Aspergillus niger dan Aspergillus flavus yang menginfeksi biji jagung menunjukkan providensi Allah setelah kejatuhan dosa. Pertumbuhan jamur patogenik merupakan gambaran kejatuhan manusia ke dalam dosa yaitu kegagalan manusia untuk memberikan pemeliharaan yang memadahi pada biji-bijian pasca panen. Namun demikian, keadaan ini tidak mematahkan semangat kita karena Alkitab mengatakan bahwa Allah masih terus bekerja untuk memulihkan ciptaanNya. Oleh karena itu, diharapkan kita semua menjadi pelayan atas ciptaanNya untuk mengembangkan dan menjaga apa yang dipercayakan kepada kita di bawah otoritasNya termasuk biji-bijian untuk memuliakan Allah hingga Dia secara penuh memperbaharui dan memulihkan segala sesuatu
KAJIAN ETIKA KRISTEN TERKAIT PERAN GURU DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENGATASI KEMEROSOTAN KARAKTER SISWA DI ERA DIGITAL [A STUDY OF CHRISTIAN ETHICS RELATED TO THE TEACHER'S ROLE IN IMPLEMENTING CHARACTER EDUCATION TO OVERCOME CHARACTER DECLINE IN THE DIGITAL ERA] Bora, Merliana Ina; Irawati, Wahyu
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v6i2.5417

Abstract

The digital era is synonymous with the use of technology that is beneficial for education. The use of technology must be balanced with character education to provide direction to students in utilizing technology. The decline in character in the digital era is evidence that character education has not been implemented optimally so that students deviate from the use of technology and internet networks. Teachers play an important role in overcoming character decline by instilling character values based on Christian ethics based on the Bible. Christian ethics is the basis for providing character education in the digital era. The purpose of this study was to determine the teacher's role in implementing character education to overcome the decline in student character in the digital era which was reviewed based on the study of Christian ethics. The method used is a literature review, namely a description of reading materials that are relevant to the research topic. Based on the literature review that has been carried out, it can be concluded that teachers have an important role in implementing character education to overcome the decline in student character in the digital era. The teacher has a role as an agent of reconciliation who guides students to have a Christ-like character with the aim of developing a Christian mindset, social responsibility, mental, physical, and social health and preparing students for the world of work.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Era digital identik dengan penggunaan teknologi yang bermanfaat bagi pendidikan. Penggunaan teknologi harus diimbangi dengan pendidikan karakter untuk memberikan arahan kepada siswa dalam memanfaatkan teknologi. Kemerosotan karakter di era digital adalah bukti pendidikan karakter belum dilaksanakan secara maksimal sehingga siswa melakukan penyimpangan terhadap penggunaan teknologi dan jaringan internet. Guru berperan penting untuk mengatasi kemerosotan karakter dengan menanamkan nilai-nilai karakter berdasarkan etika Kristen yang berlandaskan pada Alkitab. Etika Kristen merupakan dasar dalam memberikan pendidikan karakter di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam menerapkan pendidikan karakter untuk mengatasi kemerosotan karakter siswa di era digital yang ditinjau berdasarkan kajian etika Kristen. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yaitu deskripsi mengenai bahan-bahan bacaan yang relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru memiliki peran yang penting dalam menerapkan pendidikan karakter untuk mengatasi kemerosotan karakter siswa pada era digital. Guru memiliki peran sebagai agen rekonsiliasi yang menuntun siswa untuk dapat memiliki karakter serupa Kristus dengan tujuan mengembangkan pola pikir Kristen, tanggung jawab sosial, kesehatan mental, fisik, dan sosial serta mempersiapkan siswa untuk dunia kerja.
PERAN GURU DALAM MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP KONSEP PEMBELAJARAN SAINS Pebrianti, Pebrianti; Irawati, Wahyu
Inculco Journal of Christian Education Vol 4, No 1 (2024): Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v4i1.104

Abstract

Keberhasilan proses pendidikan berkelanjutan di sekolah dapat ditentukan oleh seberapa baik peserta didik memahami setiap konsep yang diajarkan. Peserta didik tidak terbatas untuk memahami konsep ini; lebih penting lagi, mereka mampu memahami pendirian Tuhan dalam menciptakan sesuatu dan memahami tindakannya terhadap dunia dari zaman kuno hingga saat ini. Guru adalah satu-satunya yang dapat membantu peserta didik untuk paham pada konsep pembelajaran. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk memahami peran guru dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik melalui demonstrasi metode di kelas sains, dari perspektif guru, peserta didik, pemahaman konsep, metode, dan demonstrasi metode. Hasil data observasi meliputi nilai peserta didik, observasi peserta didik, bimbingan belajar, dan refleksi. Karena metode mengajar yang digunakan guru adalah metode ceramah, peserta didik tidak memahami konsep-konsep dalam kurikulum IPA. Tujuan dari metode demonstrasi adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep, yang pertama kali ditunjukkan oleh kemampuan peserta didik untuk menjawab pertanyaan dari guru sebelum atau sesudah kelas. Selanjutnya, proporsi rasio peserta didik-guru terhadap jumlah total peserta didik di kelas meningkat dari 36% menjadi 84%. Disarankan agar metode demonstratif digunakan dalam pelajaran sains sehingga peserta didik dapat lebih paham mengenai konsep. The success of the continuing education process in schools can be determined by how well learners understand each concept taught. Learners are not limited to understanding this concept; more importantly, they were able to understand God's stance on creating things and understand his actions towards the world from ancient times to the present. The teacher is the only one who can help learners understand the concept of learning. The purpose of this literature review is to understand the role of teachers in improving students' understanding of concepts through method demonstrations in science classes, from the perspective of teachers, learners, understanding of concepts, methods, and method demonstrations. The results of observation data include student values, student observations, tutoring, and reflection. Because the teaching method used by teachers is the lecture method, students do not understand the concepts in the science curriculum. The purpose of the demonstration method is to improve learners' understanding of concepts, which is first demonstrated by learners' ability to answer questions from the teacher before or after class. Furthermore, the proportion of learnerteacher ratio to the total number of learners in the classroom increased from 36% to 84%. It is recommended that demonstrative methods be used in science lessons so that learners can better understand concepts.
EDUKASI KREATIVITAS PRAKTIKUM DENGAN MENGGUNAKAN PERALATAN SEDERHANA DI SEKOLAH LENTERA HARAPAN GUNUNG MORIA, TANGERANG Irawati, Wahyu; Silalahi, Destya Waty; Maha, Paldevina Br; Daely, Andara Frida Sheilaliany; Margaretha, Cecilia; Giri, Mutiara Yaemeliza Venderry
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1829

Abstract

Lentera Harapan School (SLH) Gunung Moria is located at Jalan Boulevard M.H. Thamrin No. 11 00, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. The number of students at SLH Gunung Moria is 152 people, consisting of junior high and high school students who are children from the interior of Papua. Based on the problems found, the partners need to improve skills in carrying out simple practical activities without using laboratory equipment. Community Service (PkM) activities are carried out to provide scientific education to SLH Gunung Moria students about creative practical work on developing natural laboratory equipment in the surrounding area. The methods used are lectures and demonstrations. PkM activities are carried out in three stages, namely preparation of tools and materials, implementation, and evaluation. Demonstration of simple practical work that is arranged without using laboratory equipment, namely practical work: (1) cigarette smoke test, (2) Ingenhousz photosynthesis experiment, (3) anaerobic respiration, and (4) water filter. The results of this PkM show a positive impact in the implementation of simple practical work at SLH Gunung Moria. At the end of the demonstration, students were given the opportunity to try practicing the practicum so as to improve their skills and understanding of scientific practicums using simple tools. It is hoped that this education will increase the creativity of SLH Gunung Moria students to carry out simple practicums by exploring natural resources in Papua without using laboratory equipment that may not be available in their area.
Insertion of Cold Shock Gene From Escherichia Coli in Wheat Plants to Produce Drought Tolerant Properties Rimpan, Takashi Reymond; Dwany, Naomi; Meyners, Geraldy John; Ayustin, Yohana Delvia; Irawati, Wahyu
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2022.010.01.03

Abstract

Drought is a threat that affects plant growth and development. Wheat crops are very sensitive to heat and drought stress during flowering and grain development, which negatively affects grain yield and quality. Wheat with drought tolerant properties is a genetically modified plant obtained by inserting a cold shock protein gene from Escherichia coli so that it can increase the ability of wheat to adapt to drought. This literature review aims to provide information about the role of cold shock protein gene insertion from Escherichia coli in wheat plants to produce drought tolerant traits. The results of the literature review showed that the CspA gene from Escherichia coli inserted into DNA could increase gene expression by changing the nucleotides in the DNA sequence to increase G+C. Gene insertion produces recombinant DNA with specific nucleotide changes. Nucleotide changes were carried out to increase the overall G+C amino acid content without changing the existing CspA and CspB protein sequences. These changes played an important role in helping wheat adapt to drought. The leaves on the transgenic wheat showed a decrease in the rate of water loss because the stomata in these plants closed faster than in the ordinary wheat so that the transgenic wheat became more drought tolerant.
Potential Use of Insulin Patch Technology as Transdermal Drug Delivery in Efforts to Treat Diabetes Mellitus PutrI, Nadya Aurelia Ratna; Harefa, Dellania Yvonne; Sianturi, Golda Santiur; Irawati, Wahyu
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2022.010.03.02

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) in Indonesia continues to increase from 2013 to 2018. Diabetes Mellitus is associated with the production of the hormone insulin in the cells of the pancreas. An increase in blood sugar levels can stimulate insulin secretion. There are several ways to treat Diabetes Mellitus, namely by using drugs, herbal methods, and insulin injections. In addition, one of the DM treatments that can reduce pain is using insulin patch technology as a transdermal treatment. The manuscript for this publication was made to find out the potential of using insulin patch technology as transdermal drug delivery to treat DM. Using a literature review research method that discusses four focus studies, including 1) the structure of the pancreas gland, 2) the mechanism of insulin hormone production by the pancreas gland, 3) the causes, symptoms, and conditions of patients with DM, and 4) insulin patch technology as a transdermal drug in the treatment of diabetes. DM treatment efforts. In the Langerhans section of the pancreas, some cells function to produce the hormone insulin. The amino acids that make up insulin are encoded by exons formed in insulin cells. Some causes of DM namely genetics, age, the influence of food, lack of physical activity, and an unhealthy lifestyle. Some of the symptoms, namely polyuria, polydipsia, polyphagia, etc. Patients with DM need insulin intake to help balance blood sugar levels, one of which is by using an insulin patch in which there is a microneedle containing insulin n-vinylpyrrolidone (NVP) and the enzyme glucose oxidase. After a literature review, it can be concluded that the insulin patch has excellent potential and promise because during the study tested on rats and pigs obtained good results and was able to lower blood sugar levels, although development is still needed. The manuscript of this publication still has shortcomings, so the author suggested to the next author to be able to multiply the latest sources related to insulin patch. Through the creation of the publication, the manuscript realized that diabetes mellitus is a form of human negligence in maintaining the body that God has designed carefully and regularly.
Teknologi Vertebroplasty Untuk Menangani Fraktur Kompresi Tulang Belakang Manusia Akibat Penyakit Osteoporosis Irawati, Wahyu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.13415

Abstract

Osteoporosis merupakan penyakit metabolik tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang akibat berkurangnya matriks dan mineral tulang disertai dengan kerusakan mikroarsitektur dari jaringan tulang. Osteoporosis dapat terjadi akibat berbagai faktor terutama faktor usia. Osteroporosis tidak menunjukan gejala yang jelas sehingga penderita osteoporosis beru menyadarinya ketika sudah terjadi fraktur pada tukang belakang yang menyebabkan nyeri. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui teknologi vertebroplasty dalam menangani fraktur kompresi tulang belakang manusia akibat penyakit osteoporosis. Kajian literatur ini akan membahas empat fokus kajian yaitu: 1) struktur dan fungsi sistem tulang, 2) kelainan struktur dan fungsi sistem tulang, 3) mekanisme terjadinya osteoporosis, serta 4) penanganan osteoporosis dengan menggunakan teknologi vertebroplasty. Pada dasarnya bagian luar tulang sangat kuat dan kokoh, tetapi pada bagian lainnya terdapat beberapa spons. Struktur tulang sangat mendukung setiap fungsi yang dimiliki. Pada keadaan normal, siklus pembentukan tulang yang melibatkan sel-sel tulang dan jaringan tulang akan membuat tulang tetap kuat. Ketidakseimbangan dalam regenerasi tulang di mana jaringan tulang trabekular lebih aktif dan cepat sementara tulang kortikal bekerja lebih lambat, dapat menjadi penyebab osteoporosis. Percutaneous vertebroplasty (PV) merupakan penanganan osteoporosis dengan injeksi langsung semen medis (polymethylmethacrylate [PMMA]) pada tulang yang keropos maupun retak, dapat meredakan nyeri dengan lebih cepat.  
Co-Authors . PATRICIA Aaron Hasthosaputro ABYATAR HUGO BASKORO Alvionita Thana Ambarita, Polin P. Ambarita, Polin Parulian Andara Frida Sheilaliany Daely Angelica, Apriliana Anggun Anggun Aninditya Sri Nugraheni Argoby Simanullang Argorby Simanullang Artha, David Dharmawan Ashiong P Munthe Ashiong Parheheon Munthe Ayustin, Yohana Delvia Bellen Mouretta Bermuli, Jessica Elfani Bora, Merliana Ina Charles Immanuel Chelvieana A. Christanti Christeven Mevotema Christian, Grace Purnamasari Christian, Salomo Clement Khrisman Laia Clement Khrisman Laia Daely, Andara Frida Sheilaliany Damai Yanti Manalu David L Gultom Debora V. Widyanti Delfania Apang Madao Desi L. Sihombing Destya Waty Silalahi, Destya Waty Dipakalyano Dipakalyano Dipakalyano, Dipakalyano Djoko Prasetyo Dominica Feni Valentina Dr. Adolf J.N. Parhusip Dwany, Naomi Dwi N. Susilowati Egilia Lucky Elisabeth Tita Ellen Nur Endah Pangesti Elysabeth Simatupang Eunike Bunga Marvella Eunike Bunga Marvella Eunike Bunga Marvella Fernando Christofer Fernando Christofer Fernando Corneles Moniharapon Fiska Ivana Pratami Putri Tokede Floreta D. Icasari Frichilya Intan Lawa Padang Gaol, Riris Lumban Georgine Gladis Paula Sulardi Gim Mi Kyong Giri, Mutiara Yaemeliza Venderry Grace Charity Mary Cartir Greisnaningsi Greisnaningsi Harefa, Dellania Yvonne HARI HARTIKO Helen Melenia Sianipar Herna Siahaan Hernawati Siahaan Hutauruk, Kristian I Made Samudra Imanuel Adhitya Wulanata, Imanuel Adhitya Intan Cidarbulan Matita Iren Asima Situmorang Jennie Agatherania Listira JOEDORO SOEDARSONO Josephine Elsa Diani Putranto Karnelasatri, . Keisha Hillary Pangalila Kosi, Ice Frans Krisdarwindah Mardiana Kristin Armis Pasaribu Laia , Clement Khrisman Laia, Clement Khrisman Laoli, Beta Mualiman Lastiar R. Sitompul Lastiar Roselyna Sitompul, Lastiar Roselyna Legesang, Eddowardho Otniel Lucia Kusumawati Lusiana Haris Maha, Paldevina Br Maharaja, Dwi P. Malau, Robeka Risky Manalu, Damai Y. Manalu, Damai Yanti Marcellie, Jessica Margaretha, Cecilia Marvella, Eunike Bunga Melany Djami Meyners, Geraldy John Mia Parhusip Muhamad Ananda Munthe, Ashiong P. Munthe, Sri Wahyu Ningsih Naomi Dwany Nexson Parhusip, Adolf Jan Nida Sopiah Nida Sopiah Nida Sopiah Nommensen Pangihutan Ompusunggu Nommensen Pangihutan Ompusunggu Novera, Rusliani S. Orah, Eklesia Taysa Pahotkon Purba Pangaribuan, Medeliene Christine Patricia Patricia Pebrianti Pebrianti, Pebrianti Pingkan Imelda Wuisan Polin Parulian Ambarita Ponagadi, Merry Adisty Prasetyo, Djoko Purba, Friska Juliana Purwanti, Ester Ayu Sri PutrI, Nadya Aurelia Ratna Rahmawati, Sintia Y. Rahul Simon Situmeang Rani Nurlina Tifen Raudhatunnur Reinhard Pinontoan Resky Megawati Tammu Resti Nopriyanti Rido, Elisabeth M.T. Rimpan, Takashi Reymond Rosiva Betaria Purba Ruben Patrick Adhiwijaya Ruth Y. Purba Sabar Manampin Giawa Salomo Christian Shaday, Vannesa El Sherina Juliana Sherina Juliana Siane Indriani, Siane Siane Indriyani Sianturi, Golda Santiur Silaban, Grace Niche Agnesa Silalahi, Ramses Silvana Putri Tarigan Simamora, Tanti Marsanda Sindy Friska Siringo-ringo, Sisilya Situmorang, Stefani Situmorang, Widya Srigika Natalia Boru Ginting Stephanus Jordan Jans Steven Anggawinata Sudarsono Siburian Suhartono, Andreas Valiant Sukri, Urbanus Susi Sulistia Susi Sulistia, Susi Tabitha Grace Larasati Tahya, Candra Tahya, Candra Yulius Tammu, Reisky Megawati Tinambunan , Christine Febriandini Torreno, Jovan Nathanael Tri P. Priyatno Triwibowo Yuwono Vania Austine Callista Timotius Vannesa El Shaday Ruth Advenita Viona Heryani Arla Waruwu, A'azokhi Xaveria, Jessica Yadi Suryadi Yantra Wijaya YENNY SORAYA Yesica C. Rhenata Yohana Ayustin Yohanes Edi Gunanto Yolanda, Shelomita Feby Yovanka P.P Tumakaka Zebua, Satria Putri Aryani Zega, Yeni Angelina