Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Education on Eye Ointments and Eye Drops for the Elderly at the Gedang Hanyar Health Center Setiawan, Deni; Fatimatuz Zahra; Khairunnisa; Ade Syarif Hakim; Satrio Wibowo Rahmatullah; Dita Ayulia Dwi Sandi
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v3i1.343

Abstract

Eye drops and eye ointment are sterile drugs used to treat eye disorders. Using eye medications without using the instructions correctly can cause harm to the eyes. Elderly is a stage of life marked by a decrease in physical abilities including memory, so that it requires attention, especially in the use of special drugs. The purpose of this activity is to promote health regarding the use of eye drops and ointments targeting the elderly in the Gadang Hanyar Health Center area. Education is carried out through lectures with the help of leaflets. The target of the activity is elderly patients who are being treated at the Puskesmas during the activity. The results of the pretest showed that the patient's knowledge in general was good which was marked with a value of more than 70. The posttest was carried out after education using leaflets showed an increase in the knowledge value of ± 12-15 points from the initial value. Education on eye ointment and eye drops using leaflets significantly increases the knowledge of elderly respondents.
Penyuluhan Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Hayatun Izma; Satrio Wibowo Rahmatullah; Muhammad Ikhwan Rizki; Anna Humaira
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v3i1.361

Abstract

Mental health is as important as physical health. Final year students are inclined for mental health disorders associated with finishing their final project. This activity is to increase student’s knowledge and awareness of mental health so it can stimulate a healthy mental of students who are finishing final projects. This activity began with a pretest session to measure participant’s initial knowledge about mental health, presentation using experiental methods, discussion, sharing and Q&A session, and top it off with a posttest session. The results of this activity showed increase participant’s knowledge about mental health, from 57.84% to 95.47%.
Preclinical Study of n-Hexane Extract of Kapul Fruit (Baccaurea macrocarpa) as an Anti-Inflammatory Rizki, Muhammad Ikhwan; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Izma, Hayatun; Isnani, Nazhipah; Ramadhani , Syahrizal
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 2 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i2.769

Abstract

Plants of the genus Baccaurea have long been traditionally used in folk medicine. Previous studies reported that the n-hexane extract of kapul fruit (Baccaurea macrocarpa) exhibited extreme antioxidant activity with an IC₅₀ value of 33.11 ppm. However, its potential anti-inflammatory activity has not been extensively investigated. The results demonstrated that all three doses of the n-hexane extract exhibited anti-inflammatory activity, as indicated by a reduction in edema volume. Among the tested doses, 600 mg/kg BW was the most effective ini decreasing edema volume. Statistical analysis using one-way ANOVA showed a significance value of 0.000, confirming a significant difference among the five treatment groups. Furthermore, post hoc analysis indicated that dose III did not differ significantly from the positive control but showed a significant difference compared to the negative control. Conversely, doses I and II exhibited significant differences when compared to both the positive and negative controls. These findings suggest that the n-hexane extract of B. macrocarpa fruit possesses anti-inflammatory activity, with the 600 mg/kg BW dose demonstrating the most potent effect, comparable to that of diclofenac sodium
PENINGKATAN KEPATUHAN MINUM OBAT MUAL MUNTAH DI RUMAH SINGGAH KANKER WILAYAH KALIMANTAN SELATAN Sari, Okta Muthia; Fikriyati, Nirmala; Kurniasari, Winda Tri; Izma, Hayatun; Rahmatullah, Satrio Wibowo; P.P, Aditya Maulana
JURNAL PENGABDIAN FARMASI DAN SAINS Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober 2023
Publisher : Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpsf.2023.v2.i1.16487

Abstract

Pasien paska kemoterapi sering mengalami efek samping yang mengganggu. Salah satu efek samping yang paling sering terjadi adalah gangguan mual dan muntah. Namun, pengetahuan terkait penggunaan obat mual muntah paska kemoterapi masih rendah. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kepatuhan minum obat mual muntah khususnya di Rumah Singgah Kanker. Metode pengabdian dengan penyuluhan dan dilaksanakan di Rumah Singgah Kanker wilayah Kalimantan Selatan. Peserta yang hadir sebanyak 10 orang. Setelah penyuluhan diperoleh tingkat pengetahuan peserta sebesar 90% pengetahuan tinggi dan 10% pengetahuan sedang. Dengan meningkatnya pengetahuan terkait maka dapat meningkatkan kepatuhan minum obat mual muntah pasien kanker.
Pemberdayaan Kader dan Lansia dalam Pengelolaan Serta Pemanfaatan Toga sebagai Upaya Dalam Mengatasi Hipertensi di Desa Sungai Batang Kabupaten Banjar Isnani, Nazhipah; Triyasmono, Liling; Rizki, Muhammad Ikhwan; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Izma, Hayatun; Redanti, Hema Novita; Humaidy, Mizan; Amali, Dzikra Aulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22551

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dengan edukasi dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta lansia dalam pencegahan hipertensi di Desa Sungai Batang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah interakif, diskusi, pemerian edukasi dan pelatihan pengolahan TOGA. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 87,14% pada pre-test menjadi 100% pada post-test, dengan nilai p=0,0001 yang menunjukkan perbedaan siginifikan. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan dalam meracik ramuan herbal antihipertensi dari TOGA. Edukasi hipertensi dan pelatihan TOGA efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta lansia dalam mendukung upaya promotif dan preventif pada penyakit hipertensi di Desa Sungai Batang. Kata Kunci: Hipertensi, Edukasi Kesehatan, Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence and a significant risk factor for cardiovascular disease. One preventative measure is community empowerment through education and the use of Family Medicinal Plants (TOGA). This activity aims to improve the knowledge and skills of community health workers and the elderly in preventing hypertension in Sungai Batang Village. The activity used interactive lectures, discussions, educational presentations, and TOGA processing training. Participants' knowledge was evaluated using pre- and post-tests, then analysed descriptively using quantitative data. This activity showed an increase in average participant knowledge from 87.14% in the pre-test to 100% in the post-test, with a p-value of 0.0001 indicating a significant difference. Furthermore, participants also gained skills in preparing antihypertensive herbal concoctions from TOGA. Hypertension education and TOGA training effectively improved the knowledge and skills of community health workers and the elderly in supporting promotive and preventive efforts for hypertension in Sungai Batang Village. Keywords: Hypertension, Health Education, Family Medicinal Plants, Community Empowerment
Empowering Patients through Education on Medication Use during Fasting at Martapura 2 Community Health Center Sanha, Cut Nadia Anne; Tatsbita, Inatsa Dwi; Qadariah, Ira; Kumala, Dinna Fitria; Rizki, Muhammad Ikhwan; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Sari, Anna Khumaira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18382

Abstract

Bulan Ramadhan menyebabkan perubahan pola makan dan jadwal konsumsi obat yang berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat sehingga diperlukan edukasi yang tepat dari tenaga kefarmasian. Peran apoteker dalam kegiatan promotif dan preventif sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat secara rasional selama puasa. Keterbatasan pemahaman pasien di Puskesmas Martapura 2 mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi kesehatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi permasalahan dan perizinan, dilanjutkan penyusunan materi serta pembuatan leaflet edukasi, kemudian pemilihan 20 responden dengan teknik accidental sampling pada 21 Februari 2026, pelaksanaan edukasi individual menggunakan metode one-on-one disertai pre-test dan post-test, serta evaluasi melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan responden didominasi usia 20-40 tahun (50%), perempuan (70%), dan pendidikan SMA/sederajat (50%). Peningkatan pengetahuan tertinggi terdapat pada instruksi penggunaan obat selama puasa sebesar 89,47%, diikuti rute pemberian obat dan kepatuhan minum obat masing-masing 45%, sedangkan peningkatan terendah pada cara konsumsi obat sebesar 15% karena nilai awal sudah tinggi. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien terkait pengelolaan obat selama puasa dan memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas dengan konseling berbasis brosur dan pelaksanaan berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi Farmasi, Pemberdayaan Pasien, Penggunaan Obat, Puasa, Ramadhan Ramadan leads to changes in eating patterns and medication schedules that may increase the risk of medication use errors, thereby requiring appropriate pharmaceutical education. The role of pharmacists in promoting and preventing medication errors is essential to improving patients’ understanding of rational medication use during fasting. Limited patient knowledge at Puskesmas Martapura 2 encouraged the implementation of this health education program. The activity began with problem identification and obtaining administrative permission, followed by the development of educational materials and leaflet design, the selection of 20 respondents using accidental sampling on February 21, 2026, the implementation of individual one-on-one education accompanied by pre-test and post-test, and evaluation through comparison of scores before and after the intervention. The results showed that respondents were predominantly aged 20-40 years (50%), female (70%), and had a senior high school education (50%). The largest increase in knowledge was observed in medication use instructions during fasting (89,47%), followed by routes of administration and medication adherence (45% each), while the smallest increase was observed in medication consumption methods (15%) due to high baseline scores. This educational intervention proved effective in improving patients’ understanding of medication management during fasting and has the potential to be implemented more broadly with leaflet-based counseling and sustainable programs.
ANALYSIS OF RISK FACTORS AND TREATMENT PHASES ON THE SEVERITY OF HEPATOTOXICITY DUE TO ANTI-TUBERCULOSIS DRUGS Isnani, Nazhipah; hadi, Samsul; Sandi, Dita Aulia Dwi; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Adikusuma, Wirawan; Saksono, Reni Yustiati; Auralia, Najma; Maulida, Khelda; Setiawan, Feri
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v11i1.2911

Abstract

Hepatotoxicity caused by anti-tuberculosis drugs (OAT) is one of the adverse effects of tuberculosis therapy and may lead to liver dysfunction. This study aimed to analyze the relationship between age, gender, and treatment phase with the severity of OAT induced hepatotoxicity, as well as to assess factors influencing the increase in hepatotoxicity grade. This research employed a retrospective cross-sectional design and was conducted at Ulin Regional Hospital Banjarmasin using a total sampling method involving 45 tuberculosis patients. Secondary data were obtained from medical records of TB patients in 2024–2025. The results showed that 62.2% of patients were under 60 years old and 37.8% were over 60 years old. Male patients accounted for 75.6%, while females accounted for 24.4%. The distribution of hepatotoxicity grades was 40% normal, 28.9% grade 1, 20% grade 2, and 11.1% grade 3. Based on the treatment phase, 91.1% of patients were in the intensive phase and 8.9% were in the continuation phase. The Chi square test revealed no significant association between age, gender, or treatment phase and the severity of hepatotoxicity.
Pengujian Efek Tonikum Sarang Burung Walet Putih (Aerodramus fuchipagus) Pada Mencit Putih Jantan Dengan Metode Ketahanan Lama Waktu Berenang Dita Ayulia Dwi Sandi; Satrio Wibowo Rahmatullah
Journal of Pharmascience Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5735

Abstract

Sarang walet Putih (SBW) (Aerodramus fuchipagus) merupakan salah satu sumber daya alam hayati asal Indonesia. Sarang walet putih (Aerodramus fuchipagus) tidak hanya banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai makanan yang bergizi, tetapi juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat. Salah satu khasiat yang dipercayai oleh masyarakat adalah efek tonikum (meningkatkan stamina/mengatasi kelelahan). Tujuan penelitian ini adalah membuktikan efek tonikum sarang burung wallet dengan metode ketahanan lama waktu berenang. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 5 yaitu kontrol negatif (akuadest), kontrol positif (kafein) dan kelompok SBW Do I 75 mg/40 g BB, Do II 100 mg/40 g BB dan Do III 150 mg/40 g BB. Hewan uji menggunakan mencit putih jantan dan tiap kelompok perlakuan menggunakan 3 mencit. Pada metode ketahanan lama waktu berenang mencit diberikan perlakuan sesuai masing-masing kelompok, 30 menit kemudian dibiarkan berenang didalam baskom berisi air, dan dicatat lama waktu berenang. Hasil penelitian berupa waktu ketahanan berenang paling lama dimiliki oleh kelompok kontorl positif (43.04 menit), SBW Do III (35.46 menit), SBW Do II (24.16 menit), SBW Do I (15.25 menit) dan kontrol negatif (5.49 menit). Hasil analisis dengan kruskal-wallis nilai sig. 0,01 sehingga ada pengaruh kelompok perlakuan terhadap lama waktu berenang yang dihasilkan. Hasil analisis lanjutan dengan mann-whitney menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan kontrol positif (kafein) dengan kelompok perlakuan sarang burung wallet putih (Aerodramus fuchipagus) dosis 150 mg/40 g BB untuk lama waktu berenang yang dihasilkan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah sarang burung wallet putih (Aerodramus fuchipagus) dosis 150 mg/40 g BB berpotensi sebagai tonikum. Kata kunci : Sarang burung wallet putih, Aerodramus fuchipagus, tonikum
Perbandingan Efektivitas Terapi Zink dengan Tanpa Zink Pada Pasien Diare Anak Rawat Inap Di RSD Idaman Kota Banjarbaru Helmina Wati; Satrio Wibowo Rahmatullah; Muhamad Hepriatna
Journal of Pharmascience Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6076

Abstract

ABSTRAK             Diare merupakan masalah utama  kesehatan masyarakat, WHO dan UNICEF merekomendasikan penatalaksanaan diare pada pasien anak dengan penambahan suplemen zink. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas terapi Zink dengan Tanpa zink terhadap pasien anak di rawat inap rumah sakit Idaman Banjarbaru. metode penelitian menggunakan dekriptif cross sectional dengan studi retrospektif. penelitian ini menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok I, pasien yang mendapatkan terapi standar tanpa diberikan zink, kelompok II, pasien yang mendapatkan terapi standar dengan pemberian zink. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama waktu diare pada kelompok I selama 3 hari dibandingkan dengan kelompok II selama 4.4 hari. Hasil Spps menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok I dan kelompok II (p<0,05). Kata kunci : Diare, Zink, tanpa Zink  ABSTRACT Diarrhea is a major public health problem, WHO and UNICEF recommend management of diarrhea in pediatric patients with the addition of zinc supplements. This study aims to determine the comparison of the effectiveness of Zink therapy with no zinc on pediatric patients inpatient in Banjarbaru ideal hospital. The research method uses cross sectional descriptive with a retrospective study. This study used 2 groups, group I, patients who received standard therapy without zinc, group II, patients who received standard therapy with zinc. The results showed that the average length of time for diarrhea in group I was 3 days compared to group II for 5 days. The Spps results stated that there were significant differences between group I and group II (p <0.05). Keyword: Diarrea, Zink, Without Zink 
Potentially Inappropriate Medications (PIMs) dan Potentially Prescribing Omissions (PPOs) pada Pasien Geriatri Rawat Inap Tuti Misrina; Difa Intannia; Herningtyas Nautika Lingga; Satrio Wibowo Rahmatullah
Journal of Pharmascience Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i2.17039

Abstract

Geriatri merupakan kelompok usia yang rentan terhadap efek samping penggunaan obat. Pemberian obat pada pasien geriatri komplek dan memerlukan banyak pertimbangan karena perubahan komposisi dan fungsi tubuh, komorbiditas, gangguan sensorik dan kognitif, serta polifarmasi. Identifikasi terhadap Potentially Inappropriate Medications (PIMs) dan PPOs (Potentially Prescribing Omissions) penting dilakukan untuk peningkatan kualitas pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi persentase pasien dan mendeskripsikan jenis golongan obat terbanyak pada kejadian PIMs dan PPOs berdasarkan STOPP START Criteria versi 2. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental metode deskriptif secara retrospektif dengan jumlah 49 sampel pasien geriatrik rawat inap kelas 3 (Januari-Agustus 2022) di RS X Banjarmasin. Data yang diperoleh diidentifkasi menggunakan STOPP START Criteria versi 2 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft excel 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pasien teridentifikasi PIMs yaitu 20 pasien (41%) dengan jumlah 1 PIMs pada 17 pasien (35%) dan ≥ 2 PIMs pada 3 pasien (6%). Jenis golongan obat paling banyak dalam kejadian PIMs adalah loop diuretik (furosemid). Persentase pasien teridentifikasi PPOs yaitu 35 pasien (71%) dengan jumlah 1 PPOs. Jenis golongan obat yang termasuk dalam kejadian PPOs pada penelitian ini adalah statin (atorvastatin). Kesimpulan penelitian ini ditemukan bahwa persentase kejadian PPOs lebih tinggi dibandingkan dengan persentase kejadian PIMs. Kata Kunci: Banjarmasin, PIMs, PPOs, STOPP START Kriteria Versi 2, Lansia    Geriatrics is an age group that is vulnerable to the side effects of drug use. Drug administration in geriatric patients is complex and requires a lot of consideration due to changes in body composition and function, comorbidities, sensory and cognitive disorders, and polypharmacy, so that assistance with Potentially Inappropriate Medications (PIMs) and PPOs (Potentially Prescription Omissions) is important to improve the quality of treatment. The purpose of this study was to identify the proportion of patients and describe the most common types of drug classes in the incidence of PIM and PPO based on the STOPP START Criteria version 2. The method used was descriptive retrospectively with a total sample of 49 geriatric patients inpatient class 3 (January-August) 2022) at RS X Banjarmasin. The data obtained were identified using STOPP START Criteria version 2 and analyzed using Microsoft Excel 2021. The results showed that the proportion of patients identified as PIMs was 20 patients (41%) with a total of 1 PIMs in 17 patients (35%) and ≥ 2 PIMs in 3 patients (6%). The most common type of drug class in the incidence of PIMs is loop diuretics (furosemide). The percentage of patients identified as PPOs was 35 patients (71%) with 1 PPOs. The most common type of drug class in the incidence of PPOs is statins (atorvastatin). The conclusion of this study was found that the proportion of incident PPOs was higher than the proportion of incident PIMs. 
Co-Authors Abdul Hadi Ade Syarif Hakim Adnan Syahrizal Agustina, Ni Kadek Ayu Ahmad Nazar Winarto Akbar, Depy Oktapian Akhmad Junaidi Amali, Dzikra Aulia Angelina Ayu Dela Anisa Desriyanti Anna Humaira Anna Khumaira Sari Apriyanti, Anna Astuti, Karunita Ika Aulia Rahmah Auralia, Najma Buih, Putri Helena Junjung Dahlia Syahrina Damayanti Rumondang Butar Butar Daniel Wisnugroho Deni Setiawan DENI SETIAWAN Difa Intannia Dita Ayulia Dwi Sandi Dyah Anggraeni Dyera Forestryana Dyera Forestryana Eka Fitri Susiani Endah Puwarastuti Endang Kurniasih Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah Fanli Yudi Anwar Fanli Yudi Anwar Fatimatuz Zahra Fikriyati, Nirmala Fitria Febrianti Gultom, Luis Figo Guntur Kurniawan Hafiz Ramadhan Hafizah, Noor Hayatun Izma Helmina Wati Helsawati Helsawati Hendrya Legenda Herliana Dewi Herningtyas Nautika Lingga Humaidy, Mizan I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara I Ketut Adnyana Isnaini, Nazhifah Izma, Hayatun Jenah, Rina Astiyani Khairina Maida Khairunnisa Khalifah, Sefa Nur Khoerul Anwar Khoirunnisa Muslimawati Kumala, Dinna Fitria Kurniasari, Winda Tri Liling Triyasmono LINDA WAHYUNI Lisa Andina Lukman Hakim Lukman Hakim Madani, Al Mahendra, Rachul Ridho Maulida, Khelda Mia Fitriana Muhamad Hepriatna Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Reza Fahlevi Muhammad Reza Pahlevi Mulia, Radha Eka Nasya Hafizah Nazhipah Isnani Noor, Riskan Nor Aida Normaidah, Normaidah Novia Novia Nurrahma, Ika Maulida Okta Muthia Sari P.P, Aditya Maulana Pratiwi, Desy Prima Happy Ratnapuri Putra, Aditya Maulana Perdana Putri, Indah Pebriani Qadariah, Ira Qory Rahmat Nazri Rahma, Salsabila Fadiya Rahmayanti Fitriah Ramadhan, Fery Ramadhani , Syahrizal Ratna Restapaty Redanti, Hema Novita Risma Dian Ariyani Rosanti, Diah Aulia Saksono, Reni Yustiati Samsul Hadi Sandi, Dita Aulia Dwi Sandi, Dita Ayulia Dwi Sanha, Cut Nadia Anne Saputri, Revita Saragih, Triando Hamonangan Sari , Anna Khumaira Sari, Fitri Novita Sari, Okta Muthia Sari, Sindwi Rinanda Sari, Sri Oktaviani Setiawan, Feri Silviana, Mega Siti Bahzah Siti Nurhaliza Leyla Susiani, Eka Fitri Syifa Auliani Tangkas, Hansel Hens Tatsbita, Inatsa Dwi Tjitradi, Sukhito Yohanes Tuti Misrina Wikaningtyas, Pratiwi Wirawan Adikusuma Yusrinie Wasiaturrahmah