Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Evaluasi Penyimpanan Obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Unit Pelayanan Rawat Jalan RSUD Brig. H. Hasan Basry Kandangan Satrio Wibowo Rahmatullah; Aditya Maulana Perdana Putra; Abdul Hadi; Dahlia Syahrina; Fitria Febrianti; Risma Dian Ariyani; Qory Rahmat Nazri
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 5 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Obat LASA (Look Alike Sound Alike) adalah penyimpanan obat berdasarkan nama yang terlihat mirip dan pengucapan yang mirip. Penyimpanan obat LASA dapat dilakukan dengan metode huruf besar untuk menghindari perbedaan antara obat dengan nama atau pengucapan yang sama. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk membantu membedakan nama obat yang mirip untuk meminimalkan kesalahan penggunaan.  Huruf besar untuk nama yang berbeda dan huruf kecil untuk nama yang mirip. Metode: Penelitian dilakukan dengan melakukan pemantauan langsung ke lapangan dan melakukan observasi mengenai penyimpanan obat LASA. Hasil: Penelitian ini dapat memudahkan staf Instalassi Farmasi dalam penyediaan obat dan menghindari terjadinya medication error. Kesimpulan: Penyimpanan obat yang baik dan sesuai sangat penting dilakukan agar dapat menjaga mutu dan kualitas obatnya.
Aktivitas Antibakteri dari Kulit Buah Mundar (Garcinia forbesii) Hayatun Izma; Muhammad Ikhwan Rizki; Khoerul Anwar; Dyah Anggraeni; Satrio Wibowo Rahmatullah; Aditya Maulana Perdana Putra; Dita Ayulia Dwi Sandi
JOPS (Journal Of Pharmacy and Science) Vol 6 No 2 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v6i2.3417

Abstract

Garcinia forbesii is traditionally used as medicine and cosmetics. The aimed was to determine antibacterial activity of ethanolic extract and fraction of Garcinia forbesii pericarp against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne based on the diameter of inhibition zone, the minimum inhibitory concentration (MIC) and the minimum killing concentration (MBC). The results showed that the largest inhibition zone diameter against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne was indicated by ethyl acetate fraction of 5.08±1.020 mm and 14.33±3.326 mm. The MIC value of ethanol extract against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne bacteria was >1.5%, n-hexane and ethyl acetate fraction had the same results, namely against Staphylococcus aureus >1.5% and Propionibacterium acne at 1.5%. The MBC value was only obtained for fraction samples of Propionibacterium acne at concentration of 1.5%. It was concluded that ethyl acetate had strong antibacterial activity against Propionibacterium acne based on the value of inhibition zone diameter, MIC, and MBC.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga untuk Penyakit Degeneratif di Puskesmas Banjarbaru Selatan Helsawati Helsawati; Dita Ayulia Dwi Sandi; Endang Kurniasih; Aditya Maulana Perdana Putra; Satrio Wibowo Rahmatullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i2.9153

Abstract

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau kemunduran fungsi terhadap jaringan atau organ tubuh. Beberapa penyakit degeneratif yang dibahas dalam penyuluhan antara lain hipertensi, diabetes mellitus, asam urat, dan hiperkolesterolemia. Pengunaan obat kimia dalam jangka waktu lama dapat memberikan efek samping yang lebih besar, sehingga dapat digunakan pengobatan alternative tradisional yaitu dengan tanaman obaat keluarga (TOGA). Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya di lingkup puskesmas Banjarbaru Selatan, memberikan informasi mengenai taman obat keluarga (TOGA) serta contoh tanaman obat dan cara penggunannya yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit degeneratif. Metode kegiatan adalah sosialisasi, penyuluhan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil pengukuran kuesioner, diketahui bahwa sebelum edukasi dari 35 responden diperoleh nilai ratarata pretest dan postest secara berurutan yaitu 40,94% dan 97,14%. Berdasarkan hasil dari pretest dan posttest tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat yang signifikan tentang pemanfaatan TOGA untuk penyakit degeneratif setelah diberikan edukasi kesehatan.Kata Kunci: Pemberdayaan, Tanaman Obat Keluarga, Tingkat Pengetahuan, DegeneratifDegenerative diseases are diseases that cause damage or deterioration of function to body tissues or organs. Some degenerative diseases discussed in the counseling include hypertension, diabetes mellitus, gout, and hypercholesterolemia. The use of chemical drugs in the long term can provide greater side effects, so that traditional alternative treatment can be used, namely with family medicine plants (TOGA). The purpose of this activity is to increase the knowledge and comprehension of the community, especially within the scope of the Banjarbaru Selatan health center, providing information about family medicinal gardens (TOGA) and examples of medicinal plants and how to use them that can be utilized in the treatment of degenerative diseases. The activity methods were socialization, counseling, and evaluation. Based on the results of the questionnaire measurement, it is known that before the education of 35 respondents, the average pretest and posttest scores were 40.94% and 97.14%, respectively. Based on the results of the pretest and posttest, it can be concluded that there is a significant increase in the level of community knowledge about the use of TOGA for degenerative diseases after being given health education.
Penyuluhan tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) di SMPN 31 Banjarmasin Anisa Desriyanti; Nor Aida; Difa Intannia; Satrio Wibowo Rahmatullah; Herningtyas Nautika Lingga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i4.10934

Abstract

Obat merupakan bahan atau paduan bahan yang digunakan untuk menyembuhkan, memelihara, dan meningkatkan kesehatan. Jika dalam penggunaan suatu obat tidak tepat, maka dapat berisiko membahayakan penggunanya. Salah satu upaya untuk menghindari terjadinya penggunaan obat yang salah atau penyalahgunaan obat dapat dilakukan promosi kesehatan DAGUSIBU yang merupakan singkatan dari (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan tepat yang merupakan program gerakan keluarga sadar obat. Kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang tepat pada siswa SMPN 31 Banjarmasin. Metode yang digunakan yaitu ceramah disertai dengan pemberian leaflet berisi materi DAGUSIBU. Sebagai bahan evaluasi dilakukan pretes, diskusi, tanya jawab dan postes. Hasil kegiatan promosi kesehatan diketahui nilai rata-rata pretes siswa adalah 65,33 dan nilai rata-rata postes siswa adalah 95. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa mengenai DAGUSIBU sebanyak 45,41% setelah diberikan promosi kesehatan. Kata Kunci: Leaflet, Obat, Promosi Kesehatan, Siswa  Medicine is a substance i that is necessary for maintaining and enhancing health, but when taken improperly, it can be harmful to the user. DAGUSIBU (Get, Use, Save, Dispose of) drugs safely and correctly, a drug awareness family movement program, is one strategy to prevent inappropriate or overuse of drugs. In order to improve students' awareness of how to get, use, store, and dispose of medications, health promotion activities were conducted at SMPN 31 Banjarmasin. The approach employed was a lecture combined with the distribution of pamphlets providing DAGUSIBU information. Pre-test, discussion, question-and-answer, and post-test exercises were used as evaluation tools. The outcomes of the health promotion activities revealed that the typical student pretest score was 65.33 and the typical student posttest score was 95. Thus, it can be said that after receiving health promotion, students' understanding of DAGUSIBU increased by 45.41%.
Penyuluhan Cegah Efek Samping Dengan Cerdas Dan Bijak Menggunakan Obat Tradisional Di Komplek Wengga Trikora Rt 42 Rw 007 Kelurahan Guntung Manggis Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Syifa Auliani; Herningtyas Nautika Lingga; Satrio Wibowo Rahmatullah; Difa Intannia; Fanli Yudi Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i2.9672

Abstract

Obat tradisional merupakan obat yang berasal dari bahan herbal yang sangat banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai upaya pemeliharaan kesehatan. Obat tradisional atau herbal di Indonesia terbagi atas 3 jenis antara lain  fitofarmaka, obat herbal terstandar (OHT), dan jamu. Sebagian masyarakat yang tidak mengetahui apa saja jenis obat tradisional, bagaimana cara memilih, membedakan dan memperoleh dengan benar sediaan obat tradisional yang legal ataupun ilegal, serta informasi apa saja yang perlu diketahui sebelum membeli sediaan obat tradisional tersebut. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara mencegah efek samping dengan cerdas dan bijak dalam memanfaatkan obat tradisional yang aman, efektif dan berkualitas guna meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menghindari munculnya penyakit berbahaya di kemudian hari. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan dan pembagian leaflet. Hasil kegiatan penyuluhan dievaluasi melalui kehadiran masyarat, pre-test dan post-test. Kegiatan dihadiri sebanyak 15 orang. Berdasarkan hasil pada sesi pre-test dan post-test terkait definisi obat tradisional tidak terdapat selisih. Pertanyaan tentang pengelompokkan OT terdapat peningkatan sebesar 33,4% dan 40%. Pernyataan terkait bahan kimia obat pada obat tradisional pengetahuan peserta meningkat setelah mendapatkan informasi penyuluhan sebesar 13,3% dan 73,3%. Kata Kunci: BKO, Efek samping, Penggunaan, Obat Tradisional.Traditional medicine is medicine derived from herbal ingredients which are very widely used by the people of Indonesia as an effort to maintain health. Traditional or herbal medicine in Indonesia is divided into 3 types, namely phytopharmaca, standardized herbal medicine (OHT), and herbal medicine. Some people do not know what types of traditional medicines are, how to choose, differentiate and correctly obtain traditional medicinal preparations that are legal or illegal, as well as what information needs to be known before purchasing these traditional medicinal preparations. This counseling aims to provide additional information to the public about how to prevent side effects intelligently and wisely in utilizing safe, effective and quality traditional medicines to improve health and prevent and avoid the emergence of dangerous diseases in the future. The method used is in the form of counseling and distribution of leaflets. The results of extension activities were evaluated through community attendance, pre-test and post-test. The event was attended by 15 people. Based on the results of the pre-test and post-test sessions related to the definition of traditional medicine, there is no difference. There was an increase in questions about grouping OT by 33.4% and 40%. Statements related to medicinal chemicals in traditional medicine increased the participants' knowledge after receiving counseling information by 13.3% and 73.3%.
PRO INSTING (Program Indonesia Bebas Stunting) Melalui Edukasi pada TP-PKK dan Anggota Karang Taruna di Landasan Ulin Tengah Satrio Wibowo Rahmatullah; Prima Happy Ratnapuri; Dita Ayulia Dwi Sandi; Herningtyas Nautika Lingga; Difa Intannia; Hayatun Izma; Linda Wahyuni; Nasya Hafizah; Angelina Ayu Dela; Damayanti Rumondang Butar Butar; Daniel Wisnugroho
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i3.10228

Abstract

Stunting adalah sebuah permasalahan kekurangan gizi kronis yang diakibatkan karena kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak yaitu berupa tinggi badan anak yang lebih pendek daripada anak seusianya. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa kasus stunting di Kalimantan Selatan sebanyak 24,6% dengan prevalensi di Banjarbaru sebesar 17.3% serta terdapat 16 kasus di Landasan Ulin Tengah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan pemberdayaan kader TP.PKK dan karang taruna, serta pemberian Paket Edukasi Stunting (PENTING) yang nantinya dapat digunakan untuk edukasi terkait stunting kepada masyarakat di Kelurahan Landasan Ulin Tengah secara berkesinambungan. Kegiatan ini berawal dari persiapan pembuatan paket edukasi stunting, kemudian sosialisasi melalui kegiatan ceramah dan diskusi kepada kader TP.PKK dan Karang Taruna, serta penyerahan paket edukasi stunting kepada kader. Sebelum ada penurunan angka stunting, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan membentuk kader stunting di kelurahan Landasan Ulin Tengah, sehingga nanti kader mampu mengedukasi masyarakat khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan yang memiliki anak (0-6 tahun) serta mampu menurunkan angka stunting di kelurahan Landasan Ulin Tengah melalui Paket Edukasi Stunting (PENTING) di masyarakat.Kata Kunci: Stunting, Edukasi, Sosialisasi, Kader Stunting is a chronic malnutrition problem caused by lack of nutritional intake over a long period of time, causing growth disorders in children, namely in the form of children's height that is shorter than their age. Based on the results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey, it shows that stunting cases in South Kalimantan are 24.6% with a prevalence in Banjarbaru of 17.3% and there are 16 cases in Landasan Ulin Tengah. The purpose of this activity is to empower TP cadres. PKK and cadet reefs, as well as the provision of Stunting Education Packages (PENTING) which can later be used for stunting-related education to the community in Landasan Ulin Tengah Village on an ongoing basis. This activity began with the preparation of making stunting education packages, then socialization through lectures and discussions to TP cadres. PKK and Karang Taruna, as well as the delivery of stunting education packages to cadres. Before there is a decrease in stunting rates, through this activity, it is hoped that it can increase understanding and form stunting cadres in Landasan Ulin Tengah sub-district, so that later cadres will be able to educate the community, especially pregnant women, breastfeeding women, and those with children (0-6 years) and be able to reduce stunting rates in Landasan Ulin Tengah sub-district through the Stunting Education Package (PENTING) in the community.
PELATIHAN PHARMAPRENEUR, PEMBUATAN KEMASAN, DAN PEMASARAN PRODUK MINUMAN KESEHATAN BERBAHAN KALAKAI Stenochlaena palustris SEBAGAI UMKM (INDUSTRI RUMAH TANGGA) Hafiz Ramadhan; Dyera Forestryana; Ratna Restapaty; Rahmayanti Fitriah; Revita Saputri; Satrio Wibowo Rahmatullah
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v2i2.793

Abstract

Utilization of the potential of Kelakai (Stenochlaena palustris) as a health drink can be carried out and applied to prevent the spread of Covid-19. The purpose of this community service is to increase public interest in entrepreneurship, especially in groups of PKK women in Palam Village, Cempaka District, Banjarbaru. Entrepreneurship training was carried out in the production of processed healthy drinks from Kelakai including how to manufacture packaging and product marketing. The activity was held on November 8th, 2021, at the Palm Village Office Hall. The method of activity is through the presentation of entrepreneurship, how to make innovative, creative, and informative packaging, marketing practices by formulating strategies for marketing forms both directly and online. The activity was attended by 35 PKK women, lecturers, and students. The result obtained is an increase in partner knowledge about digital technology as an online marketing medium. Some partners have doubts about online marketing, but after participating in this activity, PKK women understand the basics of information and communication technology. This training attracted a group of PKK women in Palam Village, Cempaka District, Banjarbaru to develop processed products from Kalakai which were then marketed to create new UMKM in the form of Home Industries.
Pendampingan Proses Produk Halal UMKM Quin Rabuk Ikan Haruan di Kuin Utara Aditya Maulana Perdana Putra; Sari, Okta Muthia; Saragih, Triando Hamonangan; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Rizki, Muhammad Ikhwan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v8i2.193

Abstract

Halal adalah cara bagi konsumen untuk melindungi diri mereka dari makanan yang menurut hukum Islam tidak layak. UMKM sangat penting bagi perkembangan sistem ekonomi Indonesia. Salah satu UMKM di kota Banjarmasin yang bergerak dalam produksi rabuk ikan haruan adalah UMKM Quin. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, produk UMKM Quin yakni rabuk ikan haruan belum memiliki sertifikasi halal. Tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan pendampingan pengisian formulir dalam rangka pengajuan sertifikasi halal. Metode pengabdian ini adalah melalui penyuluhan, diskusi dan pendampingan. Mitra pengabdian ini adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Quin Banjarmasin. Sosialisasi dan pendampingan telah dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 11 Agustus 2023. Pemateri dalam kegiatan ini adalah perwakilan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) wilayah Kalimantan Selatan, apt. Nabila Hadiah Akbar, M.S.Farm. Hasil dari pengabdian ini berupa form pengajuan sertifikasi halal yang sudah siap untuk diajukan pada website siHalal.
The Effect of Inquiry-Based Learning on Pharmacist Students Rizki, Muhammad Ikhwan; Lingga, Herningtyas Nautika; Intannia, Difa; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Putra, Aditya Maulana Perdana; Silviana, Mega
Vidya Karya Vol 39, No 1 (2024)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jvk.v39i1.18399

Abstract

One of the influential factors in shaping professional health workers is the learning process during education. The professional attitude of pharmacy students can be modified with innovative learning methods. Inquiry-Based Learning (IBL) emphasizes students' involvement in systematically, critically, and logically gathering information so that they can formulate their findings. This study aims to determine the effect of IBL on pharmacist professional study program education students taking Pharmacy Communication and Health Promotion courses. This study employed quasi-experimental research with a group Pretest-Posttest Design. The study subjects were 40 students of the Pharmacist Professional Education Study Program. The students got learning interventions with IBL method. IBL stages consist of IBL orientation, problem formulation, hypothesis formulation, data collection, hypothesis testing, conclusion formulation, and learning evaluation. Assessment instrumentation included pretests, posttests, reports, and student satisfaction questionnaires. Pretest and posttest data were statistically analyzed with SPSS. The implementation of IBL resulted in an increase in mean scores from 59.82 on the pretest to 92.83 on the posttest. There is a statistically significant difference between these results (Asymp. Sig 0.000). The proportion of student reports rated as excellent 70%, good 20%, and sufficient 5%. Student satisfaction with the learning method reached an average of 93.94%. Inquiry-based learning increases the knowledge of Pharmacist Professional Education Study Program students in the Pharmacy Communication and Health Promotion courses.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Apotek Alnoor Kuala Kapuas Tangkas, Hansel Hens; Gultom, Luis Figo; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Noor, Riskan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i2.12629

Abstract

Hidup sehat termasuk salah satu gaya hidup yang perlu diterapkan pada semua orang, mengingat manfaat kesehatan yang sangat penting bagi setiap manusia. Hidup sehat dapat mempengaruhi konsentrasi saat beraktivitas pada kehidupan sehari-hari. Kawasan kumuh di Kota Kuala Kapuas terletak di kawasan bantaran sungai yang tidak dilengkapi sarana dan prasarna utilitas (jalan, air bersih, air limbah, drainase dan sisten persampahan) yang baik. Oleh sebab itu, perlu upaya peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap masyarakat di Kuala Kapuas. Lokasi promosi kesehatan di Apotek Alnoor Kuala Kapuas. Apotek Alnoor berdiri selama 11 tahun dan terletak di sekitar pasar Kuala Kapuas sehingga memudahkan untuk menjangkau pasien. Media yang digunakan pada yaitu media cetak berupa leaflet dan penyampaian secara lisan secara face to face kepada dengan teknik accidental sampling kepada masyarakat yang menunggu antrean pemeriksaan. Hasil menunjukkan nilai pretest sebesar 65,47% yang bermakna belum memahami Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan nilai posttest dengan sebesar 94,04% yang bermakna masyarakat sudah memahami Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan terdapat peningkatan pengetahuan sejumlah 28,57%. Kegiatan promosi kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai berhasil dengan adanya peningkatan nilai posttest sebesar 28,57% dan diharapkan dapat mengubah perilaku pasien untuk menerapkan hidup bersih dan sehat. Kata Kunci: Kesehatan Fisik, Kesehatan Mental, Pengetahuan, Promosi Kesehatan  The Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) health promotion activities carried out are expected to change patient behavior. Healthy living is one of the lifestyles that needs to be applied to everyone, given the very important health benefits for every human being., it is necessary to improve the Clean and Healthy Living Behavior of the community in Kuala Kapuas. The location of the health promotion was at Alnoor Pharmacy Kuala Kapuas. Alnoor Pharmacy has been established for 11 years and is located around the Kuala Kapuas market making it easier to reach patients. The media used are printed media in the form of leaflets and oral delivery face to face to the accidental sampling technique. The results showed a pretest value of 65.47% which means that they do not understand Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and a posttest value of 94.04% which means that the community already understands Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and there is an increase in knowledge of 28.57%. Health promotion activities for Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) are considered successful with an increase in posttest scores of 28.57% and are expected to change patient behavior to implement clean and healthy living.
Co-Authors Abdul Hadi Ade Syarif Hakim Adnan Syahrizal Agustina, Ni Kadek Ayu Ahmad Nazar Winarto Akbar, Depy Oktapian Akhmad Junaidi Amali, Dzikra Aulia Angelina Ayu Dela Anisa Desriyanti Anna Humaira Anna Khumaira Sari Apriyanti, Anna Astuti, Karunita Ika Aulia Rahmah Auralia, Najma Buih, Putri Helena Junjung Dahlia Syahrina Damayanti Rumondang Butar Butar Daniel Wisnugroho Deni Setiawan DENI SETIAWAN Difa Intannia Dita Ayulia Dwi Sandi Dyah Anggraeni Dyera Forestryana Dyera Forestryana Eka Fitri Susiani Endah Puwarastuti Endang Kurniasih Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah Fanli Yudi Anwar Fanli Yudi Anwar Fatimatuz Zahra Fikriyati, Nirmala Fitria Febrianti Gultom, Luis Figo Guntur Kurniawan Hafiz Ramadhan Hafizah, Noor Hayatun Izma Helmina Wati Helsawati Helsawati Hendrya Legenda Herliana Dewi Herningtyas Nautika Lingga Humaidy, Mizan I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara I Ketut Adnyana Isnaini, Nazhifah Izma, Hayatun Jenah, Rina Astiyani Khairina Maida Khairunnisa Khalifah, Sefa Nur Khoerul Anwar Khoirunnisa Muslimawati Kumala, Dinna Fitria Kurniasari, Winda Tri Liling Triyasmono LINDA WAHYUNI Lisa Andina Lukman Hakim Lukman Hakim Madani, Al Mahendra, Rachul Ridho Maulida, Khelda Mia Fitriana Muhamad Hepriatna Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Reza Fahlevi Muhammad Reza Pahlevi Mulia, Radha Eka Nasya Hafizah Nazhipah Isnani Noor, Riskan Nor Aida Normaidah, Normaidah Novia Novia Nurrahma, Ika Maulida Okta Muthia Sari P.P, Aditya Maulana Pratiwi, Desy Prima Happy Ratnapuri Putra, Aditya Maulana Perdana Putri, Indah Pebriani Qadariah, Ira Qory Rahmat Nazri Rahma, Salsabila Fadiya Rahmayanti Fitriah Ramadhan, Fery Ramadhani , Syahrizal Ratna Restapaty Redanti, Hema Novita Risma Dian Ariyani Rosanti, Diah Aulia Saksono, Reni Yustiati Samsul Hadi Sandi, Dita Aulia Dwi Sandi, Dita Ayulia Dwi Sanha, Cut Nadia Anne Saputri, Revita Saragih, Triando Hamonangan Sari , Anna Khumaira Sari, Fitri Novita Sari, Okta Muthia Sari, Sindwi Rinanda Sari, Sri Oktaviani Setiawan, Feri Silviana, Mega Siti Bahzah Siti Nurhaliza Leyla Susiani, Eka Fitri Syifa Auliani Tangkas, Hansel Hens Tatsbita, Inatsa Dwi Tjitradi, Sukhito Yohanes Tuti Misrina Wikaningtyas, Pratiwi Wirawan Adikusuma Yusrinie Wasiaturrahmah