Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Kolesterol Total pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Andini Marccela; Rasfayanah; Zulfiyah Surdam; Nesyana Nurmadilla; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.421

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah metode sederhana yang digunakan untuk menentukan status gizi seseorang. Kondisi hiperkolesterolemia yang menjadi penyebab utama kejadian penyakit jantung iskemik dan stroke umumnya diderita oleh individu overweight dan lanjut usia akan tetapi tidak menutup kemungkian gangguan metabolisme ini dapat terjadi pada individu dengan usia muda, karena adanya perubahan pola hidup. Peningkatan IMT mencerminkan terjadinya peningkatan proporsi lemak massa tubuh. Peningkatan kadar kolesterol dalam darah disebut sebagai hiperkolesterolemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan kadar kolesterol total pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Penelitian observasional dengan pendekatan analitik menggunakan metode cross sectional Dari 77 sempel diperoleh IMT dengan Underweight 12 orang, 8 orang (10.4%) mengalami kolesterol normal dan 4 orang (5.2%) mengalami hiperkolesterol. normal 39 orang, 20 orang (26%) mengalami kolesterol normal dan 19 orang (24.7%) mengalami hiperkolesterol. overweigth 8 orang, 3 orang (3.9%) mengalami kolesterol normal dan 5 orang (6.5%) mengalami hiperkolesterol. obes 1 12 orang, 6 orang (7.8%) mengalami kolesterol normal dan 6 orang (7.8%) mengalami hiperkolesterol. obes 2 6 orang, 3 orang (3.9%) mengalami kolesterol normal dan 3 orang (3.9%) mengalami hiperkolesterol. Hasil analisis uji Chi squre memiliki nilai signifikansi sebesar 0,800 > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan kadar kolesterol pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.
Literature Review: Pengaruh Air Zamzam terhadap Osteoporosis Iffa Nabila Zulfitria; Anna Sri Dewi; Rachmat Faisal Syamsu; Nurfadillah Khalid
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.452

Abstract

Osteoporosis adalah kelainan kerapuhan tulang yang tersebar luas di mana kekuatan tulang sangat rendah, menyebabkan patah tulang sering terjadi. Konsumsi kalsium (Ca) berkorelasi positif dengan kesehatan tulang, termasuk massa tulang. Air zamzam adalah salah satu prosedur terapi yang telah ada sejak awal Islam. Air zamzam dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Air Zamzam berbeda dengan air biasa karena mengandung mineral larut dalam garam seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium, fluor, klorida, bikarbonat, nitrat, dan sulfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air Zamzam mempengaruhi osteoporosis. Studi pustaka ini menggunakan desain review naratif. Studi menunjukkan bahwa air Zamzam mengandung banyak kalsium, yang baik untuk kesehatan. Untuk membantu pertumbuhan tulang, kalsium juga diperlukan. Magnesium juga ada dalam air Zamzam, yang diperlukan untuk tubuh menggunakan mineral dengan benar dan menambah mineral dalam tulang. Air Zamzam memiliki kandungan kalsium yang tinggi yang dapat berinteraksi dengan fosfat dalam tulang, mengubah hubungan fisiologis antara kalsium dan fosfor. Air Zamzam juga memiliki konsentrasi fluorida yang lebih tinggi daripada air mineral lainnya, yang membantu menjaga kesehatan tulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air Zamzam mengandung kalsium, magnesium, fosfat, dan fluorida yang membantu mengurangi kemungkinan patah tulang.
Pengaruh Pemberian Madu Hutan, Kurma Ajwa dan Gel Bioplacenton terhadap Proses Penyembuhan Luka pada Mencit Trisha Mel Anggun Koedoeboen; Syamsu Rijal; Inna Mutmainnah Musa; Ida Royani; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.456

Abstract

Luka bisa terjadi pada semua makhluk hidup dikarenakan adanya aktivitas yang dilakukan. Aktivitas yang dilakukan dapat terganggu karena adanya luka. Luka dapat diartikan sebagai keadaan dimana terjadinya gangguan fungsi kulit sebagai pelindung dari luar akibat terputusnya jaringan kulit. Luka sayat merupakan salah satu contoh dari bentuk luka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat efektivitas Madu Hutan (Apis dorsata), Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L) dan Bioplacenton terhadap proses penyembuhan luka sayat. Metode yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium untuk mengetahui perbedaan penyembuhan luka sayat antara pemberian Madu Hutan (Apis dorsata), Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) dan gel Bioplacenton pada Mencit (Mus musculus) yang meliputi durasi dan dosis yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka. Hasil yang didapatkan yaitu kelompok yang mengalami penutupan paling cepat menutup ialah kelompok III (Madu Hutan) yaitu 10 hari.
Pengaruh Istinsyaq sebagai Terapi Alternatif pada Penderita Rinosinusitis Kronik Tahun 2022 Kesya Azzahra Putri; Mochammad Erwin Rachman; Sri Wahyu; Rachmat Faisal Syamsu; Mohammad Reza Zainal Abidin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.461

Abstract

Rinosinusitis kronik adalah peradangan yang terjadi pada mukosa hidung serta sinus paranasal dan berlangsung lebih dari delapan minggu dan ditandai adanya cairan mukopurulen, hidung berbau, hidung terseumbat, nyeri wajah, dan tanda-tanda lainnya. Beristinsyaq tiga kali setiap berwudhu, menyebabkan bakteri dan mikroba yang ada di dalam lubang hidung akan dikeluarkan. Kebanyakan penyakit terjadi karena mikroba masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan tenggorokan, kemudian masuk ke tubuh. Gerakan istinsyaq selaras dengan gerakan terapi irigasi hidung, dengan melakukan irigasi hidung dapat menjaga agar mukosiliar hidung tetap normal, sehingga beristinsyaq juga dapat menyebabkan udara yang terhirup bebas dari bakteri dan juga mikroba karena tersaring saat melakukannya. Melakukan irigasi hidung dapat membantu menjaga mukosiliar hidung tetap normal. Untuk mengetahui pengaruh istinsyaq sebagai terapi alternatif pada penderita rinosinusitis kronik tahun 2022. Jenis penelitian Pre-post eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test without control. Dari 25 orang responden sebanyak 1 orang (4%) responden merasakan gejala ringan, diikuti dengan sebanyak 11 orang (44%) responden merasakan gejala sedang, dan 13 orang (52%) responden merasakan gejala berat. Setelah diberikan intervensi, sebanyak 8 orang (32%) responden tergolong dalam gejala ringan, 13 orang (52%) responden merasakan gejala sedang, dan 4 orang (16%) responden merasakan gejala berat. Berdasarkan hasil uji alternatif (uji wilcoxon) dihasilkan nilai p (p-value) 0,00 (<0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara istinsyaq dengan penyakit rinosinusitis kronik. Istinsyaq dapat menjadi terapi alternatif pada penderita rinosinusitis kronik. Terdapat pengaruh istinsyaq sebagai terapi alternatif pada penderita rinosinusitis kronik tahun 2022.
Narrative Review: Efek Antioksidan dan Antibakterial pada S. Persica terhadap Penyembuhan Luka di Kulit Tikus Fahmi Satrio Hidayat; Andi Tenri Sanna; Sri Wahyuni Gayatri Basri; Rachmat Faisal Syamsu; Alamanda Irwan
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.462

Abstract

Luka merupakan terputusnya kontiunitas jaringan akibat adanya jaringan yang rusak atau hilang. Banyak faktor yang dapat menghambat proses penyembuhan luka, dua diantaranya adalah infeksi dan stress oksidatif. Siwak (S. persica) merupakan tanaman herbal dari timur tengah yang memiliki kandungan antioksidan dan antibakterial yang relativ tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui uji efektivitas ranting siwak (S. persica) terhadap proses penyembuhan luka dengan menggunakan penelitian database pencarian yang digunakan di Pubmed, Science Direct, dan Google scholar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dengan metode narrative review. Dari 3 jurnal yang di teliti, didapatkan konsentrasi ekstrak siwak (S. persica) 5% dan 10% dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Siwak (S. persica) memliki aktifivitas antioksidan dan antibakterial yang relatif tinggi sehingga berpotensi dalam mengurangi radikal bebas dan infeksi.
Literature Review: Kebutuhan Gizi Pada Lansia Rachmat Faisal Syamsu; Inayah Al Fatiha; Andini Sangkal
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.127

Abstract

The aging process involves a decline in the body's physiological functions, making optimal nutritional intake crucial for maintaining the health and quality of life of the elderly. This literature review aims to synthesize recent evidence on the nutritional status, influencing factors, and intervention strategies for the elderly. The method used was a literature review of articles published between 2020-2025, sourced from databases like PubMed, NCBI, and Google Scholar. Fifteen articles were selected based on inclusion criteria. The findings highlight several key themes: the critical role of adequate protein intake (≥1.3 g/kg BW/day) and its distribution throughout the day to prevent sarcopenia and frailty; the effectiveness of holistic dietary patterns like the Mediterranean diet; the double burden of malnutrition and significant geographical disparities in nutritional status among Indonesian elderly; the strong influence of socio-economic and cultural determinants; and the success of community-based intervention models, such as peer educators and integrated nutrition counseling in primary health services. In conclusion, a comprehensive and integrated approach, encompassing adequate nutrient intake, culturally adapted dietary patterns, routine screening, and community-based empowerment, is essential to improve the nutritional status and support healthy aging for the elderly. Further research is needed to develop interventions tailored to the specific characteristics of the diverse elderly population in Indonesia.
Literature Review: Asuhan Gizi Pada Penderita Diabetes Mellitus (DM) di Layanan Primer Rachmat Faisal Syamsu; Amirah Mardhiyah; Sri Sulfianti
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.96

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a major global and national health concern with a steadily increasing prevalence, particularly in Indonesia and South Sulawesi. The primary contributing factors include shifts toward modern lifestyles, obesity, and unhealthy dietary patterns. This literature review employs a library research method with descriptive analysis of various relevant sources, including previous studies and clinical guidelines related to nutritional management of DM. The findings indicate that the implementation of a systematic and standardized nutrition care process significantly improves patient adherence to dietary interventions and glycemic control. Dietary interventions tailored to individual conditions, supported by education and telemedicine technology, play a critical role in enhancing health outcomes and reducing DM-related complications. The effective application of a standardized nutrition care process can improve the quality of DM management in primary healthcare centers, positively contribute to better nutritional status and glycemic control among patients, and support the sustainability and success of DM control programs
Co-Authors Abbas Zavey Nurdin Achmad Harun Muchsin Ade Rahmy Sujuthi Ahmad Fahd Alifian Alamanda Irwan Amirah Mardhiyah Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Alamanda Irwan Andi Fahira Arsal Andi Fahirah Arsal Andi Husni Esa Darussalam Andi Tenri Sanna Andini Marccela Andini Sangkal Anna Sri Dewi Annisa Duratul Hikmah Arina Fathiyyah Arifin Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Aryanti Bamahry Aryanti R. Bamahry Asrini Safitri Ayu Ulfiah Azis Dahliah Dinda Permatasari Erlin Syahril Fahmi Satrio Hidayat Fendy Dwimartyono Hanna Aulia Namirah Hermiaty Hermiaty Hermiaty Nasruddin Hermiaty Nasaruddin Hermiaty Nasruddin Hermiaty Nasruddin Hermiaty Nasruddin Ida Royani Iffa Nabila Zulfitria Inayah Al Fatiha Indhi Aulia Tasya Indy Inna Mutmainnah Musa Irmayanti Haidir Bima Irna Diyana Kartika Irsanti Sasmita Tauhid Kesya Azzahra Putri Miftahul Jannah Mochammad Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman Mohammad Reza Zainal Abidin Mona Nulanda Mona Nulanda Muh. Farid Jamal Muhammad Alim Jaya muhammad yastrib semme Muhammad Zuhal Darwis Mukhbita Alifia Danial Nabila Maulidiana Putri Nasrudin Andi Mappaware Nesyana Nurmadilla Nirwana Laddo Nur Akhsan Diana Nur Ashianty Hadijah Nur Fadhillah Khalid Nurfachanti Fattah Nurfachanti Fattah Nurfadillah Khalid Nurmadilla, Nesyana Nurqalbi Faizal Nurul qalbi nuqa Paulus Rasfayanah Rasfayanah, Rasfayanah Ratih Natasha Maharani Reghita Avrilya Reski Amaliah Rezky Pratiwi LB Ririn Ramadhani Ridwan Rismayanti Rizqie Hayyudiah Sandra Kariati Satharia Lausiri Satya Wicaksana Sutantri Shulhana Mokhtar Shulhana Mokhtar Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sigit Dwi Pramono Siska Nuryanti Siska Nuryanti Sommeng, Faisal Sri Sulfianti Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri Sulfiani Sulfiani Sultan Buraena Syamsu Rijal Tendri Azzahra Trisha Mel Anggun Koedoeboen Widya Lestari Ningsih Husain Wiriansya, Edward Pandu Yusriani Mangarengi Zulfah Midah Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam