Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Mekambare As a Former of Social Solidarity in Supporting Food Security in Sustainable Agriculture Management in East Kolaka Regency Jers, La Ode Topo; Efriani, Efriani; Nurti, Yevita; Arimbawa, Putu; Alias, Alias
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 25 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v25.n2.p163-172.2023

Abstract

The local community’s culture has been recognized as playing an essential role in achieving food security. This study attempts to demystify a cultural tradition among an Indonesian agriculture society, called Mekambare, that plays such a role in sustainable agricultural management. It was conducted in East Kolaka Regency, an area dominated by lowland rice farmers. Framed in a qualitative method, this study used observation, in-depth interviews, and document studies as techniques of data collection. The results showed that Mekambare played a crucial role in forming social solidarity among lowland rice farming communities. Through Mekambare, farming communities build mutual cooperation and support one another in overcoming challenges related to supplying food demands. This social solidarity is manifested in the exchange of food commodities, social support, and the dissemination of traditional knowledge in agricultural management. With Mekambare, the lowland rice farming communities maintain the balance of the agricultural ecosystem by utilizing natural predators, utilizing organic fertilizers from livestock manure, and implementing integrated weed control. This research can make a positive contribution to efforts to achieve sustainable food security and the welfare of farming communities in East Kolaka Regency.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Budaya Kerja Melalui Moderasi Religiusitas Terhadap Kinerja Personel di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau Efriani, Efriani; Romus, Mahendra; Maria, Maya
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (September-Oktober 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i1.2724

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh antara variabel motivasi kerja, budaya kerja, moderasi religiusitas dan kinerja personel kepolisian secara parsial. 2) Untuk mengetahui pengaruh variabel motivasi kerja, budaya kerja, dan moderasi religiusitas secara simultan terhadap kinerja personel kepolisian. 3) Untuk mengetahui kemampuan religiusitas dalam memoderasi dari kombinasi variabel motivasi kerja, dan budaya kerja, terhadap kinerja personel kepolisian. Penelitian ini melibatkan 229 personel kepolisian di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sensus dan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner.  Analisis pengujian regresi linear parsial, linear berganda, uji koefisien korelasi menggunakan software SPSS version 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh motivasi kerja, budaya kerja, moderasi religiusitas dan kinerja personel yang dianalisis secara parsial dan simultan didapati nilai signifikansi p<0.05. Terdapat pengaruh yang signifikan dan positif semua konstruk yang diuji secara parsial dan simultan. Pengujian tanpa religiusitas sebagai variabel moderasi terhadap gabungan motivasi kerja, dan budaya kerja terhadap kinerja personel Kepolisian diperolah (r2= 0.629) 72,1% dan menggunakan variabel moderasi religiusitas diperoleh sebesar (r2=0,738) 73,8%. Terdapat peningkatan sebesar 1.7 % pengaruh menggunakan moderasi religiusitas terhadap kinerja personel. Motivasi kerja, budaya kerja, moderasi religiusitas meningkat, maka kinerja personel Kepolisian juga akan meningkat.
Efektivitas Pendidikan Anti Korupsi Untuk Meminimalisir Tindak Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dewantara, Jagad Aditya; Syamsuri, Syamsuri; Efriani, Efriani; Sausan, Nida; Sari, Iga Fiolita; Ariska, Deviana; Wulandari, Annisa Tri; Fransiska, Mitha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3107

Abstract

AbstrakSejak era reformasi, telah dibentuk berbagai lembaga antikorupsi yang berperan besar pada pencegahan serta pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, kejahatan korupsi merupakan jenis kejahatan dengan dampak yang luar biasa melakukan praktik kejahatan korupsi sama artinya dengan melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Untuk mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi diperlukan adanya regenerasi hukum serta pendekatan budaya yakni melalui pendidikan anti korupsi yang berguna sebagai wadah pembentuk moral generasi muda. Metode pada riset ini menerapkan pendekatan hukum normatif dengan proses pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Program pendidikan anti korupsi yang telah di tetapkan ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang sama yang terpadu serta terbimbimbing guna menghentikan kerugian negara akibat tidakan korupsi. Disisi lain, pendidikan anti korupsi juga efektif untuk diimplementasikan dalam rangka membentuk moralitas anak bangsa serta menjadi langkah pencegahan dini bagi tindak kejahatan lanjut dari korupsi yakni pelanggan hak asasi manusia.Kata Kunci : Korupsi, pendidikan anti korupsi, pelanggaran HAM AbstractSince the reform era, anti-corruption institutions have been established that have a major role in preventing and eradicating corruption in Indonesia. In addition, the crime of corruption is a type of crime with an extraordinary impact, committing a crime of corruption is tantamount to committing a violation of human rights. To optimize efforts to eradicate corruption, it is necessary to have legal regeneration and a cultural approach, namely through anti-corruption education which is useful as a forum for forming the morale of the younger generation. The method in this study uses a normative legal approach with the data collection process using a literature study. This anti-corruption education program that has been established has the aim of providing the same knowledge and understanding that is integrated and guided in order to reduce state losses due to acts of corruption. On the other hand, anti-corruption education is also effective to be implemented in order to shape the morality of the nation's children as well as an early prevention step for further crimes of corruption, namely human rights customers.Keywords: Corruption, anti-corruption education, human rights violations
Mengedepankan Karakter Budaya Untuk Membangun Warga Negara yang Nasionalis Dewantara, Jagad Aditya; Syamsuri, Syamsuri; Efriani, Efriani; Tomia, Aldian; Novia, Jopani; Ardania, Ocha; Arjon, Victorianus Marterik; Tasya, Wilhelmina
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3108

Abstract

AbstrakBanyaknya permaslahan-permasalahan yang terjadi pada bangsa indonesia, hal itu hampir semuanya bersumber dari rendahnya moral dan ahlak masyarakat hingga pemimpin negara, banyak sekali jenis pendidikan pada bangsa indonesia namun kebanyakan pendidikan tersebut hanyalah mengajarkan intelektual saja, namun pendidikan yang paling penting untuk mengatasi semua permasalahan yang terdapat dalam bangsa kita ini adalah pendidikan karakter, disini pendidikan karakter lah yang menjadi peran utama untuk membangun karakter bangsa yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih maju karena salah satu tujuan dari pendidikan karakter ialah membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong rotong. Keteladanan dan kedisiplinan adalah beberapa contoh hal yang sangat penting untuk di tekankan dalam pendidikan karakter.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kdisiplinan, Keteladanan AbstractThe many problems that occur in the Indonesian nation are almost all sourced from low morals and morals of the community to state leaders, there are many types of education in the Indonesian nation but most of this education only teaches intellectuals, but education is the most important to overcome all problems contained in our nation is character education, here character education is the main role to build national character that is able to bring Indonesia to a more advanced direction because one of the goals of character education is to form a nation that is strong, noble, moral, tolerant. , cooperate or work together. Exemplary and discipline are some examples of things that are very important to emphasize in character education.Keywords: Character Education, Discipline, Exemplary
WORKSHOP OPTIMALISASI KAPABILITAS SOSIAL PETANI DALAM MITIGAS BENCANA PANGAN DI DESA MATANG DANAU KABUPATEN SAMBAS Herlan, Herlan; Rupita, Rupita; Marini, Marini; Efriani, Efriani
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3060

Abstract

This Community Service Activity (PKM) was carried out in the form of a workshop with the theme of Optimizing Farmers' Social Capabilities in Food Disaster Mitigation in Matang Danau Village, Sambas Regency. The background of this activity stems from Indonesia's condition as an agrarian country that still relies on agriculture, especially rice, as the backbone of food supply. Although national rice production in January–June 2025 increased significantly to 19.16 million tons, food security still faces major challenges due to climate change, crop failures, and food distribution inequalities. The purpose of this activity was to increase farmers' understanding of the concepts of national and family food security, as well as to identify and optimize their social capabilities for food disaster mitigation. The workshop was held on August 23, 2025, and was attended by 30 participants consisting of farmers. The methods used included a pre-test, material delivery, group discussions, social capability mapping, and a post-test to measure the increase in participants' knowledge. The evaluation results showed an average score increase from 52 on the pre-test to 82 on the post-test, or an increase of 30 points (57.7%). In addition, participants successfully identified four main pillars of social capabilities in Matang Danau Village, namely social capital, local knowledge, social institutions, and social solidarity. Group discussions revealed various practices such as mutual cooperation in repairing irrigation systems, rice barns, the use of terajoong, and the tradition of sharing grain during crises. In conclusion, this workshop succeeded in increasing participants' understanding and awareness that social capabilities are an important force that can be mobilized to deal with the risk of food crises. Recommended follow-up actions include the establishment of a Resilient Food Farmers Forum, the revitalization of village granaries, the strengthening of the role of youth and women, and ongoing assistance from the government and universities. Keywords: food security, social capabilities, farmers, disaster mitigation, Matang Danau Village
Pengadaan bank sampah sebagai solusi pengelolaan sampah plastik di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Riau Aryani, Nini; Suparmi, Suparmi; Widayat, Prama; Efriani, Efriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.35193

Abstract

AbstrakSampah plastik menjadi masalah serius yang mengancam kelestarian lingkungan dan kehidupan manusia. Kegiatan pengabdian kepada masayarakat bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi pendirian Bank Sampah sebagai solusi pengelolaan sampah plastik di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Riau. Metode yang digunakan adalah  memberikan pelatihan dengan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 45 anak panti dalam pelatihan pengelolaan dan pemilahan sampah plastik yang terorganisir, serta pemanfaatan hasil daur ulang sebagai sumber ekonomi, mitra yang lainnya berasal dari Klinik, SMK yang terletak berdekatan dengan Panti Asuhan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa program Bank Sampah berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan, partisipasi aktif penghuni panti, dan secara signifikan mengurangi akumulasi sampah plastik dengan persentase sebesar 80%. Anak-anak memperoleh manfaat ekonomi dari penjualan sampah daur ulang dan terbukti terlibat aktif dalam pengelolaan sampah. Kesimpulannya, pendirian Bank Sampah ini efektif sebagai media edukasi dan pemberdayaan sosial-ekonomi dalam pengelolaan sampah plastik, serta dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di komunitas lainnya. Organisme penelitian tidak relevan dalam konteks ini. Kata kunci: bank sampah; pengelolaan sampah; panti asuhan; plastik; pemberdayaan; lingkungan AbstractPlastic waste is a serious environmental threat affecting human life and ecosystem sustainability. This study aims to implement and evaluate the establishment of a Waste Bank as a solution for plastic waste management at the Putri ‘Aisyiyah Riau Orphanage. The method used participatory approaches involving 45 orphanage children trained in organized plastic waste sorting and management, with economic benefits derived from recycling proceeds. Findings indicate the Waste Bank program effectively increases environmental awareness, active participation, and significantly reduces plastic waste accumulation. The children gained economic benefits from recycling waste and actively engaged in waste management activities. In conclusion, the Waste Bank is an effective educational and socio-economic empowerment medium for plastic waste management and can serve as a sustainable waste management model for other communities. Keywords: waste bank; waste management; orphanage; plastic; empowerment; environment
Co-Authors Adityo Darmawan Sudagung Afandi Afandi Agustinus, Edy Akhmad Marhadi Aldiansyah, Rifki Alias, Alias Alpito, Muhammad Alunaza, Hardi Ardania, Ocha Arifiyanti, Fitria Ariska, Deviana Ariyansyah, Irvan Arjon, Victorianus Marterik Ashmarita, - Asri Neli Putri Astri Wulandari Atikah, Najwa Wahyu Cecep Darmawan, Cecep CINDY CINDY Dahniar Th. Musa Dasim Budimansyah Deny Wahyu Apriadi Dewantara, Jagad Aditya Diaz Restu Darmawan, Diaz Restu Din Permadi, Pradana Enjelina , Maria Fachry Abda El Rahman Fitriana, Rossa Fransiska, Meliya Fransiska, Mitha Galuh Bayuardi Hadi Hadi Hasanah Hasanah Herlan, Herlan Hermawan, Yudi Ilma Sarimustaqiyma Rianse Irawan Irawan Iwan Ramadhan Jers, La Ode Topo La Ode Alwi Lestari M.P Alibasyah Lewo, Yohanes Peten Lisa Agustina, Lisa Listiani, Endang Indri Maria, Maya Marini . Mursalina, Adinda Nini Aryani Nopa Wilyanita Novan, Christian Novia, Jopani Nugrahaningsih, Nurfitri Nurgiansah, T Heru NURLAELA NURLAELA Panjaitan, Maria Yunita Tianar Br prama widayat, prama Praptantya, Donatianus BSE Pratama, Raihan Devi Putri Pitaloka, Whilis Putu Arimbawa, Putu R, Ariyanto Raihana, Raihana Raudhah Awal Ritman Ishak Paudi Romus, Mahendra Rupita, Rupita Sari, Iga Fiolita Sari, Lusi Nurlaila Sausan, Nida Setiawati, Nani Sihaloho, Nahot Tua Parlindungan Sikwan, Agus Soeharto Soeharto Suko, Suko Sulistyarini, Sulistyarini Suparmi Suparmi Susanto, Ragil Prasetyo Susi Yusrianti, Susi Syahrun, Syahrun Syamsuri TA, Putra Tasya, Wilhelmina Telaumbanua, Ordinet Thaher, Abi Rizky Thomas, Orbit Toendan, Krisnayadi Tomia, Aldian Utami, Lakamitha Wibowo Heru Prasetiyo Wulandari, Annisa Tri Yedithia, Fenroy Yevita Nurti Yudhistira Oscar Olendo Yulianti Yulianti Yunus, Dadang Zakarias Aria Widyatama Putra