Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas Ikan Laut Non Ekonomi Menjadi Makanan Pempek Palembang Khas Sulawesi Tenggara Bahtiar; Purnama, Muhammad; Sirza, La Ode Muhammad Junaidin; Salwiyah; Pariakan, Arman; Haslianti; Permata Hati, Yustika Intan; Ishak, Ermayanti
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 6 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.53

Abstract

Diversifikasi komoditas perikanan non ekonomi merupakan inovasi penting di bidang pengolahan hasil perikanan yang secara signifikan dapat meningkatkan pendapatan keluarga nelayan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 23-25 Agustus 2019 di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk Pengolahan Hasil Perikanan (Mpek Mpek Ikan Laut Non Ekonomis) ini memiliki beberapa tujuan yaitu: 1) Mendukung program pembangunan desa pesisir, dan 2) Meningkatkan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga nelayan dalam mengolah hasil laut menjadi bahan pangan varian baru. Cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi yaitu pembekalan pengetahuan tentang teknik pembuatan masakan ikan yang higienis dan ramah lingkungan, selain itu juga diberikan pelatihan tentang cara pengemasan produk yang benar dan cara memasarkannya. dia. Dengan beberapa metode yang diperkenalkan diharapkan mampu memberikan kontribusi sosial yaitu membuka wawasan dan cara berpikir ibu-ibu rumah tangga nelayan untuk memanfaatkan bahan baku hasil laut seefektif mungkin dan menciptakan lapangan pekerjaan di Desa Puasana dan kemampuan ibu rumah tangga nelayan untuk berwirausaha secara mandiri yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga dan membantu pembangunan desa pesisir.
Meningkatkan Nilai Tambah Komoditas Ikan Laut Non Ekonomi Menjadi Makanan Pempek Palembang Khas Sulawesi Tenggara Bahtiar; Purnama, Muhammad; Sirza, La Ode Muhammad Junaidin; Salwiyah; Pariakan, Arman; Haslianti; Permata Hati, Yustika Intan; Ishak, Ermayanti
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 6 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.53

Abstract

Diversifikasi komoditas perikanan non ekonomi merupakan inovasi penting di bidang pengolahan hasil perikanan yang secara signifikan dapat meningkatkan pendapatan keluarga nelayan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 23-25 Agustus 2019 di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk Pengolahan Hasil Perikanan (Mpek Mpek Ikan Laut Non Ekonomis) ini memiliki beberapa tujuan yaitu: 1) Mendukung program pembangunan desa pesisir, dan 2) Meningkatkan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga nelayan dalam mengolah hasil laut menjadi bahan pangan varian baru. Cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi yaitu pembekalan pengetahuan tentang teknik pembuatan masakan ikan yang higienis dan ramah lingkungan, selain itu juga diberikan pelatihan tentang cara pengemasan produk yang benar dan cara memasarkannya. dia. Dengan beberapa metode yang diperkenalkan diharapkan mampu memberikan kontribusi sosial yaitu membuka wawasan dan cara berpikir ibu-ibu rumah tangga nelayan untuk memanfaatkan bahan baku hasil laut seefektif mungkin dan menciptakan lapangan pekerjaan di Desa Puasana dan kemampuan ibu rumah tangga nelayan untuk berwirausaha secara mandiri yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga dan membantu pembangunan desa pesisir.
Karakteristik Dan Kesesuaian Lahan Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Kabupaten Kolaka Pariakan, Arman; Rahim, Rahim; Indrayani, Indrayani
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 2 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i2.50925

Abstract

Udang vaname adalah spesies budidaya penting di Indonesia, terutama di Kabupaten Kolaka. Namun, hasil produksi dari kegiatan budidaya menurun setiap tahunnya. Ditemukan pertumbuhan udang tidak optimal dan munculnya penyakit hingga kegagalan panen yang pada akhirnya para pembudidaya merugi dan ditemukan telah banyak lahan budidaya yang terbengkalai. Hal ini diakibatkan karena tidak adanya evaluasi kesesuaian lahan sejak awal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian lahan pada tambak udang vaname di pesisir Kabupaten Kolaka khususnya pada Kecamatan Wundulako dan Pomalaa berdasarkan karakteristik air dan tanah.  Pengukuran parameter air dan tanah, seperti amonia, nitrit, salinitas, suhu, oksigen terlarut, pH air, pH tanah, dan potensial redoks tanah, dikumpulkan dari 50 lokasi tambak udang. Pengujian dilakukan baik di laboratorium maupun di lapangan (in situ). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis spasial Inverse Distance Weighted (IDW) dengan software ArcGIS 10.2., kemudian dipertajam dengan teknik tumpang susun yang digabungkan dengan kriteria kesesuaian lahan budidaya tambak udang vaname, yakni sangat sesuai, cukup sesuai, sesuai marjinal. kriteria kesesuaian ini telah diberi bobot nilai kepentingan berdasarkan pertimbangan studi kepustakaan dan pembenaran ahli.. Hasil analisis pada lokasi budidaya tambak udang di Kolaka ditemukan hanya dua kategori kesesuaian yaitu cukup sesuai dan sesuai marjinal dengan luas 1,208 Ha dan 13,7 Ha. Hasil dari penelitian ini memberikan panduan bagi pembudidaya dalam  memilih lokasi dan merencanakan tindakan dalam kegiatan budidaya udang vaname yang sesuai, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya udang di masa depan.  Vaname shrimp is one of the shrimp species cultivated in Indonesia, especially in Kolaka Regency. However, production from aquaculture activities has decreased every year. It was found that shrimp growth was not optimal and the emergence of disease and crop failure resulted in farmers losing money and many cultivation areas were found abandoned. This is due to the absence of land suitability evaluation from the beginning. This study aims to evaluate the suitability of vaname shrimp ponds on the coast of Kolaka Regency, especially in Wundulako and Pomalaa sub-districts based on water and soil characteristics. Measurements of water and soil parameters, such as ammonia, nitrite, salinity, temperature, dissolved oxygen, water pH, soil pH, and soil redox potential, were collected from 50 shrimp pond sites. Tests were conducted both in the laboratory and in the field (in situ). The collected data were analyzed using the Inverse Distance Weighted (IDW) spatial analysis method with ArcGIS 10.2 software, then refined with overlapping techniques combined with land suitability criteria for white shrimp pond culture, namely highly suitable, moderately suitable, and marginally suitable. The suitability criteria have been given a weighted importance value based on the consideration of literature studies and expert justification. The results of the analysis on the location of shrimp aquaculture ponds in Kolaka found only two categories of suitability, namely moderately suitable and marginally suitable with an area of 1,208 Ha and 13.7 Ha. The results of this study guide farmers in selecting locations and planning actions in suitable vaname shrimp farming activities, so it is expected to increase the productivity and sustainability of shrimp farming in the future
EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Nur Fajriani Nursida; Nursidi Nursidi; Indrayani Indrayani; Arman Pariakan
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 16 No 1 (2025): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v16i1.6996

Abstract

The primary challenge encountered in the production of tilapia is a bacterial disease that is induced by the bacterium Aeromonas hydrophila. Crop failure and the mortality of cultured animals are among the consequences. Certain herbal plants contain antioxidants that can exert a therapeutic effect against the A. hydrophila bacterium. The objective of this investigation is to ascertain the survival of fish following infection with A. hydrophila bacteria and their behavior and morphology prior to and following immersion in purple sweet potato leaf extract (Ipomoea batatas). In the initial stage, the survival rate was assessed through the challenge test with A. hydrophila 108 bacteria. The second stage involved the observation of the behavior and morphology before and after immersion in purple sweet potato leaf extract (I. batatas). This research was conducted in two phases. The treatment concentrations were as follows: treatment A (without extract / 0 mg/L), treatment B (40 mg/L), treatment C (60 mg/L), and treatment D (80 mg/L). In the research, abnormal behavioral changes, including the presence of red sores on the tail and a decline of appetite, were observed. The fish maintained an appetite, exhibited normal body movements, and swam actively when treated with D. Conversely, treatment A demonstrated a subpar response until the conclusion of the observation period. The effective inhibition of mortality in Nile tilapia was demonstrated by the survival rate of Nile tilapia larvae infected with A. hydrophila bacteria after treatment with a solution of purple sweet potato leaf extract (I. batatas) for 24 hours. The survival rate was observed over a 7-day period.