Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Farmaka

AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK KULIT BATANG MATOA (Pometia pinnata J.R. Forster & J.G. Forster) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR DENGAN METODE TOLERANSI SUKROSA Devi Rahmawati; Ellin Febrina; Ami Tjitraresmi
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.192 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9060

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) karena tidak terdapatnya insulin dalam tubuh, terjadi penurunan sekresinya, dan/atau fungsi insulin tersebut terganggu. Matoa (Pometia pinnata J.R.Forster & J.G. Forster) merupakan tanaman yang telah dimanfaatkan oleh Bangsa Asia sebagai salah satu tanaman obat tradisional. Kulit batang matoa juga merupakan salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat di Tobelo dalam mengobati diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang matoa memiliki aktivitas dalam menghambat enzim α-glukosidase, yang berperan dalam memecah mono/disakarida menjadi glukosa. Berdasarkan uraian tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas hipoglikemik dari ekstrak kulit batang matoa secara in vivo pada tikus putih jantan galur Wistar dengan metode toleransi sukrosa. Penelitian dilakukan melalui tahap pengumpulan dan determinasi tanaman, penyiapan simplisia, ekstraksi, penapisan fitokimia, pengujian parameter ekstrak serta pengujian aktivitas hipoglikemik dengan metode toleransi sukrosa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dengan taraf kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pemberian ekstrak etanol kulit batang matoa dengan dosis 150 mg/200g BB, 300 mg/200g BB, serta 600 mg/200g BB tidak memberikan perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Namun, pada kelompok uji 2, pada menit ke-120, terdapat perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan dari perlakuan yang diberikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.
AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK, FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN AIR BUAH PANDAN LAUT (Pandanus tectorius) PADA MENCIT DENGAN METODE GELIAT ELLIN FEBRINA; Anas Subarnas; Dika Destiani; Dana Nasrullah
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.39 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9282

Abstract

Tumbuhan pandan laut (Pandanus tectrorius) biasa digunakan oleh masyarakat secara tradisional sebagai pereda nyeri. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pandan laut memiliki aktivitas analgesik pada mencit namun belum diketahui aktivitas analgesik dari fraksi-fraksinya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas analgesik ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air dari buah pandan laut dengan metode geliat dengan penginduksi nyeri asam asetat 0,7%. Dosis yang digunakan untuk ekstrak dan ketiga fraksi itu adalah 125 mg/kg berat badan (BB) dan aspirin sebagai kontrol positif adalah 65 mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi buah pandan laut memberikan aktivitas analgesik. Ekstrak etanol buah pandan laut memberikan efek analgesik paling tinggi dengan daya proteksi sebesar 70,05% diikuti dengan fraksi air (60,25%), fraksi n-heksan (32,14%), dan fraksi etil asetat (13,02%). 
REVIEW ARTIKEL: TINJAUAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) PUTY PRIANTI NOVIRA; Ellin Febrina
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.428 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17542

Abstract

Obat herbal telah banyak digunakan dan dipercaya oleh masyarakat. Salah satu tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat herbal adalah daun salam. Daun salam memiliki banyak aktivitas farmakologi terutama jika berada dalam bentuk ekstraknya. Aktivitas farmakologi daun salam diantaranya antijamur, antibakteri, antimalaria, antidiare, antiinflamasi, antioksidan, antikolesterol, antidiabetes, dan antihiperurisemia, serta dapat digunakan sebagai penghambat pembentukan plak dan karies pada gigi. Kandungan utama daun salam adalah flavonoid. Pelarut yang paling banyak digunakan sebagai pelarut ekstrak daun salam yaitu etanol, air dan metanol. Pada review ini, pencarian data primer dilakukan dengan secara online, berupa jurnal nasional maupun jurnal internasional, buku maupun ebook. Hasil yang didapatkan dari beberapa jurnal dan sumber lainnya dapat diketahui berbagai macam aktivitas farmakologi dari ekstrak daun salam.Kata kunci: Aktivitas Farmakologi, Ekstrak, Daun Salam, Syzygium polyanthum
Review : Edible Film Antimikroba MEGA HIJRIAWATI; Ellin Febrina
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.24 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10778

Abstract

Edible film adalah sediaan lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan. Saat ini, edible film telah banyak diproduksi di berbagai industri, seperti industi makanan, industri farmasi, industri kosmetik, dan industri pertanian. Pengolahan edible film dapat dilakukan dengan empat teknik dasar, salah satunya adalah teknik solvent casting. Teknik ini telah digunakan sejak 100 tahun yang lalu, metode yang dilakukan dalam teknik ini yaitu dengan meratakan larutan edible film di atas piring akrilik, silikon, ataupun teflon, kemudian dikeringkan pada suhu yang terkendali. Komponen utama penyusun edible film dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hidrokoloid, lipida, dan komposit. Bahan lain yang sering dijumpai dalam pembuatan edible film adalah antimikroba, antioksidan, flavor, dan pewarna. Edible film yang mengandung bahan antimikroba dapat digunakan pada sediaan penyegar nafas untuk menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut dan pada sediaan pengemas untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas bahan pangan selama penyimpanan. Antimikroba yang dapat ditambahkan pada edible film berasal dari ekstrak tanaman seperti ekstrak buah manggis, ekstrak minyak cengkeh, dan minyak atsiri jahe. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai edible film, pengenalan  aplikasi edible film, metode produksinya, serta karakterisasi edible film yang mengandung bahan antimikroba.Kata kunci: Edible film, Metode Produksi, Formulasi, Antimikroba
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak Penderita Demam Tifoid di Rumah Sakit Al Islam Bandung ABDUR RACHMAN; ELLIN FEBRINA
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.859 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.18084

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensi terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien anak demam tifoid di RS Al Islam Bandung tahun 2017 sebanyak 40 pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian noneksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif dengan parameter tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis (4T). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa parameter tepat pasien sebesar 100%, tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat saat rawat inap dan rawat jalan sebesar 100% dan 95%, serta tepat dosis pada saat rawat inap dan jalan sebesar 30% dan 17,5%.
Hypoglycemic Effect of Aquatic Extract of Stevia in Pancreas of Diabetic Rats: PPARγ – Dependent Regulation or Antioxidant Potential: Review Abdurahman Ridho; Ellin Febrina
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10580

Abstract

Obat tradisional dengan efek antidiabetes dianggap cocok untuk mengobati diabetes. Di antara tanaman-tanaman herbal, Stevia rebaudiana (Bert.) terkenal karena rasa manis dan efek yang menguntungkan dalam pengaturan glukosa. Namun, sedikit yang diketahui tentang mekanisme yang tepat dari stevia di jaringan pankreas. Oleh karena itu, studi ini meneliti efek yang mungkin dari stevia pada pankreas dalam mengontrol hiperglikemia yang dilihat dengan metode uji toleransi glukosa, induksi streptozotocin, dan aloksan menggunakan tikus Sprague-Dawley dan tikus Wistar. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa stevia bekerja pada jaringan pankreas untuk meningkatkan kadar insulin dan memberikan efek hipoglikemia yang menguntungkan melalui mekanisme yang tergantung PPARγ dan sifat antioksidan stevia.
Review Artikel: Spironolakton Sebagai Obat Off-Label Untuk Jerawat Pada Wanita Dewasa Zulfa, Aulia; Febrina, Ellin
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.47905

Abstract

 Jerawat merupakan penyakit kulit yang umum terjadi pada remaja dan dewasa. Jerawat dewasa dapat berupa jerawat persisten (jerawat dari sejak remaja) atau onset (jerawat muncul >25 tahun). Prevalensi jerawat dewasa paling banyak terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki. Peningkatan produksi sebum menjadi salah satu faktor terjadinya jerawat. Spironolakton sebagai obat anti-adrenergik memiliki efek antagonis reseptor androgen dengan mekanisme inhibisi reseptor androgen secara kompetitif dengan dihidrotestosteron untuk menurunkan produksi sebum. Penggunaan spironolakton untuk jerawat masih tergolong obat off-label. Obat off-label merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan gejala klinis tetapi tidak sesuai dengan informasi obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan POM. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan rentang dosis bagi spironolakton untuk terapi jerawat pada pasien Wanita dewasa. Artikel ini berupa kajian naratif dengan menggunakan database  SpringerLink, PubMed dan ScienceDirect dengan kata kunci spironolactone dan acne dari 2013-2023. Hasilnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa spironolakton efektif dan dapat memberikan perbaikan klinis pada jerawat dengan pemberian dosis rendah (50-100 mg/hari). Pematauan serum kalium juga diperlukan untuk menjegah terjadinya efek samping hiperkalemia.
Co-Authors ABDUR RACHMAN Abdurahman Ridho Achmad Zaenudin Ade Zuhrotun Ahmad Muhtadi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Ajeng Fitriani Aligita, Widhya Aliya Nur Hasanah Alma Yunita Sari Ami Rahmati Syadiah Ami Tjitraresmi, Ami Aminah Nurhadiyah Anas Subarnas Andriansyah, Ivan Anis Yohana Chaerunisaa Anne Yuliantini Annisa Desy Aryanti Arfan Arfan Arfan Arfan Cindy Ivana Putri Daffa Anjabtsawa Dana Nasrullah Deden Indra Dinata Deden Indra Dinata, Deden Indra Destiani, Dika P. Devi Rahmawati Dewi Kurnia Dika Destiani Dika P. Destiani Eki Pratidina Eli Halimah, Eli Emma Emawati, Emma Erli Berlianti Etika Emaliyawati Farizan Nur Fazrina Fauzan Z Muttaqin Fauzan Zein Mutaqin Fauzan Zein Muttaqin Fikri Nazaruddin Ghozaly, Muchammad R. Gofarana Wilar Herawati, Irma E. Iceu Mulyati Iceu Mulyati Ika Kana Trisnawati Ilahi, Ade Rezki Indah Suasani Wahyuni Irma Erika Herawati Irma M. Puspitasari, Irma M. Irma Melyani Puspitasari Irma Meylani Puspitasari Ivan Andriansyah Ivan S. Pradipta Jutti Levita La Ode Aman Marline Abdassah MEGA HIJRIAWATI Muchammad R. Ghozaly Muhammad H. Ridwan Mutakin Mutakin Muttaqin, Fauzan Zein Naja, Syahrul Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nurhadiyah, Aminah Nursamsiar Nursamsiar Pradipta, Ivan S. Priskila, Miranda PUTY PRIANTI NOVIRA Ramadaini, Tiara Rani Ratnawati Ratnawati, Rani Renny Amelia Ridwan, Muhammad H. Riezki Amalia Rika Rendrika Rini Hendriani Rusdianto, Aziiz M. Septian Riyadi Silviana, Lilis Sitti Rahmi Soni Muhsinin Sri Adi Sumiwi Sriwidodo Sriwidodo Sumiwi, Sri A. Syadiah, Ami Rahmati Syahrul Naja TIANA MILANDA Ulfinana Hafni Untung Sudharmono Wahyuni, Indah S. Wayan Ayu Puje Astuti Widhya Aligita Widhya Aligita Widhya Aligita Yasmiwar Susilawati Yuli Andriani Yulianti Anjayani Yulianti Anjayani Yuliantini, Anne Zaenudin, Achmad Zulfa, Aulia