Claim Missing Document
Check
Articles

The Application of Parenting Cooperation Between Parents and Teachers in an Effort to Maintain the Physical Fitness of Deaf Children Luthfie Lufthansa; Ary Artanty; Laila Nur Rohmah; Pinton Setya Mustafa; Ismail Gani
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i2.27565

Abstract

This study aims to determine the application of parenting cooperation between parents and teachers in an effort to maintain the physical fitness of deaf children in Special Elementary Schools. The method used is qualitative research with a case study approach. Qualitative research methods with data collection techniques of interviews, observation, and documentation allow researchers to obtain comprehensive and in-depth data on how parenting patterns and the role of teachers collaborate in maintaining the physical fitness of deaf children in Special Elementary Schools. The research sample used was 3 physical education teachers who taught at different Special Elementary Schools and 6 parents who had deaf children. The data collected were then analyzed interactively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that effective cooperation between parents and teachers, in the form of regular communication, joint physical exercise program preparation, as well as consistent emotional support and motivation, contributed significantly to improving the physical fitness of deaf children. Obstacles encountered include parents’ limited time, lack of knowledge, and suboptimal communication, but can be overcome with training and facilitation from the school. In conclusion, the synergy of parents’ parenting and adaptive teachers’ roles is crucial in supporting the physical health and development of deaf children in Special Elementary Schools. 
Penguatan Kapasitas Pemuda Dalam Membangun Masyarakat Sadar Hukum Irpan Suriadiata; Muhammad Syamsussabri; Pinton Setya Mustafa
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i1.156

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas pemuda dalam membangun masyarakat sadar hukum. Pengabdian ini dilaksanakan di Gunung Sari, Lombok Barat, NTB pada Sabtu, 27 Februari 2021 dengan jumlah peserta sekitar 50 Orang. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mitra antara lain: a) kurangnya sosialisasi terkait dengan organisasi kepemudaan, b) kurangnya kesadaran hukum di kalangan pemuda, dan c) kurangnya pengetahuan terkait program yang dilakukan guna meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pemuda. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain: a) ceramah dan tanya jawab, b) memberikan pelatihan terkait dengan penyusunan program kerja, dan c) pendampingan terkait dengan penyusunan proposal kegiatan di masyarakat. Hasil kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat banyak bagi masyarakat terutama para pemuda yang mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa kesadaran hukum sangat penting untuk dilakukan sejak dini dan pemuda menjadi agen perubahan untuk mengajarkan dan membangun kesadaran hukum di masyarakat.
Revitalisasi Pelayanan Akademik dan Kemahasiswaan Melalui Website Terintegrasi di Universitas Islam Negeri Mataram Pinton Setya Mustafa
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.268

Abstract

Pada pengabdian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya website yang terintegrasi dalam layanan Akademik dan Kemahasiswaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram secara aktif dan terpelihara. Tujuan dari pengabdian ini adalah membuat website berbasis layanan Akademik dan Kemahasiswaan di UIN Mataram. Adapun metode pelaksanaan meliputi konsultasi dengan stakeholder yang terdiri dari Kepala Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK), Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, Kasubag Akademik, Kasubag Kemahasiswaan, Staf, dan mahasiswa. Hasil dari pengabdian ini ialah website yang berbasis layanan akademik dan kemahasiswaan yang memiliki konten informasi antara lain: (1) Pendaftaran mahasiswa; (2) Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK); (3) Peninjauan UKT; (4) Cuti kuliah; (5) Pendaftaran beasiswa; (6) Peninjauan UKT; (7) Pendaftaran Wisuda; (8) Pengambilan Ijazah; (9) Mutasi Mahasiswa; (10) Pembuatan KTM; dan (11) Akreditasi Universitas dan Prodi. Adapun Kesimpulan dari adanya website layanan Akademik dan Kemahasiswaan ini memberikan akses yang mudah dan efektif bagi mahasiswa untuk mencari tahu seputar informasi maupun mengurus sesuatu yang berkaitan dengan Akademik dan Kemahasiswaan.
Sosialisasi Pendidikan Inklusif dan Disabilitas di Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Lukman Hakim; Nurul Lailatul Khusniyah; Pinton Setya Mustafa
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i1.332

Abstract

Setiap peserta didik perlu mendapatkan hak pendidikan yang sama antara satu dengan lainnya tanpa membeda-bedakan kondisi yang dialaminya. Keberagaman dan keterbatasan peserta didik merupakan tantangan bagi guru maupun keluarga untuk mentransfer ilmu pengetahuan secara optimal. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan informasi dan pemahaman tentang pendidikan inklusif dan disabilitas pada masyarakat di Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Metode pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahap, antara lain: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil yang didapat dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatnya pengetahuan tentang pendidikan inklusif dan disabilitas serta kepedulian masyarakat setempat terhadap anak atau peserta didik untuk mendorongnya belajar walaupun terjadi kondisi yang berbeda atau berkebutuhan khusus. Dengan memahami pentingnya pendidikan bagi setiap anak, para orang tua maupun guru di Desa Bayan menjadi antusias untuk membuat sekolah dengan sistem pendidikan inklusif dan disabilitas. sehingga setiap anak belajar di tempat yang sama dan memperoleh pengetahuan yang berkualitas yang dihasilkan kolaborasi dari guru dengan bantuan dari pendamping anak tersebut.
Pertumbuhan dan Perkembangan Otot, Tendon, Ligamen, Tulang, Sendi, Axis dalam Gerak serta Upaya untuk Pengoptimalan Kualitas Gerak pada Peserta Didik: Sebuah Tinjauan Pinton Setya Mustafa
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v3i2.588

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang terus menerus dalam kehidupan manusia. Aspek-aspek seperti otot, tendon, ligamen, tulang, dan sendi memainkan peran penting dalam menghasilkan dan memfasilitasi gerakan, yang berkontribusi pada kebugaran jasmani dan kualitas hidup. Tujuan studi ini bertujuan untuk meninjau pertumbuhan dan perkembangan otot, tendon, ligamen, tulang, sendi, dan axis dalam gerak pada manusia, serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan kualitas gerak. Metode penelitian ini dilakukan melalui tinjauan literatur yang komprehensif, mencakup berbagai sumber dan studi yang relevan terhadap topik dari buku maupun jurnal. Hasil tinjauan menguraikan bahwa otot sebagai alat gerak aktif, tendon dan ligamen sebagai penghubung, tulang sebagai alat gerak pasif, dan sendi sebagai penghubung antar tulang, semuanya memainkan peran penting dalam gerak. Analisis gerak dapat dilakukan melalui identifikasi bidang dan axis atau sumbu gerak. Latihan peregangan merupakan alternatif sebagai salah satu metode efektif untuk merangsang dan meningkatkan kualitas gerak. Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu dengan memahami dan mengoptimalkan fungsi otot, tendon, ligamen, tulang, dan sendi dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gerak. Lebih lanjut, latihan peregangan dapat menjadi alat yang efektif dalam merangsang dan meningkatkan gerak dalam tubuh manusia.
Basal Ganglia, Penyakit Parkinson, dan Pentingnya Olahraga dalam Pengembangan Kecerdasan Gerak Hafidz Gusdiyanto; Pinton Setya Mustafa
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i1.589

Abstract

Bergerak memerlukan banyak proses yang begitu kompleks yang melibatkan berjuta sel dalam otak untuk menciptakan gerakan tersebut. Tujuan artikel ini adalah membahas tentang basal ganglia, penyakit parkinson, dan peran olahraga dalam pengembangan gerak. Studi ini merupakan kajian kepustakaan, yaitu melakukan kajian dari buku maupun jurnal tentang topik yang relevan dengan pendekatan kualitatif. Hasil tinjauan ini telah membahas basal ganglia adalah struktur di otak yang membantu kontrol gerakan sehingga berperan dalam motor dan tindakan otomatis dari keterampilan motorik yang bertindak dengan memfasilitasi penggunaan perencanaan motorik. Basal ganglia berfungsi memodulasi pola gerakan yang telah dimulai pada level kortikal. Gangguan yang terjadi pada basal ganglia yang sangat umum yaitu penyakit parkinson, salah satu gejala awal yang paling umum yaitu mengalami tremor saat sedang beristirahat. Pembelajaran olahraga untuk perkembangan kecerdasan gerak pada masa usia emas dapat diberikan melalui permainan yang disesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. Kesimpulan dari kajian ini bahwa basal ganglia berperan penting dalam keterampilan motorik dan pola gerakan otomatis. Apabila terjadi gangguan fungsi bada basal ganglia, maka berdampak negatif pada fungsi motorik. Oleh karena itu, penting untuk merangsang perkembangan kecerdasan gerak pada masa anak-anak melalui permainan gerak yang dapat meningkatkan kreativitas.
Program Pembentukan Kesegaran Jasmani dalam Gerak: Peningkatan Kekuatan, Kecepatan, Kelincahan, Kelentukan, dan Keseimbangan Andif Victoria; Pinton Setya Mustafa
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i1.984

Abstract

Kesegaran jasmani merupakan faktor penting dalam menunjang kesehatan dan aktivitas fisik individu. Namun, banyak individu, termasuk pada kalangan pelajar yang mengalami rendahnya kebugaran fisik akibat pola hidup sedentari dan kurangnya aktivitas fisik yang terstruktur. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis program pembentukan kesegaran jasmani melalui latihan kekuatan, kecepatan, kelincahan, kelentukan, dan keseimbangan. Artikel ini merupakan jenis tinjauan menggunakan jenis metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif yang bermaksud menelaah berbagai literatur mengenai efektivitas latihan fisik terhadap peningkatan kesegaran jasmani. Analisis yang digunakan yaitu dengan berbasis tema yang berkaitan dengan lima komponen dasar kesegaran jasmani yaitu: kekuatan, kecepatan, kelincahan, kelentukan, dan keseimbangan. Hasil kajian dari tinjauan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa latihan yang sistematis dapat meningkatkan performa fisik melalui berbagai metode, seperti latihan push up dan pull up untuk kekuatan otot, latihan sprint untuk kecepatan, shuttle run untuk kelincahan, peregangan dinamis dan statis untuk kelentukan, serta latihan keseimbangan dengan berdiri satu kaki dan jongkok. Selain itu, penelitian terdahulu membuktikan bahwa latihan bertahap dapat meningkatkan kapasitas kerja otot, fleksibilitas sendi, dan keseimbangan tubuh secara signifikan. Kesimpulan dari kajian tinjauan ini menegaskan bahwa program kesegaran jasmani yang terencana dengan baik mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan kualitas hidup individu. Implementasi program kesegaran jasmani membutuhkan dukungan dari sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk menyediakan fasilitas olahraga yang memadai serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Program Latihan Terstruktur terhadap Pengendalian Berat Badan Jangka Panjang dan Kesehatan Metabolik Pinton Setya Mustafa; Luthfie Lufthansa; Reza Aofal; Tama Anugrah; Zanzabil Adwa Fitrian; Dewi Nurhidayah
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v6i1.1563

Abstract

Pengendalian obesitas memerlukan pendekatan berkelanjutan yang tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga stabilitas metabolik dalam jangka panjang. Kajian ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah mengenai kontribusi program latihan terstruktur dalam mendukung keberlanjutan manajemen berat badan dan optimalisasi fungsi metabolik. Penelitian menggunakan metode integrative literature review dengan menelaah artikel dari berbagai basis data ilmiah melalui proses seleksi sistematis dan analisis tematik kualitatif. Hasil telaah menunjukkan bahwa latihan terstruktur berfungsi sebagai intervensi inti melalui mekanisme ganda, yaitu regulasi keseimbangan energi dan adaptasi metabolik independen dari penurunan berat badan semata. Keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh prinsip progresivitas, individualisasi program, serta dukungan perilaku dan lingkungan. Temuan ini memperkuat model konseptual bahwa latihan fisik bukan hanya alat reduksi berat badan, melainkan determinan utama stabilitas metabolik jangka panjang. Dengan demikian, integrasi latihan terstruktur dalam pendekatan multidisipliner berbasis bukti menjadi esensial dalam pengendalian obesitas berkelanjutan.
The Effect of Cooperative Learning Model on the Improvement of Basketball Skills among University Students Lalu Moh Yudha Isnaini; Gosy Endra Vigriawan; Suharti; Pinton Setya Mustafa; Lalu Moh Yudha Isnaini; Gosy Endra Vigriawan; Suharti; Pinton Setya Mustafa
Citius : Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): CITIUS : Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Publisher : Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/citius.v6i1.6371

Abstract

The objective of this research was to analyze the impact of the cooperative learning model on the enhancement of basketball skills in university students. A pre-experimental one-group pre-test–post-test design was used in this study with 38 undergraduate students attending a basketball class. The intervention was carried out over eight weeks (16 sessions) using structured cooperative learning strategies such as positive interdependence, individual accountability and peer interaction. Basketball skills were assessed using standardized tests measuring dribbling, passing, and shooting performance. Data were analyzed using descriptive statistics and paired-samples t-tests, with effect sizes calculated using Cohen’s d where α was set to 0.05. All skill components demonstrated statistically significant increases (p < 0.001). Improvements in dribbling performance were evidenced by decreased completion times, while passing and shooting accuracy significantly increased. The overall skills score improved by 18.34%, again with large effect sizes (d = 0.95–1.20). The cooperative learning model was effective in improving basketball skills of university students. These results provide grounds for implementing student-centered teaching methods in higher education physical education contexts.
Effect of circuit bodyweight training on health-related physical fitness in sports college students: a quasi-experimental study Sutoro Sutoro; Dewi Nurhidayah; Astini Asri; Ansar CS; Pinton Setya Mustafa
Sriwijaya Journal of Sport Vol. 5 No. 3 (2026): Sriwijaya Journal of Sport
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55379/sjs.v5i3.262

Abstract

Research Problems: Physical fitness is a fundamental component of health and athletic performance among physical education students. However, limited access to training equipment and facilities often restricts the implementation of effective resistance training programs. Bodyweight training has emerged as a practical and cost-effective alternative, yet empirical evidence regarding its effectiveness in improving multiple components of physical fitness among sports college students remains limited. Research Objectives: This study aimed to examine the effect of a circuit bodyweight training program on the physical fitness of sports college students by comparing changes in fitness outcomes between an experimental group and a control group. Methods: This study employed a quasi-experimental design using a two-group pre-test–post-test approach. A total of 43 sports college students were randomly assigned to an experimental group (n = 22) and a control group (n = 21). The experimental group completed a circuit bodyweight training program consisting of eight exercises over 16 training sessions, while the control group followed regular physical activity. Physical fitness was assessed using a battery of tests, including body mass index (BMI), sit-and-reach, leg and back dynamometer, and the Cooper test. Data were analysed using descriptive statistics and analysis of covariance (ANCOVA) with JASP statistical software. Results: The ANCOVA results demonstrated statistically significant differences between the experimental and control groups following the intervention (p < .05). Participants who completed the circuit bodyweight training program showed greater improvements in overall physical fitness compared with those in the control group. These findings indicate that a structured bodyweight training program can effectively enhance physical fitness among sports college students. Conclusion: Circuit bodyweight training conducted over 16 sessions is an effective and economical approach for improving physical fitness in sports college students. The findings support the use of bodyweight exercises as an accessible resistance training strategy in physical education and sports settings, particularly where training facilities are limited. This study contributes to the growing evidence on low-cost exercise interventions and provides practical guidance for educators and coaches. Future studies should compare bodyweight training with other resistance training methods, such as multiple-set or free-weight training, over longer intervention periods and across different populations.